image
Login / Sign Up

Pengamat Minta Perjelas Kerancuan Definisi Nelayan Kecil dalam UU

Andi Syafriadi

Image

Nelayan mempersiapkan jaring ikan yang digunakan untuk menangkap ikan di laut saat bersandar di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, Minggu (8/4). Setiap tahunnya Hari Nelayan Nasional diperingati setiap 6 April. Namun tidak semua daerah bahkan nelayan ikut memperingatinya. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan, pada tahun 2012 tercatat ada sekitar 2,75 juta penduduk Indonesia yang berprofesi sebagai nelayan. Kendati jumlahnya besar, masih kurangnya kapal dan alat penangkap ikan (API) di kalangan nelayan menjadi momok tersendiri yang membuat sektor kelautan dan perikanan nasional bisa dikatakan sulit berkembang. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Pengamat sektor kelautan dan perikanan Abdul Halim menginginkan pemerintah dapat memperjelas dan mengurai kerancuan terhadap definisi nelayan kecil yang terdapat perbedaan antara dua peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Lakukan sinkronisasi terhadap aturan perundang-undangan berkenaan dengan definisi 'nelayan kecil' di dalam UU No 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, UU No 45/2009 tentang Perikanan, dan UU No 7/2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam," kata Abdul Halim dalam diskusi di Jakarta, Selasa.

Abdul Halim memaparkan, dalam UU No 45/2009, kapal nelayan kecil disebutkan 5 gross tonnage (GT) ke bawah, sedangkan dalam UU No 7/2016, adalah ukuran 10 GT ke bawah.

baca juga:

Demikian pula halnya dengan definisi nelayan kecil dalam UU Pemda adalah mereka yang menggunakan alat-alat tangkap tradisional.

Menurut dia, seharusnya pemerintah menggunakan patokan yang terdapat dalam FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian PBB).

Sekretaris Jenderal Serikat Nelayan Indonesia (SNI) Budi Laksana juga menyatakan bahwa perbedaan kategori nelayan kecil di sejumlah peraturan perundang-undangan berdampak kepada nelayan dengan kapal berukuran di atas 5 GT harus mengurus izin ke provinsi dan dikenai distribusi.

"Saya kira ini perlu dievaluasi dan disinkronisasi biar kita itu konkrit di lapangan," ucap Budi Laksana.

Budi juga meminta perhatian pemerintah untuk memberikan penyelesaian terhadap aturan alat tangkap perikanan.

Menurut dia, aturan mengenai pembatasan alat tangkap dalam Peraturan Menteri No 71/PERMEN-KP/2016 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Penangkapan Ikan.

Regulasi tersebut, lanjutnya, masih kerapkali menimbulkan perbedaan tafsir tentang alat tangkap ramah lingkungan antarnelayan.

Sebagaimana diwartakan, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menginginkan bila pihaknya membuat regulasi baru terkait dengan sejumlah alat tangkap yang kontroversial seperti cantrang dan trawl, maka regulasi baru tersebut tidak menimbulkan kegaduhan ke depannya.

"Semua alat tangkap yang menjadi pembicaraan menjadi dilema karena ada yang setuju dan ada yang tidak.. bagaimana agar bisa ada jalan tengahnya," katanya.

Menteri Kelautan dan Perikanan mengungkapkan diharapkan pada bulan Desember 2019 mendatang sudah ada keputusan baru terkait dengan hal tersebut.

Keputusan terkait regulasi baru itu, ujar dia, juga diharapkan dilakukan dengan kajian yang jelas baik secara akademis, filosofis, maupun ekonomis.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

Sumber: Antara

berita terkait

Image

Ekonomi

Menteri Edhy: Tindak Pidana Korupsi Adalah Musuh Utama

Image

Ekonomi

KKP Ingin Tingkatkan Lagi Produksi Bibit Ikan yang Tembus 7 Juta Ton

Image

Ekonomi

Menteri Edhy: Iklim Kondusif Bagi Pengusaha Perikanan Merupakan Kunci Utama

Image

Ekonomi

BPJAMSOSTEK Lindungi Nelayan, Awak Kapal, Hingga Tenaga Kerja Sektor Perikanan

Image

News

Syamsuddin: Sangat Disayangkan Jika Menteri Edhy Cabut Tiap Kebijakan yang Sudah Bagus dari Menteri Susi

Image

Ekonomi

Demi Pacu Ekspor, KKP Prioritaskan Budidaya Udang Klaster

Image

Ekonomi

Menteri Edhy Targetkan Ekspor Udang Meningkat Pesat

Image

Ekonomi

KKP Libatkan Aparat untuk Pembinaan Nelayan

Image

Ekonomi

Menteri Edhy Jajaki Kerjasama dengan Prancis Atasi Sampah di Laut

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Produsen Elektronik Jepang Optimis Pertumbuhan Pasar di Indonesia

Saat ini Indonesia merupakan pemberi kontribusi penjualan ke-3 terbesar untuk televisi (tv) LED Sharp di dunia.

Image
Ekonomi

Bank Mandiri Geser Strategi ke Pendapatan Non Bunga dan Digitalisasi

Bank Mandiri akan menggeser strategi bisnisnya.

Image
Ekonomi

Bank Mandiri Suntik Startup Hingga Rp1 Triliun pada 2020

Bank Mandiri melalui anak usahanya, yakni Mandiri Capital Indonesia (MCI) berencana menyetor Rp1 triliun untuk modal startup.

Image
Ekonomi

Bamsoet: Stabilitas Politik Kunci Indonesia Tidak Terjerumus ke Jurang Resesi

Stabilitas politik nasional menjadi kunci indikator agar Indonesia tak terjerumus dalam jurang resesi.

Image
Ekonomi

Menteri PUPR Pastikan Tol Layang Jakarta-Cikampek Aman dan Siap Diresmikan Besok

Menteri PUPR memastikan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) sepanjang 36,4 Km siap diresmikan dan untuk dibuka untuk umum.

Image
Ekonomi

Eksekusi Dana Tambahan FLPP, BTN Langsung Gelar Akad KPR Massal

BTN telah berhasil merealisasikan KPR dan Kredit Penyediaan Pembangunan Perumahan sebanyak 3,10 juta unit hunian.

Image
Ekonomi

Sinergi BUMN, Pertamina Pasok Energi ke BUMN Karya

Pertamina sinergi dengan BUMN Karya untuk teus perkuat keandalan pasokan distribusi energi ke seluruh pelosok negeri.

Image
Ekonomi

Dorong Tambahan Manfaat Peserta Jaminan, BPJAMSOSTEK Tingkatkan Kolaborasi dengan Airy

Kerja sama ini merupakan salah satu Manfaat Tambahan (Co-Marketing) yang bisa didapatkan oleh peserta BPJAMSOSTEK.

Image
Ekonomi

Pertamina Butuh Tambahan FAME 72 Ribu Kiloliter Untuk B30

Pertamina butuh tambahan FAME atau campuran untuk bahan biodesel B30 sebanyak 72 ribu kiloliter.

Image
Ekonomi

AAJI Klaim Likuiditas Asuransi Jiwa Aman di Tengah Perlambatan Ekonomi Global

AAJI mengatakan likuiditas industri asuransi jiwa masih terjaga meski pertumbuhan ekonomi global melambat.

Available

trending topics

jamkrindo umkm

terpopuler

  1. Mesranya Rezky Aditya dan Citra Kirana Berangkat ke Italia Tuk Bulan Madu

  2. Ayah Terseret Kasus Penyelundupan Harley di Garuda Indonesia, Ini Kata Devano Danendra

  3. Ada yang Pernah Raih Medali Sea Games, 5 Artis Ini Ternyata Mantan Atlet Profesional

  4. Ego Tuan Rumah dan Reputasi SEA Games yang Kian Meragukan

  5. Gagal Jadi Sarjana di Usia 9 Tahun, Laurent Simons si Jenius Asal Belgia Keluar dari Universitas

  6. Presiden Terima Laporan Temuan Baru, Faizal: Nah Kan, Jokowi dan Polri Serius Tuntaskan Kasus Novel

  7. Tak Punya Surat Resmi, Puluhan Moge di Bandung Disita Polisi

  8. Viral Video Anggota Banser Diintimidasi, PSI: Kebayangkan Negara yang Diidamkan Radikalis seperti Ini?

  9. Kurangi Beban Guru, Mendikbud Sederhanakan RPP Jadi Tiga Poin Saja

  10. Beredar Kabar Pemilik Warung Legendaris Sate Klathak Pak Pong Meninggal, Pegawai: Nama Aslinya Dzakiron

Available

fokus

Stop Pelecehan Seksual
Kursus Calon Pengantin
Puasa Plastik
Available

kolom

Image
Hervin Saputra

Ego Tuan Rumah dan Reputasi SEA Games yang Kian Meragukan

Image
Alfarisi Thalib

Paradoks Pemberantasan Korupsi

Image
Achmad Fachrudin

Relasi Pemilu dengan Kinerja Elit Politik

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Menimbang Pencapresan Airlangga

Available

Wawancara

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Image
Video

Joshua Rahmat, CEO Muda yang Menggawangi Mytours

Sosok

Image
News

10 Potret KSAU Marsekal Yuyu Sutisna bersama Istri, Kompak di Berbagai Kesempatan

Image
Hiburan

7 Potret Menlu Retno Marsudi Setelah Diet Karbo, Makin Bugar dan Energik

Image
News

Lulusan MIT hingga Stanford, Ini 5 Fakta Menarik Rachmat Kaimuddin, Calon CEO Bukalapak