Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

DPR Klaim Bakal Akomodir Seluruh Kepentingan Melalui RUU Cipta Lapangan Kerja

Andi Syafriadi

DPR Klaim Bakal Akomodir Seluruh Kepentingan Melalui RUU Cipta Lapangan Kerja

RDPU Komisi IX bersama Serikat Buruh Kerja di Gedung DPR RI, Jakarta | AKURAT.CO/Andoy

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR Kordinator bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku) Sufmi Dasco Ahmad bertekad akan memperjuangkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Cipta Lapangan Kerja yang mengakomodir seluruh kepentingan, baik pengusaha, maupun buruh atau pekerja.

“Sebagai wakil rakyat, sepakat kami tidak akan menghambat investasi. Tapi hal-hal yang menjadi keberatan dan merugikan buruh, akan kami bantu fasilitasi. Agar RUU Cipta Lapangan kerja ini bisa menjadi kepunyaan pengusaha, dan buruh atau pekerja. Dan kami akan perjuangkan itu semua,” tutur Dasco usai menerima perwakilan organisasi serikat buruh Indonesia di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menyatakan hingga pertemuan ini berlangsung, DPR belum secara resmi menerima draf Naskah Akademik (NA) RUU Cipta Lapangan Kerja dari pemerintah.

baca juga:

Sehingga pihaknya belum bisa secara utuh memberikan penilaian terhadap apa saja yang tercantum di dalam RUU tersebut, termasuk poin yang menjadi keberatan para buruh.

“Sampai saat ini (waktu pertemuan-red), Kami belum menerima draf NA RUU Cipta Lapangan Kerja secara resmi dari pemerintah. Jadi saya belum menerima, apalagi membaca. Dengan begitu, saya belum bisa berkomentar tentang hal-hal yang menjadi keberatan para buruh dalam RUU tersebut,” ucap Dasco.

Dasco juga tidak mengetahui apakah draf NA RUU Cipta Lapangan Kerja yang beredar di media dan menjadi acuan para buruh itu, valid atau tidak. Ia berjanji akan membentuk tim kecil, dan memfasilitasi para buruh agar dapat bertemu komisi-komisi terkait untuk mengutarakan aspirasi atau keberatannya tentang poin-poin yang ada dalam RUU tersebut.

Dengan demikian, hambatan yang ada dalam proses penyusunan RUU tersebut dapat cepat selesai. Hingga pada akhirnya, keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyelesaikan RUU Cipta Lapangan Kerja dalam waktu 100 hari dapat terwujud.

Diketahui, setidaknya ada lima poin yang menjadi keberatan para buruh dalam draf NA RUU Cipta Lapangan Kerja yang beredar di media.

Yaitu, penghapusan upah minimum dan berganti upah berdasarkan jam kerja. Menghilangkan pesangon bagi karyawan atau buruh yang terkena PHK. Perluasan jenis pekerjaan kontrak atau outsourching.

Rencana dihapuskannya jaminan sosial serta dan menghilangkan sanksi pidana bagi pengusaha yang tidak membayar hak-hak buruh dan mengganti sanksi perdata berupa denda administrasi.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

DPR RI

Komisi IV DPR Beri Waktu 2 Hari untuk Kementan Evaluasi dan Revisi Program Kerja

Image

News

Kepepet Diburu Waktu, Revisi PKPU Pilkada Tak Libatkan DPR

Image

News

Junimart Girsang: Pesta Demokrasi Tidak Boleh Ditunda Hanya Karena Covid-19

Image

Ekonomi

DPR RI

Komisi XI DPR Minta BPK dan BPKP Optimalkan Alokasi Anggaran Tahunan

Image

Ekonomi

DPR RI

Tok! Komisi IV DPR Setujui Pagu Anggaran Kementan Rp21,83 triliun untuk 2021

Image

Ekonomi

DPR RI

Pemerintah Perlu Kembangkan Transportasi Massal Berbasis Rel

Image

News

Tiga Petinggi PT Garuda Indonesia Diperiksa Penyidik Terkait Kasus Djoko Tjandra

Image

News

DPR RI

Sah, DPR Ketuk Pagu Anggaran 2021 Kementan

Image

News

DPR RI

Komisi II Konsentrasi Ingin Rumuskan Sanksi Tegas Bukan Penundaan Pilkada

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Geger FinCEN Files Bocorkan Skandal 'Uang Kotor' Bank-bank Dunia Termasuk RI!

Sebuah laporan dari intilejen keuangan di Amerika Serikat atau dokumen FinCEN tengah ramai dibahas berbagai media di seluruh dunia.

Image
Ekonomi

Lagi-lagi Direvisi, Sri Mulyani Bilang Ekonomi RI Minus 1,7 Persen Tahun Ini

Menkeu Sri Mulyani kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional di tahun ini.

Image
Ekonomi

Dongkrak Ekspor dan Industri Otomotif, Pembangunan Pelabuhan Patimban Dikebut

Pemerintah akan mempercepat penyelesaian pembangunan Pelabuhan Patimban di pantai utara Jawa Barat, sebagai bagian dari PSN.

Image
Ekonomi
DPR RI

Komisi IV DPR Beri Waktu 2 Hari untuk Kementan Evaluasi dan Revisi Program Kerja

Komisi IV DPR RI meminta Kementan untuk meninjau kembali satuan unit kegiatan dan melakukan revisi kegiatan sehingga lebih efisien.

Image
Ekonomi

Sri Mulyani: Barang Milik Negara Bisa Dimanfaatkan untuk Perawatan Pasien COVID-19

Menkeu Sri Mulyani mengatakan pentingnya memanfaatkan barang milik negara (BMN) dan barang milik daerah (BMD) di tengah COVID-19.

Image
Ekonomi

Dukung Program PEN, PTPN IV Alokasikan Rp3 Miliar

PTPN IV mengalokasikan Rp3 miliar lebih guna mendukung program PEN.

Image
Ekonomi

Jangan Panik Jika Kondisi Keuangan Kritis, Coba Ikuti Langkah-langkah Ini!

Simak nih beberapa hal yang perlu dilakukan saat keuangan kamu kritis.

Image
Ekonomi

5 Tips Jitu Belanja Hemat Kebutuhan Pokok Tanpa Harus Keluar Rumah

Berikut 5 tips khusus dalam berbelanja kebutuhan pokok, termasuk sembako secara online.

Image
Ekonomi

Imbas Covid-19, Hyundai Bekukan Gaji Karyawan Pertama Kali Sejak Krisis 2009

Hyundai Motor Co dan serikat pekerja sepakati keputusan untuk bekukan gaji karyawan sebagai imbas pandemi Covid-19.

Image
Ekonomi

Masuki Musim Tanam, Pupuk Kujang Sediakan Stok Pupuk Subsidi 4.423 Ton

Pupuk Kujang pastikan stok pupuk subsidi di Kabupaten Garut, Jabar aman yakni mencapai 4.423 ton sehingga petani tak perlu khawatir.

terpopuler

  1. Saidiman: Pelajaran Agama Perlu Dihapus dari Kurikulum Sekolah Negeri

  2. Kalau Pilkada Dilaksanakan di Tengah Pandemi, KAMI: Jokowi Ingkar Janji

  3. Karier 6 Zodiak Ini Cemerlang di Sisa Akhir 2020, Selamat Ya!

  4. Suasana Malam Yogyakarta di Masa Pandemi Tampak Ramai, Warganet: Ngeri... Ngeri...

  5. Sindir Kepala Daerah, Teddy Gusnaidi: Kegedean Bacot di Media, tapi Tidak Punya Nyali

  6. 5 Nama Anak Artis Unik Banget, Anakku Lelaki Hoed hingga Air Rumi Akbar 1453

  7. Gagal Bujuk PBB Jatuhkan Sanksi ke Iran, AS Terancam 'Dikucilkan Maksimal'

  8. 5 Serba-serbi Madiun, Pusat Salah Satu Perguruan Pencak Silat Tertua di Indonesia hingga Miliki Pabrik Kereta Api

  9. Gambar Kim Jong-un Dijadikan Kertas Bekas, Korea Utara Perintahkan 'Inspeksi' Nasional

  10. Ahmad Najib Burhani: Pembelaan Terhadap Minoritas adalah Panggilan Agama

fokus

Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi
Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Kerjasama Tim, Inkonsistensi Kebijakan dan Covid-19

Image
Khalifah Al Kays Yusuf dan Tim Riset ALSA

Dampak Kebijakan PSBB Terhadap Hak Pekerja

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit

Pandemi COVID-19 dan Bencana Ekologis Planet Bumi

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Dilema Mayoritas-Minoritas dalam Islam

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Pesona Mutiara Annisa Baswedan dengan Rambut Pendek, Lebih Fresh!

Image
News

5 Potret Pramono Anung saat Bersepeda, Capai Puluhan Kilometer!

Image
News

5 Potret Annisa Yudhoyono saat Berhijab, Pesonanya Terpancar!