image Banner Idul Fitri
Login / Sign Up

Dolar AS Berbalik Menguat Pasca Rilis Data Ekonomi

Prabawati Sriningrum

Image

Petugas menghitung pecahan uang dollar Amerika Serikat di salah satu gerai penukaran uang di pusat perbelanjaan di Jakarta, Rabu (5/9/2018). Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS melemah menjadi Rp14.962 per dolar AS pada perdagangan hari ini. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Kurs Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (16/1/2020) waktu setempat, setelah beberapa rilis Data melukiskan gambaran Ekonomi AS yang positif.

Kondisi itu membalikkan pelemahan sebelumnya menyusul kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan China untuk mengurangi perang perdagangan mereka.

Penjualan ritel Amerika Serikat meningkat untuk bulan ketiga berturut-turut pada Desember, dengan rumah tangga membeli berbagai barang bahkan ketika mereka mengurangi pembelian kendaraan bermotor, menunjukkan Ekonomi mempertahankan laju pertumbuhan moderat pada akhir 2019.

Ukuran aktivitas manufaktur di wilayah negara bagian Mid-Atlantic AS juga rebound pada Januari ke tingkat tertinggi dalam delapan bulan, dan prospeknya adalah yang paling cerah dalam lebih dari satu setengah tahun, kata Federal Reserve Bank of Philadelphia.

Data lain menunjukkan bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun lebih besar dari yang diperkirakan pada minggu lalu.

"Data positif, terutama angka Philly Fed," kata Greg Anderson, kepala global strategi valuta asing di BMO Capital Markets di New York. Ini "mengurangi kemungkinan resesi, yang sudah rendah."

Indeks Dolar AS terakhir 97,329, naik 0,10 persen pada hari itu, setelah jatuh ke 97,085 sehari sebelumnya, yang merupakan posisi terendah sejak 8 Januari.

Dolar AS telah melemah sejak Amerika Serikat dan China pada Rabu (15/1/2020) menandatangani kesepakatan di mana China akan meningkatkan pembelian barang dan jasa AS sebesar 200 miliar Dolar AS selama dua tahun dalam pertukaran untuk penurunan beberapa tarif.

Tetapi tarif 25 persen untuk barang-barang industri dan komponen industri China senilai 250 miliar Dolar AS yang digunakan oleh pabrikan AS, dan tarif pembalasan China atas lebih dari 100 miliar Dolar AS barang AS, akan tetap dipertahankan.

"Untuk dolar, itu adalah kantong beragam ... itu akan berarti pertumbuhan AS yang lebih tinggi tahun ini, tetapi juga berarti pertumbuhan asing yang lebih tinggi tahun ini dan lebih sedikit risiko di luar negeri, dan itu cenderung menarik modal keluar dari AS dan menjadi dolar negatif," kata Anderson.

Franc Swiss sedikit lebih lemah terhadap Greenback, setelah mencapai tertinggi 16-bulan sebelumnya pada Kamis (16/1/2020). Franc terakhir mencapai 0,96, level terkuat sejak September 2018.

Amerika Serikat pada Senin (13/1/2020) menambahkan Swiss ke dalam daftar pengawasannya tentang manipulator mata uang, yang menurut para analis dapat mencegah bank sentral Swiss, Swiss National Bank (SNB), melakukan intervensi untuk mencoba membatasi apresiasi lebih lanjut terhadap franc. []

baca juga:

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Antara

berita terkait

Image

News

Dokumen Belum Lengkap, KPU Kembali Datangi Bareskrim untuk Laporkan Kebocoran Data DPT

Image

Ekonomi

Rupiah Perkasa Berkat Aliran Modal Asing yang Tiba-tiba Banjiri Pasar

Image

Iptek

Saat Lebaran, Traffic Layanan Data Indosat Ooredoo Melonjak 27 Persen

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Tengku Zul Serukan Gerakan 'New No Mall' Demi Bangkitkan Ekonomi Rakyat

Image

Ekonomi

Wabah Corona

4 Arahan Presiden Soal PSN untuk Pemulihan Ekonomi Akibat COVID-19

Image

Ekonomi

Ketegangan AS-China Juga Membuat IHSG Merah

Image

Ekonomi

Rupiah Masih Tertekan Akibat Ketegangan AS-China

Image

News

Agar Ekonomi Pulih dan Tak ada PHK Lagi, Pemerintah Diminta Bantu Semua Sektor Usaha Terdampak Pandemi

Image

News

Kesejahteraan Petani Tembakau Turun Akibat Resesi Ekonomi, Pemerintah Diminta Berbuat Nyata

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Indef: Pentingnya Demand dan Supply Chain di Tengah Pandemi COVID-19

Sebenarnya indonesia memiliki potensi supply chain yang luar biasa di beberapa daerah.

Image
Ekonomi

Kemenkeu Sebut Penyesuaian Iuran BPJS Kesehatan Belum Sesuai Perhitungan Aktuaria, Kok Bisa?

Febrio Nathan Kacaribu menyebutkan penyesuaian iuran BPJS Kesehatan berdasarkan Perpres 64/2020 belum sesuai dengan perhitungan aktuaria.

Image
Ekonomi
Idulfitri 2020

H+3 Lebaran, Jasa Marga Catat 234.531 Kendaraan Menuju Jakarta

Jasa Marga mencatat sebanyak 234.531 kendaraan menuju ke Jakarta melalui arah Timur, arah Barat dan arah Selatan.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Terapkan New Normal, Pemerintah Diminta Extra Hati-hati

dalam proses pemantauan atau monitoring terhadap penanganan pandemi COVID-19 ini terbilang belum maksimal.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Erick Sebut Pandemi COVID-19 Jadi Momentum Bangun Rantai Pasok Indonesia

Semua negara saat ini cenderung menerapkan kebijakan proteksionisme.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Kadin Tagih Stimulus Korporasi Untuk Pelaku Usaha Swasta dari Pemerintah

kondisi pandemi COVID-19 saat ini telah menyebabkan dunia usaha untuk merumahkan atau PHK.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pelaku Usaha Harus Lakukan Ini, Jika Ingin Tetap Bertahan di Tengah COVID-19

Dari pertumbuhan sektor pariwisata hingga kepada sektor riil mengalami penurunan drastis akibat penyebaran COVID-19.

Image
Ekonomi

Tengku Zul Beri Saran Ini kepada Sri Mulyani yang Bingung Cari Utang ke Sana Kemari

Tengku Zulkarnain mengatakan, daripada Indonesia sibuk mencari utang, lebih baik Menkeu menggunakan dana Rp11.000 triliun milik WNI.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

OJK Beri Stimulus Lanjutan bagi Industri Keuangan Non Bank

OJK mengeluarkan kebijakan stimulus lanjutan di sektor industri keuangan non bank.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

KAI Siapkan Pedoman New Normal bagi Penumpang Kereta Api

KAI sudah menyiapkan pedoman New Normal dalam pelayanan kepada pelanggan baik pada bisnis angkutan penumpang dan barang.

terpopuler

  1. Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton

  2. Kisah Lucu Abu Nawas saat Membawa Enam Ekor Lembu yang Bisa Bicara

  3. Twit Lawas Diduga Milik Iman Brotoseno Soal Bokep Viral, Istri Sandiaga Uno: Masih Mau Nonton TVRI?

  4. Bak Dinasti, Ini 5 Hubungan Ayah-Anak yang Sama-Sama Menjadi Pesepak Bola Tanah Air

  5. 5 Shio Ini Tak Akan Seret Rezeki Meski di Tengah Pandemi Sekalipun

  6. Yunarto ke Ganjar: Gak Ada Alasan Membuka Sekolah Terburu-terburu Ketika Kita Tahu Alasan Utama New Normal Faktor Ekonomi Pak

  7. Ruslan Buton yang Minta Jokowi Mundur Kini Dibawa ke Jakarta, Bareskrim Polri Tangani Langsung

  8. Politikus PKS Minta Pemerintah Penuhi Syarat WHO Sebelum Terapkan New Normal

  9. 2 Tahun Hilang, Pria India Ini Ditemukan Keluarganya Lewat Video TikTok

  10. 5 Foto Realita vs Ekspektasi Buktikan Belanja Online Kadang Dapat Zonk

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Ujang Komarudin

New Normal

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Kedua)

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Pertama)

Image
Sunardi Panjaitan

Idulfitri 2020: Antara Covid-19 dan Tradisi

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit

Image
News

Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton