image
Login / Sign Up

Gara-gara The Fed IHSG Bergerak Fluktuatif

Anggi Dwifiani

Image

Pekerja memotret pergerakan saham di Bursa Efek Jakarta, Senin (10/6/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin ini menguat setelah libur panjang Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriah. IHSG dibuka menguat 68,18 poin atau 1,1 persen ke posisi 6.277,29. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 17,47 poin atau 1,78 persen menjadi 1.000,35.  | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan Kamis (31/10/2019) bergerak mix. Pada pembukaan, IHSG lesu ke 6290,56. Pada 09.00, IHSG menguat 0,02% atau 1,5 poin ke 6297,29.  

Pada pembukaan perdagangan, 126 saham menguat, 28 saham lesu, dan 122 saham stagnan. 

Saham teratas yang paling menguat dari kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 adalah Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) naik 1,43% ke Rp284 per lembar saham. Saham yang paling melemah adalah Perusahaan Gas Negara Persero ( PGAS) turun 9,84% ke Rp2.200.

baca juga:

Secara umum, saham teruntung adalah Garuda Indonesia Persero Tbk (GIAA) naik 5,08% ke Rp620 per lembar saham. Sementara, saham terlesunya adalah Perusahaan Gas Negara Persero ( PGAS) turun 9,84% ke Rp2.200.

Mixnya IHSG didorong oleh pemotongan suku bunga The Fed, ketidakjelasan tempat kesepakatan dagang AS-China, dan wait and see rilis data GDP kuartal III, kata Direktur Riset Pilarmas Investindo Maximilianus Nico.

"Pemotongan ini sesuai dengan yang disampaikan oleh The Fed sebelumnya, bahwa The Fed akan melakukan pemotongan lebih lanjut sesuai dengan data dan prospek ekonomi yang berubah secara material," kata Nico.

Tidak hanya itu saja, The Fed juga menyampaikan bahwa ketegangan perdagangan antara Amerika dan China semakin membaik, begitu pun dengan proses Brexit.

Dalam pernyataannya, The Fed juga tampaknya akan menunda pemotongan The Fed untuk berikutnya, sehingga terdengar bahwa pemotongan di bulan Oktober 2019 ini merupakan pemotongan yang terakhir tahun ini. 

"Kesepakatan Amerika dan China Batal! Batal tapi bukan dikarenakan Amerika dan China. Namun lebih kepada dari pihak Chili yang membatalkan pertemuan KTT Ekonomi Asia Pacific yang akan di helat pada November 2019," kata Nico. 

Sejauh ini dari masing masing pihak, baik Amerika dan China masih terus mencari lokasi lain sebagai tempat penandatangan kesepakatan tahap pertama. 

"Kami hanya khawatir semakin lama ada penundaan, semakin tinggi tingkat ketidakpastian, dan apapun bisa saja terjadi. Mungkin saja ini semua hanya menjadi pepesan kosong kembali. Namun tentu kita berharap yang terbaik," kata Nico.

Menjelang rilis data GDP, pandangan Pilarmas terhadap kinerja ekonomi kuartal III pada pekan depan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2019 diperkirakan hanya 5% dan sepanjang tahun ini diperkirakan tumbuh sebesar 5,1% dengan catatan terjadi peningkatan daya beli pada kuartal IV/2019.

Surplus neraca perdagangan dinilai tidak banyak mendorong pertumbuhan ekonomi dimana ekspor dan impor saat ini masih mengalami tekanan dampak dari perang dagang.

Kepala riset Valbury Sekuritas Alfiansyah menilai mixnya IHSG dipicu oleh penurunan suku bunga The Fed, redominasi Rupiah, anggaran AS yang hampir habis, dan prediksi PDB Indonesia yang jauh dari target.

"Pemerintah belum berencana melakukan redominasi Rupiah yakni penyederhanaan nilai mata uang menjadi lebih kecil melalui pengurangan angka nol, tanpa mengubah nilai tukarnya," kata Alfiansyah

Fokus pemerintah lebih kepada menjaga perekonomian ditengah tekanan dari gejolak global. Dipihak lain Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo berharap pemerintah Indonesia bisa segera redenominasi Rupiah, meski baru bisa dilakukan beberapa tahun mendatang.

Namun, ada pendapat lain bahwa kebijakan redenominasi tidak akan bisa mendongkrak nilai Rupiah terhadap Dolar AS. Sebab nilai Rupiah dipengaruhi akibat dari satu langkah perbaikan produktivitas, kemampuan persaingan dan sebagainya.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi Indonesia pada 2019 tumbuh 5,05%. Hal ini jauh dari target pemerintah dalam APBN 2019 sebesar 5,3%. Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah akan berupaya keras mendorong laju pertumbuhan ekonomi dengan instrumen utama APBN, karena sifatnya untuk mendorong sektoral yang disesuaikan dengan prioritas. 

Dari Amerika Serikat (AS), Anggaran pemerintah AS dipastikan habis pada 21 November. Hal ini pun terancam membuat pemerintah AS menutup operasinya (shutdown). Salah satu syarat pencairannya harus mendapatkan persetujuan dari Presiden Donald Trump.

Kemungkinan Trump akan sengaja menggunakan kesempatan ini untuk menutup pemerintahan agar proses penyelidikan pemakzulan bisa dihindari. Trump saat ini sedang berada di bawah penyelidikan pemakzulan setelah Trump terbukti memerintahkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, menyelidiki kehidupan Joe Biden.

The Fed kembali memangkas suku bunga, sebesar 25 basis poin (bps) ke kisaran 1,5% hingga 1,75%. Ketua The Fed, Jerome Powell mengatakan, penurunan diambil untuk tetap menjaga ekonomi AS kuat dalam menghadapi pertumbuhan global dan untuk memberi perlindungan dari risiko yng akan terjadi ke depan.

China tuduh AS lakukan bullying ekonomi setelah regulator AS mengancam memotong dana subsidi jaringan telekomunikasi AS yang menggunakan perangkat buatan Cina. Cina secara tegas menentang kekuatan AS yang menyalahgunakan untuk menekan perusahaan Cina tertentu dengan tuduhan yang tidak beralasan tanpa adanya bukti.[]

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Olahraga

Istri Meninggal Sebelum Juara, 5 Potret Haru Atlet Angkat Berat Jerman Saat Jadi Kampiun Olimpiade 2008

Image

Ekonomi

IHSG Akhirnya Finish di Zona Hijau Berkat Rencana New Normal

Image

Ekonomi

Ketegangan AS-China Juga Membuat IHSG Merah

Image

Ekonomi

Realisasi Buyback Saham Tanpa RUPS Capai Rp1,57 Triliun, Perusahaan Non BUMN Dominan

Image

Ekonomi

IHSG Mampu Terus Hijau di Tengah Fluktuasinya Bursa Kawasan

Image

Ekonomi

IHSG Terus Perkasa Berkat Menguatnya Bursa Regional

Image

Ekonomi

Rencana Pembukaan Ekonomi Bertahap Buat IHSG Menguat

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Pasar Saham Optimis Menyambut Skenario New Normal Pemerintah

Image

Ekonomi

Rawan Aksi Ambil Untung Setelah Menguat Terus, IHSG Lemas

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pelaku Usaha Sambut Baik Upaya Kemenperin Dukung Industri Saat COVID-19

Pelaku usaha menyambut baik sejumlah kebijakan strategis yang telah dijalankan oleh Kemenperin dalam mendukung aktivitas sektor industri.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Legislator Pertanyakan Biaya Perawatan Pasien COVID-19 yang Terlalu Tinggi

Rahmad meminta biaya perawatan pasien COVID-19 di Indonesia dievaluasi karena ada perbedaan signifikan dibandingkan dengan negara tetangga.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

1,1 Juta Nelayan Terdampak COVID-19 Balal Terima BLT Rp600 Ribu

Sebanyak 1,1 juta nelayan yang terdampak pandemi COVID-19 akan mendapatkan BLT senilai Rp600 ribu/bulan.

Image
Ekonomi

Tanami Pekarangan, Mentan SYL: Sumber Pangan, Menambah Pendapatan

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, corona mungkin bisa selesai dari beberapa bulan, akan tetapi perut rakyat tidak boleh bersoal

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Kemenko Maritim Dorong Penerapan New Normal di Sektor Perikanan

Kemenko Maritim dan Investasi mendorong penerapan protokol tatanan normal baru (new normal) di sektor perikanan dan kelautan.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

MPR Desak Pemerintah Percepat Pencairan Insentif Bagi Tenaga Medis

MPR desak pemerintah untuk mempercepat realisasi insentif bagi tenaga medis dan kesehatam yang mrnangani langsung pasien COVID-19.

Image
Ekonomi

Ingin Fokus Kerja, Bos Baru TVRI Nonaktifkan Akun Medsos

Bos TVRI Imam Brotoseno : menonaktifkan akun media sosial agar fapat lebih fokus dalam bekerja mengemban amanah jabatan barunya.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Kementerian PUPR Dukung Upaya Penyekatan Arus Balik

Kementerian PUPR mendukung dan membantu aparat kepolisian dan lembaga-lembaga terkait dalam upaya penyekatan arus balik ke Jakarta.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Indef: Penyekatan Arus Balik Bisa Tekan Penyebaran COVID-19

Eko menilai upaya penyekatan arus balik ke Jakarta bisa menghadang pemudik serta perantau menekan penyebaran COVID-19 di Jabodetabek.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Bahana Sebut Semangat Pancasila Bisa Jadi Dasar Kesuksesan New Normal

Bos Bahana sebut semangat Pancasila jadi dasar pelaksaan normal baru di holding BUMN bidang asuransi dan penjaminan.

terpopuler

  1. 102 Wilayah Sudah Boleh Beraktivitas Seperti Sediakala, Doni: Saya Ulangi Sekali Lagi, Sangat Tergantung Kedisiplinan Masyarakat

  2. Guru Besar Nimatul Huda Diteror, Fahri Hamzah: Saya Usul UII Lapor Sinuwun Aja

  3. Kontroversi Risma Marah, PDIP: Dalam Situasi Tidak Mudah Seperti Ini, Gotong-royong Harus Dikedepankan

  4. Polisi: TNI dan Polri Berperan Penting dalam Penerapan New Normal

  5. Anggota DPR Kutuk Keras Ancaman dan Intimidasi Terhadap Diskusi di UGM

  6. Kasus COVID-19 di Jatim Naik, Sedangkan Jabar Walau Angkanya Masih Tinggi Cenderung Turun

  7. Sandiaga Uno Rekomendasikan Kegiatan Ekonomi Dibuka dalam 4 Zona Saat New Normal

  8. Wisatawan Serbu Kawasan Puncak Bogor

  9. Polisi Perketat Penyekatan Kendaraan di Pelabuhan Merak

  10. Siapkan Transisi Menuju New Normal, Khofifah Tidak Perpanjang PSBB di Malang Raya

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Memaknai Silaturahim Virtual

Image
Azami Mohammad

Gaya Bengis Antirokok Memainkan Isu Anak

Image
Dr Idham Kholik

Menjadi (kan) Pemilih Antifobia Covid-19

Image
Ujang Komarudin

New Normal

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit

Image
News

Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton