image
Login / Sign Up

Wapres Minta Data Penerima Dana Desa Diperbaharui

Siti Nurfaizah

Image

Wakil Presiden Maruf Amin saat menghadiri sidang kabinet paripurna perdana yang dihadiri suluruh menteri dan pejabat setingkat menteri di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (24/10/2019). Dalam sidang kabinet Indonesia Maju ini, Presiden Jokowi berpesan agar para menteri untuk menjalankan visi misi presiden dan wakil presiden. Menurutnya, tidak ada visi misi menteri, melainkan hanya visi misi presiden dan wakil presiden. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Wakil Presiden Ma'ruf Amin minta data desa penerima anggaran harus terus diperbarui secara berkala untuk menghindari adanya keberadaan "desa fiktif" dan memperbaiki data statistik jumlah desa.

"Itu harus terus di-update ya. Antisipasi ke depan, terus ada secara periodik dilakukan pengecekan-pengecekan dimana dana itu, desa-desa, masih ada nggak yang fiktif dan siluman itu," kata Ma'ruf Amin kepada wartawan di Kantor Wapres Jakarta, Jumat (8/11/2019). 

Wapres juga meminta agar kementerian terkait penyelenggaraan dana desa untuk terus berkoordinasi dan proaktif dalam memeriksa jumlah desa dan terkait penyaluran dananya.

"Mestinya memang tidak hanya menerima laporan, tapi juga melakukan pengecekan, betul apa tidak jumlah desa itu, siapa tahu masih ada lagi yang belum ter-detect, belum diketahui," ucapnya dilansir dari Antara. 

Koordinasi dan verifikasi secara berkala tersebut menjadi solusi bagi persoalan penyaluran dana desa, serta untuk memastikan bahwa anggaran dari Pemerintah Pusat untuk pembangunan desa benar-benar bermanfaat.

"Jadi memang supaya dana-dana dari APBN itu sampai kepada yang betul-betul bermanfaat untuk masyarakat," ujarnya.

"Desa fiktif" atau "desa hantu", yang keberadaannya tidak ada tapi terus mendapat kucuran dana desa, diungkap oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Jakarta, Senin (4/11).

Sri Mulyani mengungkapkan adanya transfer dana secara teratur ke desa-desa yang sebenarnya keberadaannya tidak ada. Dengan alasan itu, Kemenkeu akan memverifikasi jumlah desa yang diajukan untuk menerima anggaran desa.

Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar membantah adanya tudingan "desa fiktif" oleh Sri Mulyani. Abdul Halim mengatakan definisi "desa fiktif" tersebut harus disamakan persepsinya supaya tidak ada kesalahpahaman.

Abdul Halim mengaku bingung dengan istilah "desa fiktif" seperti yang dimaksud Sri Mulyani. Menurut Abdul Halim, selama ini desa yang mendapat kucuran dana dari APBN memiliki penduduk, pemerintahan, hingga pertanggungjawaban terhadap penggunaan dana desa.

"Kalau yang dimaksud fiktif itu sesuatu yang tidak ada, kemudian dikucuri dana dan dana tidak bisa dipertanggungjawabkan, itu tidak ada. Saya bingung yang namanya fiktif bagaimana," kata Abdul Halim di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat.

Alokasi dana desa dari APBN ke pemerintah kabupaten terus meningkat sejak program tersebut dibentuk. Pada 2015, anggaran dana desa sebesar Rp20,67 triliun, yang meningkat menjadi Rp46,98 triliun di 2016. Pada 2017 anggaran dana desa meningkat menjadi Rp60 triliun, kemudian menjadi Rp70 triliun di 2018, hingga terakhir di 2019 menjadi Rp72 triliun.[] 

baca juga:

Editor: Prabawati Sriningrum

Sumber: Antara

berita terkait

Image

Ekonomi

BTN 'Sisir' Dana Murah di Bengkulu dengan Produk-produk Unggulannya

Image

News

Pemerintah Aceh Akan Perjuangkan Dana Otonomi Khusus Secara Permanen

Image

News

FOTO Bangkai Babi Terjangkit Virus Hog Kolera Dibuang di Danau Siombak

Image

News

Babi-babi yang Ngambang di Danau Siombak akan Dikubur Secara Massal Besok Pagi

Image

Ekonomi

Misbakhun Sentil BI, Kebijakannya Tumpang Tindih dengan Pemerintah

Image

Gaya Hidup

5 Destinasi Wisata Romantis di Medan yang Wajib Dikunjungi Pasangan

Image

Ekonomi

Demi Masyarakat Sejahtera, Wamenkeu Minta Pegawainya Bersinergi

Image

News

Revitalisasi JPO di Jalan Sudirman Gunakan Dana KLB

Image

News

Mundur dari PNS, ini 5 Fakta Pencalonan Siti Nur Azizah di Pilwalkot Tangsel

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Aprindo: Beras Medium Miliki Kualitas Premium

Berdasarkan catatan Aprindo terdapat sekitar 45.000 ritel modern.

Image
Ekonomi

BI Dukung Ekonomi Mandiri Lewat Pembentukan Holding Pondok Pesantren

Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan agar pondok pesantren lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan ekonominya.

Image
Ekonomi

Kementerian BUMN: Sriwijaya Tetap Harus Bayar Utang!

Kementerian BUMN menyatakan tidak akan ikut campur terkait drama antara Garuda dan Sriwijaya.

Image
Ekonomi

Pertamina Lakukan EksplorasiĀ Migas Terbesar se-Asia Pasifik dan Australia

Pertamina Hulu Energi (PHE) secara resmi mulai melakukan survei Seismik Laut Regional 2D terbesar di Asia Pasifik dan Australia.

Image
Ekonomi

Sistem Non Tunai dengan Satu Kartu Berpotensi Menimbulkan Diskriminasi

Penerapan sistem non tunai pada transaksi publik yang hanya bisa memakai satu kartu perbankan berpotensi menimbulkan diskriminasi.

Image
Ekonomi

Izin Reekspor Sampah B3 Berbelit, Pengusaha Rugi Rp2 Miliar

Pengusaha kertas dan bubur kertas mengaku mengalami kendala dalam mengurus perizinan ekspor ulang kontainer limbah B3.

Image
Ekonomi

Ramah Cuan Sahabat Lingkungan, Ini 5 Fakta Menarik Toko Kelontong Kekinian, The Bulkstore & Co

Semakin marak berbagai terobosan terkini dengan membawa semangat zero waste.

Image
Ekonomi

Kelola 14 WK Panas Bumi, Pertamina Siap Dukung Listrik Nasional

Pertamina melalui anak usaha sektor hulu Pertamina Geothermal Energy terus menggenjot produksi energi panas bumi dari 14 WK.

Image
Ekonomi

Demi Buka Lapangan Kerja, Pengusaha Dukung Pemerintah Garap Omnibus Law

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Benny Sutrisno mengaku, pihaknya sangat menyambut baik tekad Presiden tersebut.

Image
Ekonomi

Ingin Mencoba Peruntungan Bisnis Kos-kosan? Simak 5 Tips Berikut!

Maka dari itu, bisnis kos-kosan selalu mempunyai prospek yang menjanjikan.

Available

trending topics

terpopuler

  1. Polemik Salam Semua Agama, Syamsuddin: Orang Lain Sudah Berpikir Bagaimana Wisata ke Luar Angkasa, Kita Masih Berkubang dalam Kegaduhan

  2. Syamsuddin Haris: Bagaimana Bangsa Mau Maju Jika Perdebatan Masih Urusan Salam

  3. Ternyata Hanya Satu Pemain Indonesia yang Diunggah di Akun Instagram Kento Momota, Siapa Dia?

  4. Komplotan Geng Motor yang Tewaskan Satpam Dikepalai Siswa SMA

  5. Larangan MUI Ucapkan Salam Semua Agama, SETARA Institute: Sangat Ekslusif dan Tidak Menghargai Perbedaan

  6. Pemerintah Dimintai Akui Lakukan Pencekalan HRS

  7. Viral Siswa SD Muhammadiyah Pakai Peci NU, Warganet: Indahnya Kebersamaan

  8. Tak Laporkan Tempo Soal Karikatur Anies, Ini Penjelasan Fahira Idris

  9. Penunggak Cicilan di Fintech Kini Tak Bisa Pinjam Sana Sini Lagi

  10. Minta Rizieq Shihab Ungkap Kebenaran Surat Cekal, Ferdinand: Jangan Negara ini Dibusukkan oleh Opini Kosong

Available

fokus

Nasib Sumber Air
Tantangan Pendidikan
Pejuang Kanker Payudara
Available

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Pentingnya Tenaga Ahli DPRD

Image
Hasan Aoni

Secuil Kabar dari Amerika tentang Sri

Image
UJANG KOMARUDIN

Inspirasi Hari Pahlawan

Image
Rozi Kurnia

Polemik Sinema atau Bukan Sinema ala Martin Scorsese

Available

Wawancara

Image
News

Pemidanaan Korporasi Atas Karhutla Di Mata Praktisi Hukum

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag 2 - selesai)

'Pertandingan Paling Berkesan Adalah Menang'

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag-1)

'Suatu Hari Nanti Saya Ingin Melatih Timnas'

Sosok

Image
News

Nggak Gengsian, ini 5 Potret Memesona Utari si Penjual Cilok di Boyolali yang Viral

Image
News

6 Potret Seru Susi Pudjiastuti saat Liburan, Sambil Momong Cucu

Image
News

Mundur dari PNS, ini 5 Fakta Pencalonan Siti Nur Azizah di Pilwalkot Tangsel