Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Dengar Ahok Pimpin BUMN, Dahlan Iskan: Apakah Ahok Itu Orang Berprestasi?

Atikah Umiyani

Dengar Ahok Pimpin BUMN, Dahlan Iskan: Apakah Ahok Itu Orang Berprestasi?

Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan ikut angkat bicara terkait wacana pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok di salah satu BUMN.

Tanggapan itu disampaikan Dahlan lewat catatannya berjudul "Prestasi BTP" di laman disway.di seperti dikutip Akurat.co, Senin (18/11/2019).

Dahlan Iskan mengawali tulisannya itu dengan menulis "Orang berprestasi cenderung sukses ditempatkan di manapun".

baca juga:

Ia menyebutkan, hal itu yang seringkali dia ucapkan di berbagai forum, termasuk kuliah umum di kampus-kampus. Kesimpulan Dahlan datang dari pengalaman panjang 30 tahun menggeluti dunia manajemen, mulai dari organisasi sosial, pesantren, perusahaan swasta, hingga BUMN. 

Lantas, apakah Ahok termasuk orang yang berprestasi menurut Dahlan Iskan? Simak selengkapnya tulisan Dahlan Iskan sebagai berikut :

Apakah Ahok --ups, maafkan-- apakah BTP itu orang berprestasi?

Sehingga akan ditempatkan di salah satu BUMN?

Rencana itu sangat baik. Kalau BTP memang dianggap orang yang selama ini berprestasi. Lepas siapapun ia. Apa pun pendidikannya. Di mana pun perjalanan karir sebelumnya. 

Bagaiman kalau ada penilaian BTP itu hanya berprestasi dalam membuat kehebohan? 

Terserah yang menilai dan yang diberi nilai. Tapi kalau benar begitu penempatannya di BUMN merupakan sebuah perjudian. Kalau penempatannya di BUMN besar berjudiannya juga besar.

Apakah BUMN sebuah perusahaan yang layak diperjudikan?

Tergantung pemiliknya.

Mungkin saja sang pemilik menilai BTP itu orang yang berprestasi.

Perusahaan itu ditentukan sepenuhnya oleh pemegang saham mayoritasnya.

Kenapa sudah heboh padahal itu baru tingkat rencana? Faktanya pun baru dua: BTP dipanggil Menteri BUMN Erick Thohir. 

Lalu BTP mengatakan --bukan menteri yang mengatakan- bahwa dirinya dipanggil untuk ditempatkan di salah satu BUMN.

Belum ada indikasi di BUMN mana. Besar? Kecil? Yang sudah laba? Yang masih rugi?

Juga belum jelas sebagai apa. Direktur utama? Direktur? Komisaris Utama? Komisaris?

Masih banyak fakta yang harus saya lihat. Untuk bisa berkomentar lebih panjang.

Tapi ada prinsip yang harus dipegang: perusahaan pun perlu ketenangan. Perusahaan tidak bisa maju kalau hebohnya lebih besar dari kerjanya.

Itulah sebabnya saya menulis dengan penuh harap. Sampai beberapa kali. Di DI's Way. Tentang perlunya situasi tenang sekarang ini. Terutama setelah terbentuknya kabinet baru.

Isi tulisan saya adalah "semoga kabinet baru ini penuh ketenangan agar bisa fokus bekerja". Semoga tidak banyak usrek. Agar ekonomi bisa segera mulai bangkit.

Begitu juga di perusahaan: perlu kestabilan. Apalagi perusahaan besar. Yang ibaratnya kapal besar. Yang tidak mudah dibelok-belokkan.

Memang, bisa juga sukses diraih lewat kehebohan. Tapi sukses seperti itu biasanya hanya di permukaan. Dan untuk jangka pendek. 

Mungkin karena itu lahirlah filsafat "benang berhasil ditarik, tepung tidak terhambur". 

Filsafat itu sering juga salah dalam penerapannya: tepungnya memang tidak terhambur tapi benangnya juga tidak tercabut. Banyak perusahaan yang tenang tapi juga tidak maju.

Saya justru tertarik pada sosok lain. Yang sudah nyata-nyata berhasil menarik benang dan menjaga tepung: Arief Yahya.

Ia mantan Menteri Pariwisata. Yang sayang sekali tidak lagi mendapat kursi. Hanya karena ia tidak punya partai.

Selama Arief Yahya menjadi menteri tidak terjadi kehebohan di Kementerian Pariwisata. Tapi hasilnya begitu nyata. Semua target tercapai. Bahkan masih sempat meletakkan fondasi.

Banyak pimpinan yang hanya mementingkan sukses jangka pendek. Sesuai dengan masa kerjanya. Atau hanya bisa meletakkan fondasi.

Fondasi seperti itu yang membuat pemimpin berikutnya cepat sukses. Meski ada juga pemimpin baru yang tidak mau pakai fondasi yang disiapkan.

Arief Yahya bisa mengerjakan dua-duanya. Sukses dalam meletakkan fondasi juga sukses mencapai target-target. Tanpa heboh-heboh.

Untuk pertama kali dalam sejarah: pariwisata kita menghasilkan US$20 miliar dolar setahun. Tahun 2019 ini.

Itulah prestasi nyata pemerintahan Jokowi periode pertama. Yang jarang diekspos. Kalah dengan heboh-heboh yang lain.

Jenis orang seperti Arief Yahya  itulah yang saya maksud dengan orang yang berprestasi. Di mana pun ia ditempatkan akan seperti itu. Bahkan di bidang yang berbeda sama sekali pun.

Itu pula pertimbangan saya dulu menempatkannya sebagai Dirut Telkom Indonesia.

Orang sejenis Arief Yahya hanya bisa tidak sukses untuk jadi caleg atau capres atau cagub dan cawali. Ia tidak populer. Padahal sistem pemilihan kita sekarang mementingkan yang populer --melebihi yang berprestasi.

Kita punya banyak sekali orang seperti Arief Yahya itu.

Kalau saja orang jenis itu bisa banyak tampil alangkah cepat majunya Indonesia.

Pun tidak usah semua. Cukup 70 persennya saja. Agar yang populer juga tetap mendapat muara.(Dahlan Iskan).[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

Erick Thohir Sesumbar Indonesia Bakal Kembangkan Wisata Medis di Bali, Seperti Apa?

Image

Ekonomi

Erick Thohir Sesumbar Pengelolaan SWF Transparan dan Akuntabel

Image

Ekonomi

Pemulihan UMKM Jadi Kunci Sukses Restart Perekonomian

Image

Ekonomi

Lembaga Pengelola Investasi Diklaim Percepat Pembangunan Proyek Strategis, Dijamin Efektif?

Image

Ekonomi

Lawan Covid-19

Jamin Data Vaksinasi Covid-19, Erick Thohir: Jangan Sampai Lari ke Luar Negeri!

Image

Ekonomi

Wapres Minta Erick Thohir Kembangkan Bank Wakaf Mikro, Sampai Berikan Dana APBN

Image

Ekonomi

Lagi, Utak-atik BUMN Erick Thohir Tunjuk Didi Sumedi Jadi Komut Baru PPI

Image

Hiburan

5 Fakta Mengejutkan Daniel Mananta, Pernah Jadi Penjaga Toko Baju di Mangga Dua

Image

Ekonomi

Jenius Kenakan Biaya Rp10 Ribu, Netizen: Masih Murah dari Harga Kopi Kalian Guys!

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Pakar Kesehatan Sebut Vaksinasi Upaya Serius Negara Lindungi Masyarakat

Pakar kesehatan mengungkapkan vaksinasi dan imunisasi upaya serius pemerintah melindungi masyarakat

Image
Ekonomi

Menteri PUPR Lelang Dini 4.060 Paket Infrastruktur 2021 Senilai Rp46,64 Triliun

Kementerian PUPR lelang dini 4.060 paket senilai Rp46,64 T dalam rangka percepatan realisasi kegiatan infrastruktur Tahun Anggaran 2021

Image
Ekonomi

PPAN Dinilai Mampu Perkuat Diplomasi Ekonomi RI di Luar Negeri

PPAN diharapkan dapat sejalan dengan prioritas diplomasi khususnya terkait agenda penguatan diplomasi ekonomi RI di luar negeri

Image
Ekonomi

Legislator Ingin Perum Peruri Ajak Startup yang Mampu Majukan Industri

Legislator meminta agar Perum Peruri mengumpulkan perusahaan rintisan (startup) yang bisa menjadikan Indonesia terdepan di sektor industri

Image
Ekonomi

Gara-gara Ini, Kepercayaan Investor Asing Terhadap Prospek Ekonomi Indonesia Meningkat

Kepercayaan investor asing terhadap prospek ekonomi Indonesia meningkat, seiring perkembangan vaksin Covid-19 dan terpilihnya Joe Biden

Image
Ekonomi

Pasca Edhy Prabowo Terciduk, KKP Justru Sabet Penghargaan Skala Nasional

KKP meraih dua penghargaan skala nasional terkait bidang layanan informasi

Image
Ekonomi
Lawan Covid-19

Vaksinolog Ungkap Vaksin Efektif Cegah Penyakit Menular, Termasuk COVID-19!

Vaksinolog menegaskan pentingnya vaksin dalam mencegah penyakit menular, seperti COVID-19

Image
Ekonomi

Mendes: Dana Desa Digunakan untuk Pertumbuhan Ekonomi Serta SDM

Mendes PDTT mengklaim dana desa digunakan untuk pertumbuhan dan peningkatan ekonomi serta SDM

Image
Ekonomi

UU Cipta Kerja Ampuh Gairahkan Industri E-commerce Tanah Air, Benarkah?

Asosiasi e-commerce Indonesia (idEA) menilai UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja gairahkan industri e-commerce di Indonesia

Image
Ekonomi

Jenis Investasi Jangka Panjang Cocok untuk Menjamin Masa Tua!

Investasi jangka panjang biasanya dipilih para investor yang ingin nilai uangnya terus mengalami kenaikan atau keuntungan di masa depan

terpopuler

  1. 5 Fakta Asmara Shaheer Sheikh dan Ruchika Kapoor, Perbedaan Agama Bukan Kendala

  2. Saat Timbang Badan, Tyson Ancam Jones Jr

  3. Sosok 'Pak Haji' Kebingungan Cari Sandal di Masjid ini Malah Bikin Ngakak Warganet

  4. Lagi, Politikus Senior PDIP Membelot Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

  5. Sempat Dimasukan ke Ruang NICU, Ini Kondisi Terbaru Anak Keempat Oki Setiana Dewi

  6. Beli Rumah, Sepasang Suami Istri Temukan Puluhan Koin Harta Karun Senilai Rp350 Juta

  7. Rohimah Angkat Bicara Soal Pernikahan Kiwil dengan Pengusaha Asal Kalimantan

  8. Usai Terpapar Covid-19, RS Polri Kabarkan Kondisi Terkini Kesehatan Jumhur Hidayat Cs

  9. Tak Malu Tunjukkan Stretch Mark, Marshanda Tuai Pujian Warganet

  10. Diancam Dibunuh, Petugas Pemakaman yang Berfoto dekat Jenazah Maradona Minta Maaf

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Utang Pemerintah dan Kehati-hatian

Image
UJANG KOMARUDIN

Fenomena HRS

Image
Achsanul Qosasi

Pelajaran Demokrasi dari Biden dan Trump

Image
Faizuddin Ahmad

Mendongeng Berperan Meningkatkan Kecerdasan Anak

Wawancara

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Bkleen Hadirkan Solusi Fogging Ramah Lingkungan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Perangi Pandemi Bersama Bkleen, Antimicrobial Solution Yang Praktis dan Mudah | Akurat Talk (1/2)

Image
Gaya Hidup

Missies.id dan Strategi Survive Berbisnis untuk Cewek Milenial

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting KH Miftachul Akhyar, Ketum MUI Baru Gantikan Ma'ruf Amin

Image
News

Mengenal Kapolsek Sawah Besar Kompol Eliantoro Jalmaf

Image
News

3 Kali Gantikan Posisi Menteri yang Kosong, Ini Kiprah Politik Luhut Binsar Panjaitan