Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Tiga Startup Indonesia Mampu Berjaya di Filipina

Andi Syafriadi

Tiga Startup Indonesia Mampu Berjaya di Filipina

Sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) atau startup Indonesia kembali membuktikan kualitasnya di kancah internasional. Pasalnya belum lama ini tiga entrepreneur UKM atau startup nasional berhasil menyabet gelar sebagai pemenang dalam Asia Pasific Economic Coorporation (APEC) online to offline (O2O) 2019 di Chile dan Filipina pada September dan Oktober 2019 lalu. | AKURAT.CO/Andoy

AKURAT.CO, Sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) atau startup Indonesia kembali membuktikan kualitasnya di kancah internasional. Pasalnya belum lama ini tiga entrepreneur UKM atau startup nasional berhasil menyabet gelar sebagai pemenang dalam Asia Pasific Economic Coorporation (APEC) online to offline (O2O) 2019 di Chile dan Filipina pada September dan Oktober 2019 lalu.

Ketiga startup ini dianggap mampu membuat sebuah inovasi dan solusi nyata bagaimana meningkatkan kapasitas bisnis UKMnya secara online dan offline.

CEO Sweet Sundae Ice Cream Andromeda Sindoro mengatakan bahwa dengan gelar sebagai pemenang dalam ajang perlombaan tingkat internasional ini menjadi bukti bahwa startup atau UKM nasional patut terus digali potensinya. Oleh sebab itu, pelaku UKM atau startup tidak boleh minder dengan usaha yang dirintisnya.

baca juga:

Hanya saja di era saat ini perlu ada sentuhan-sentuhan inovasi dengan memanfaatkan teknologi baik mulai dari produksi hingga pemasarannya.

Dengan cara itu, Andromeda menegaskan UKM atau startup akan terakselerasi untuk bisa naik kelas dan berkembang usahanya. 

"Alhamdulillah kami bertiga adalah pemenang dari lomba APEC yang dianggap bisa memberikan impact sosial. Harapannya karena kami menang di luar negeri kami harap bisa membawa nama harum UKM Indonesia di mata internasional dan juga kita mau tunjukkan bahwa kolaborasi dengan sesama ini bisa memberikan impact sosial yang lebih besar," ujar Andromeda usai bertemu dengan Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki di ruang kerjanya di Jakarta, Rabu (20/11/2019).

Dijelaskannya dalam membangun usaha Sweet Sundae Ice Cream, Andromeda menjelaskan pabriknya tersebut 100 persen memanfaatkan bahan lokal. Dirinya bahkan mengklaim kehadiran usahanya memberikan efek positif bagi peternak sapi perah yang ada di sekitarnya lantaran susu perah yang dihasilkan dibeli oleh Sweet Sundae dengan harga yang lebih kompetitif.

Hal ini menjadi salah satu poin penting yang membawa pengusaha asal Yogyakarta ini bisa memenangi APEC O2O 2019 tersebut.

"Kita usaha es krim dari tahun 2008, kita prihatin dengan peternak kita yang susunya dibeli sangat murah sekali oleh industri, tapi setelah ada es krim kita, justru mereka mulai terangkat.

"Sebab kita selain produksi es krim juga produksi susu perah karena kita juga punya sendiri peternakannya," ulas Andromeda.

Menurutnya pelaku UKM atau startup jika dimungkinkan perlu membuat peta jalan bisnisnya dari hulu hingga ke hilir seperti apa yang selama ini dilakukan oleh Andromeda.

Mulai dari pengadaan bahan baku produksi hingga ke produk jadinya diperlukan integrasi sistem, sehingga akan memudahkan dalam pemasarannya. Bahkan jika UKM mampu membuat peta jalan bisnis dari hulu hingga hilir akan memiliki daya saing yang lebih tinggi.

"Karena kita bergerak di es krim yah, kita bikin platform piara.id, itu sebuah aplikasi untuk menjaring investor sapi perah dan perkandangan, jadi kita punya sapi perah sendiri yang bisa mensuplai kebutuhan produksi. Jadi dari hulu hingga hilir kita terintegrasi sehingga kami tidak kekurangan susu," pungkas Andromeda. 

Di tempat yang sama, Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop dan UKM) Suparno mengatakan pemerintah melalui Kementeriannya sangat mendukung pelaku UKM atau startup.

Dijelaskannya bahwa Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, sangat komitmen untuk mendorong pelaku UKM termasuk para pemenang APEC O2O 2019, untuk bisa naik kelas sehingga kedepan bisa menjadi sebuah perusahaan yang besar.

Bentuk dukungan dari Kemenkop dan UKM, jelas Suparno, diantaranya melalui pendampingan, pelatihan hingga kemudahan akses pembiayaan. Pasalnya Kementerian ini ditunjuk Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) untuk bisa membantu menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada pelaku UKM.

Para startup termasuk para pemenang APEC O2O 2019 ini dianggapnya sangat layak mendapatkan bantuan permodalan atau KUR untuk mendorong usahanya lebih besar lagi.

"Mereka-mereka ini adalah anak muda yang kreatif, yang mampu membuka lapangan kerja dan multiplayer effect lain dari usahanya. Maka kita bisa dukung dari sisi pembiayaan, kan kita ada LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) ada KUR, mereka bisa manfaatkan itu semua," tutur Suparno.

Sekadar informasi, ketiga Awardess tersebut diperoleh Andromeda Sindoro selaku CEO Sweet Sundae Ice Cream, sebuah UKM yang bergerak di bidang minuman atau es krim memenangi APEC O2O Forum di Manila, Filipina pada 28 Oktober 2019.

Kemudian Nilamsari selaku CEO PT Baba Rafi Indonesia UKM dengan bidang usaha makanan sebagai pemenang dalam APEC O2O Forum di Concepcion, Chile pada 2 September 2019. Serta Ari Aji Cahyono sebagai Kepala Pemasaran dan Hubungan Investor PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa yang memenangi APEC Local Innovation Ecosystem Forum di Manila Filipina pada 29 Oktober 2019.

Perusahaan ini bergerak di bidang jasa aplikasi teknologi sektor pertanian, perikanan, peternakan, makanan dan pembiayaan.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

Kemenparekraf Tekankan Pentingnya Pendirian Usaha Berbadan Hukum

Image

Iptek

Startup Berbasis VR Primeskills Hadir di Hari Ritel Nasional 2020

Image

Ekonomi

UU Ciptaker Beri Ruang UMKM Terus Berkembang

Image

Ekonomi

Perlunya Perubahan Mindset Masyarakat terhadap Koperasi

Image

Ekonomi

Telkom dan Finch Capital Garap Pendanaan Startup Indonesia

Image

Ekonomi

Ada Tiga Hal Penting Pendorong UMKM Go-Digital, Ini Rinciannya

Image

Ekonomi

Masalah Klasik UMKM: Memasukkan ke Ekosistem Digital dan Meningkatkan Eskpornya

Image

Ekonomi

40 Persen UMKM Banting Setir Jualan Makanan dan Produk Kesehatan, tapi Ogah Jualan Online

Image

Ekonomi

Menkop Dorong UMKM Papua Fokus pada Komoditas Unggulan, Mengapa?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Skenario Vaksin Jadi 'Obat' Manjur Bagi Pasar Keuangan

Saat ini pasar keuangan sangat optimis dengan skenario vaksin tersedia secara bertahap tahun depan dan ekonomi kembali normal

Image
Ekonomi

UNS Gandeng Pelaku UMKM Kembangkan Potensi Produk Kecap Khas Wonogiri

tim pengabdian masyarakat membuat mesin multifungsi terotomasi yang dapat membantu proses pengadukan sekaligus membantu proses produksi

Image
Ekonomi

Sains Indonesia Peroleh Dana Hibah Rp3,7 Miliar dari Inggris, Untuk Apa?

UKICIS mendapatkan hibah dana sebesar 200 ribu poundsterling atau setara Rp3,7 miliar dari Pemerintah Inggris

Image
Ekonomi

Agresif Gairahkan Pemulihan Ekonomi Nasional, Kemenperin Kucurkan Ini ke Daerah

Kemenperin bersama KMWI kembali menggelar kegiatan untuk menekan penyebaran Covid-19

Image
Ekonomi

Industri Pengolahan Nonmigas Diramal Bakal Pulih Tahun Depan

Kemenperin memproyeksi industri pengolahan nonmigas bakal tumbuh 3,95 persen pada 2021

Image
Ekonomi

Sawah di OKU Timur Kini Miliki Pompa Air Listrik

Sawah di daerah sentra produksi beras Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur kini dapat merasakan program listrik masuk sawah

Image
Ekonomi
Lawan Covid-19

Inggris Peroleh 2 Juta Vaksin Covid-19 dari Moderna Inc

Pemerintah Inggris peroleh dua juta vaksin Covid-19 dari Moderna Inc, yang akan tersedia di Eropa awal musim semi

Image
Ekonomi

Investor Pasar Modal di Sumut Semakin Ramai

Jumlah investor pasar modal di Sumatera Utara hingga Oktober 2020 mencapai 69.706 atau bertambah 19.683 dari sepanjang 2019

Image
Ekonomi

Kawasan TOD, Menhub Budi Tinjau Proyek LRT di Dukuh Atas

Menhub Budi Karya Sumadi meninjau proyek LRT Jabodebek di Dukuh Atas, Jakarta

Image
Ekonomi

Pertamina Beri Sanksi Tegas Satu Unit SPBU Nakal di Batanghari

Pertamina memberikan sanksi kepada satu unit SPBU di Jalan Jambi-Bungo Sungai Paur Kecamatan Mersam Kabupaten Batanghari

terpopuler

  1. Sempat Dimasukan ke Ruang NICU, Ini Kondisi Terbaru Anak Keempat Oki Setiana Dewi

  2. Lagi-lagi HRS, Guntur Romli: Gara-gara 1 Orang ini Kok Jadi Ribet Semua

  3. Kelakar Denny Siregar: Ternyata Kabur Bukan Lagi Kata Sifat Tapi Kata Kerja Bagi HRS

  4. Diisukan Minggat dari RS UMMI, Ferdinand Singgung Ternyata Kabur adalah Bakat

  5. Ketua KPK Bantah Operasi Penangkapan Edhy Prabowo Ada Kepentingan Politik

  6. Gus Nadir: Tidak Mungkin Habibana Rizieq Shihab Kabur dari RS, ya Kan?

  7. Aziz Yanuar Sebut Penyebar Kabar HRS Kabur dari RS Orang Gangguan Jiwa

  8. Gubernur Sulut Terbitkan Edaran Terkait Pelaksanaan Natal di Masa Pandemi

  9. MPLI 2020 Hari Kedua: Alter Ego Pukul Evos 2-0

  10. Geledah Kantor Edhy Prabowo, Ketua KPK: Tidak Ada yang Berlebihan

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Utang Pemerintah dan Kehati-hatian

Image
UJANG KOMARUDIN

Fenomena HRS

Image
Achsanul Qosasi

Pelajaran Demokrasi dari Biden dan Trump

Image
Faizuddin Ahmad

Mendongeng Berperan Meningkatkan Kecerdasan Anak

Wawancara

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Bkleen Hadirkan Solusi Fogging Ramah Lingkungan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Perangi Pandemi Bersama Bkleen, Antimicrobial Solution Yang Praktis dan Mudah | Akurat Talk (1/2)

Image
Gaya Hidup

Missies.id dan Strategi Survive Berbisnis untuk Cewek Milenial

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting KH Miftachul Akhyar, Ketum MUI Baru Gantikan Ma'ruf Amin

Image
News

Mengenal Kapolsek Sawah Besar Kompol Eliantoro Jalmaf

Image
News

3 Kali Gantikan Posisi Menteri yang Kosong, Ini Kiprah Politik Luhut Binsar Panjaitan