image
Login / Sign Up

OJK Beberkan Tantangan Hantui Ekonomi Indonesia Kedepan

Andi Syafriadi

Image

Ketua Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso saat memberikan keterangan kepada wartawan usai diskusi Indonesia Investasi Forum di Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10/2018). Acara tersebut mendiskusikan paradigma baru dalam pembiayaan infrastruktur, yang sangat dibutuhkan Indonesia untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi RPJM 2015-2019 sebesar 5%-7%. Sebagai bagian dari event ini, juga akan ditandatangani perjanjian kerjasama 21 proyek infrastruktur pada 12 BUMN senilai total USD13,6 miliar dengan investor lokal dan asing pada 11 Oktober 2018. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan bahwa perekonomian global saat ini dan kedepan masih terbilang cukup dinamis dengan tema utama kepada pelambatan ekonomi global.

"Adanya pelambatan ekonomi global, kedepannya masih cukup dinamis dengan aktor utama perang dagang antara Amerika dan China, dimana kondisi ini memerlukan tidak hanya kebijakan moneter yang longgar namun juga kebijakan fiskal yang cukup ekspansif dan reformasi struktural," ujarnya pada saat rapat bersama komisi XI di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Kendati demikian, Wimboh Santoso mengklaim Indonesia tetap patut bersyukur lantaran di tengah dinamika ekonomi global tersebut perekonomian domestik tumbuh cukup stabil, didukung oleh tingkat inflasi yang terjaga, tingkat pengangguran, kemiskinan dan kesenjangan yang terus menurun.

baca juga:

"Dimana ekonomi tumbuh 5,02% yoy, pada Q3 2019, dan 5,17% yoy pada tahun 2018, inflasi Oktober tercatat 3,13% cukup terkendali dan di dalam target 3,5%. Lalu pengangguran terbuka terus turun per Agustus 2019 sebesar 5,28%, kemiskinan turun menjadi single digit per Maret 2019 sebesar 9,41%, dan gini ratio terus turun dengan posisi per Maret 2019 sebesar 0,382," paparnya.

Namun dirinya tak menampik jika ekonomi domestik masih dihantui sejumlah tantangan dari mulai dalam negeri hingga global.

"Yang pertama adalah bagaimana caranya menjaga daya beli konsumen, mengingat konsumen rumah tangga mencapai sekitar 56% dari PDB Indonesia dan pada Q3 tumbuh melambat. Maka inflasi harus dijaga rendah, perlunya ekspansi fiskal demi menyerap tenaga kerja dan meningkatkan daya beli melalui proyek infrastruktur dan juga insentif pajak," tegasnya.

Kedua, perlu adanya transformasi perekonomian dari ekonomi berbasis ekstraksi menjadi ekonomi berbasis manufaktur. Untuk itu, pihaknya mendukung 5 program besar pemerintah diantaranya adalah melakukan peningkatan SDM dan melakukan tranformasi ekonomi menjadi lebih kompetitif dan berdaya saing.

Selanjutnya yang ketiga, bagaimana memanfaatkan momentum perang dagang Amerika Serikat (AS)-China dalam jangka pendek menengah sehingga tidak hanya negara tetangga yang dapat meraih keuntungan sebagai tujuan investasi melainkan melalui deregulasi dan debirokratisasi.

"Keempat, mengatasi ketidak seimbangan eksternal dalam jangka panjang melalui peningkatan kualitas produk ekspor mendorong industri substitusi impor, mendorong sektor pariwisata. Maupun membangun infrastruktur migas seperti kilang minyak, mendorong UMKM berbasis ekspor dan meningkatkan kualitas diplomasi ekonomi untuk membuka pasar baru tujuan eksport," terangnya.

Dan yang terakhir adalah daya saing komparatif yang menurun ditandai dengan peringkat global competitivnes index yang turun dari 45 ke 50, dan posisi peringkat ease of Doing Business yang stagnan di posisi 73. 

"Hal tersebut mencerminkan pilar-pilar perekonomian kita belum cukup mampu bersaing dan membuat lompatan signifikan," tandasnya.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

Harga Minyak Melesat, Didorong Harapan Kesepakatan AS-China

Image

Ekonomi

Waspada! Penawaran Investasi Bodong Diproyeksi Semakin Merajalela

Image

Ekonomi

Pasar Khawatirkan Lagi Perang Dagang, IHSG Tumbang

Image

News

Ibunya Tertabrak, Aksi Bocah China yang Nekat Tendang Mobil Ini Panen Pujian

Image

News

Gara-gara UU Anti-Hoaks, Jumlah Jurnalis yang Dipenjara Masih Tinggi

Image

Ekonomi

Rupiah Kalah Lagi Lawan Dolar AS Karena The Fed

Image

News

Keuangan Berkelanjutan Harus Jadi Bagian dari Manajemen Risiko Perbankan

Image

Ekonomi

Dorong KUMKM Dongkrak Ekspor, Kemenkop Lakukan Perubahan SKKNI dan KKNI

Image

News

11 Imigran Gelap China Kedapatan Sembunyi di Mesin Cuci demi Bisa Masuk AS

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Berkat Trump, IHSG Terangkat Seiring Bursa AS yang Menguat

IHSG kembali menguat setelah kemarin soe ditutup lesu. Pada awal perdagangan akhir pekan (13/12/2019), IHSG menguat 0,68% atau 41,65 poin.

Image
Ekonomi

Pembelian Aset Safe Haven Merosot, Harga Emas Terpeleset

Logam mulia juga tertekan oleh greenback yang lebih kuat.

Image
Ekonomi

Jelang Akhir Tahun, Harga Batu Bara Naik Tipis ke US$66,3 per Ton

Menteri ESDM Arifin Tasrif Arifin Tasrif menetapkan harga jual pasar untuk komoditas batu bara pada Desember 2019 sebesar US$66,30 per ton.

Image
Ekonomi

Presiden Jokowi Optimistis Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan LRT Rampung Akhir 2021

Presiden Joko Widodo (Jokowi) optimistis pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dan LRT akan selesai akhir 2021 mendatang.

Image
Ekonomi

Harga Minyak Melesat, Didorong Harapan Kesepakatan AS-China

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari, bertambah 0,48 dolar AS menjadi ditutup pada 64,20 dolar AS per barel.

Image
Ekonomi

Dirut Dicopot, Garuda Beri Awak Kabin Fasilitas Penginapan untuk Penerbangan Jarak Jauh

Awak kabin untuk penerbangan rute Jakarta-Sydney dan Jakarta-Melbourne, tak diberi fasilitas penginapan saat menurunkan penumpang.

Image
Ekonomi

IHSG Masih Kurang Bertenaga, Coba Pilih Saham-saham Ini

IHSG diprediksi akan kembali melemah

Image
Ekonomi

Bernilai Lebih dari Rp13 Kuadriliun! Ini 7 Perusahaan di Bawah Alphabet Inc, Induk Google

Apa saja?

Image
Ekonomi

Waspada! Penawaran Investasi Bodong Diproyeksi Semakin Merajalela

OJK memprediksi penawaran-penawaran investasi ilegal masih akan banyak dan bahkan meningkat sehingga masyarakat diminta semakin mewaspada.

Image
Ekonomi

Bangkok Bank Caplok 89,12 Persen Saham Bank Permata

Harga yang harus dibayar oleh bank untuk kepemilikan 89,12 persen saham di Permata akan difinalisasikan berdasarkan 1,77 kali lipat.

Available

trending topics

jamkrindo umkm

terpopuler

  1. Massa Aksi: Innalilahi Wa Innalilaihi Rojiun Telah Mati Keimanan Anies Baswedan

  2. Pelaku Intimidasi Anggota Banser Kabur dari Rumah saat Didatangi Polisi Bikin Ngakak Politisi PSI

  3. 7 Potret Cantik Ida Helena, Mantan Istri Richard Kevin yang Memesona

  4. Menikah di Tanggal Cantik, Ini Busana yang Dikenakan Cut Tari - Richard Kevin

  5. Peluang Marcus/Kevin Ke Semi Final Di Ujung Tanduk

  6. Ini Jumlah Barang Bukti Narkoba yang Diselundupkan Eks Model DY dari Malaysia

  7. Dari Balita hingga Jadi Menhan, 10 Potret Transformasi Prabowo Subianto

  8. Dua Anak Kecil Penjual Kue Berteduh di Halaman Rumah Orang, Budiman: Mereka Mimpi Burukku Malam Ini

  9. 8 Gaya Santai Adian Napitupulu di Berbagai Kegiatan, Dinas hingga Bertemu Jokowi

  10. BW Bandingkan dengan KSP, Ferdinand: Mau Anda Samain Pekerjaan Presiden sama Gubernur?

Available

fokus

Stop Pelecehan Seksual
Kursus Calon Pengantin
Puasa Plastik
Available

kolom

Image
Ujang Komarudin

Sikap Abu-abu Partai Demokrat

Image
Achsanul Qosasi

Haruskah TVRI Kembali Mati Suri?

Image
Achmad Fachrudin

Revitalisasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat

Image
Hervin Saputra

Ego Tuan Rumah dan Reputasi SEA Games yang Kian Meragukan

Available

Wawancara

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Image
Video

Joshua Rahmat, CEO Muda yang Menggawangi Mytours

Sosok

Image
News

8 Gaya Santai Adian Napitupulu di Berbagai Kegiatan, Dinas hingga Bertemu Jokowi

Image
News

8 Potret Istri Panglima TNI Nanny Hadi Tjahjanto, Cantik di Berbagai Kegiatan

Image
Ekonomi

Dukung Transparansi Perusahaan, ini 5 Fakta Menarik Pendiri Qerja.com dan Jobs.id Veronika Linardi