image
Login / Sign Up

Luhut Pandjaitan, Jenderal 'Segala Urusan' yang Kawal Maritim dan Investasi

Atikah Umiyani

Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Image

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat keluar dari Istana usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (22/10/2019). Luhut Binsar Pandjaitan kembali dipercaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi bagian kabinetnya periode 2019-2024. Posisinya juga masih sama, memimpin Kementerian Koordinator Kemaritiman serta mengurusi investasi.  | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Luhut Binsar Pandjaitan menjadi tokoh yang terakhir datang ke Istana Negara, Selasa malam (22/10/2019), sebelum Presiden Jokowi mengumumkan secara resmi jajaran kabinet barunya dalam pemerintahan periode kedua Rabu pagi (23/10/2019).

Setelah bertemu dengan Presiden, mantan Kepala Staf Presiden (KSP) itu mengaku dihubungi oleh Istana sekitar pukul 18.30 WIB. Ia mengaku diajak diskusi selama sekitar 20 menit oleh Presiden untuk diberi tahu apa saja yang akan menjadi tugasnya dalam lima tahun ke depan dalam kabinet baru.

“Saya dipanggil Presiden, di-‘brief’ untuk tugas saya ke depan, nanti menangani mengenai maritim dan investasi,” kata Luhut.

baca juga:

Dan pada pengumuman pada hari ini, Luhut akan menduduki Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi.

Siapa Luhut?

Lahir di Simargala, Toba Samosir, Sumatera Utara, 72 tahun lalu, Luhut merupakan lulusan terbaik Akademi Militer Nasional angkatan 1970 sehingga mendapatkan penghargaan Adhi Makayasa.

Suami dari Devi Simatupang itu masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) pada 1967 dan karir militernya banyak dihabiskan di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat.

Purnawirawan Jenderal itu pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Singapura pada 1999-2000 dan menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan pada Kabinet Persatuan Nasional era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Bersama Presiden Jokowi, Luhut menduduki jabatan paling lama di pemerintahan dimulai dari Kepala Staf Presiden (2014-2015), Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (2015-2016) dan berlanjut menjadi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (2016-2019).

Kawal investasi

Di posisi yang baru, Luhut akan kembali menempati posisi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman atau kerap disebut Menko Maritim. Namun, yang berbeda, nama kementerian itu akan mendapat bubuhan kata “investasi” sehingga kemungkinan besar Luhut akan ikut bertugas untuk ikut mengawal investasi.

Kemenko Maritim bertugas melakukan koordinasi atas empat kementerian di bawahnya, yakni Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Pariwisata.

Kementerian-kementerian di bawah koordinasi Kemenko Maritim merupakan kementerian strategis yang banyak mengundang investasi. Wajar jika kemudian Luhut kerap mengurus hal-hal yang kemungkinan membuat publik mengernyitkan dahi karena sektor maritim yang dianggap hanya identik dengan laut.

Namun, perubahan nomenklatur Kemenko Maritim bukan sekali ini terjadi. Di era Rizal Ramli, saat menjabat pada 2015-2016, kementerian itu berubah menjadi Kemenko Maritim dan Sumber Daya.

Kembali ke Luhut, di kabinet baru nanti ia diberi arahan untuk menyelesaikan masalah investasi di sejumlah bidang, umumnya di bidang-bidang di bawah koordinasi kementeriannya seperti industri petrokimia, program B20 dan B30 hingga perbaikan pengelolaan sumber daya mineral.

Presiden Jokowi, kata Luhut, memintanya agar masalah “refinery” dan petrokimia harus selesai dalam beberapa tahun ke depan.

“Diminta saya langsung juga untuk membantu penanganan itu. Dan koordinasikan semua di jabatan yang diberikan Menko Maritim ditambah investasi, dan beberapa lain di bawahnya,” katanya.

Menteri segala urusan

Karena luasnya cakupan sektor di bawah koordinasi kementeriannya, Luhut kerap disebut menteri “super” karena mengurus segala urusan.

Di media sosial, misalnya, ia kerap dihujat warganet karena pernyataannya yang kontroversial atau tidak sesuai dengan tupoksinya sebagai Menko Maritim.

Padahal, menurut Luhut sendiri, hal itu dilakukan sebagai upaya koordinasi dalam menyelesaikan tugas di bawah kewenangannya. Misalnya saja, urusan perhubungan di bawah koordinasinya yang harus diintegrasikan dengan kementerian lain.

“Banyak kebijakan yang harus‎ dikoordinasikan, memang kita kerja tidak terintegrasi,” kata Luhut.

Ia juga kerap dikaitkan dengan China, bahkan sering disebut agen China karena selalu menghubung-hubungkan investasi di Indonesia dengan "Negeri Tirai Bambu" itu.

"Orang bilang, Luhut ini agen China. Ada lagi yang bilang saya Dubes Kehormatan China. Yang ngomong asbun (asal bunyi) saja," katanya.

Menurut Luhut, Indonesia memiliki empat syarat khusus untuk investasi yang masuk ke dalam negeri, sehingga tidak sembarang menarik investasi asing masuk, termasuk yang berasal dari China.

Keempat syarat itu yakni teknologi yang ramah lingkungan, melakukan transfer teknologi, mendidik tenaga kerja lokal, serta memberikan nilai tambah bagi industri.

"Orang selalu kritik saya semua China, semua China. Enggak. Kita punya ‘rule of thumb’ untuk investasi. Siapa saja mau dari bulan, dari mana, sepanjang teknologi yang dia bawa ramah lingkungan, first class, dan mendidik tenaga kerja lokal, silakan," ujar Luhut. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

News

Marwan Batubara: Kemungkinan Jokowi Ditekan untuk Jadikan Ahok Bos BUMN

Image

Sea Games

Menembak

Cabang Menembak Diharapkan Buat Rekor Baru di Filipina

Image

Ekonomi

Jokowi Pasang Target Kemudahan Berusaha Indonesia di Peringkat 40

Image

Ekonomi

Ada Hilirisasi, Jokowi Yakin Defisit Transaksi Berjalan Teratasi dalam 3 Tahun

Image

Ekonomi

Faisal Basri Pertanyakan Peran Menko Luhut, Ferdinand: Ini Ekonom atau Pengamat Jabatan?

Image

News

Fadli Zon: Kualitas Kehidupan Demokrasi di Periode Pertama Jokowi Makin Memprihatinkan

Image

Ekonomi

Bidik Investor Asing, Pemerintah Diminta Pangkas Regulasi Perizinan dan Pajak

Image

News

Kader PBB Resah Belum Dapat Jatah di Pemerintahan

Image

News

Tanggapi Fahri Soal Prabowo Jadi Menhan Misterius, Musni Umar: Keputusan Jokowi Tepat dan Hebat

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Target Produksi Beras Turun, Pengamat: Pemerintah Harus Konsisten Cegah Alih Fungsi Lahan

Kementerian Pertanian menurunkan target produksi beras pada tahun 2020 menjadi 59,15 juta ton dari target tahun ini 82,08 juta ton.

Image
Ekonomi

Pemerintah Sambut Baik Upaya Jepang Tingkatkan Investasi di Indonesia

Menko Airlangga mengapresiasi upaya-upaya JAPINDA dalam mempererat hubungan persahabatan serta kerja sama Indonesia-Jepang.

Image
Ekonomi

Erick Thohir Diminta Tunda Semua Kebijakan Pembentukan Holding BUMN

Bhima Yudhistira mengkritik kebijakan pembentukan holding BUMN yang digulirkan oleh mantan Menteri BUMN Rini Soemarno.

Image
Ekonomi

Soal Penunjukan Ahok, Indef Khawatir Akan Ancam Investasi di Sektor BUMN

Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai pemilihan petinggi BUMN yang secara k

Image
Ekonomi

Indef: Soal Ahok ke BUMN, Pemerintah Harus Berikan Konsepsi Besar

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira mempertanyakan pemilihan Basuki Tjahaja Purnama alias Ah

Image
Ekonomi

BGR Logistics Luncurkan BGR Access Permudah Masyarakat Buang Elektronik Bekas

BGR luncurkan aplikasi BGR acces yang dapat membantu serta memudahkan masyarakat mengeluarkan barang bekas elektronik karena sudah rusak.

Image
Ekonomi

Siap-siap, Desember Jadwal Kereta Api di Cirebon Ada Perubahan

Perubahan tersebut akan menyesuaikan penerapan grafik perjalanan kereta api (Gapeka) 2019.

Image
Ekonomi

Permudah Kejagung, BUMN Cari Laporan BPK Soal Jiwasraya

Kementerian BUMN tengah mencari laporan BPK terkait pemeriksan terhadap Jiwasraya (Persero).

Image
Ekonomi

Catat! Jelang Natal, Sriwijaya Air Gratiskan Biaya Bagasi 20 Kilogram

Maskapai Sriwijaya Air menggratiskan biaya bagasi 20 kilogram untuk penerbangan Natal dan Tahun Baru 2020.

Image
Ekonomi

Rupiah Bertenaga Berkat Kebijakan BI Pertahankan Suku Bunga

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pasar spot akhir perdagangan Kamis (20/11/2019) menguat 0,05% atau 7 poin ke Rp14.088.

Available

trending topics

jamkrindo umkm

terpopuler

  1. Ferdinand ke Ahok: Jangan Bawa-bawa Tuhan Bung

  2. Kondisi Makin Parah, Ashanty Ngaku Lelah dan Ingin Pulang

  3. Posisi Duduk Jadi Sorotan Saat Raker Komisi III DPR, Kapolda Metro Dinilai Rendah Hati

  4. Kapolri: Selain Telat Ikuti Apel, Kapolres Kampar Dicopot Karena Masalah Etika

  5. HNW: UAS Ceramah di KPK Dukung Pemberantasan Korupsi, Kenapa Pengundang Akan Diperiksa?

  6. Ahok Bakal Pimpin BUMN Strategis, Ananda: Koh Ahok I Love You, Gue Nggak Bisa Move On

  7. Kicau Soal Penolakan Ahok, Denny Siregar 'Tantang' Erick Thohir?

  8. Pusing Usai Makan Babi, 700 Cacing Pita Ditemukan Hinggap di Tubuh Pria China

  9. Lafal dan doa untuk Kedua Orangtua, InsyaAllah Dikabulkan Allah SWT

  10. Putin Muak dengan Kelakuan AS yang Terus Menyerang Ekonomi Negara Lain

Available

fokus

Stop kekerasan
Nasib Sumber Air
Tantangan Pendidikan
Available

kolom

Image
Ujang Komarudin

Menata Indonesia

Image
H. Desmond J. Mahesa, SH.MH

Tulisan 2 Praktik Penetapan, Perlindungan dan Penghargaan Justice Collaborator di Indonesia

Image
H. Desmond J. Mahesa, SH.MH

Mengurai Beberapa Masalah Justice Collaborator dalam Penegakan Hukum di Indonesia

Image
Abdul Aziz SR

Benarkah Bersistem Presidensial?

Available

Wawancara

Image
Video

VIDEO Sepak Terjang Erna Hernawati Mengawal UPN Veteran Jakarta

Image
News

Pemidanaan Korporasi Atas Karhutla Di Mata Praktisi Hukum

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag 2 - selesai)

'Pertandingan Paling Berkesan Adalah Menang'

Sosok

Image
Gaya Hidup

Bikin Mewek, begini Kisah Cinta Tragis Pierre Tendean dan Rukmini

Image
News

CEO Amartha hingga Staf Khusus Presiden, ini 5 Fakta Menarik Andi Taufan Garuda Putra

Image
News

5 Fakta Menarik Angkie Yudistia, Penyandang Tunarungu yang Pernah Ikuti Ajang Abang None