image
Login / Sign Up

Adab Bekerja Sesuai Anjuran Islam, Apa Saja?

Anggi Dwifiani

Image

Ilustrasi zodiak yang berpeluang besar menjadi pegawai idola | Unsplash

AKURAT.CO Menurut ajaran Nabi Muhammad SAW bekerja memang lebih utama ketimbang meminta-minta. Namun dalam bekerja kita diharuskan memiliki adabnya, agar jangan sampai semua yang kita kerjakan menjadi sia-sia dan tidak mendapatkan barakah untuk dunia dan akhirat kelak.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

Tidaklah seorang memakan makanan yang lebih baik daripada hasil usahanya sendiri. Sungguh, nabi Dawud ‘alaihissalam, beliau makan dari hasil jerih payah tangannya” (HR. Bukhari – 1966)

baca juga:

Al-Irnam as-Sarakhsiy berkata, “Sesungguhnya Allah mewajibkan para hamba-Nya untuk mencari nafkah kehidupan, agar mereka dapat menjalankan ketaatan kepada Allah. Allah Berfirman, ‘Dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” Allah menjadikan mencari rezeki sebagai sebab untuk beribadah.”

Melihat keutamaan dalam bekerja, berikut ini disajikan adab dalam bekerja sesuai anjuran syariat yang baik. 

1. Pilih jenis pekerjaan yang halal

Ketahuilah, wahai saudaraku! Allah-lah yang Maha Memberi rezeki. Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman,

“Sesungguhnya Allah, Dia-lah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS adz-Dzariyat: 58)

Jemputlah rezekimu dengan cara yang halal! Pilih jenis pekerjaan yang halal, jangan yang haram. Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman,

”Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami Berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.” (QS al-Baqarah (2)2172)

Maka, seorang muslim dituntut untuk makan dari yang halal. Jika dia memberi nafkah maka harus dari penghasilan yang baik, dan hal itu tidak bisa terwujud kecuali apabila pekerjaan yang dia pilih telah dibolehkan dalam Islam.

Ketahuilah, wahai saudaraku! Rezeki yang haram tidak akan membawa keberkahan, hanya akan membinasakan! Dari Ka’b ibn ‘Ujrah radhiallahu’anhu bahwasa nya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

”Wahai Ka’b ibn ‘Ujrah! Sesungguhnya tidak akan masuk surga, daging dan darah yang tumbuh dari harta haram, neraka lebih berhak/patut baginya.”

2. Mengikat perjanjian kerja

Islam sangat menganjurkan agar dibuat akad perjanjian kerja antara pekerja dengan perusahaan atau yang memberi pekerjaan. Perjanjian kerja ini memuat kesepakatan antara dua pihak, dan perkara ini sangat penting, karena akan terwujud keadilan antara dua pihak yang bersepakat dan menghindari perselisihan antara keduanya. Kesepakatan kerja yang dibuat mencakup:

a) jenis pekerjaan dan bentuknya,

b) penjelasan waktu kerja atau lamanya pekerjaan itu harus diselesaikan,

c) penentuan upah atau gaji pekerja,

d) dan lain-lain yang dianggap perlu.

Dasar hukum pentingnya kesepakatan ketika bekerja adalah firman Allah yang berbunyi,

“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah akad-akad itu.” (QS. al-Ma’idah: 21)

Sifat orang yang beriman adalah menjaga amanah dan janji yang dipikulnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman,

”Dan orang-orang yang memelihara amanah (yang dipikulnya) dan janjinya.” (QS. Al-Mu’minun 8).

3. Memilih pekerja yang cakap dan mampu dalam bidangnya

Islam mengarahkan agar kita tidak memberikan pekerjaan kecuali kepada orang yang telah memenuhi kriteria, seperti keahliannya dan kemampuannya dalam pekerjaan yang akan diembankannya. Ambillah pelajaran dari ucapan Nabi Yusuf ‘alaihissalam yang Allah Kisahkan dalam firman-Nya,

“Berkata Yusuf, ”Jadikanlah aku bendahara negara (Mesir)! Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.” (QS. Yusuf: 55)

Ucapan Nabi Yusuf ‘alaihissalam, “aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan,” ini menunjukkan kemampuan Nabi Yusuf ‘alaihissalam dalam menjadi bendahara negara Mesir.

Juga berdasarkan kisah Nabi Syu’aib ‘alaihissalama ketika putrinya berkata kepadanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala  Berfirman mengisahkannya,

”Salah seorang dari kedua wanita itu berkata, ‘Wahai bapakku! Ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.” (QS. al-Qashash: 26)

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

“Jika suatu perkara itu diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kedatangan hari Kiamat.” (HR. Bukhari:59)

Bahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang memberikan pekerjaan kepada orang yang tidak mampu. Dikisahkan bahwa Sahabat Abu Dzar radhiallahu ‘anhu meminta kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar diangkat menjadi pemimpin dalam suatu wilayah, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sambil menepuk pundaknya (yakni Abu Dzar) bersabda,

”Wahai Abu Dzar! Sesungguhnya engkau orang yang lemah, dan pekerjaan ini adalah amanah, dan ini akan membawa kehinaan dan penyesalan pada hari Kiamat, kecuali orang yang mengambilnya dengan hak dan menunaikannya dengan benar.” (HR. Muslim-4823)

Sahabat Abu Dzar radhiallahu’anhu di sini, tidak kurang sedikit pun amanahnya, karena beliau Sahabat yang mulia. Akan tetapi, yang kurang darinya adalah kecakapan dan kemampuannya, dan hal ini tersirat dalam ucapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ”sesungguhnya engkau orang yang lemah,” maksudnya tabiat Sahabat Abu Dzar adalah orang yang lembut, kalem, tidak cocok dengan bidang kepemimpinan yang membutuhkan sikap tegas yang membuat takut orang yang zhalim dan menolak tindakan kesewenangan.

4. Beban pekerjaan sesuai dengan kemampuan

Termasuk keistimewaan agama Islam, bahwasanya Islam tidak membebankan suatu perkara yang di luar kesanggupan manusia. Allah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman,

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya.” (QS al-Baqarah: 286)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya saudara kalian (yaitu budak/hamba sahaya yang kalian miliki) ini adalah yang mengurus urusan kalian, Allah Menjadikan mereka di bawah perintah kalian. Maka, barang siapa yang saudaranya di bawah perintahnya, maka hendaklah dia memberi makan seperti dia makan, memberi pakaian seperti dia berpakaian, dan janganlah engkau membebani mereka dengan beban yang memberatkan mereka. ]ika kamu sudah membebani dengan beban berat, maka bantulah mereka.” (HR. Bukhari:30)

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Dan yang semakna dengan budak, termasuk dalam hal ini seperti pekerja dan lainnya.” (Fathul Bari (5:174)).

5. Mengerjakan kewajiban sebelum minta hak

Termasuk perkara baik dalam dunia pekerjaan adalah semangat dalam menyelesaikan kewajiban sebelum meminta hak upah atau gajinya. Karena, menunaikan pekerjaan yang wajib sama saja kita menunaikan akad yang telah dibuat, sehingga akan mengikat pihak lain untuk memberi upah atau gaji. Andaikan setiap pihak menunaikan hal ini, maka akan hilang perselisihan, akan terbangun tolong-menolong dalam dunia pekerjaan. Sehingga pada akhirnya akan tercipta kondisi yang baik dalam menyelesaikan pekerjaan dari sisi kerapian, ketepatan, dan sesuai yang diinginkan.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

News

Bikin Badan Jarang Sakit, ini 5 Pola Hidup ala Nabi Muhammad

Image

News

Meneladani Sifat Rasulullah sebagai Seorang Ayah dan Suami

Image

News

Sejarah Maulid Nabi yang Masih Diperdebatkan

Image

Ekonomi

Gaya Berbisnis Nabi Muhammad yang Patut Dijadikan Teladan

Image

News

Sering Dilalaikan, ini 6 Adab Makan Sesuai Sunah Nabi Agar Lebih Berkah

Image

Ekonomi

Mengingat Jejak Kebijakan Ekonomi di Masa Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW

Image

News

Persilakan Ma’ruf Amin Berikan Sambutan Acara Maulid Nabi, Jokowi: Penghormatan Kepada Beliau

Image

News

Ini 3 Golongan Orang yang Menuntut Ilmu, Mana yang Paling Beruntung?

Image

News

Ketika Nabi Muhammad Mengganjal Perutnya dengan Batu karena Lapar

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Menko Airlangga: Implementasi B30 Bisa Hemat Devisa Hingga US$4,8 Miliar

Airlangga Hartarto menyebutkan implementasi mandatori B30 dapat menghemat devisa negara hingga sebesar US$4,8 miliar.

Image
Ekonomi

Ekspor Nikel Dihentikan, Ombudsman Bakal Lanjutkan Investigasi

Laode Ida menyatakan pihaknya akan melanjutkan investigasi khusus terkait dampak kebijakan penghentian ekspor nikel.

Image
Ekonomi

Menguntungkan! Simak 5 Langkah Memulai Bisnis Beras Kemasan

Bisnis beras kemasan menjadi salah satu bisnis yang memiliki prospek yang tinggi untuk mendapatkan keuntungan.

Image
Ekonomi

Neraca Dagang Surplus, Menko Airlangga: Program Pemerintah Pada Arah yang Benar

Airlangga Hartarto mengatakan surplus neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2019 membuktikan keberhasilan program pemerintah.

Image
Ekonomi

Bank Bukopin Bidik Laba Rp250 Miliar Hingga Akhir 2019

Bank Bukopin bidik laba Rp250 miliar hingga akhir 2019.

Image
Ekonomi

Waspada Gendam, Berikut 8 Cara Mengantisipasinya!

Hipnotis sendiri adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk membuat seseorang mengikuti semua hal yang diucapkan oleh pelaku hipnotis.

Image
Ekonomi

Surplusnya Neraca Perdagangan Buat Kurs Rupiah Terbang

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pasar spot akhir perdagangan Jumat (15/11/2019) menguat 0,09% atau 12 poin Rp14.073.

Image
Ekonomi

Banyak Perusahaan Kehilangan Karyawan Akibat Menjamurnya Startup, Lalu Sistem Jaminannya?

Dengan hadirnya pilihan lapangan pekerjaan baru yang cukup menjanjikan dapat menjadi ancaman bagi perusahaan eksisting.

Image
Ekonomi

Pendidik hingga CEO, Ini 5 Fakta Menarik Ken Ratri Iswari, Pendiri Geekhunter

Perjalanan entrepeneurship Ken berawal dari bisnis mosaik foto pada tahun 2005

Image
Ekonomi

Alibaba Berani IPO di Tengah Semakin Mencekamnya Demonstrasi Hong Kong

Memanasnya demonstrasi di Hong Kong tak menghalangi Alibaba untuk menawarkan saham perdana (initial public offering/IPO).

Available

trending topics

terpopuler

  1. Said Didu Berceloteh Soal Ahok, Profesor USU: Kau Punya Pengaruh Apa?

  2. Sarankan Menteri BUMN Konsultasi dengan KPK Soal Ahok, Andre Rosiade Kena 'Tampar' Profesor USU

  3. Ditertawakan di Indonesian Idol hingga jadi Bintang di Malaysia, ini 5 Fakta Mengejutkan Karier Gabe “Wely"

  4. Salmafina Tak Lagi Main Medsos, Sunan Kalijaga: Yang Penting Gak Keluar dari Rumah

  5. Politisi ini Sebut Penganut Khilafah Pasti Gak Suka Ahok di BUMN

  6. Aset First Travel Tak Dikembalikan ke Korban dan Disita Negara, Tengku Zulkarnain: Negara Rugi Apa?

  7. 5 Seleb Hollywood Ini Mengaku Kecanduan Seks, Ada yang Pernah Tiduri Lima Ribu Wanita!

  8. Kata Sandiaga Uno Soal Ahok yang Santer Dikabarkan jadi Bos BUMN

  9. Sandiaga: Setelah Ahok Resmi Pimpin BUMN, Kita Wajib Dukung

  10. Pengamat Intelejen: Polisi Jadi Sasaran Teror Karena Kerap Gagah-gagahan di Televisi

Available

fokus

Nasib Sumber Air
Tantangan Pendidikan
Pejuang Kanker Payudara
Available

kolom

Image
Erizky Bagus Zuhair

Heritage Port Sunda Kelapa, dari Rempah-rempah ke Pariwisata

Image
UJANG KOMARUDIN

Memerangi Radikalisme

Image
Abdul Aziz SR

Pentingnya Tenaga Ahli DPRD

Image
Hasan Aoni

Secuil Kabar dari Amerika tentang Sri

Available

Wawancara

Image
News

Pemidanaan Korporasi Atas Karhutla Di Mata Praktisi Hukum

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag 2 - selesai)

'Pertandingan Paling Berkesan Adalah Menang'

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag-1)

'Suatu Hari Nanti Saya Ingin Melatih Timnas'

Sosok

Image
Ekonomi

Pendidik hingga CEO, Ini 5 Fakta Menarik Ken Ratri Iswari, Pendiri Geekhunter

Image
News

6 Potret Hangat Fadli Zon Antar Ibunda Pulang Kampung ke Payakumbuh

Image
News

Liburan ke Lombok hingga Nongkrong di Kafe, 8 Potret Terbaru Mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan