image BI
Login / Sign Up

Kemenkeu Tepis SBN Biang Kerok Pengetatan Likuiditas Perbankan

Atikah Umiyani

Image

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman, menjelaskan kondisi utang saat bincang bareng media di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/4). | AKURAT.CO/Denny Iswanto

AKURAT.CO, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menepis anggapan likuiditas perbankan saat ini sedang mengetat akibat pemerintah gencar menawarkan Surat Berharga Negara (SBN).

"Kami terbitkan SBN setahun ini hanya sekitar Rp50 triliun jadi jumlahnya kecil," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman dalam Green Sukuk Investor Day di Jakarta, Sabtu (16/11/2019).

Menurut dia, Dana Pihak Ketiga (DPK) dari masyarakat yang dihimpun perbankan saat ini mencapai sekitar Rp5.500 triliun.

Sedangkan tahun ini Kemenkeu, kata dia, hanya menerbitkan SBN senilai Rp50 triliun dan tahun ini juga jatuh tempo sekitar Rp55 triliun.

SBN memiliki tingkat suku bunga yang lebih tinggi, seperti sukuk negara sebesar 6,75 persen per tahun, dibandingkan suku bunga simpanan yang ditawarkan perbankan yang lebih kecil.

Tingginya suku bunga yang ditawarkan SBN menarik masyarakat untuk menempatkan dananya.

Meski begitu, lanjut dia, Kemenkeu masih tetap mengikuti suku bunga acuan yang ditetapkan Bank Indonesia (BI).

"Kami selalu mengacu kepada pergerakan suku bunga juga, kita pernah tertinggi menawarkan 8,2 persen dan saat ini yang kami tawarkan 6,75 persen. Kalau suku bunga lagi turun, ya kami akan turun (suku bunga)," katanya.

Sebelumnya, pengamat ekonomi dari Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah mengatakan kondisi likuiditas saat ini ketat di Indonesia yang menghambat upaya memaksimalkan peran swasta dalam pembiayaan infrastruktur pemerintah.

"Itu persoalan besar dalam sistem keuangan yang menyebabkan peran swasta tidak mudah, termasuk juga BUMN," katanya dalam diskusi membedah pembiayaan infrastruktur tanpa APBN di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis (14/11).

Menurut dia, likuiditas yang ketat diwarnai dengan dana masyarakat yang banyak terserap dalam Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan melalui Kemenkeu  yang menerbitkan SBN

Ia mengutip data dari Bank Dunia yang menyebutkan karena ketatnya likuditas di Indonesia mengakibatkan rasio jumlah uang terhadap ukuran ekonomi (M2/GDP) selama 2014-2019 mencapai kisaran 39-40. Padahal, lanjut dia, angka minimal likuiditas mencapai 100.

Jumlah itu, kata dia, masih kalah dibandingkan negara tetangga yakni Malaysia, Thailand, dan Singapura, yang berada di atas 100. Sedangkan Jepang dan China berada di atas 200.

Piter menambahkan likuiditas yang ketat itu menyebabkan tingkat suku bunga menjadi mahal dan cenderung kaku, meski Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan.

"Ini hukum permintaan dan penawaran, begitu likuiditas ketat, langka, maka suku bunga mahal. Swasta mau (investasi) tapi tidak mampu," katanya.

Untuk itu ia mengharapkan likuditas yang ketat tersebut dapat diselesaikan karena selama belum berubah dan suku bunga kredit tetap tinggi, maka peran swasta dalam mendukung pembangunan infrastruktur menjadi terhambat.[]

baca juga:

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

News

Tegak di Tanah Tandus hingga Kini! Kisah Pohon Sahabi, Peneduh Nabi Saat Berjumpa Pendeta Bahira

Image

Gaya Hidup

Cerita Lisa Ann yang Dua Kali Akhiri Karir di Industri Porno

Image

Iptek

Migo Akui Kecipratan Berkah Perpres Kendaraan Listrik

Image

Ekonomi

Imlek 2571

Trik Jitu Bikin Bisnis Berlimpah Cuan di Tahun Baru Imlek!

Image

Gaya Hidup

FOTO Sepeda Push Bike Mampu Tingkatkan Kemampuan Motorik Anak

Image

News

Nurmansyah: Nggak Apa-apa Pindahin Bullying ke Ane Ye Supaya Bang Anies Bekerja Bahagiakan Warganya

Image

Iptek

Rivian Resmi Perkenalkan Truk Pickup dan SUV Bertenaga Listrik

Image

Hiburan

Jared Harris Bantah Berperan Sebagai Doctor Octopus di Fim Morbius

Image

News

Habiburokhman Beberkan Sosok Ahmad Riza Patria yang Bakal jadi Calon Wagub DKI

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Kunjungan Wisatawan Sabang Menurun Selama 2019

Pada 2017 jumlah wisatawan nusantara dan mancanegara yang berkunjung ke pulau paling barat Indonesia itu sebanyak 739.256.

Image
Ekonomi

Pertamina Ekspansi Distribusi Pelumas ke Bangladesh

PT Pertamina Lubricants sudah memasarkan produknya di lebih dari 17 negara di dunia.

Image
Ekonomi

Rayu Investor, ESDM Selesaikan Regulasi Pengelolaan Data

Data yang dihasilkan oleh Produsen Data harus memenuhi prinsip Satu Data Indonesia dan memenuhi quantity assurance.

Image
Ekonomi

Menhub Akui Runway 3 Bandara Soetta Beri Efisiensi Signifikan Bagi Penerbangan

kapasitas pergerakan pesawat di bandara Soekarno-Hatta bukanlah perkara yang mudah, sehingga perlu dioptimalkan.

Image
Ekonomi

Menhub Perkirakan Penutupan Rute ke Wuhan Berlangsung 1 Bulan

Kementerian Perhubungan akan membahas dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri terhadap perkembangan yang terjadi di China.

Image
Ekonomi

Petani Terancam Merugi Akibat Penyakit Karat Daun

Ciri tanaman yang terserang karat daun biasanya akan timbul bintik kecokelatan di bawah permukaan daun.

Image
Ekonomi

Menhub Akan Gencar Lakukan Pencegahan Virus Corona di Pelabuhan dan Bandara

Wabah corona virus dimulai di kota Wuhan di China.

Image
Ekonomi

Salah Satu Agen di Indonesia Hentikan Penjualan Tiket Untuk Wisatawan China

sebelumnya pemerintahan setempat sudah melarang penerbangan dari China ke luar negeri akibat kondisi

Image
Ekonomi

Pelaku Usaha Wajib Terapkan UMK 2020

Perusahaan atau pengusaha seyogyanya tunduk dan patuh terhadap ketentuan pemerintah, terutama masalah UMK.

Image
Ekonomi
Imlek 2571

Trik Jitu Bikin Bisnis Berlimpah Cuan di Tahun Baru Imlek!

Sebenarnya banyak lho strategi marketing yang bisa membuat bisnis kamu lebih menonjol.

terpopuler

  1. Pria Yang Masturbasi di Dalam Mobil Xenia Ditangkap Polisi

  2. Ramai Konspirasi Virus Corona, Mbah Mijan: Enggak Sekalian Guys, Virus Corona adalah Kutukan Nyai Blorong

  3. Kontras! 10 Potret Sebelum vs Sesudah Wuhan Terpapar Virus Corona, Kini Mirip Zombie Land

  4. Maraknya Virus Corona, Seorang Kru Lion Air Rute Manado-Guangzhou di Isolasi Demi Keamanan

  5. Tanggapi Pernyataan Jokowi, Anies: Kita Lagi Ngurusin Jakarta

  6. Banjir Jakarta, Bamsoet: Sudah Cukup Semua Retorika, saatnya Pemimpin Tunjukkan Aksi Nyata

  7. Anies: Perpindahan Ibu Kota Jadikan Jakarta Kota Perekonomian dan Pariwisata

  8. Ferdinand Sindir Fahira Soal Revitalisasi Monas Sesuai Keppres: Pemprov DKI Belum Pernah Ajukan Izin ke Setneg

  9. Soal Pemakaman, Pihak Keluarga Ternyata Masih Tunggu Keputusan Anak Pertama Johny Indo

  10. Praktisi Hukum Sebut Para Pendiri Sunda Empire Bisa Dijerat Pidana

fokus

Menyambut Shio Tikus Logam
Toleransi vs intoleransi
Problematika Kota

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Negeri Darurat Korupsi

Image
Zainul A. Sukrin

Negara Sengketa

Image
Ujang Komarudin

Dicari Pimpinan KPK Bernyali Tinggi

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Politik Dinasti Jokowi dalam Pilkada 2020

Wawancara

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Sosok

Image
Iptek

Di Davos, Johnny Plate Paparkan Strategi Komprehensif Dukung Ekosistem Digital

Image
Gaya Hidup

Najwa Shibab Bawa Perpusnas Rangkul Generasi Muda Cinta Literasi

Image
News

Pilih Jadi Seniman daripada Politisi, 5 Fakta Menarik Putri Bungsu Gus Dur Inayah Wahid