image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Dorong KUMKM Dongkrak Ekspor, Kemenkop Lakukan Perubahan SKKNI dan KKNI

Andi Syafriadi

Image

Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM Talkah Badrus memberikan sambutan dan membuka acara Konvensi Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) dan Rancangan Kerangka Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia (RKKKNI) Bidang Ekspor pada Koperasi dan UKM, Jakarta, Selasa (10/12/2019). Hadir dalam acara tersebut Asdep Standardisasi dan Sertifikasi SDM KUMKM Kemenkop dan UKM Retno Endang Prihantini yang juga sebagai Ketua Sidang dan Ketua Tim Perumus RSKKNI dan RKKKNI Prijadi Atmaja. | AKURAT.CO/Andoy

AKURAT.CO Pemerintah tengah berupaya keras agar koperasi dan usaha mikro kecil menengah (KUMKM) bisa memiliki daya saing tinggi, serta bisa meningkatkan aktifitas Ekspor atas produk-produknya.

Namun sayangnya masih banyak pelaku KUMKM yang belum memahami langkah-langkah dan straregi untuk bisa menembus pasar Ekspor. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pembinaan dan pendampingan bagi mereka agar produk-produk KUMKM bisa diekspor.

Untuk menuju ke sana, perlu dibuat sebuah roadmap yang tertuang dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) bidang UKM Ekspor bagi KUMKM. Saat ini SKKNI dan KKNI yang digunakan untuk memandu pelaku KUMKM menembus pasar Ekspor masih menggunakan standar yang lama.

baca juga:

Sementara kondisi pasar global juga telah berubah, lantaran adanya Gejolak Ekonomi Global. Sehingga, diperlukan upaya penyesuaian SKKNI dan KKNI agar pelaku KUMKM juga bisa menyesuaikan perubahan global tersebut.

Sekretaris Deputi bidang SDM Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM), Talkah Badrus menyatakan melalui peninjauan ulang SKKNI dan KKNI yang berlaku saat ini diharapkan akan melahirkan Standar baru yang dapat memudahkan KUMKM dalam menembus pasar Ekspor

"Jadi masih banyak UMKM yang kurang memahami tata cara Ekspor. Maka pada kesempatan ini kami berharap acara ini bisa hasilkan KKNI yang benar-benar dibutuhkan dan sesuai kebutuhan lapangan termasuk penyesuaian dengan teknologi informasi," ujar Talkah.

Dikatakannya nilai Ekspor dari sektor UMKM nasional hanya berkontribusi sekitar 14,37 persen terhadap total Ekspor. Jumlah ini tergolong masih sangat kecil jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan Vietnam.

Salah satu penyebabnya adalah mereka tidak memahami prosedur Ekspor khususnya yang terkait dengan hal administratif, pembayaran hingga terkait dengan bahasa.

Oleh sebab itu, perlu adanya panduan dan standar minimal Ekspor yang bisa dipahami dengan mudah oleh pelaku KUMKM demi menggenjot nilai Ekspor. Ditargetkan pada akhir kabinet Indonesia Maju mendatang, kontribusi sektor UMKM terhadap total Ekspor diharapkan bisa mencapai 30 persen dengan mengikuti SKKNI dan KKNI yang baru.

Dengan begitu, diharapkan defisit neraca perdagangan dapat semakin ditekan khususnya dari sektor KUMKM.

"Posisi saat ini (kontribusi Ekspor UMKM terhadap total Ekspor) 14,37 persen. Kedepan di tahun 2020 kita targetkan bisa sumbangkan 18,12 persen dan di akhir kabinet bisa mencapai 30 persen. Ini target fantastis maka kegiatan pengembangan dan pendampingan SDM sangat perlu sekali," lanjut dia. 

Saat ini, Kemenkop dan UKM memiliki lima SKKNI dalam pembangunan SDM, yaitu SKKNI Bidang Pengelolaan Jasa Keuangan, SKKNI Bidang Jabatan Kerja Pelaksana Ritel Koperasi dan SKKNI Bidang Jabatan Kerja Pelaku Ekspor pada UKM. Kemudian SKKNI bidang simpan pinjam syariah dan pembiayaan serta SKKNI Bidang pendamping UMKM.

"Kami harap dengan konvensi Nasional ini nantinya dapat mencapai kesepakatan serta mendapat pengakuan dari semua pihak. Ini juga bisa menjadi media sosialisasi awal terhadap SKKNI dan KKNI bidang Ekspor bagi KUMKM demi mendorong kemajuan Ekspor yang lebih baik di masa mendatang," pungkas dia.

Di tempat yang sama Asdep Standardisasi dan Sertifikasi SDM KUMKM Kemenkop dan UKM, Retno Endang Prihantini menambahkan SKKNI dan KKNI Bidang Ekspor pada Koperasi dan UKM memang sudah saatnya untuk dilakukan perubahan. Hal ini mengacu pada kebutuhan di lapangan yang sudah mengalami perubahan dinamika.

Dasar hukum penyusunan ulang RKKNI dan KKNI ini adalah UU No 3 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Selain itu, Peraturan Presiden (Perpres) no 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia, Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No 21 tahun 2014 tentang Pedoman Penerapan KKNI serta Permenaker No 3 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penetapan SKKNI.

Retno Endang menambahkan konvensi nasional RSKKNI dan RKKNI ini adalah tahap akhir dari rangkaian kegiatan peninjauan ulang. Ditargetkan dalam 100 hari kerja Menteri Koperasi dan UKM yang baru RSKKNI dan RKKNI ini dapat disahkan.

Dengan begitu fasilitator dapat memiliki pedoman atau rujukan yang baru dalam melakukan pendampingan kepada pelaku KUMKM. Maka diharapkan tingkat pemahaman pelaku KUMKM untuk melakukan Ekspor produk-produknya dapat semakin tinggi.

"Ini (RSKKNI dan RKKNI) lebih teknis sifatnya karena dari awal proses mulai pengadaan bahan baku sampai menjadi produk itu disesuaikan kebutuhan di lapangan. Ini nanti akan jadi modul atau bahan ajar bagi fasilator untuk mendidik pelaku usaha ini bagaimana mengekspor produknya," tambah Endang Retno Prihantini.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

Corona Merajalela, Cahaya Bahari Klaim Justru Siap Ekspansi Ekspor

Image

Ekonomi

Mendag Minta India Hapus Hambatan Ekspor Produk Sawit hingga Emas

Image

Ekonomi

Pelindo III Genjot Ekspor dengan Penyederhanaan Regulasi

Image

Ekonomi

Mendag Bahas Hambatan Perdagangan Guna Tingkatkan Ekspor ke India

Image

Ekonomi

Ekspor ke China Kecil, Bos Barata Klaim Virus Corona Tak Berpengaruh

Image

Ekonomi

Tembus Pasar Arab Saudi, Koperasi Iko Sero Ekspor 480 Ton Bumbu Rendang

Image

News

Melalui BNI Smart Trade, BNI Dorong Nasabah Eksportir Tembus Pasar Jepang

Image

Ekonomi

Aturan Angkutan Laut Makin Jauh dari Cita-cita Menaikkan Ekspor

Image

Ekonomi

Terpapar Corona, Ekspor Sawit Februari 2020 Turun 77,27 Persen

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Lampaui Target, BTN Raih Potensi Kredit Baru Rp4,56 Triliun Dalam Gelaran IPEX ke-20

Ijin prinsip KPR/KPA yang sudah disetujui tersebut mayoritas mengalir ke segmen KPR/KPA Non Subsidi mencapai Rp 3,51 triliun.

Image
Ekonomi

Menhub Putuskan Pemulangan WNI di Diamond Princess Pada Selasa Lusa

Pemerintah telah menyiapkan rumah sakit terapung KRI dr Soeharso untuk memulangkan WNI.

Image
Ekonomi

DPR dan Bakornas LAPMI PB HMI Dorong Adanya Program Asuransi Pertanian

Petani dan usaha tani padi selalu berhadapan dengan tingginya risiko ketidakpastian dan kerugian usaha tani.

Image
Ekonomi

Omnibus Law Potensi Hilangkan Cuti Haid dan Menikah?

Di dalam RUU Cipta Kerja tidak disebutkan secara spesifik mengenai cuti seperti di haid dan menikah.

Image
Ekonomi

Sriwijaya Air Buka Rute Baru Jakarta-Malang Per 1 Maret 2020

Malang menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia.

Image
Ekonomi

Izinkan 30 Kapal Cantrang Beroperasi di Natuna, Kebijakan Menteri Edhy Semakin Mundur?

KKP seharusnya lebih memprioritaskan penguatan kapasitas 7.066 keluarga nelayan di Natuna.

Image
Ekonomi

Ingin Usaha Tapi Modal Minim? Bisnis Ini Patut Dijajal!

Banyak dari kita berpikir, jika untuk memulai bisnis maka memerlukan modal dari kantong sendiri.

Image
Ekonomi

Apindo Sebut Virus Corona Ancam Industri Manufaktur di Batam

Kekhawatiran lain dari wabah COVID-19 adalah penurunan permintaan global.

Image
Ekonomi

Menhub Pastikan Kereta Cepat Akan Sampai Surabaya

Kereta cepat Jakarta-Bandung akan memiliki panjang 142,3 kilometer dengan empat stasiun pemberhentian.

Image
Ekonomi

Bertahan di Tengah Corona, Warren Buffett Beberkan Cara Amankan Investasi!

Buffett tahu betul tentang situasi pasar dan cara menjaga ekonomi di jalur yang benar.

terpopuler

  1. Cerita Pengusaha Mobil Bekas yang Merasa Diperas Jajaran Polda Kaltim

  2. Fachrul Razi Copot Sekjen Kementerian Agama

  3. Mahfud MD: Masih Suasana Berkabung, Husnudzon Dulu

  4. Ada Pemaksaan, Begini Kronologis Ojek Pangkalan Peras Penumpangnya

  5. Noor Ali: Persija adalah Salah Satu Raksasa Asia

  6. Akademisi UIN Jakarta Heran Pemerintah Ngotot Ingin Sahkan RUU Omnibus Law

  7. Bikin Gerakan Tidak Elok, Abraham Sampaikan Permintaan Maaf

  8. Hampir 10 Tahun Menanti, Rianti Cartwright Dikabarkan Hamil Anak Pertama

  9. Dianggap Bermain Mata Dengan Bupati Bima, Bawaslu Kabupaten Bima Dilaporkan Ke DKPP dan Bawaslu RI

  10. Sebut Para Pengebom Umumnya Muslim, CEO Ryanair Dikecam Keras

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 10 Potret Romantis Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo Bersama Istri

Image
News

Hidup di Kontrakan, 5 Fakta Tak Terduga Naniel Yakin Pencipta Lagu 'Bento' Iwan Fals

Image
News

Pernah Digugat Rp1 Triliun, 5 Fakta Penting Marwan Batubara Orator di Aksi 212