image
Login / Sign Up

Nyaris 'Koma', Bagaimana Nasib Jiwasraya?

Andi Syafriadi

Image

Asuransi Jiwasraya | Twitter Jiwasraya

AKURAT.CO PT. Asuransi Jiwasraya masih menjadi polemik tersendiri dalam industri keuangan, lantaran  perusahaan tersebut saat ini sedang menghadapi masalah. Mengingat perusahaan asuransi jiwa tertua di Indonesia tersebut terpaksa menunda pembayaran kewajiban polis yang jatuh tempo bulan ini.

Penundaan pembayaran dilakukan untuk 711 polis produk bancassurance senilai Rp802 miliar, kesalahan investasi diduga menjadi penyebab sulitnya likuiditas perusahaan, sehingga bisa gagal membayarkan polis.

baca juga:

Ada tujuh bank yang memasarkan produk bancassurance Jiwasraya bernama JS Proteksi Plan yang diterbitkan lima tahun lalu. Ketujuh bank tersebut adalah Bank Tabungan Negara (BTN), Standard Chartered, Bank KEB Hana Indonesia, Bank Victoria, Bank ANZ, Bank QNB Indonesia, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Kabarnya potensi fraud (kecurangan) dalam permasalahan Jiwasraya terjadi di masa Menteri BUMN Rini Soemarno, dimana dirinya meminta kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan audit investigasi.

Pasalnya, tekanan likuiditas yang membuat Jiwasraya gagal bayar polis bancassurance terjadi karena kesalahan investasi.

Bahkan pada periode 2007 hingga 2012 lalu, Jiwasraya menempatkan dananya pada repo saham, transaksi repo (repurchase agreement) adalah pinjaman yang diberikan dengan agunan berupa saham. Pinjaman seperti ini menawarkan bunga yang tinggi mengingat risikonya juga tinggi.

Maka dengan itu Jiwasraya berani menerbitkan produk asuransinya, seperti JS Proteksi Plan pada 2013 lalu dengan menawarkan bunga tinggi. Masalah muncul ketika pasar modal melemah dan harga-harga saham anjlok.

Perusahaan tidak bisa menjual saham yang menjadi agunan pinjaman tersebut karena nilainya turun. Jiwasraya sebagai pemberi pinjaman bisa rugi jika memaksakan menjual jaminan saham saat harganya rendah.

Sementara itu,Otoritas Jasa Keuangan (OJK) digadang-gadang menyoroti dua hal yang membuat Jiwasraya kesulitan likuiditas. Pertama, tren kinerja investasi yang turun seiring melemahnya kinerja pasar modal belakangan ini. Di sisi lain, Jiwasraya menjanjikan imbal hasil yang cukup tinggi kepada nasabahnya.

Jiwasraya tidak bisa begitu saja menjual saham investasinya di saat harga rendah.

Kedua, perolehan premi yang juga turun. Sepanjang tahun lalu total pendapatan premi Jiwasraya mencapai Rp21,9 triliun, tapi hingga bulan ini belum sampai Rp8 triliun.

Dua hal ini yang disebut-sebut menjadi 'biang kerok' likuiditas Jiwasraya semakin berat. Pendapatan dari investasi dan premi tidak bisa menutup selisih likuiditas. Sebenarnya OJK pun telah memperingatkan Jiwasraya untuk menjaga likuiditas agar kewajiban kepada pemegang polis bisa terjaga.

Oleh karena itu, OJK pun mengklaim bakal terus memantau solusi yang ditawarkan perusahaan kepada para pemegang polis dan menunggu proses investigasi yang dilakukan BPK rampung.

Namun di sisi lain, OJK tidak bisa mengambil keputusan sendiri dalam kasus Jiwasraya. Perlu ada koordinasi dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan yang mewakili pemerintah sebagai pemegang saham Jiwasraya.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

BUMN Targetkan Due Dilligence Investor Penyuntik Modal Jiwasraya Tuntas Desember

Image

Ekonomi

Waspada! Penawaran Investasi Bodong Diproyeksi Semakin Merajalela

Image

News

Kejagung Lanjutkan Penyidikan Dugaan Korupsi Jiwasraya

Image

Ekonomi

AAJI Klaim Likuiditas Asuransi Jiwa Aman di Tengah Perlambatan Ekonomi Global

Image

News

Keuangan Berkelanjutan Harus Jadi Bagian dari Manajemen Risiko Perbankan

Image

Gaya Hidup

AXA Financial Luncurkan Proteksi Penyakit Kritis Bagi Masyarakat Indonesia

Image

Iptek

Dorong Digitalisasi UMKM, Ralali.com-Futuready Targetkan 1 Juta Proteksi di 2020

Image

Ekonomi

Jokowi Optimis Peran TPAKD OJK Dapat Memajukan Usaha Kecil Daerah

Image

News

PKB Dorong DPR Bentuk Pansus Jiwasraya

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Menkop & UKM Dorong Warung Tradisional Lakukan Modernisasi

Menkop & UKM Teten Masduki mengemukakan, warung sebagai pengerak ekonomi di lapisan bawah masyarakat, tumbuh dengan pesat.

Image
Ekonomi

6 Kebiasaan Buruk yang Buat Masa Depan Kalian Suram

Kebiasaan buruk mengatur uang saat muda rupanya dapat memengaruhi hidupmu saat tua lho. Gak sedikit orang yang saat tua malah hidup susah.

Image
Ekonomi

5 Tips Gaya Hidup Hemat Ala Jepang yang Bisa Diterapkan

Banyak orang yang beranggapan gaya hidup orang modern itu udah pasti konsumtif. Padahal gak gitu juga. Dan Jepang adalah contoh terbaiknya.

Image
Ekonomi

Intip Cara Unik Mengelola Keuangan Selama Seminggu

Tips menabung seringkali disepelekan oleh kebanyakan orang dengan alasan gampang. Tapi ujung-ujungnya gagal terus dan malah gak bisa makan.

Image
Ekonomi

Erick Thohir Sindir Petinggi Garuda yang Terjerat Masalah Uang hingga Wanita

Erick sebut jadi petinggi di BUMN tidaklah mudah. Apalagi di Garuda Indonesia yang dihadapkan antara lain kekuasaan, uang dan wanita.

Image
Ekonomi

Tol Japek Layang Dibuka untuk Umum Besok Pagi, Gratis!

Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) akan dibuka untuk pengguna jalan besok, tepatnya 15 Desember 2019 pukul 06.00 WIB.

Image
Ekonomi

Terungkap! Sejumlah Tantangan Partisipasi Swasta di Proyek Jalan Tol

Namun, sayangnya partisipasi pihak swasta dalam pembangunan proyek infrastruktur masih tergolong minim.

Image
Ekonomi

Bentoel Gelar Pelatihan Pemasaran Digital dan Pameran untuk Pelaku UMKM

Bentoel Group menyelenggarakan pelatihan pemasaran digital dan pameran produk UMKM di Kota Malang.

Image
Ekonomi

IPO Januari 2020, Triniti Land Bidik Dana Rp250 Miliar

PT Perintis Triniti Properti Tbk atau Triniti Land berencana mencatatkan diri di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema IPO.

Image
Ekonomi

ARLI Harap Pemerintah Perbaiki Iklim Investasi di Industri Rumput Laut

Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) mengharapkan pemerintah memperbaiki iklim investasi di industri rumput laut agar daya saing meningkat.

Available

trending topics

jamkrindo umkm

terpopuler

  1. Risma: Tidak Habis Pikir Saya, Sudah Sampai Ankara Saja Masih Bertemu Bonek

  2. Hidup Mewah Bak Putri Raja, Ini 5 Artis Cantik Tanah Air yang Menikah dengan Pengusaha Kaya

  3. 6 Ilustrasi Ngawur Evolusi Manusia jadi Hewan ini Bikin Gagal Paham

  4. 5 Fakta Menarik Arifin Panigoro, Raja Minyak Indonesia yang Jadi Wantimpres Jokowi

  5. Viral, Seorang Pria Sebar Uang 'Demi Allah, La Illaha Illallah, Gua Gak Butuh Duit'

  6. Beri Izin Tahanan Nikah di Masjid, Polisi: Ini Sakral, Saya Tak Tega Kalau Pasangan Suami Istri Nikah di Balik Jeruji Besi

  7. Singkirkan Jagoan China, Ginting Jadi Wakil Indonesia Pertama yang ke Final

  8. Habib Luthfi Jadi Anggota Wantimpres, Jubir Presiden: Alhamdulillah, Insya Allah Berkah untuk Indonesia

  9. Sekelompok Teroris Serang Polisi Usai Salat Jumat, Satu Orang Tewas

  10. Uang Rp2 Ribu hingga Perhiasan Rp40 Miliar, Ini Mas Kawin yang Diterima 5 Artis Tanah Air saat Dinikahi Pengusaha Sukses

Available

fokus

Stop Pelecehan Seksual
Kursus Calon Pengantin
Puasa Plastik
Available

kolom

Image
Ujang Komarudin

Sikap Abu-abu Partai Demokrat

Image
Achsanul Qosasi

Haruskah TVRI Kembali Mati Suri?

Image
Achmad Fachrudin

Revitalisasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat

Image
Hervin Saputra

Ego Tuan Rumah dan Reputasi SEA Games yang Kian Meragukan

Available

Wawancara

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Image
Video

Joshua Rahmat, CEO Muda yang Menggawangi Mytours

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik Arifin Panigoro, Raja Minyak Indonesia yang Jadi Wantimpres Jokowi

Image
Ekonomi

Kekayaan Capai Rp435 T! Ini 7 Fakta Menarik Bos Brand Uniqlo, Tadashi Yanai

Image
News

10 Potret Istri KSAU Yuyu Sutisna, Tampil Cantik dengan Hijabnya