image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Kabar Perang Dagang dan Brexit Buat Rupiah Semringah

Anggi Dwifiani

Image

Petugas menghitung uang rupiah di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta, Rabu (27/11/2019). Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak dari Januari hingga Oktober 2019 hanya tumbuh 0,23 persen menjadi Rp1.018,47 triliun atau 64,56 persen dari target APBN 2019 sebesar Rp1.577 triliun. Salah satu penyebab melambatnya penerimaan pajak tersebut, karena nilai tukar rupiah terhadap dolar AS rata-rata sejak awal tahun ada di Rp14.162, dengan asumsi di APBN 2019 sebesar Rp15.000. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO nilai tukar rupiah menang melawan dolar AS pada pasar spot awal perdagangan Jumat (13/12/2019) sebesar 0,29% atau 40 poin ke Rp13.985. Sementara, di kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 60 poin atau 0,42% ke Rp13.982.

Direktur Garuda Berjangka Ibrahim menilai penguatan rupiah khususnya didorong oleh adanya kemajuan membaiknya Perang Dagang AS-China, dan makin jelasnya Brexit. Bahkan, BI tidak melakukan intervensi karena angin eksternal sangat positif.

"Hari ini pemerintah dan Bank Indonesia sedikit lega dan tidak melakukan intervensi terhadap pasar akibat data eksternal yang cukup positif terutama Perang Dagang AS dan China fase I yang akan ditandatangani serta pemilu di Inggris yang kemungkinan partai konservatif memenangkan pemilu," kata Ibrahim kepada Akurat.co.

baca juga:

Secara eksternal, pelaku pasar memang semringah karena hubungan AS-China yang terus membaik. Kabar terbaru, AS siap untuk menunda atau bahkan membatalkan pengenaan bea masuk baru untuk importasi produk China senilai US$ 160 miliar yang sedianya berlaku 15 Desember.

Tidak hanya itu, Reuters memberitakan AS juga akan memberi diskon 50% atas bea masuk yang berlaku selama masa Perang Dagang lebih dari setahun terakhir. Sebagai informasi, AS telah mengenakan bea masuk terhadap importasi produk made in China senilai US$ 550 miliar selama periode tersebut.

China pun memberi respons positif. Seperti dikutip dari Reuters, China berencana membeli produk pertanian AS senilai US$ 50 miliar tahun depan. Jumlah ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2017, sebelum Perang Dagang meletus.

"Optimisme yang merebak di Washington dan Beijing membuat Presiden AS Donald Trump tampak semringah. Dalam cuitan di Twitter, eks taipan properti itu menegaskan kesepakatan dagang AS-China sudah sangat dekat," kata Ibrahim.

Kabar dari Inggris juga menjadi sentimen positif di pasar. Kemarin, rakyat Inggris memilih anggota parlemen dalam Pemilu yang dipercepat. Semestinya Pemilu di Negeri Big Ben baru terjadi pada 2022.

Hasil exit poll menujukkan Partai Konservatif bakal memenangi Pemilu. Tories adalah partai penguasa di Palace of Westminster, gedung parlemen Inggris.

Artinya, kemungkinan besar Boris Johnson masih akan menjabat sebagai Perdana Menteri. Tidak ada perubahan kepemimpinan. Ini membuat proses perceraian Inggris dengan Uni Eropa (Brexit) diharapkan lebih mulus, karena tidak ada perubahan kebijakan. 

Sementara itu, pasar berbunga-bunga mendengar pernyataan ketua The Fed, Jerome Powell saat konferensi pers usai rapat, karena dia mengatakan masa depan perekonomian negeri Paman Sam cukup cerah. 

Dalam perdagangan besok, Ibrahim memperkirakan rupiah kemungkinan masih akan menguat akibat data eksternal yang positif di range 13.960-14.010.[]

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Direktur RS Wuhan Tewas Akibat Terinfeksi Virus Corona

Image

Ekonomi

Stabilnya Ekonomi Domestik Kuatkan IHSG dari Serangan Corona

Image

Ekonomi

Virus Corona Buat Rupiah Kelimpungan

Image

News

Wabah Corona

Sebut Indonesia Bebas Corona karena Doa, Menkes Terawan jadi Sorotan Media Asing

Image

News

5 Kisah Pasien Virus Corona yang Berhasil Sembuh, Ada yang Pulih Tanpa Rawat Inap

Image

News

Wabah Corona

Favilavir, Obat Anti Virus Pertama untuk Perangi Infeksi COVID-19

Image

News

Diejek Donald Trump ‘Pocahontas’, Ini 6 Fakta Menarik Capres AS Keturunan Suku Indian, Elizabeth Warren

Image

News

Wabah Corona

Kasino di Makau Akan Buka Kembali Meski Wabah Corona Belum Berhenti

Image

News

Wabah Corona

Kelompok Hindu India Yakin Virus Corona adalah Hukuman untuk Kaum Non-Vegan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

PGN Siap Laksanakan Kebijakan Pemerintah soal Harga Gas Industri US$6 per MMBTU

PGN menyatakan akan melaksanakan kebijakan pemerintah terkait rencana penetapan harga gas industri menjadi US$6 per MMBTU.

Image
Ekonomi

Kadin Dukung Penghapusan Minimal Kepemilikan Pesawat oleh Maskapai Nasional

Kadin Indonesia menyambut baik adanya penghapusan minimal kepemilikan pesawat oleh maskapai nasional dalam RUU Ciptaker.

Image
Ekonomi

Gandeng Kemendagri, Pertamina Perluas Bisnis Pertashop ke 7.196 Kecamatan

Pertamina menandatangani nota kesepakatan bersama dengan Kemendagri untuk memperluas pelayanan BBM dan LPG melalui pengadaan Pertashop.

Image
Ekonomi

Di Tengah Badai Jiwasraya, Industri Asuransi Tak Goyah?

Nilai aset asuransi Jiwasraya tercatat Rp22,03 triliun atau sekitar 1,6 persen dari total aset industri asuransi.

Image
Ekonomi

Lebih Untungkan Pemodal, Omnibus Law Minim Keterlibatan Masyarakat

Adanya sejumlah kelalaian dalam pembuatan naskah RUU omnibus law.

Image
Ekonomi

Bos BTN Pede Laba Akan Kembali Melonjak di Tahun Ini

Pahala N Mansury optimistis pada tahun 2020 dapat mengembalikan BTN ke "jalurnya".

Image
Ekonomi

Kontribusi Sektor Pertanian terhadap PDB Terus Menurun

Sektor pertanian di Indonesia semakin terpuruk dengan dengan kontribusi sektor pertanian turun menjadi 12,72 persen terhadap PDB 2019.

Image
Ekonomi

Pemerintah Raup Rp18,5 Triliun dari Lelang 7 SUN

Pemerintah menyerap dana Rp18,5 triliun dari lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN).

Image
Ekonomi

Saran Chatib Basri untuk Kembali Gairahkan Pariwisata RI Terdampak Virus Corona

Chatib Basri mendorong pemerintah membuat stimulus berupa potongan harga atau diskon khususnya di sektor pariwisata.

Image
Ekonomi

Komisaris PTPP Tinjau Dua Proyek di Jakarta dan Banten

Proyek yang telah dikerjakan sejak bulan Februari 2019 tersebut ditargetkan akan selesai pada bulan Desember 2020.

terpopuler

  1. Hendrawan: Di Indonesia, Perak Olimpiade Dianggap Gagal

  2. Pramono Anung: Jujur Ya, Anak Saya Tak Pernah Daftar Maju Calon Bupati, Tetapi Partai Memintanya

  3. Wow! Potret Cristiano Ronaldo yang Bikin Milanisti Gusar Ini di-Like 6 Juta Lebih

  4. 14 Tahun Berlalu, Begini Kabar Terbaru 5 Pemeran Utama Drama Princess Hours

  5. Rayakan Kebebasan, Kisah Perempuan Arab Saudi Merokok di Depan Publik

  6. Mendadak Banget, Ini 5 Fakta Meninggalnya Ashraf Sinclair

  7. Nama-nama Berhala yang Mengitari Ka'bah Sebelum Islam Datang

  8. Raul Lemos Tegaskan Tak Pernah Kunjungi dan Utus Orang ke PA Jakarta Selatan

  9. 5 Pemimpin Negara Paling Populer di Dunia Versi Gallup, Angela Merkel di Posisi Satu

  10. #RingkusAlfianTanjung Trending Topik, Muannas: Ternyata Berkali-kali Terjerat Proses Hukum Tidak Membuat Jera

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Image
Achmad Fachrudin

Paska Penolakan Pemulangan Mantan ISIS

Image
Hasan Aoni

PETIR

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Sosok

Image
News

Ceritakan Kisah Perjalanan Psikologi di Mako Brimob, 5 Fakta Menarik Buku 'Panggil Saya BTP'

Image
News

20 Tahun Berkarier hingga Jadi Direktur Freeport, 5 Fakta Penting Claus Wamafma

Image
News

Angkat BTP Jadi Bos Pertamina hingga Pecat Dirut Garuda, 5 Kinerja Erick Thohir Ini Sukses Curi Perhatian