Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Belajar dari Baba Rafi, Bisnis Gerobak yang Kini Jadi 'Raksasa' Kebab Turki

Andi Syafriadi

Belajar dari Baba Rafi, Bisnis Gerobak yang Kini Jadi 'Raksasa' Kebab Turki

FGD bersama Kemenkop UKM dan Para Pelaku UMKM | AKURAT.CO/Andoy

AKURAT.CO Kebab identik dengan kuliner khas Timur Tengah. Begitulah stigma yang melekat di masyarakat begitu mendengar kata Kebab.

Yang terbayang pun adalah irisan daging berpadu dengan sayuran segar, rempah-rempah khas dibalut dalam kerenyahan. Tahun 2000an sendiri, nama kuliner yang satu ini sempat terdengar cukup asing di Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, Kebab justru menjadi salah satu kuliner favorit tanpa terkecuali di Indonesia. Siapa sih yang tak mengenal Kebab Baba Rafi? Berawal dari industri rumahan, kini menjelma menjadi bisnis yang sangat menggiurkan, bahkan menjelma hingga ke luar negeri.

baca juga:

Yap, Kebab Turki Baba Rafi bermula saat Nilamsari sang nakhoda perempuan kelahiran asal Surabaya, kala itu merintis bisnisnya bermodalkan uang hanya Rp4 juta saja. Lokasi untuk berjualan pun masih menggunakan garasi di rumah orang tuanya.

Tapi siapa sangka, kini outlet Kebab Turki Baba Rafi sudah tersebar hampir di 1300 titik. Termasuk juga sampai ke beberapa negara seperti Malaysia, Filipina, Cina, Srilanka, Brunei Darussalam, Singapura, dan Belanda.

Awal memulai bisnis diakui Nilamsari merupakan hal yang tak cukup mudah baginya. Apalagi saat itu masih tergolong sangat muda di usia belasan tahun, tetapi Nilam tak pernah patah semangat.

“Waktu itu saya masih muda terus memutuskan untuk menjual burger yang semua bahannya kami ambil dari one-stop-shop burger di Surabaya,” ujarnya pada saat FGD di Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Kamis (5/12/2019).,

Terlebih, ketika seiring waktu berjalan mulai bermunculan kompetitor dengan jualan yang sama. Usahanya pun terpaksa harus masuk kandang karena tersaingi oleh merek burger yang kala itu sedang hits.

"Dulu sempat merasa putus asa dan hilang harapan, namun saya dapat tawaran dari keluarga buat pergi ke Qatar. Disana tuh saya banyak melihat gerobak-gerobak penjual kebab di setiap sudut trotoar, nah dari situ saya mulai ada ide kenapa enggak jualan kebab aja ya di Indonesia, kan belum ada tuh," ucapnya.

Dari sanalah Nilam mendapat ide berjualan Kebab Turki, muncul dengan konsep yang hampir sama dengan bisnis sebelumnya yaitu grab and go atau pick and go dinilai mampu menjadi peluang bisnis bagi dirinya.

"Ngeliat konsepnya sama kayak waktu saya jualan burger di Indonesia grab and go kayanya ini bakal jadi peluang bagi saya. Sedangkan buat nama jualan saya, saya pikir kenapa nggak saya masukin nama anak saya saja ya Raffi hingga sampai saatnya saya memutuskan menggunakan nama jualan Kebab Turki Baba Rafi," ceritanya sambil mengingat masa lalu.

Bukan bisnis namanya apabila tidak diliputi dengan tantangan. Bahkan, bagi Nilam seorang pun merasa kala itu tantangannya lebih ke pengetahuan orang Indonesia akan makanan tersebut.

"Kebab pada waktu saya bawa ke Indonesia, saat itu hanya familiar bagi Muslim yang sudah pernah ke Tanah Suci atau mengunjungi daerah Timur Tengah lainnya. Ditambah dengan aromanya yang terlalu kuat ala Timur Tengah seperti tidak cocok atau kurang pas saja buat masyarakat Indonesia," ucapnya.

Setelah mendapatkan rasa yang cukup pas untuk lidah orang Indonesia, tantangan tak hanya sampai situ saja. Lantaran setelah itu, pengenalan Kebab Baba Rafi itu sendiri nyatanya enggak semudah membicarakannya lho.

“Banyak konsumen yang mengira saya jualan martabak karena pakai gerobak putih pas awal-awal itu, kemudian kita pasang gambar Kebab di gerobak, dan lagi-lagi salah tafsir. Mereka mengira kami jualan lumpia, sampai lahirlah Kebab Turki Baba Rafi,” papar Nilam.

Namun satu hal yang membuat dirinya bangkit dan terus terngiang di benaknya yaitu ketika ayahnya berpesan kepada Nilam untuk tetap tegar dan kuat dalam mengelola bisnis. Karena bisnis itu bukan tentang Nilam sebagai pemilik perusahaan, melainkan bisnis adalah bagaimana kita berbagi value dan benefit pada orang lain.

"Mendengar pesan yang selalu saya ingat oleh bapak mengenai jangan pernah menyerah dalam membangun bisnis pada akhirnya menghantarkan saya hingga saat ini, kebab Turki Baba Rafi mampu go Internasional dimana saat ini kita sudah buka cabang hingga di 7 negara antara lainnta Malaysia, Filipina, Cina, Srilanka, Brunei Darussalam, Singapura, dan Belanda," ucapnya.

Sedangkan untuk pasar luar negeri, Nilam mengatakan sama dengan manajemen di Indonesia, yakni menggunakan sistem franchise.

“Biasanya mereka datang ke Indonesia. Kami bicara proposal, manajemen dan strategi penjualan di negara mereka. Ketika sudah deal dengan harga, kami bersiap buka disana," ujarnya.

Setelah menentukan pasar yang pas terutama ketika merambah ke luarg negeri, Nilam pun mensurvei sendiri lokasi dari negara tujuan. Mencari supplier sampai tester menu makanan.

"Menetapkan strategi yang tepat juga seperti yang dilakukan di Indonesia agar penjualannya sesuai target, agar para pelaku franchise mereka juga belajar seperti lokasi kantor di Jakarta. Mereka lakukan sama persis dan dibawa ke negara asal. Hanya saja menu yang kemudian akan mengikuti," imbuhnya.

Untuk bahan baku, bisa dipesan secara mid processing. Resep tetap dipegang oleh Nilam semua disiapkan dengan sistem pre order (PO). Hal itu tentu untuk memudahkan penjualan dan pengiriman bahan baku tentunya.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

UNS Gandeng Pelaku UMKM Kembangkan Potensi Produk Kecap Khas Wonogiri

Image

Ekonomi

UU Ciptaker Beri Ruang UMKM Terus Berkembang

Image

Ekonomi

Perlunya Perubahan Mindset Masyarakat terhadap Koperasi

Image

Ekonomi

Booming Saat Pandemi, Begini Cara Buka Bisnis Desain Grafis

Image

Ekonomi

Pertamina Gandeng Partner Kompeten Dampingi Peserta Pertamina UMKM Academy 2020

Image

Gaya Hidup

Jadi Reseller Jims Honey Surabaya, Omset Melambung Saat Pandemi

Image

Ekonomi

UU Cipta Kerja Mudahkan Munculnya Banyak Usaha Baru

Image

Ekonomi

Ada Tiga Hal Penting Pendorong UMKM Go-Digital, Ini Rinciannya

Image

Ekonomi

40 Persen UMKM Banting Setir Jualan Makanan dan Produk Kesehatan, tapi Ogah Jualan Online

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Skenario Vaksin Jadi 'Obat' Manjur Bagi Pasar Keuangan

Saat ini pasar keuangan sangat optimis dengan skenario vaksin tersedia secara bertahap tahun depan dan ekonomi kembali normal

Image
Ekonomi

UNS Gandeng Pelaku UMKM Kembangkan Potensi Produk Kecap Khas Wonogiri

tim pengabdian masyarakat membuat mesin multifungsi terotomasi yang dapat membantu proses pengadukan sekaligus membantu proses produksi

Image
Ekonomi

Sains Indonesia Peroleh Dana Hibah Rp3,7 Miliar dari Inggris, Untuk Apa?

UKICIS mendapatkan hibah dana sebesar 200 ribu poundsterling atau setara Rp3,7 miliar dari Pemerintah Inggris

Image
Ekonomi

Agresif Gairahkan Pemulihan Ekonomi Nasional, Kemenperin Kucurkan Ini ke Daerah

Kemenperin bersama KMWI kembali menggelar kegiatan untuk menekan penyebaran Covid-19

Image
Ekonomi

Industri Pengolahan Nonmigas Diramal Bakal Pulih Tahun Depan

Kemenperin memproyeksi industri pengolahan nonmigas bakal tumbuh 3,95 persen pada 2021

Image
Ekonomi

Sawah di OKU Timur Kini Miliki Pompa Air Listrik

Sawah di daerah sentra produksi beras Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur kini dapat merasakan program listrik masuk sawah

Image
Ekonomi
Lawan Covid-19

Inggris Peroleh 2 Juta Vaksin Covid-19 dari Moderna Inc

Pemerintah Inggris peroleh dua juta vaksin Covid-19 dari Moderna Inc, yang akan tersedia di Eropa awal musim semi

Image
Ekonomi

Investor Pasar Modal di Sumut Semakin Ramai

Jumlah investor pasar modal di Sumatera Utara hingga Oktober 2020 mencapai 69.706 atau bertambah 19.683 dari sepanjang 2019

Image
Ekonomi

Kawasan TOD, Menhub Budi Tinjau Proyek LRT di Dukuh Atas

Menhub Budi Karya Sumadi meninjau proyek LRT Jabodebek di Dukuh Atas, Jakarta

Image
Ekonomi

Pertamina Beri Sanksi Tegas Satu Unit SPBU Nakal di Batanghari

Pertamina memberikan sanksi kepada satu unit SPBU di Jalan Jambi-Bungo Sungai Paur Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari

terpopuler

  1. Sempat Dimasukan ke Ruang NICU, Ini Kondisi Terbaru Anak Keempat Oki Setiana Dewi

  2. Lagi-lagi HRS, Guntur Romli: Gara-gara 1 Orang ini Kok Jadi Ribet Semua

  3. Kelakar Denny Siregar: Ternyata Kabur Bukan Lagi Kata Sifat Tapi Kata Kerja Bagi HRS

  4. Diisukan Minggat dari RS UMMI, Ferdinand Singgung Ternyata Kabur adalah Bakat

  5. Ketua KPK Bantah Operasi Penangkapan Edhy Prabowo Ada Kepentingan Politik

  6. Gus Nadir: Tidak Mungkin Habibana Rizieq Shihab Kabur dari RS, ya Kan?

  7. Aziz Yanuar Sebut Penyebar Kabar HRS Kabur dari RS Orang Gangguan Jiwa

  8. Gubernur Sulut Terbitkan Edaran Terkait Pelaksanaan Natal di Masa Pandemi

  9. MPLI 2020 Hari Kedua: Alter Ego Pukul Evos 2-0

  10. Geledah Kantor Edhy Prabowo, Ketua KPK: Tidak Ada yang Berlebihan

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Utang Pemerintah dan Kehati-hatian

Image
UJANG KOMARUDIN

Fenomena HRS

Image
Achsanul Qosasi

Pelajaran Demokrasi dari Biden dan Trump

Image
Faizuddin Ahmad

Mendongeng Berperan Meningkatkan Kecerdasan Anak

Wawancara

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Bkleen Hadirkan Solusi Fogging Ramah Lingkungan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Perangi Pandemi Bersama Bkleen, Antimicrobial Solution Yang Praktis dan Mudah | Akurat Talk (1/2)

Image
Gaya Hidup

Missies.id dan Strategi Survive Berbisnis untuk Cewek Milenial

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting KH Miftachul Akhyar, Ketum MUI Baru Gantikan Ma'ruf Amin

Image
News

Mengenal Kapolsek Sawah Besar Kompol Eliantoro Jalmaf

Image
News

3 Kali Gantikan Posisi Menteri yang Kosong, Ini Kiprah Politik Luhut Binsar Panjaitan