image
Login / Sign Up

Izin Reekspor Sampah B3 Berbelit, Pengusaha Rugi Rp2 Miliar

Wayan Adhi Mahardika

Image

Ilustrasi Limbah Medis | ISTIMEWA

AKURAT.CO Pengusaha kertas dan bubur kertas mengaku mengalami kendala dalam mengurus perizinan ekspor ulang kontainer sampah yang teridentifikasi tercemar limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Direktur Eksekutif Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Liana Bratasida mengatakan, proses yang berbelit dari bea dan cukai memakan waktu hingga empat bulan untuk pengurusan izin reekspor. Oleh karena itu, dia mengaku bisa mengalami kerugian hingga Rp2 miliar.

"Proses izinnya itu biasanya bisa lama banget sampai empat bulan, padahal kan harus cepat," katanya saat ditemui di Gedung Kadin, Jakarta, Selasa (12/11/2019).

baca juga:

Dia mengatakan, sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan, jika impor sampah tersebut ternyata ditemukan limbah B3, maka importir harus siap melakukan ekspor kembali. Namun, itu membutuhkan izin dari lembaga terkait.

"Sudah ada di peraturan menteri perdagangan, kalau ada limbah B3 itu importir punya kewajiban untuk mereekspor. Ditandatangani dan itu siap. Tapi kan harus ada clearance dari pemerintah untuk kita mereekspor. Kalau enggak ada kita mau gimana, enggak boleh keluar," ujarnya.

Dia pun mengatakan, selama ini pihaknya belum diajak bicara oleh kementerian terkait mengenai permasalahan ini.  

Dia mengatakan, sampah yang tercemar limbah tersebut harus memiliki kriteria yang jelas agar dapat masuk ke negara eksportir. Sampai saat ini belum menerima bukti tertulis soal kontainer yang tercemar limbah B3.

"Enggak ada (bukti tertulis). Ke lapangan yang memeriksa itu tanyain ke bea cukai. Itu harus dibuktikan. Negara yang dituduh harus ada bukti kalau itu limbah B3, enggak bisa kalau hanya ngomong," jelasnya.

Liana menuturkan, hingga saat ini pun definisi antar kementerian yang terkait belum sama mengenai kriteria sampah yang bersih dan tercemar meski Indonesia sudah mengakui definisi internasional yang diprakarsai Konvensi Basel.

Sementara itu, Kasubdit Impor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Djanurindro Wibowo mengatakan proses pemeriksaan dan pengembalian sampah impor yang tercemar limbah B3 hanya membutuhkan waktu 30 hari, karena tidak mungkin berlama-lama tertahan di pelabuhan.

"Kalau di kita kan sudah buatkan (aturannya) biasanya tidak lebih dari 30 hari. Karena kan di pelabuhan itu enggak boleh lama," ucapnya.

Dia pun mengatakan masih tertahannya 1.064 kontainer yang belum terverifikasi di pelabuhan Tanjung Priok apakah tercemar limbah B3 atau bersih, disebabkan karena belum adanya pengajuan pemberitahuan impor barang (PIB) dari importir sehingga belum dapat ditentukan statusnya.

"Yang tersisa itu karena belum diajukan. Jadi barangnya sudah datang, dia belum mengajukan dokumen pemberitahuan impor barang (PIB). Belum bisa diproses," lanjutnya.

Namun demikian, kata Djanurindro saat ini sudah ada kontainer yang tercemar B3 yang dikirim kembali ke negara asalnya. Berdasarkan data bea dan cukai jumlah kontainer yang sudah direekspor ulang itu sebanyak 374 kontainer.

Akan tetapi dari 374 kontainer yang dikirim kembali, belum satu pun yang mencapai ke negara asalnya setelah 12 hari kerja sejak Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi pada 31 Oktober lalu mengatakan akan memprosesnya selama 30 hari.

"Masih di perjalanan ya, saya belum pantau ya kondisi yang sekarang. Waktu yang prescon saya mendampingi Pak Dirjen itu masih di perjalanan," jelas Djanurindro.

Untuk diketahui sampah impor tersebut datang dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Belanda, Slovenia, Spanyol, Jepang, Hongkong, dan Inggris. []

Editor: Dhera Arizona Pratiwi

berita terkait

Image

News

Banjir Bandang di Kertasari, Polisi: Sejumlah Motor Terbawa Arus dan Tidak Ada Korban

Image

Ekonomi

Erick Dukung Rencana Budi Karya Ajak Swasta Jual Avtur, Asal...

Image

News

FOTO Sengketa Badan Arbitrase Nasional Indonesia

Image

Ekonomi

Ketua DPR Harap Kadin Mampu Perkuat Regulasi Perekonomian

Image

Ekonomi

Puan Maharani Minta Pengusaha Bantu Penguatan Regulasi Perekonomian

Image

Ekonomi

Rosan Kumpulkan Pengusaha, Bahas Upaya Tingkatkan Ekonomi Nasional

Image

Ekonomi

Bamsoet: Ciptakan Business Friendly Agar Perekonomian Menguat

Image

Ekonomi

Kendaraan Listrik Berpotensi Jadikan Indonesia Produsen Otomotif Utama di ASEAN

Image

Ekonomi

Nakhoda Ciputra Tutup Usia, Kadin: Indonesia Kembali Kehilangan Sosok Panutan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Kurs Rupiah Mampu Gebuk Dolar AS

Nilai tukar rupiah melawan dolar AS pada pasar spot akhir perdagangan Selasa (10/12/2019) menang 0,14 % atau 20 poin ke Rp13.995.

Image
Ekonomi

Sentimen Global Memburuk, IHSG Langsung Jatuh

Pada Selasa pagi (10/12/2019), IHSG tercatat menguat 0,11% atau 7,03 poin ke 6.186,75.

Image
Ekonomi

Menperin Gencarkan Bangun Kawasan Industri Demi Dongkrak Ekonomi Nasional

Agus Gumiwang Kartasasmita berupaya gencar mendorong pengembangan kawasan industri guna memacu pertumbuhan ekonomi.

Image
Ekonomi

Harga Minyak Merosot Dipicu Pelemahan Ekspor China

Washington dan Beijing telah berusaha untuk menyepakati perjanjian perdagangan yang akan mengakhiri saling berbalas tarif.

Image
Ekonomi

Alasan Erick Thohir Tunjuk Rudiantara Jadi Bos Baru PLN

Sebelumnya Rudiantara juga pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Utama di PLN.

Image
Ekonomi

Penerapan B20 Mampu Turunkan Emisi Setara 20.000 Bus

Kementerian ESDM mencatat penerapan B20 telah menurunkan emisi sebanyak 5,61 juta ton CO2 atau setara dengan 20.000 bus.

Image
Ekonomi

Emas Justru Ikut Menyusut, Ketika Dolar AS Kusut

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Februari turun 0,2 dolar AS.

Image
Ekonomi

Intip Yuk! Menu Saham yang Bakal Cuan Hari Ini

IHSG masih akan menguat hari ini.

Image
Ekonomi

Setelah B30, Pemerintah Dorong Penggunaan Green Fuel

Pemerintah berupaya untuk memberikan insentif pada produsen biofuel agar harga green diesel atau green fuel lebih ekonomis.

Image
Ekonomi

OJK: Kemungkinan Sinergi Bank Konvensional dan Syariah Efektif pada 2020

program baru akan efektif diberlakukan pada 2020 mengingat aturan mengenai hal tersebut baru saja dirampungkan dan RBB baru bisa dinilai.

Available

trending topics

jamkrindo umkm

terpopuler

  1. Jokowi: Mau Masuk Perguruan Tinggi, Mentang-mentang Bapaknya Pejabat, Nggak Pakai Aturan Main Langsung Diterima, Itu Nggak Boleh

  2. Tinjau Latihan Pomal hingga Dampingi Menhan Prabowo, 10 Potret Gagah KSAL Laksamana Siwi Sukma Adji saat Jalankan Tugas

  3. Rocky Gerung Diancam Dipolisikan, Rachland Nashidik: Saya Ingatkan Pada Kawan-kawan PDIP, Roda Berputar

  4. Erick Thohir jadi Tukang Bakso, ini 10 Potret Seru Menteri Jokowi Main Drama #PrestasiTanpaKorupsi

  5. 10 Adu Gaya Seleb saat Hadiri Pernikahan Rezky Adhitya dan Citra Kirana, Hits Abis!

  6. Mengaku sebagai Lesbian di Ajang Miss Universe, 5 Fakta Menarik Miss Myanmar Swe Zin Htet

  7. Anggota DPRD DKI Sepakat Laporkan Anthony ke BK, Uki: Hapus Aja Fungsi Budgeting Sekalian

  8. Saat Masih Menikah, Angel Lelga Sebut Vicky Prasetyo Pernah ke Panti Pijat Plus-plus

  9. Digilas Filipina, Timnas Basket Putra Indonesia Gagal Raih Emas

  10. Hadiri Pernikahan Citra Kirana, Andi Arsyl Malah Ditagih Hal Ini oleh Warganet

Available

fokus

Stop Pelecehan Seksual
Kursus Calon Pengantin
Puasa Plastik
Available

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Relasi Pemilu dengan Kinerja Elit Politik

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Menimbang Pencapresan Airlangga

Image
Siswanto Rusdi

Arah Bisnis Pelayaran Nasional

Image
Achsanul Qosasi

Beban Berat BUMN Perbankan

Available

Wawancara

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Image
Video

Joshua Rahmat, CEO Muda yang Menggawangi Mytours

Sosok

Image
Sea Games

5 Potret Pesona Nadeo Argawinata Pas di Luar Lapangan, Bikin Hati Cewek Berdesir

Image
Sea Games

Maria Natalia Londa

Emas (Terakhir) dan Senjakala Maria Londa di Clark City

Image
News

Harta Kekayaan Mencapai Rp78 Miliar, 5 Fakta Menarik Royke Tumilaar Bos Baru Bank Mandiri