image
Login / Sign Up

Indonesia Harus Hapus Hambatan Non Tarif dalam Perdagangan Internasional

Wayan Adhi Mahardika

Image

Ilustrasi WTO (World Trade Organization/Organisasi Perdagangan Dunia) | REUTERS/Ruben Sprich

AKURAT.CO Indonesia harus menunjukkan komitmen dan keseriusannya dalam mentaati perjanjian dagang internasional, salah satunya melalui penghapusan hambatan non tarif dan juga menghilangkan restriksi (pembatasan) pada perdagangan internasional.

Indonesia sudah menandatangani General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) WTO pada 1994 lalu yang menyebutkan kalau hambatan non tarif tidak boleh menjadi pembatasan dalam perdagangan.

Namun pada kenyataannya, Indonesia justru membatasi impor pada beberapa komoditas. Walaupun pemerintah sudah meratifikasi GATT WTO tersebut lewat Undang-Undang (UU) nomor 7 tahun 1994, peraturan turunannya justru menjadi hambatan non tarif.

baca juga:

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Galuh Octania mengatakan, salah satu komoditas pangan yang terkena dampak penerapan hambatan non tarif adalah beras.

"Hambatan tersebut pada akhirnya berkontribusi pada kenaikan harga beras secara signifikan, yang juga memengaruhi asupan kalori orang karena ketidakmampuan mereka untuk memenuhi kebutuhan gizi makanan bagi keluarga mereka, terutama orang miskin," ucap Galuh seperti dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Saat ini, lanjut Galuh, produktivitas beras dalam negeri tidak cukup tinggi untuk menjaga kestabilan harga beras. Produktivitas beras musiman telah berfluktuasi sejak 2013, mencapai rata-rata hanya 5,19 ton per hektare per tahun. Sementara pemerintah mengklaim bahwa hasil produksi beras dalam negeri telah meningkat setiap tahun dan mengalami surplus, mereka terus secara konsisten mengimpor beras dari luar negeri. Tentu saja hal ini bertentangan dengan klaim bahwa produksi dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Tingginya harga beras diperburuk oleh tingginya tarif impor. Tarif Rp450 per kilogram diberlakukan untuk semua jenis beras impor, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 6 Tahun 2017. Lalu UU Pangan Nomor 18 Tahun 2012 memprioritaskan pengembangan produksi tanaman pangan domestik. Undang-undang tersebut menekankan pada larangan impor jika produksi dalam negeri cukup untuk memenuhi permintaan,” jelasnya.

Selain pembatasan tarif dan UU, impor beras juga dipersulit oleh proses impor yang panjang. Pemerintah telah menunjuk Bulog sebagai importir tunggal beras kualitas medium. Kewenangan ini menjadikan mereka memiliki hak monopoli atas komoditas tersebut.

Dengan demikian, keputusan untuk mengimpor beras hanya dapat dilakukan setelah kesepakatan dicapai melalui rapat koordinasi antara beberapa kementerian di Indonesia. Rapat koordinasi memakan waktu yang tidak sebentar, belum lagi perbedaan data antar instansi yang menambah rumit permasalahan hingga menunggu persetujuan presiden.

Hasil penelitian CIPS menyimpulkan, Bulog dapat menghemat lebih dari US$21 juta kalau Bulog dapat membeli beras ketika harganya lebih rendah dari Januari 2010 hingga Maret 2017. Selain itu, perkiraan produksi beras domestik yang terlalu tinggi juga mengakibatkan munculnya optimisme bahwa pasokan beras dalam negeri akan memenuhi permintaan domestik dan impor beras tidak akan diperlukan.

Ketika kesimpulan ini terbukti tidak benar, biaya impor beras akan meningkat karena tindakan yang tidak akurat pada kebijakan perdagangan. Harga beras domestik secara konsisten lebih tinggi dari harga internasional dan terus meningkat secara bertahap sejak 2009. Pada Juli 2019, harga beras dalam negeri dua kali lipat dari harga internasional yaitu sebesar Rp5.923 per kilogram. Sedangkan harga beras di Indonesia berkisar antara Rp9.450 untuk beras medium hingga Rp12.800 untuk beras premium.

Pemerintah ingin memangkas peraturan yang menghambat investasi dan ingin meningkatkan ekspor Indonesia. Tetapi keinginan ini bertolak belakang dengan kebijakan proteksi impor. Birokrasi yang panjang dan memakan waktu lama, pembatasan kuota dan perizinan, penentuan waktu impor dan hambatan non tarif lainnya akan membawa dampak negatif bagi investasi dan nilai ekspor. Kinerja investasi dan ekspor Indonesia pada akhirnya akan memengaruhi perekonomian Indonesia secara agregat.

“Saat ini banyak produk Indonesia membutuhkan bahan baku yang tidak dapat disediakan oleh dalam negeri sehingga butuh melewati impor. Kalau pemerintah memberikan pembatasan terhadap impor yang berlebihan, tidak hanya akan berdampak pada kerugian yang dirasakan oleh negara eksportir, tetapi dapat menghambat pertumbuhan investasi di dalam negeri. Belum lagi produk Indonesia yang di ekspor akan mengalami penurunan nilai,” ungkapnya.

Proteksi dan hambatan non tarif dalam perdagangan ini tercermin dalam peringkat Indonesia di International Trade Barrier Index yang dirilis Property Rights Alliance. Indonesia berada di posisi 72 dari 86 negara.

Di antara negara-negara ASEAN, Singapore menduduki peringkat pertama dalam indeks ini. Indonesia bahkan kalah dari Malaysia dan Vietnam yang duduk di peringkat 55 dan 67. Namun Indonesia masih lebih baik dari Filipina dan Thailand yang berada di peringkat 78 dan 83. []

Editor: Dhera Arizona Pratiwi

berita terkait

Image

Ekonomi

Ketahanan Pangan Bukan Hanya Soal Ketersediaan

Image

Ekonomi

Perang Dagang

China Bisa Jatuhkan Sanksi US$3,57 Miliar per Tahun ke AS, Kok Bisa?

Image

Ekonomi

Pengamat Minta Pemerintah Lakukan Reformasi Permudah Perizinan Usaha

Image

Ekonomi

UMP Naik, Pemerintah Perlu Tinjau Ulang PP 78/2015

Image

Ekonomi

Tingkatkan Kinerja Ekspor, Pemerintah Perlu Buka Pasar Baru dan Harmonisasi Regulasi

Image

Ekonomi

Begini Rahasia China Bisa Kuasai Ekonomi Global

Image

Ekonomi

Perang Dagang

WTO Beri 'Karpet Merah', AS Siap Perang Tarif dengan Uni Eropa

Image

Ekonomi

Tak Terima Dampak Kebijakan EBT terhadap Industri Sawit, RIĀ Siapkan Gugatan ke WTO

Image

Ekonomi

Indonesia Siap Hadapi Aturan EU-RED II di WTO

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Hanya Dipengaruhi Faktor Teknikal, Seberapa 'Canggih' IHSG Untuk Rebound?

Hingga sejauh ini Selasa (20/11/2019), IHSG menguat 0,01% atau 0,340 poin ke level 6.152,430.

Image
Ekonomi

Segini Kekayaan Chandra Hamzah, Calon Kuat Petinggi Bank BUMN

Profil, perjalanan karir dan harta kekayaan Chandra Hamzah, calon kuat petinggi BUMN.

Image
Ekonomi

Panik Kelebihan Pasokan, Harga Minyak Runtuh

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari jatuh 1,53 dolar AS atau 2,5 persen menjadi ditutup pada 60,91 dolar AS per barel.

Image
Ekonomi

Emas Cerah Karena Ekuitas AS Lemah

Indeks Dow Jones turun 94,80 poin atau 0,34 persen.

Image
Ekonomi

IHSG Bakal Bergerak Mix, Saham Ini Cocok Dibeli

Penguatan IHSG tanpa didorong oleh sentimen apapun, yang berarti hanya faktor teknikal.

Image
Ekonomi

Investor Soroti Risalah Fed, Dolar AS Terangkat

Indeks dolar AS, yang membandingkan dolar terhadap enam mata uang utama, naik 0,05 persen.

Image
Ekonomi

Sektor Ritel Hambat Pergerakan Wall Street

Presiden AS Donald Trump pada Selasa mengancam akan meningkatkan perang dagang dengan menaikkan tarif impor barang-barang China.

Image
Ekonomi

5 Langkah Jitu Tingkatkan Konversi di Dunia Digital Marketing

Pengunjung akan mencari jalan termudah untuk membeli produk secara online

Image
Ekonomi

Omzet Capai Rp2,4 M! Ini 5 Fakta Menarik Adam Abdullah, Pendiri Bisnis Fesyen Wah Gede Banget

Ia kerap kesulitan menemukan produk dengan ukuran big size

Image
Ekonomi

Pupuk Indonesia Benarkan Mantan Sesmen BUMN Jadi Wadirut

Manajemen Pupuk Indonesia mengonfirmasi Mantan Sesmen BUMN Imam Apriyanto Putro bakal mengisi posisi Wadirut perseroan.

Available

trending topics

terpopuler

  1. Gusur Bangunan Liar, Pengamat: Anies Baswedan Potensi Ditinggal Pendukung

  2. Erick Tunjuk 5 Deputi dan 1 Sesmen Jadi Direksi BUMN, Ini Susunan Resminya!

  3. Beberkan Produk Berbahan Merkuri, Pemilik Singgung Attitude Nikita Mirzani

  4. Syamsuddin: Saya Kira Tidak Elok Bagi Menteri Edhy Prabowo Beberkan Kejanggalan Ibu Susi

  5. Gara-gara Hal Ini, Ekonomi Indonesia Jadi Sorotan Dunia?

  6. Satu Terduga Teroris Ditangkap di Solo, Tetangga: Setiap Pulang ke Rumah Selalu Bawa Masalah

  7. Penampakan Potret Lawas Ariel 'NOAH' Semasa SMP yang Diunggah Sang Guru

  8. Begini Komentar Anies Soal Penggusuran Sunter

  9. Pemeran Bombom di Sinetron Bidadari, Cecep Reza Meninggal Dunia

  10. Ratusan Ribu Warga Jateng Mundur Sebagai Penerima PKH, Ganjar: Mereka Sudah Merasa Mampu, Saya Bangga!

Available

fokus

Stop kekerasan
Nasib Sumber Air
Tantangan Pendidikan
Available

kolom

Image
H. Desmond J. Mahesa, SH.MH

Tulisan 2 Praktik Penetapan, Perlindungan dan Penghargaan Justice Collaborator di Indonesia

Image
H. Desmond J. Mahesa, SH.MH

Mengurai Beberapa Masalah Justice Collaborator dalam Penegakan Hukum di Indonesia

Image
Abdul Aziz SR

Benarkah Bersistem Presidensial?

Image
Erizky Bagus Zuhair

Heritage Port Sunda Kelapa, dari Rempah-rempah ke Pariwisata

Available

Wawancara

Image
Video

VIDEO Sepak Terjang Erna Hernawati Mengawal UPN Veteran Jakarta

Image
News

Pemidanaan Korporasi Atas Karhutla Di Mata Praktisi Hukum

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag 2 - selesai)

'Pertandingan Paling Berkesan Adalah Menang'

Sosok

Image
News

Video 'Panitia Hari Kiamat' Viral, 5 Fakta Menarik Ustaz Das'ad Latif

Image
News

7 Potret Bahagia Keluarga Menparekraf Wishnutama Sambut Kelahiran Salima Putri Tama

Image
News

Dipuji Presiden Jokowi, Ini 5 Fakta Menarik Arvila Delitriana Sosok Perancang Jalur LRT Jabodetabek