image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Buntut Jiwasraya, Pengaturan dan Pengawasan Industri Asuransi Harus Direformasi Total

Denny Iswanto

Image

Warga melintas di depan halaman kantor pusat PT Asuransi Jiwasraya (Persero) di Jakarta, Selasa (14/1/2020). Kementerian BUMN mengkawatirkan Pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Jiwasraya direalisasikan akan membuat investor takut menanamkan modalnya. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Alberto Daniel Hanani, Staf Pengajar Magister Manajemen Universitas Indonesia, menyatakan bahwa kondisi Industri Asuransi saat ini beserta regulator, yakni Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu direformasi total, menyusul adanya masalah gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

"Kalau kita membahas kasus Jiwasraya dll, maka kita harus bertanya apakah masalahnya pengaturan atau pengawasan (enforcement)? Apakah peraturan yang ada sudah memadai? Apakah pengawasan sudah dilakukan dengan memadai untuk memastikan aturan dipatuhi? Lalu, isu lain yang sering diabaikan padahal penting adalah apa beban warisan sejarah perusahaan yang selama ini dicoba disembunyikan?" tuturnya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Warisan ini menurut Alberto, juga merupakan faktor eksternalitas yang tidak bisa lagi diubah karena seperti pepatah 'nasi sudah jadi bubur', dan sudah seharusnya disikapi dengan jujur, tetapi bijak dan tenang.

baca juga:

"Dalam kasus Jiwasraya ketiga masalah itu ada semua. Kelemahan pengaturan, keterbatasan efektivitas pengawasan, dan realitas sejarah yang sudah terlanjur membebani. Celakanya, di tengah konteks sedemikian sial seperti itu, masih ada pihak-pihak yang tega memanfaatkan keadaan tersebut untuk mencari keuntungan diri sendiri tanpa moral, bahkan berkelanjutan," serunya.

Sehingga dia mengharapkan adanya Reformasi di Industri Asuransi dan regulasi, seperti adanya penguatan peraturan tentang governance perusahaan dan manajemen risiko serta penegakan aturan (enforcement) yang dapat memastikan pimpinan perusahaan dan regulator berperilaku rasional bermoral secara lebih konsisten.

"Untuk mengatasi masalah sifat opportunistic manusia yang rasionalitasnya terbatas (bounded), maka perlu sekali adanya check and balance berlapis. Sehingga tindakan khilaf dapat diobservasi dan dampak khilaf dapat dimitgasi secepat mungkin," ucapnya.

Pertama adalah membuat aturan yang lebih jelas dan transparan. Kedua, harus memastikan aturan dipatuhi melalui mekanisme pengawasan berlapis (dari audit internal perusahaan, manajemen risiko oleh dewan komisaris, pelaporan dan pemeriksaan rutin oleh regulator, melakukan tindakan koreksi tepat waktu sesuai dengan hasil compliance assessment, dan seterusnya).

"Fungsi OJK bukan hanya mengawasi perilaku industri, tapi juga mengatur norma perilaku. Fungsi pengaturan itu untuk menetapkan standar batas-batas perilaku industri yang patut dan dapat diterima oleh rasionalitas publik yang bermoral. Fungsi pengawasan bertujuan memastikan peraturan yang berlaku dipatuhi, sehingga risiko terjadinya pelanggaran yang berpotensi menghancurkan tatanan industri yang sehat dapat dimitigasi dengan baik dan tepat waktu," jelasnya.

Reformasi peraturan terkait potensi perilaku memilih investasi abal-abal oleh pengelola perusahaan asuransi, menurut Alberto juga harus disusun dengan lebih ketat, realistis dan tajam. Sehingga nantinya bisa ditegakkan dengan konsisten.

"Yang pasti Reformasi harus segera bergulir dengan cepat, agar perilaku irasional opportunis sekelompok orang yang berbahaya bagi kepentingan umum segera bisa dihentikan dan tidak terulang lagi di masa depan," tegasnya.

Dirinya menegaskan badai Jiwasraya, harus menjadi momentum untuk OJK dan Industri Asuransi melakukan introspeksi.

"Salah satu hal yang penting diperhatikan oleh OJK saat ini adalah menegakkan disiplin industri secara konsisten dan rasional. Fokus dengan cermat memperhatikan dan menindak penyimpangan-penyimpangan perilaku industri yang berpotensi membawa dampak catastrophic bagi masyarakat luas. Ketegasan dan kejelasan regulator harus berjalan seiring setiap saat," ujarnya.

Kendati demikian, Alberto mengajak semua pihak untuk bersabar dan tidak tergesa-gesa membuat kesimpulan. Dan tetap menunggu proses hukum yang sedang berjalan terkait kasus Jiwasraya ini.

"Saya berharap kebenaran dapat tersingkap dan keadilan ditegakkan. Siapa yang bersalah harus bertanggung jawab secara hukum, dan hukum harus kita hormati agar hidup kita bersama ke depan bisa lebih sejahtera," tutupnya.

Data OJK menunjukkan pertumbuhan aset Industri Asuransi terus meningkat sejak 2014 dari Rp807,7 triliun menjadi Rp1.325,7 triliun di Desember 2019. Nilai investasi industri ini juga terus meningkat dari Rp648,3 triliun di 2014 menjadi Rp1.141,8 di 2019 lalu.

Data premi asuransi komersial pada 2019 juga menunjukkan pertumbuhan 6,1 persen (yoy) menjadi Rp261,65 triliun. Premi asuransi jiwa berkembang sebesar Rp 169,86 triliun dan premi asuransi umum/reasuransi naik sebesar Rp 91,79 triliun.

Sementara tingkat permodalan Risk Base Capital (RBC) pada 2019 sebesar 329,3 persen untuk asuransi umum dan 725,4 persen untuk asuransi jiwa. Angka yang jauh di atas ambang batas permodalan asuransi minimal 120 persen. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

News

72 Pemilik Rekening Saham SID Kasus Jiwasraya Sudah Datangi Kejagung

Image

News

Demokrat Harap Pimpinan DPR Proses Usulan Pansus Jiwasraya

Image

News

Kejagung Periksa 11 Saksi Kasus Jiwasraya, Salah Satunya Agustin Widhiastuti

Image

News

Demokrat Duga Pansus Hak Angket Jiwasraya Akan Mengalami Hambatan Politis

Image

News

Soal Jiwasraya, PKS: Pansus Lebih Oke, Biar Bosnya Bisa Dipanggil Paksa

Image

News

Kejagung: Nilai Aset Sementara para Tersangka Jiwasraya yang Disita Capai Rp11 Triliun

Image

News

Kejagung Anggap Pihak yang Tidak Klarifikasi dan Verifikasi SID Berafiliasi dengan Tersangka Kasus Jiwasraya

Image

News

Kejagung Bakal Buka Blokir SID Pekan Depan

Image

News

Kasus Jiwasraya, Kejagung Minta Klarifikasi dan Verifikasi SID 9 Orang

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Kredit Kendaraan Bermotor Turun, Bos BCA: Milenial Suka Naik Ojol dan MRT

BCA mencatat kredit kendaraan bermotor (KKB) mengalami penurunan sebesar 1,1 persen.

Image
Ekonomi

Perkenalkan Pasar Modal, Phintraco Sekuritas Sentuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang

Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang merupakan perguruan tinggi yang didirikan KH.Muhammad Yusuf Hasyim.

Image
Ekonomi

Petrokimia Gresik Dongkrak Peningkatan Padi Hingga 44 Persen Per Hektare

Dalam demplot ini Petrokimia Gresik kembali menggunakan salah satu produk pupuk nonsubsidi yaitu pupuk NPK Phonska Plus.

Image
Ekonomi

Usai 'Nyindir', Erick Perintahkan Telkom Cepat Lakukan Transformasi Bisnis

Telkom harus lebih serius menggarap bisnis yang sesuai dengan era digital seperti komputasi awan (cloud computing) dan big data.

Image
Ekonomi

Erick Yakin Sosok Agus Martowardojo Bisa Bawa BNI Naik Kelas

Erick mengaku sangat mengapresiasi kehadiran sosok seperti Agus Marto untuk bisa membantu mengawasi kinerja perbankan.

Image
Ekonomi

Alasan BNI Bagikan Dividen 25 Persen dari Laba Rp15,38 Triliun

Perseroan membagikan dividen 25 persen karena masih memerlukan ruang untuk tumbuh ke depannya.

Image
Ekonomi

BNI Bakal Terus Ekspansi Meski Ada Bayang-bayang Virus Corona

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tetap akan melakukan ekspansi kredit tahun ini meski dibayangi wabah Virus Corona.

Image
Ekonomi

2019, Perum Jamkrindo Catatkan Volume Penjaminan Hingga Rp204 Triliun

Volume penjaminan terdiri dari volume penjaminan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp59,01 triliun.

Image
Ekonomi

Kemenkop Reformulasi dan Reformasi Program Pelatihan UKM

Lombok sebagai tempat pelatihan karena merupakan bagian dari destinasi wisata prioritas dalam menciptakan Bali-Bali baru lainnya.

Image
Ekonomi

Dampak Corona, Bos BCA Yakin Banyak Perusahaan Lakukan 'Buffer Stock'

Presdir BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan pihaknya belum dapat menginventarisir sepenuhnya seperti apa dampak dari virus Corona.

terpopuler

  1. Bunga Citra Lestari Menangis Histeris Saat Tahu Ashraf Ternyata Donatur Tetap Yayasan Anak Yatim

  2. 5 Sikap Rasulullah kepada Istrinya, Pedoman Mencapai Rumah Tangga Harmonis

  3. KPK Didesak Usut Sejumlah Kasus Dugaan Korupsi di Pemkot Makassar

  4. Istri Menikah Lagi Setelah Suaminya Meninggal, Begini Pandangan Islam

  5. Diguyur Hujan, Jakarta Banjir Lagi

  6. Jarang Tersorot, 10 Potret Hangat Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana Bersama Keluarga

  7. PBSI Yakin Bisa Bawa Pulang Trofi Piala Thomas ke Indonesia

  8. Satgas Yonif 132 Siapkan Anak Perbatasan Jadi Prajurit

  9. Fraksi PDIP Dilarang Jadi Ketua Panlih Wagub Pengganti Sandiaga Uno

  10. Sembilan Hari Jelang Kick-off, Markas Persiraja Belum Penuhi Standar Liga 1

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Sosok

Image
Iptek

Penemu Konsep Copy-Paste, Larry Paster Meninggal Dunia

Image
News

8 Potret Kompak Prabowo Subianto dan Sakti Wahyu Trenggono Jamu Tamu dari Negara Sahabat

Image
News

Hapus UN hingga Bayar SPP Pakai GoPay, 5 Kebijakan Nadiem Makarim Ini Curi Perhatian Publik