image
Login / Sign Up

Kemenlu Beberkan Cara Kerja Indonesian AID, Lembaga Diplomasi 'Tangan di Atas'

Andi Syafriadi

Image

Diskusi bersama mengenai Indonesian AID | AKURAT.CO/Andoy

AKURAT.CO Beberapa waktu lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan pendirian Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional atau Indonesian AID di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri.

Disebutkan bahwa pembentukan Indonesian AID sudah lama diperlukan sebagai salah satu bentuk perwujudan diplomasi tangan di atas. Untuk itu, Indonesia terus akan mendorong kerja sama yang lebih erat dengan negara sahabat dan mitra pembangunan, sehingga menguatkan postur Indonesia sebagai negara pemberi bantuan internasional.

Menurut Direktur Kerja Sama Teknik Kementerian Luar Negeri RI Mohammad Syarif Alatas, Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (Indonesian Agency for International Development/Indonesian AID) yang diluncurkan oleh mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Jumat (18/10/2019) lalu dibentuk setelah adanya revisi PP No. 48 Tahun 2018 menjadi PP No. 57 Tahun 2019 terkait pengaturan pemberian hibah kepada negara atau lembaga asing.

baca juga:

"Hadirnya PP 57 bertujuan untuk menguatkan pengelolaan pemberian hibah terhadap pemerintahan dan lembaga asing agar lebih terarah, transparan dan akuntabel," ujarnya ketika ditemui di Jakarta, Senin (21/10/2019).

Ia menambahkan, resmi berdirinya Indonesia AID ini akan bekerja sama dengan empat kementerian lainnya yakni Bappenas, Kemenkeu, Kementerian Sekretariat Negara dan Kementerian Luar Negeri itu sendiri.

"Maka dengan itu, melalui kerja sama ini lembaga dapat mengusulkan program kerja sama pembangunan internasional yang nantinya akan ditampung oleh Menlu, lalu Kemenlu akan membuat kelompok kerja (Pokja) dan melakukan penilaian," ujarnya.

Setelah melalui proses penilaian, Menlu akan menyusun dan menetapkan program itu dalam Daftar Rencana Pemberian Hibah (DRPH) tahunan yang diberikan kepada Menkeu agar dapat mengalokasikan anggaran satu tahun sebelum pelaksanaan program.

"Dana yang dikelola Indonesian AID, merupakan investasi endowment fund atau dana abadi, dana tersebut sudah disiapkan sejak 2018 sebanyak Rp1 triliun dan Rp2 triliun pada 2019, anggaran tersebut diharapkan akan terus ditingkatkan dan ditargetkan akan menyentuh Rp10 triliun pada 2021," ujarnya.

Selain itu, lanjut Syarif, berdasarkan PP 57, Indonesian AID juga akan diawasi oleh Komite Pengarah yang terdiri dari empat menteri yakni Menlu, Menkeu, Mensesneg dan Menteri PPN/Kepala Bappenas. Komite ini diketuai bersama oleh Menlu dan Menkeu.

Turut hadir dalam diskusi, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI Cecep Herawan menjelaskan bahwa sebelumnya, pada PP 48, hibah dikelola masing-masing kementerian atau lembaga.

"Misalnya kalau Kementerian Pertanian mau melakukan pelatihan petani di negara Afrika, itu anggaran dari mereka sendiri," jelas Cecep.

Indonesian AID, lanjutnya, mencoba membuat segala sesuatu yang terkait dengan urusan luar negeri sejalan dengan kebijakan politik luar negeri Indonesia.

"Maka dengan itu, adanya lembaga tersebut, segala sesuatunya menjadi terpusat dan peran Kemenlu semakin besar. Intinya semua tersinergi menjadi lebih baik sehingga postur diplomasi Indonesia semakin kuat," pungkasnya. []

Editor: Dhera Arizona Pratiwi

berita terkait

Image

News

Tertarik Jajal Profesi Diplomat, Kemenlu Buka 70 Formasi

Image

News

FOTO Pewarta Foto Istana Kepresidenan Gelar Pameran Betajuk 'Membangun Indonesia'

Image

News

JK: 99.9 % Masjid dan Musala di Indonesia Bebas dari Paham Radikal

Image

News

FOTO Jusuf Kalla Diberikan Penghargaan Bintang Karya Utama di HUT Golkar

Image

News

HUT Golkar Ke-55 Penghargaan Karya Utama Dianugerahkan Kepada Jusuf Kalla

Image

News

JK Minta Generasi Muda Tidak Berpikir Simbolis Bangun Persatuan

Image

Ekonomi

Total Harta Nyaris Rp1 Triliun, ini 5 Sumber Kekayaan Jusuf Kalla

Image

News

Golkar Bakal Beri Penghargaan Untuk Jusuf Kalla

Image

News

Pelantikan Presiden

Resmi Dilantik, Prosesi Tukar Duduk Hanya Dilakukan JK kepada Ma'ruf Amin

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Aset Safe Haven Surut, Buat Harga Emas Redup

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun 5,80 dolar AS atau 0,4 persen.

Image
Ekonomi

IHSG Masih Akan Lesu, Berikut Saham yang Bisa Cuan

Terlihat pola downward bar yang mengindikasikan adanya potensi pelemahan lanjutan pada pergerakan IHSG.

Image
Ekonomi

Minyak Tertekan, Dibayangi Kekhawatiran Perdagangan AS-China

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari turun 0,33 dolar AS menjadi ditutup pada 62,18 dolar AS per barel.

Image
Ekonomi

Sebelum Daftar CPNS Kemenkeu, Siapkan Semua Persyaratan Ini

Melalui keterangan yang disampaikan di situs resminya, Kemenkeu tahun ini membuka 202 formasi dengan 17 jabatan.

Image
Ekonomi

Buka 202 Lowongan CPNS, Intip Yuk Gaji Pegawai di Kemenkeu

Lantas, berapa sebenarnya gaji pegawai di Kementerian Keuangan?

Image
Ekonomi

Menkeu Belum Hitung Anggaran untuk BPJS Kesehatan Pasca Terbitkan PMK

Proses penghitungan besaran anggaran tersebut segera dirampungkan setelah pihaknya menerbitkan tiga PMK sekaligus terkait iuran BPJS.

Image
Ekonomi

Kemensos Masih Butuh Waktu Sesuaikan 30 Juta Data PBI BPJS Kesehatan

Mensos mengatakan tidak menemui hambatan yang berarti dalam proses penyesuaian data tersebut.

Image
Ekonomi

Wall Street Kena Gebuk Ketidakpastian Perang Dagang

Ini karena ketidakpastian tentang kemajuan pembicaraan perdagangan Amerika Serikat (AS)-China muncul kembali ke permukaan.

Image
Ekonomi

Kesimpangsiuran Berita Perang Dagang Lemahkan Dolar AS

Berita utama perang dagang yang beragam telah membuat investor frustrasi dan bingung.

Image
Ekonomi

Otoritas AS Turunkan Rating Keselamatan dan Melarang Tambahan Penerbangan Malaysia

Rating Malaysia telah diturunkan menjadi Kategori 2.

Available

trending topics

terpopuler

  1. Pengakuan Pembunuh Perempuan di Cakung: Korban Sempat Nangis dan Minta Maaf, Tetap Saya Habisi

  2. Gantikan Jokowi Resmikan Patung Jenderal Sudirman, Prabowo: Kalau Kita Lemah, Pasti Akan Diganggu

  3. Akhirnya Jenazah Ignatius Freddy Dimakamkan Secara Muslim

  4. Larangan Pejabat Ucap Salam Semua Agama, Bamsoet: Saya Tidak Masalah, yang Penting Tak Pengaruhi Keyakinan

  5. Mourinho: Hanya Ada Satu Cara Gagalkan Liverpool Jadi Juara

  6. Ceritakan Kesan Rapat Pertama bareng Jokowi, Prabowo Ungkap Perintah Pertama Presiden yang Disukainya

  7. Putra Jokowi Ngebet Jadi Wali Kota Solo, Pendiri PAN: Sebaiknya Mas Gibran Sabar Sampai Ayahnya Selesai Periode Kedua

  8. Kemenkeu Terbitkan 3 Peraturan Baru Soal BPJS Kesehatan, Ini Isinya

  9. Idham Azis Tarik Dua Perwira dari Polda Papua Barat

  10. Soal Foto Tak Pakai Bra, Begini Tanggapan Marshanda

Available

fokus

Nasib Sumber Air
Tantangan Pendidikan
Pejuang Kanker Payudara
Available

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Pentingnya Tenaga Ahli DPRD

Image
Hasan Aoni

Secuil Kabar dari Amerika tentang Sri

Image
UJANG KOMARUDIN

Inspirasi Hari Pahlawan

Image
Rozi Kurnia

Polemik Sinema atau Bukan Sinema ala Martin Scorsese

Available

Wawancara

Image
News

Pemidanaan Korporasi Atas Karhutla Di Mata Praktisi Hukum

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag 2 - selesai)

'Pertandingan Paling Berkesan Adalah Menang'

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag-1)

'Suatu Hari Nanti Saya Ingin Melatih Timnas'

Sosok

Image
News

Nggak Gengsian, ini 5 Potret Memesona Utari si Penjual Cilok di Boyolali yang Viral

Image
News

6 Potret Seru Susi Pudjiastuti saat Liburan, Sambil Momong Cucu

Image
News

Mundur dari PNS, ini 5 Fakta Pencalonan Siti Nur Azizah di Pilwalkot Tangsel