image
Login / Sign Up

Neraca Perdagangan Oktober 2019 Surplus US$161,3 Juta

Atikah Umiyani

Image

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (3/11/2018). Badan Pusat Statistik (BPS) merilis nilai ekspor dan impor pada Juli 2018. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia tembus US$ 16,24 miliar atau tumbuh 19,33% secara tahunan. Sementara impor naik 31,56% tahunan menjadi US$18,27 miliar. Sehingga defisit neraca perdagangan bulan lalu mencapai US$2,03 miliar. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan pada Oktober 2019 mengalami surplus yakni US$161,3 juta. Realisasi ini membaik dari posisi neraca perdagangan Oktober 2018 yang mengalami defisit sebesar US$1,75 miliar.

Begitu pula bila dibandingkan secara bulanan, mengalami perbaikan dari September 2019 yang tercatat defisit US$163,9 juta. Meski tercatat suprlus, namun laju ekspor maupun impor di Oktober 2019 mengalami penurunan dibandingkan realisasi di periode yang sama tahun sebelumnya. 

Penurunan paling tajam terjadi pada impor, sehingga mendorong terjadinya surplus neraca dagang.

baca juga:

"Menjadi catatan, surplus ini tercipta bukan karena ekspor yang naik, tapi karena impor turun lebih dalam. Ekspor kan juga tercatat turun," ujarnya di Gedung BPS, Jakarta, Jum'at (15/11/2019).

Adapun nilai impor Oktober 2019 tercatat mencapai USD14,77 miliar. Realiasi ini mengalami penurunan tajam sebesar 16,39% dibandingkan dengan Oktober 2018 yang sebesar US$17,67 miliar. Namun bila dibandingkan dengan September 2019 terjadi peningkatan 3,57% dari US$14,26 miliar.

Kemudian BPS mencatat nilai ekspor mencapai US$14,93 miliar. Realisasi ini mengalami penurunan 6,13% dari Oktober 2018 yang mencapai US$15,91 miliar. Tetapi dibandingkan dengan  September 2019 mengalami peningkatan 5,92% dari US$14,10 miliar.

Pria yang akrab disapa Kecuk ini menuturkan, pergerakan laju ekspor-impor di Oktober 2019 dipengaruhi sejumlah dinamika ekonomi global, di mana perdagangan internasional melemah dan harga komoditas bergerak fluktuatif. Seperti harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang tercatat menurun jadi US$59,82 per barel dari September 2019 yang sebesar US$60,84 per barel.

Disamping itu, ada pula komoditas nonmigas yang mengalami penurunan kinerja yakni karet, nikel, dan perak. Serta komoditas nonmigas yang mengalami peningkatan kinerja yakni coklat, batu bara, minyak sawit, juga seng.

"Diharapkan surplus neraca dagang tercipta, karena kinerja ekspor tumbuh dan impor menurun," imbuhnya.

Adapun secara rinci, pada komoditas non migas tercatat mengalami surplus US$990,5 juta. Sedangkan pada migas terjadi defisit sebesar US$829,2 juta.

Defisit migas terdiri dari nilai minyak mentah yang mengalami defisit US$237,5 juta dan hasil minyak defisit US$1 miliar. Namun pada gas tercatat surplus US$409,4 juta.

Adapun sepanjang Januari-Oktober 2019 kinerja neraca perdagangan Indonesia masih tercatat defisit sebesar US$1,79 miliar. Realisasi ini lebih baik dari periode Januari-Oktober 2018 yang defisit sebesar US$5,5 miliar.

Dimana laju komoditas nonmigas sepanjang awal tahun hingga akhir Oktober 2019 tercatat surplus sebesar US$5,48 miliar. Lebih rendah dari posisi akhir Oktober 2018 yang surplus US$5,2 miliar.

Sedangkan untuk komoditas migas tercatat defisit sebesar US$7,2 miliar. Nilai itu lebih baik dari periode yang sama di tahun lalu yang mengalami defisit sebesar US$10,8 miliar.[]

 

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

Gandeng BPS dan Kejagung, Mentan Sinergi Pembangunan Pertanian

Image

Ekonomi

Atasi Defisit Neraca Perdagangan, Pemerintah Dituntut Percepat Realisasi FTA

Image

Ekonomi

Misbakhun: BPS Lebih Berharga dari Pertamina dan SKK Migas

Image

Ekonomi

Hanya Papua yang Pertumbuhan Ekonominya Negatif 3 Triwulan Terakhir, Apa Penyebabnya?

Image

Ekonomi

Bos BPS: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2019 Terendah Selama 2 Tahun Terakhir

Image

News

Kebutuhan Pangan Hari Natal dan Tahun Baru di Jawa Tengah Aman

Image

Ekonomi

FOTO BPS: Inflasi November 2019 Sebesar 0,14 Persen

Image

Ekonomi

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Sama Sekali Tak Pengaruhi Inflasi

Image

Ekonomi

Bahan Makanan Biang Kerok Inflasi November 2019

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Bernilai Lebih dari Rp13 Kuadriliun! Ini 7 Perusahaan di Bawah Alphabet Inc, Induk Google

Apa saja?

Image
Ekonomi

Waspada! Penawaran Investasi Bodong Diproyeksi Semakin Merajalela

OJK memprediksi penawaran-penawaran investasi ilegal masih akan banyak dan bahkan meningkat sehingga masyarakat diminta semakin mewaspada.

Image
Ekonomi

Bangkok Bank Caplok 89,12 Persen Saham Bank Permata

Harga yang harus dibayar oleh bank untuk kepemilikan 89,12 persen saham di Permata akan difinalisasikan berdasarkan 1,77 kali lipat.

Image
Ekonomi

Kota-kota Ini Diambang Kebocoran Sampah Hingga ke Perairan Laut

Kebocoran sampah juga dipengaruhi oleh jumlah kepadatan penduduk suatu daerah.

Image
Ekonomi

Rupiah Menguat Akibat Wait And See Investor Global

Nilai tukar rupiah melawan dolar AS pada pasar spot akhir perdagangan Kamis (12/12/2019) menguat 0,07% atau 10 poin ke Rp14.025.

Image
Ekonomi

Implementasi SIN Mampu Dongkrak Kepatuhan Pajak dan Menekan Korupsi

Implementasi penguatan basis pajak melalui single identity number (SIN) dapat meningkatkan rasio penerimaan pajak negara.

Image
Ekonomi

Pertamina Berencana Akuisisi Lapangan Migas Abu Dhabi

Perseroan mengincar potensi Participating Interest sebagai kontraktor kontrak kerja sama untuk WK yang sudah berproduksi.

Image
Ekonomi

Bappenas Berencana Gunakan Pembiayaan Syariah untuk Pemindahan Ibu Kota

Bappenas berencana mengikutsertakan pembiayaan syariah untuk Bank Tanah (Land Banking) dalam pembangunan ibu kota baru.

Image
Ekonomi

Pasar Khawatirkan Lagi Perang Dagang, IHSG Tumbang

Pada Kamis penutupan perdagangan (12/12/2019), IHSG melemah 0,66% atau 40,702 poin ke 6.139,39.

Image
Ekonomi

Pengusaha Harap Omnibus Law Efektif Perbaiki Iklim Usaha dan Investasi

Pelaku usaha dan investor sangat menantikan implementasi omnibus law karena diharapkan efektif memperbaiki iklim usaha dan investasi.

Available

trending topics

jamkrindo umkm

terpopuler

  1. 5 Fakta Unik Lolosnya Atalanta ke 16 Besar Liga Champions, Kalah Melulu di Awal dan Minjem Stadion

  2. Wanita yang Ditangkap Polres Jakbar Terkait Narkoba Ternyata Mantan Model Malaysia

  3. Massa Aksi: Innalilahi Wa Innalilaihi Rojiun Telah Mati Keimanan Anies Baswedan

  4. Pelaku Intimidasi Anggota Banser Kabur dari Rumah saat Didatangi Polisi Bikin Ngakak Politisi PSI

  5. Menikah Hari Ini, 8 Potret Kedekatan Cut Tari dan Richard Kevin

  6. Menikah di Tanggal Cantik, Ini Busana yang Dikenakan Cut Tari - Richard Kevin

  7. 7 Potret Cantik Ida Helena, Mantan Istri Richard Kevin yang Memesona

  8. Peluang Marcus/Kevin Ke Semi Final Di Ujung Tanduk

  9. Ini Jumlah Barang Bukti Narkoba yang Diselundupkan Eks Model DY dari Malaysia

  10. Dari Balita hingga Jadi Menhan, 10 Potret Transformasi Prabowo Subianto

Available

fokus

Stop Pelecehan Seksual
Kursus Calon Pengantin
Puasa Plastik
Available

kolom

Image
Ujang Komarudin

Sikap Abu-abu Partai Demokrat

Image
Achsanul Qosasi

Haruskah TVRI Kembali Mati Suri?

Image
Achmad Fachrudin

Revitalisasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat

Image
Hervin Saputra

Ego Tuan Rumah dan Reputasi SEA Games yang Kian Meragukan

Available

Wawancara

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Image
Video

Joshua Rahmat, CEO Muda yang Menggawangi Mytours

Sosok

Image
News

8 Gaya Santai Adian Napitupulu di Berbagai Kegiatan, Dinas hingga Bertemu Jokowi

Image
News

8 Potret Istri Panglima TNI Nanny Hadi Tjahjanto, Cantik di Berbagai Kegiatan

Image
Ekonomi

Dukung Transparansi Perusahaan, ini 5 Fakta Menarik Pendiri Qerja.com dan Jobs.id Veronika Linardi