image Banner Idul Fitri
Login / Sign Up

Said Didu: Tak Penting Kriteria Menteri BUMN, Jika...

Atikah Umiyani

Pelantikan Presiden

Image

Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu saat memberikan keterangan pers kepada awak media di Jakarta, Senin (26/3). | AKURAT.CO/Atikah Umiyani

AKURAT.CO, Menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih yaitu Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin pada Minggu (20/10/2019), beberapa nama diisukan bakal masuk bursa Menteri Kabinet Kerja jilid kedua. 

Sejatinya kriteria Menteri (dalam hal ini Menteri Badan Usaha Milik Negara/BUMN) sangat tergantung ke Presiden ingin membawa perusahaan pelat merah kemana. Demikian disampaikan oleh Mantan Sekretaris Menteri BUMN Said Didu ketika dihubungi Akurat.co terkait kriteria individu yang cocok untuk menempati posisi Menteri BUMN, Rabu (16/10/2019) malam.

"Kalau saya ditanya, kriteria yang terbaik adalah Menteri yang mampu dan mau melawan intervensi kekuasaan. Itu persyaratan pertama," tegasnya.

baca juga:

Kedua, sambungnya, orang yang mau melawan dan menolak dimanfaatkannya BUMN oleh kegiatan politik. Sementara yang ketiga, yaitu orang yang memiliki profesionalitas dan integritas.

"Itu yang utama bagi saya," tegasnya.

Said Didu menganggap, kriteria Menteri sama sekali tidak penting jika dalam memilih Menteri dan memimpin negara Presiden Jokowi masih menggunakan cara yang lama.

"Kalau Pak Jokowi masih pakai gaya lama dalam memimpin tidak penting bagi saya Menteri, tidak penting kriteria Menteri," jelasnya.

Ia juga berpendapat bahwa selama periode pertama, Pak Jokowi terkesan hanya mengutus pembantu untuk membenarkan keinginannya saja.

"Karena Pak Jokowi sama sekali sulit, tidak sulit menerima kajian teknokratik obyektif untuk suatu program. Pokoknya keinginannya saja, mau pindahkan Ibu Kota pindahkan, mau ngebangun walaupun enggak layak itu kereta cepat Jakarta - Bandung bangun, pencitraan-pencitraan. Jadi kriteria Menteri bagi saya enggak jadi penting," tegas Said Didu.

Mantan Staff Ahli Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) menjelaskan, selama periode pertama Jokowi benar-benar menjadikan BUMN sebagai alat kekuasaan.

"Itu clear di 2014-2019, kabinet sekarang. Karena itu betul-betul dan fungsinya itulah karena Rini dipasang digunakan untuk politik," ungkapnya.

Menurutnya pihaknya berpikir periode kedua kalau Jokowi masih pakai itu, pasti memilih lagi Menteri yang mau menggunakan BUMN sebagai alat politik.

"Jadi, saya sangat tergantung kepada ide-ide Jokowi. Tapi saya katakan, bahwa BJMN sekarang sudah sangat sakit. utangnya sudah terlalu banyak sehingga kalau Pak Jokowi masih menggunakan BUMN sebagai alat kekuasaan dan ini maka saya yakin BUMN tambah hancur," pungkas Said Didu.[]

 

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

News

Mantan Anggota TNI AD Terancam Pasal Berlapis karena Tuntut Presiden Jokowi Mundur

Image

News

Mabes Polri Benarkan Tangkap Ruslan Buton yang Minta Jokowi Mundur sebagai Presiden

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Erick Sebut Pandemi COVID-19 Jadi Momentum Bangun Rantai Pasok Indonesia

Image

Ekonomi

Tengku Zul Beri Saran Ini kepada Sri Mulyani yang Bingung Cari Utang ke Sana Kemari

Image

News

Polisi Tangkap Pemilik Akun Twitter @IntelBuahbuahan Gara-gara Kicauan 'Jokowi Tidak Pernah Lulus UGM'

Image

Ekonomi

Airlangga: Sesuai Arahan Presiden, Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Diperpanjang Hingga Surabaya

Image

Ekonomi

Wabah Corona

4 Arahan Presiden Soal PSN untuk Pemulihan Ekonomi Akibat COVID-19

Image

News

Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton

Image

Ekonomi

Indef: Dana Kompensasi Memang Utang Pemerintah ke Pertamina Sejak 2017

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Indef: Pentingnya Demand dan Supply Chain di Tengah Pandemi COVID-19

Sebenarnya indonesia memiliki potensi supply chain yang luar biasa di beberapa daerah.

Image
Ekonomi

Kemenkeu Sebut Penyesuaian Iuran BPJS Kesehatan Belum Sesuai Perhitungan Aktuaria, Kok Bisa?

Febrio Nathan Kacaribu menyebutkan penyesuaian iuran BPJS Kesehatan berdasarkan Perpres 64/2020 belum sesuai dengan perhitungan aktuaria.

Image
Ekonomi
Idulfitri 2020

H+3 Lebaran, Jasa Marga Catat 234.531 Kendaraan Menuju Jakarta

Jasa Marga mencatat sebanyak 234.531 kendaraan menuju ke Jakarta melalui arah Timur, arah Barat dan arah Selatan.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Terapkan New Normal, Pemerintah Diminta Extra Hati-hati

dalam proses pemantauan atau monitoring terhadap penanganan pandemi COVID-19 ini terbilang belum maksimal.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Erick Sebut Pandemi COVID-19 Jadi Momentum Bangun Rantai Pasok Indonesia

Semua negara saat ini cenderung menerapkan kebijakan proteksionisme.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Kadin Tagih Stimulus Korporasi Untuk Pelaku Usaha Swasta dari Pemerintah

kondisi pandemi COVID-19 saat ini telah menyebabkan dunia usaha untuk merumahkan atau PHK.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pelaku Usaha Harus Lakukan Ini, Jika Ingin Tetap Bertahan di Tengah COVID-19

Dari pertumbuhan sektor pariwisata hingga kepada sektor riil mengalami penurunan drastis akibat penyebaran COVID-19.

Image
Ekonomi

Tengku Zul Beri Saran Ini kepada Sri Mulyani yang Bingung Cari Utang ke Sana Kemari

Tengku Zulkarnain mengatakan, daripada Indonesia sibuk mencari utang, lebih baik Menkeu menggunakan dana Rp11.000 triliun milik WNI.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

OJK Beri Stimulus Lanjutan bagi Industri Keuangan Non Bank

OJK mengeluarkan kebijakan stimulus lanjutan di sektor industri keuangan non bank.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

KAI Siapkan Pedoman New Normal bagi Penumpang Kereta Api

KAI sudah menyiapkan pedoman New Normal dalam pelayanan kepada pelanggan baik pada bisnis angkutan penumpang dan barang.

terpopuler

  1. Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton

  2. Kisah Lucu Abu Nawas saat Membawa Enam Ekor Lembu yang Bisa Bicara

  3. Ridwan Kamil Perpanjang PSBB di Jawa Barat Hingga 24 Juni

  4. Twit Lawas Diduga Milik Iman Brotoseno Soal Bokep Viral, Istri Sandiaga Uno: Masih Mau Nonton TVRI?

  5. Bak Dinasti, Ini 5 Hubungan Ayah-Anak yang Sama-Sama Menjadi Pesepak Bola Tanah Air

  6. 5 Shio Ini Tak Akan Seret Rezeki Meski di Tengah Pandemi Sekalipun

  7. Yunarto ke Ganjar: Gak Ada Alasan Membuka Sekolah Terburu-terburu Ketika Kita Tahu Alasan Utama New Normal Faktor Ekonomi Pak

  8. Politikus PKS Minta Pemerintah Penuhi Syarat WHO Sebelum Terapkan New Normal

  9. 2 Tahun Hilang, Pria India Ini Ditemukan Keluarganya Lewat Video TikTok

  10. Ruslan Buton yang Minta Jokowi Mundur Kini Dibawa ke Jakarta, Bareskrim Polri Tangani Langsung

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Ujang Komarudin

New Normal

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Kedua)

Image
Andi Rahmat

Perekonomian Indonesia di Bawah Bayang-bayang Gelombang Perubahan Dunia (Bagian Pertama)

Image
Sunardi Panjaitan

Idulfitri 2020: Antara Covid-19 dan Tradisi

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit

Image
News

Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton