image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Kinerja Industri Asuransi Tumbuh Positif dan Bakal Terus Direformasi

Denny Iswanto

Image

Ilustrasi - Asuransi | AKURAT.CO/Ryan

AKURAT.CO Kinerja Industri Asuransi secara umum sejak 2014 ternyata masih menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik meski industri ini belum mengalami Reformasi untuk melakukan berbagai perbaikan seperti yang sudah dilakukan di industri perbankan.

Alberto Daniel Hanani, Pengajar Magister Manajemen Universitas Indonesia, menilai bahwa kinerja Industri Asuransi sejak diatur dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah menunjukkan banyak kemajuan terlihat dari pertumbuhannya tiap tahun. Terutama dalam hal pertumbuhan size industri, sejak OJK berdiri pada pertengahan tahun 2012 atau hampir 8 tahun. 

"Ini tidak hanya kinerja OJK. Menurut saya, ini kinerja para pelaku industri yang cermat memanfaatkan peluang secara baik, lebih dari kinerja regulator juga. Apakah kemajuan industri tersebut menghasilkan suatu industri yang lebih baik dari sebelumnya? Tentu saja, tapi tidak ada yang mutlak," ungkapnya di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

baca juga:

Kendati demikian, berbagai hal perbaikan harus terus ditingkatkan yang bertujuan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, permintaan pasar dan perlindungan konsumennya.

Reformasi di Industri Asuransi menurutnya perlu dilakukan, seperti dengan penguatan peraturan tentang governance perusahaan dan manajemen risiko serta penegakan aturan (enforcement) yang dapat memastikan pimpinan perusahaan dan regulator berperilaku rasional bermoral secara lebih konsisten.

"Untuk mengatasi masalah sifat opportunistic manusia yang rasionalitasnya terbatas (bounded), maka perlu sekali adanya check and balance berlapis. Sehingga tindakan khilaf dapat diobservasi dan dampak khilaf dapat dimitgasi secepat mungkin," ucapnya.

Pertama adalah membuat aturan yang lebih jelas dan transparan. Kedua, harus memastikan aturan dipatuhi melalui mekanisme pengawasan berlapis (dari audit internal perusahaan, manajemen risiko oleh dewan komisaris, pelaporan dan pemeriksaan rutin oleh regulator, melakukan tindakan koreksi tepat waktu sesuai dengan hasil compliance assessment, dan seterusnya).

"Fungsi OJK bukan hanya mengawasi perilaku industri, tapi juga mengatur norma perilaku. Fungsi pengaturan itu untuk menetapkan standar batas-batas perilaku industri yang patut dan dapat diterima oleh rasionalitas publik yang bermoral. Fungsi pengawasan bertujuan memastikan peraturan yang berlaku dipatuhi, sehingga risiko terjadinya pelanggaran yang berpotensi menghancurkan tatanan industri yang sehat dapat dimitigasi dengan baik dan tepat waktu," jelasnya.

Mengenai beberapa kasus di Industri Asuransi, Alberto mengatakan perlu dilihat jelas asal persoalannya, mengingat kebanyakan berawal dari persoalan lama yang tidak diselesaikan oleh otoritas sebelum OJK.

"Harus dilihat akar masalahnya, isu lain yang sering diabaikan padahal penting adalah apa beban warisan sejarah perusahaan yang selama ini dicoba disembunyikan?" tuturnya.

Warisan ini menurut Alberto, juga merupakan faktor eksternalitas yang tidak bisa lagi diubah karena seperti pepatah 'nasi sudah jadi bubur', dan sudah seharusnya disikapi dengan jujur, tetapi bijak dan tenang.

"Salah satu hal yang penting diperhatikan oleh OJK saat ini adalah menegakkan disiplin industri secara konsisten dan rasional. Fokus dengan cermat memperhatikan dan menindak penyimpangan-penyimpangan perilaku industri yang berpotensi membawa dampak catastrophic bagi masyarakat luas. Ketegasan dan kejelasan regulator harus berjalan seiring setiap saat," pungkasnya.

Di lain kesempatan, Mantan Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK periode 2012-2017, Firdaus Djaelani juga sepakat bahwa Industri Asuransi saat ini pertumbuhannya positif, bahkan melebihi target.

"Sebetulnya Industri Asuransi kita cukup bagus, cukup berkembang. Meskipun sekarang sedikit banyak ramai tapi pertumbuhan sudah sekitar 6 persen dan aset yang dikelola sudah mencapai lebih dari Rp250 triliun," ucapnya.

Untuk upaya Reformasi Industri Asuransi sendiri Firdaus mengungkapkan bahwa langkah-langkah pembenahan sudah dilakukan sejak sebelum lahirnya OJK, yakni sejak regulasi berada di Kementerian Keuangan. Pembenahan ini dilakukan secara bertahap.

Sebelumnya, OJK menyebut Industri Asuransi masih tumbuh positif di tengah isu santer yang menimpa Jiwasraya. Kendati demikian OJK ingin mereformasi Industri Asuransi ini secara terus menerus agar menjadi lebih baik lagi.

"Sebenarnya Industri Asuransi ini tidak terlalu terimbas, dengan isu yang sedang kita tangani (Jiwasraya dan Asabri). Namun kita akui kita perlu lebih serius, karena industri ini perlu Reformasi," kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Jakarta, Kamis pekan lalu (16/1/2020).

Wimboh mengatakan Industri Asuransi membutuhkan perhatian lebih serius untuk memperbaiki governance, kehati- hatian dan kinerjanya. Setidaknya dibutuhkan Reformasi dalam bentuk pengaturan, pengawasan dan permodalan.

Data OJK menunjukkan pertumbuhan aset terus meningkat sejak 2014 dari Rp807,7 triliun menjadi Rp1.325,7 triliun di Desember 2019. Nilai investasi industri ini juga terus meningkat dari Rp648,3 triliun di 2014 menjadi Rp1.141,8 di 2019 lalu.

Data premi asuransi komersial pada 2019 juga menunjukkan pertumbuhan 6,1 persen (yoy) menjadi Rp261,65 triliun. Premi asuransi jiwa berkembang sebesar Rp 169,86 triliun dan premi asuransi umum/reasuransi naik sebesar Rp 91,79 triliun.

Sementara tingkat permodalan Risk Base Capital (RBC) pada 2019 sebesar 329,3 persen untuk asuransi umum dan 725,4 persen untuk asuransi jiwa. Angka yang jauh di atas ambang batas permodalan asuransi minimal 120 persen. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

News

Demokrat Minta Pimpinan DPR Proses Usulan Pansus Jiwasraya

Image

News

72 Pemilik Rekening Saham SID Kasus Jiwasraya Sudah Datangi Kejagung

Image

News

Demokrat Harap Pimpinan DPR Proses Usulan Pansus Jiwasraya

Image

News

Kejagung Periksa 11 Saksi Kasus Jiwasraya, Salah Satunya Agustin Widhiastuti

Image

News

Demokrat Duga Pansus Hak Angket Jiwasraya Akan Mengalami Hambatan Politis

Image

News

Soal Jiwasraya, PKS: Pansus Lebih Oke, Biar Bosnya Bisa Dipanggil Paksa

Image

News

Kejagung: Nilai Aset Sementara para Tersangka Jiwasraya yang Disita Capai Rp11 Triliun

Image

News

Kejagung Anggap Pihak yang Tidak Klarifikasi dan Verifikasi SID Berafiliasi dengan Tersangka Kasus Jiwasraya

Image

News

Kejagung Bakal Buka Blokir SID Pekan Depan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Kementerian ESDM Pede Investasi Listrik Sentuh US$39 Miliar di 2024

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, investasi sektor ketenagalistrikan menujukkan grafik yang positif pada 2019.

Image
Ekonomi

Konversi ke Energi Bersih, PLN dan Pupuk Indonesia Komitmen Beli Gas dari Blok Masela

PT PLN (Persero) dan PT Pupuk Indonesia berkomitmen untuk membeli gas produksi dari Proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi di Blok Masela.

Image
Ekonomi

BNI Buka Peluang Pangkas Suku Bunga Pasca Keputusan BI

"Tentunya kita juga akan mempertimbangkan untuk mengikuti bagaimana tren bunga tersebut."

Image
Ekonomi

Suku Bunga BI Turun Harus Jadi Momentum Penurunan Bunga Kredit Perbankan

Abdul Manap Pulungan menilai keputusan BI menurunkan suku bunga acuan sebagai momentum bagi perbankan untuk menekan suku bunga kredit.

Image
Ekonomi

Kerek Pertumbuhan Industri, Ini 5 Jurus Andalan Menperin

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan lima strategi untuk mempercepat pertumbuhan sektor industri.

Image
Ekonomi

Bank Bukopin Bongkar Pasang Direksi, Geger Nuryaman Jadi Direktur

Bank Bukopin (BBKP) pada Kamis (20/22020) memutuskan pergantian anggota direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB).

Image
Ekonomi

Akademisi Apresiasi Langkah Pemerintah soal Ekstensifikasi Cukai

Guru besar FEB Universitas Brawijaya (FEB UB) Candra Fajri Ananda mengapresiasi rencana Sri Mulyani terkait ekstensifikasi cukai.

Image
Ekonomi

Analis Ramal IHSG Bakal Lesu, Saham-saham Ini Bisa Jadi Incaran

IHSG hari ini akan melemah. Siap-siap pilih saham yang akan cuan.

Image
Ekonomi

Soal RUU Ciptaker, Jokowi: Pemerintah Membuka Seluas-luasnya Masukan dari Masyarakat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, Pemerintah membuka seluas-luasnya masukan dari masyarakat terkait RUU Cipta Kerja.

Image
Ekonomi

Jokowi Tunjuk Lana Soelistianingsih Jadi Kepala Eksekutif LPS

Presiden Joko Widodo menetapkan ekonom Lana Soelistianingsih menjadi Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

terpopuler

  1. Bunga Citra Lestari Menangis Histeris Saat Tahu Ashraf Ternyata Donatur Tetap Yayasan Anak Yatim

  2. 5 Sikap Rasulullah kepada Istrinya, Pedoman Mencapai Rumah Tangga Harmonis

  3. Istri Menikah Lagi Setelah Suaminya Meninggal, Begini Pandangan Islam

  4. Jarang Tersorot, 10 Potret Kehangatan Kaka 'Slank' dan Keluarga

  5. Diguyur Hujan, Jakarta Banjir Lagi

  6. Fraksi PDIP Dilarang Jadi Ketua Panlih Wagub Pengganti Sandiaga Uno

  7. 5 Potret Ini Bukti Timnas Rezim Shin Tae-yong Digenjot dengan Latihan Keras

  8. Ramai Kasus Pinjaman Online, Ini Chat Antara DC dan Pengutang Pinjol yang Viral

  9. Taspen Beberkan Syarat Agar Pensiunan PNS Dapat Dana Rp1 Miliar

  10. Yudian Sibuk Jadi Kepala BPIP, Ijazah Wisudawan UIN Sunan Kalijaga Jogja Telat

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Sosok

Image
News

6 Potret Sandiaga Uno Kondangan ke Pernikahan Cucu PM Malaysia Mahathir Mohamad

Image
Iptek

Penemu Konsep Copy-Paste, Larry Paster Meninggal Dunia

Image
News

8 Potret Kompak Prabowo Subianto dan Sakti Wahyu Trenggono Jamu Tamu dari Negara Sahabat