image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Dolar AS Menguat Tipis Berkat Membaiknya Data Ekonomi

Prabawati Sriningrum

Image

Petugas teller bank Mandiri KCP Jakarta saat menunjukan uang dolar di salah satu kantor cabang Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/1/2019). Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan pelemahan terhadap rupiah. Posisi rupiah terhadap dolar AS tercatat menguat di level RP 14.080 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (4/1/2019) yang bergerak di angka Rp 14.225. Penguatan nilai tukar rupiah imbas dari faktor global dan domestik. Faktor global yaitu melemahnya dolar AS terhadap sejumlah mata uang mitra dagang utama. Dari sisi domestik, Bank Indonesia (BI) sempat menyebut penguatan rupiah imbas aliran masuk dana asing seiring lelang surat utang negara (SUN) yang digelar pemerintah pada 3 Januari lalu. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Dolar AS naik tipis terhadap sekelompok mata utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (20/1/2020) waktu setempat, namun bertengger di level terkuat tahun ini setelah serangkaian Data pekan lalu. Data tersebut mengonfirmasi bahwa Ekonomi AS bertahan dengan baik, sementara yuan China secara singkat mencapai tertinggi baru dalam enam bulan.

Namun, sebagian besar, itu adalah awal yang lemah untuk pekan perdagangan mata uang, dengan volatilitas valas dekat terendah sepanjang masa dan sedikit di jalan Data Ekonomi utama.

Investor fokus pada Pertemuan bank sentral Jepang, Bank of Japan (BOJ) pada Selasa dan Pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis (23/1/2020).

Volume perdagangan relatif ringan karena pasar Amerika Serikat ditutup pada Senin (20/1/2020) untuk memperingati Hari Martin Luther King Jr. dan Tahun Baru Imlek mendekati di Asia.

Angka-angka pada Jumat menunjukkan pembangunan perumahan di Amerika Serikat melonjak ke level tertinggi 13 tahun pada Desember. Penjualan ritel juga naik dan indeks aktivitas manufaktur melambung ke level tertinggi dalam delapan bulan.

Kekuatan dalam Ekonomi AS menggarisbawahi kinerja relatifnya terhadap zona Euro, meskipun Data baru-baru ini menunjukkan Ekonomi Eropa telah keluar dari titik terendahnya serta pemulihan di China.

"Data yang dirilis sejak Pertemuan ECB sebelumnya telah positif dan konsisten dengan nada yang sedikit lebih optimis oleh (Presiden ECB Christine) Lagarde pada Desember mengenai prospek Ekonomi," kata ahli strategi mata uang RBC Capital Markets, Adam Cole.

Euro telah gagal mendapatkan banyak manfaat dari suara-suara yang lebih positif, namun, Nilai Tukar Euro/dolar tertahan dengan kuat dalam kisaran perdagangan yang ketat.

Indeks dolar, yang mengukur Greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,1 persen menjadi 97,727, yang terkuat sejak 24 Desember. Euro turun 0,1 persen menjadi 1,1083 Dolar AS.

Yuan di luar negeri naik ke level 6,8458 terhadap Dolar AS, level tertinggi baru enam bulan, sebelum relinya melemah.Yuan terakhir diperdagangkan pada 6,8692 per Dolar AS, turun sedikit.

China pada Jumat (17/1/2020) mencatat angka pertumbuhan tahunan paling lambat dalam hampir 30 tahun, meskipun Data Desember menunjukkan bangkitnya kembali kepercayaan bisnis dan percepatan pada produksi pabrik.

Sterling turun ke level 1,2962 Dolar AS, melemah 0,3 persen sebelum pulih ke 1,2997 Dolar AS, setelah komentar akhir pekan oleh menteri keuangan Sajid Javid bahwa Inggris tidak akan berkomitmen untuk tetap berpegang pada aturan Uni Eropa dalam pembicaraan perdagangan pasca-Brexit.

Sterling juga turun terhadap Euro menjadi 85,27 pence, melemah 0,1 persen pada sesi ini.

Pound sekarang menunggu Data ketenagakerjaan pada Selasa dan survei bisnis pada akhir pekan. Pasar uang memperkirakan peluang hampir 70 persen penurunan Suku Bunga oleh bank sentral Inggris, Bank of England (BOE) akhir bulan ini dalam menghadapi Ekonomi yang kesulitan.

Yen Jepang tidak berubah terhadap dolar pada 110,16 yen, menjelang Pertemuan BOJ pada Selasa.

"Pengurangan tekanan pada BOJ untuk melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut akan membantu mengurangi risiko penurunan untuk yen meskipun jelas tidak cukup dalam lingkungan 'pengambilan risiko' saat ini untuk membalikkan tren pelemahan yen," tulis analis MUFG.

BOJ diperkirakan akan mempertahankan kebijakannya stabil dan mendorong proyeksi pertumbuhannya karena indikator Ekonomi makro yang membaik mengurangi beberapa tekanan pada bank sentral untuk stimulus lebih besar. []

baca juga:

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Antara

berita terkait

Image

Olahraga

Gent 1-1 AS Roma

Fonseca Akui Roma Berada dalam Tekanan saat Dijamu Gent

Image

Olahraga

Meme Bola

5 Meme Lucu Kekalahan Arsenal di Liga Europa, Tutupan Kardus Dulu Ya

Image

Olahraga

Inter Milan 2-1 Ludogorets Razgrad

Conte Tegaskan Inter Milan Selalu Pasang Target Tinggi

Image

Olahraga

Liga Europa 2019-2020

Hasil Lengkap Liga Europa 2019-2020, 28 Februari 2020

Image

Olahraga

Manchester United 5-0 Club Brugge

MU Pastikan Tiket 16 Besar Usai Pesta Lima Gol ke Gawang Club Brugge

Image

Olahraga

Manchester United 3-0 Club Brugge

Babak I: MU Ungguli Brugge Tiga Gol Tanpa Balas

Image

Olahraga

Gent 1-1 AS Roma

Meski Berakhir Imbang, Roma Tetap Lolos ke Babak 16 Besar

Image

Iptek

CEO Microsoft Sebut Masa Depan Indonesia akan Ditentukan Golongan Ini

Image

Ekonomi

INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Nyungsep ke 4,5 Persen Karena Corona

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Gandeng Pertamina Garap Pembangkit Listrik Tenaga Gas, PLN Hemat Rp3 Triliun

Kementerian ESDM memastikan akan mengoptimalkan konsumsi gas bumi dalam negeri mulai tahun 2020 ini.

Image
Ekonomi

BNI Siapkan Hadiah Berlimpah di BNI Java Jazz Festival 2020

Hadiah-hadiah tersebut akan diberikan sejak hari pertama hingga hari terakhir gelaran musik kelas dunia tersebut.

Image
Ekonomi

Pemerintah Diminta Terapkan Strategi Dagang Efektif Pasca Dikeluarkannya RI dari Negara Berkembang

CIPS menginginkan pemerintah dapat menerapkan strategi perdagangan yang lebih efektif.

Image
Ekonomi

IHSG Diproyeksi Masih Lemah, Waspada dan Pililah Saham-saham Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini (28/2/2020) masih akan lesu.

Image
Ekonomi

Omnibus Law: Tsunami Bagi Pengusaha Pelayaran Nasional

"Perubahan ini akan menjadi kabar mengerikan bagi industri pelayaran nasional."

Image
Ekonomi

Aviliani: Keputusan AS Keluarkan RI dari Negara Berkembang Pengaruhi Kinerja Neraca

Keputusan sepihak dari pemerintah AS yang mengeluarkan Indonesia dari daftar negara berkembang pengaruhi kinerja neraca Indonesia.

Image
Ekonomi

AJI: Kehadiran Omnibus Law Hanya Akan Makin Gencet Jurnalis!

UU Pers menyebutkan pemberian sanksi terhadap media yang dari awal akan dikenakan sebesar Rp500 juta malah berubah menjadi Rp2 miliar.

Image
Ekonomi

Didepak dari Negara Berkembang, 5 Komoditas Andalan RI Ini Bakal Merugi

Indef mengatakan, lima komoditas andalan Indonesia yang diekspor ke AS bakal menurun seiring dikeluarkannya Indonesia dari negara berkembang

Image
Ekonomi

PPATK Targetkan Indonesia Jadi Anggota Penuh FATF pada 2021

PPATK menargetkan Indonesia menjadi anggota penuh FATF (Financial Action Task Force) pada 2021.

Image
Ekonomi

Kritik Omnibus Law, Faisal Basri: Jauh Panggang dari Api

Faisal Basri menentang dan menilai RUU Omnibus Law bukan strategi untuk transformasi ekonomi.

terpopuler

  1. Ini Alasan Pemilik Mobil Pukul Sopir Ambulan

  2. Pengamat: Pembebasan Lahan untuk Normalisasi Itu Gampang, Yang Sulit itu Jika Tidak Ada Kemauan

  3. Perayaan Pra-Paskah: Paus Imbau Warga Dunia Berhenti Menghina Orang Lain di Medsos

  4. Ratusan Karyawan BUMN Geruduk Kantor Erick Thohir, Mau Apa?

  5. Ingin Tebus Dosa, Tiga Tersangka Kasus Susur Sungai di Sleman Tolak Penangguhan Penahanan

  6. Konflik Bertetangga Antara Erlina dengan Yenny Berakhir di Meja Hijau, Terbukti Siapa yang Benar dan Salah

  7. Kapolres Jakarta Pusat: Perusakan Pos Polisi Tugu Tani Bukan Teror ke Polisi

  8. Setiap Malam Jumat Ahli Kubur Pulang ke Rumah, Benarkah Demikian?

  9. Tembus Rp30 Juta Per Ekor! Ini 7 Jenis Burung Kicau Termahal di Indonesia

  10. Abu Janda Cs Kenakan Kaos 'My Governor Is An Idiot', Jansen: Untuk Alasan Apapun Saya Tidak Setuju

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Banjir Jakarta: Menenggelamkan atau Menaikkan Popularitas Anies?

Image
Zainul A. Sukrin

Membaca Hambatan Anies di 2024

Image
Achsanul Qosasi

Memimpin Tanpa Menyalahkan

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Banjir Jakarta Menghanyutkan Elektabilitas Anies Baswedan?

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kepala Perpusnas: Budaya Baca Bangsa Indonesia Tidak Rendah

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Agus Maftuh Abegebriel, Dosen UIN Sunan Kalijaga yang Jadi Dubes RI untuk Arab Saudi

Image
News

6 Potret Danpaspampres Maruli Simanjuntak Bareng Putrinya, Kompak di Berbagai Kesempatan

Image
News

Santap Menu Angkringan hingga Nikmati Es Teh Plastikan, 10 Aksi Gibran Rakabuming Kulineran di Pinggir Jalan