image
Login / Sign Up

Polemik TOUS Les JOURS, Masalah Bawaan MUI

Dhera Arizona Pratiwi

Image

JM Muslimin Ph.D. | Istimewa

AKURAT.CO Dalam beberapa hari ini muncul polemik tentang Tous Les Jours dan sertifikat halal.

Bermula dari inisiatif manajemen Waralaba Toko Roti asal Korea Selatan itu yang menempelkan aturan tentang pelarangan penulisan hari besar agama selain Islam (natal dan imlek) dan untuk perayaan yang tidak sesuai syariah Islam seperti Helloween dan Valentine.

Dituliskan pula bahwa aturan tersebut mengacu kepada peraturan sistem jaminan halal. Kaitannya dengan sertifikasi halal yang sedang diurus oleh Tous Les Jours.

baca juga:

Sontak aturan tersebut mengundang pro kontra yang didominasi cercaan dari netizen. Pihak manajemen Tous Les Jours kelimpungan tidak mampu menjawab serbuan tersebut dan menyatakan bahwa aturan tersebut hanya untuk internal.

Nampak bagaimana manajemen kurang memahami persoalan yang sedang diperdebatkan.

Ditemui di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mantan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, JM Muslimin, menyatakan bahwa kurangnya sosialisasi dan pengetahuan merupakan problem pertama yang menimbulkan polemik Tous Les Jours.

Pria asal Bojonegoro yang saat ini menjabat Ketua Program Magister Sekolah Pasca Sarjana UIN Jakarta tersebut juga menyoroti tentang lampiran Surat Keputusan (SK) Nomor 46/Dir/LPPOM/MUI/XII/14 tentang Ketentuan Penulisan Nama Produk dan Bentuk Produk yang menjadi asal mula atau sumber perkara Tous Les Jours.

“Acuannya kan dari peraturan itu, Tous Les Jours mengacu pada aturan MUI. Maka harus dibedah dulu aturan tersebut agar diskusi tetap berada di relnya” Kata Muslimin.

Menurutnya, banyak kelemahan aturan tersebut. Di antaranya soal inkonsistensi. Nama-nama produk yang mengarah kepada hal-hal yang menimbulkan kekufuran dan kebatilan tidak dapat disertifikasi.

Tetapi anehnya, juga dijelaskan dalam lampiran yang sama, bahwa produk tertentu yang telah dikenal luas tidak mengarah kepada hal negatif, seperti spa sensual yang ditulis eksplisit bisa mendapatkan sertifikat halal.

Hal kedua, adalah tentang indikasi adanya “masalah bawaan” dari peraturan MUI itu sendiri. Lampiran tersebut terindikasi mengatur lebih dari sekadar sertifikasi, seperti soal bahan pokok dan pemrosesan produk, bahkan menjurus kepada untuk apa roti tersebut dipergunakan.

Dalam bahasa hukum, ini mirip dengan ultra petitum, dimana hakim memutus lebih dari yang dimohonkan. Peraih gelar PhD dari Universitas Hamburg Jerman ini juga menyatakan, peraturan MUI tersebut dari sisi teori hukum Islam masih dibatasi oleh prinsip preventif dan pre-emptif (sad Al-dzariah).

“Asumsinya, hal-hal yang menjurus kepada keharaman dianggap dengan sendirinya terbukti haram, self-evidence. Padahal dalam konteks tantangan kemajemukan dan kerjasama saling memberi manfaat, dalam perspektif tradisi, ajaran juga iklim investasi perdagangan, justru prinsip sertifikasi halal sebaiknya berbasis pada legalitas, inklusivitas, dan proporsionalitas. Sesuai tekstualitas aturan kewenangan yuridis dan terbuka untuk semua tradisi dan keyakinan” jelas Muslimin.

“Filosofinya adalah membuka peluang kebaikan dan kemanfaatan sebesar-besarnya (fath al-dzariah) untuk memperjelas posisi islam rahmatan lil alamien” Sambung mantan santri Gontor yang juga menggawangi Dewan Ahli di Perkumpulan Halal Institute.

“Prosedur sertifikasi secepatnya mulai ditempatkan dan dikuatkan di atas rel regulasi sesuai perkembangan terkini. Agar prosesnya lebih akuntabel dan meniscayakan keterlibatan publik yang lebih luas. Apalagi sekarang kan jaminan produk halal itu sudah mandatory, ditangani langsung oleh negara, bukan voluntary lagi seperti zaman MUI dulu” pungkasnya. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Iptek

Imlek

Sambut Imlek, Call of Duty Mobile Hadirkan Event Gim Lunar

Image

News

Imlek 2571

FOTO Jakarta Imlekan Hibur Pejalan Kaki

Image

Ekonomi

Imlek 2571

FOTO Penjualan Bunga Hias Meningkat Jelang Imlek

Image

Gaya Hidup

Harus Tersedia di Dapur, Ini 5 Makanan Sehat dengan Harga yang Terjangkau

Image

News

PKB: Tanpa Gus Dur Tidak Ada Barongsai dan Naga Turun ke Jalan

Image

News

PKB Sebut Imlek Merupakan Kado Gus Dur Bagi Kebhinekaan Bangsa

Image

Ekonomi

Imlek 2571

FOTO Jelang Imlek, Pedagang Bandeng Musiman Mulai Menjamur

Image

Ekonomi

Imlek 2571

FOTO Berburu Pohon Jeruk Kim Kit Menjelang Imlek

Image

Video

IMLEK 2571

VIDEO Pedagang Ikan Tambah Stok Bandeng Jelang Imlek

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Erick Bakal Bentuk Sub Holding BUMN Bidang Pertahanan

Untuk industri pertahanan bagaimana membangun ekosistem yang sehat tidak hanya mencakup BUMN, tetapi juga perusahaan-perusahaan swasta.

Image
Ekonomi

Hongaria Tertarik Kerja Sama Pembayaran E-Toll

Kedua pemerintah tengah membahas rencana dana investasi gabungan.

Image
Ekonomi

Soal Konsolidasi Hotel BUMN, Bos Garuda Siap Partisipasi Aktif

Image
Ekonomi

Pelaku Usaha Dalam Negeri Dukung Permenkeu Kepabeanan

Permenkeu ini juga berdampak terciptanya kesetaraan.

Image
Ekonomi

Bos Baru Garuda Bakal Kaji Ulang Anak dan Cucu Usaha

Salah satu anak usaha yang berpotensi dikaji ulang yaitu perusahaan yang bergerak di sektor perhotelan.

Image
Ekonomi

Menko Airlangga Ingatkan Pentingnya Transformasi Ekonomi Inklusif dan Berdaya Saing

Airlangga Hartarto mengingatkan pentingnya transformasi ekonomi yang inklusif dan berdaya saing dalam Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia.

Image
Ekonomi

Sempat Jauh dari Target, Bos BI Pede Tahun Ini Pertumbuhan Kredit Capai Target

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo optimistis pertumbuhan kredit tahun ini mampu mencapai target 10-12 persen.

Image
Ekonomi

Wabah SARS Mengancam, MARK Prediksi Permintaan Sarung Tangan Melonjak

Wabah menyerupai SARS ini sudah pernah terjadi sebelumnya pada 2003.

Image
Ekonomi

Rupiah Menguat Seiring Pernyataan Memuaskan dari Gubernur BI

Nilai tukar rupiah pada akhir perdagangan Rabu (21/1/2020) menguat 0,11% atau 15 poin ke Rp13.630 per satu dollar AS di pasar spot.

Image
Ekonomi

Pidato Gubernur BI Buat IHSG Semringah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan Kamis (23/1/2020) melanjutkan penguatannya. Tercatat, penguatan mencapai 0,25%.

terpopuler

  1. Dari Cleaning Service hingga Jadi Artis Terkenal, 5 Fakta Perjalanan Karier Dede Sunandar

  2. Dibuka Lowongan Kerja untuk Tinggal di Irlandia Gratis, Ini Syaratnya

  3. Kronologi Penganiayaan Nenek di Pasar Jogja dan Pengakuan Pelaku yang Tersulut Emosinya

  4. Dengan Wajah Babak Belur, Donald "Cowboy" Cerrone Masih Sempatkan Diri Berpesta

  5. Andi Arief: Harusnya Saya Dapat Ucapan Terimakasih dari PDIP, Bukan Bayar Buzzer untuk Serang Balik

  6. Dari Call Center hingga Jadi Wadirut Garuda, 5 Fakta Perjalanan Karier Dony Oskaria

  7. Capai Rp3,1 M! Ini 10 Senjata Api Paling Mahal di Dunia

  8. Banyak Tentara AS Tinggalkan Irak karena Potensi Cedera Otak

  9. Bawa Barang Bukti Ganja, Anggota Polres Jakbar Nyaris Dibegal di Lampung

  10. Babak I: Juventus Sarangkan Tiga Gol ke Gawang Roma

fokus

Menyambut Shio Tikus Logam
Toleransi vs intoleransi
Problematika Kota

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Negeri Darurat Korupsi

Image
Zainul A. Sukrin

Negara Sengketa

Image
Ujang Komarudin

Dicari Pimpinan KPK Bernyali Tinggi

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Politik Dinasti Jokowi dalam Pilkada 2020

Wawancara

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Sosok

Image
Iptek

Di Davos, Johnny Plate Paparkan Strategi Komprehensif Dukung Ekosistem Digital

Image
Gaya Hidup

Najwa Shibab Bawa Perpusnas Rangkul Generasi Muda Cinta Literasi

Image
News

Pilih Jadi Seniman daripada Politisi, 5 Fakta Menarik Putri Bungsu Gus Dur Inayah Wahid