image
Login / Sign Up

Keberhasilan Kerja Jokowi Jilid I di Bidang Ekonomi, Nyata!

Denny Iswanto

Pelantikan Presiden

Image

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan kepada wartawan usai  melakukan pertemuan tertutup di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (14/10/2019). Dalam pertemuan ini Presiden Jokowi dan Zulkifli Hasan membahas  pertemuan itu membahas soal peluang kedua partai untuk berkoalisi dan masuk kabinet Jokowi-Ma'ruf.  | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berhasil mencapai sejumlah target pembangunan selama kurun waktu 5 tahun pertama dari tahun 2014 hingga 2019.

Kemiskinan, ketimpangan dan pengangguran, menjadi salah satu faktor yang membaik di era Jokowi jilid I. Hal ini ditunjukkan oleh indikator rasio dari masing – masing elemen.

Memulai warisan dari Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Jokowi berhasil menurunkan tingkat kemiskinan dari 11,3% menjadi 9,4%. Rasio gini yang menunjukkan tingkat ketimpangan pun membaik dari semula di angka 0,406 menjadi 0,382, dan tingkat pengangguran terbuka 5,7% menjadi 5,0%.

baca juga:

Untuk pertama kalinya selama sejarah Indonesia merdeka, Pemerintahan Jokowi - JK berhasil menurunkan tingkat kemiskinan menjadi single digit. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro dalam keterangan resminya di Jakarta, pada Kamis (17/10/2019).

"Pemerintahan Pak Jokowi dimulai akhir tahun 2014 di tengah-tengah kondisi global yang terus mengalami gejolak trend penurunan harga komoditas yang mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak sesuai dengan target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Namun seiring berjalannya waktu, sejumlah hasil nyata berhasil dicapai," ucap Bambang.

Menurut pengamat ekonomi Hendri Saparini, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat stabil dan solid di kisaran 5% selama lima tahun terakhir dimana beberapa negara besar seperti Tiongkok dan India mengalami penurun yang lebih dalam dari kisaran 8% menjadi 6%.

“Saya rasa ini sebuah apresiasi kepada Pemerintah Presiden Joko Widodo, bahwa kondisi global yang sulit, namun pertumbuhan ekonomi tetap dijaga stabil dan kualitas pembangunan yang ditunjukkan dengan tingkat kemiskinan, ketimpangan dan pengangguran terus membaik,” ujar Hendri.

Sedangkan, pengamat ekonomi Bank Mandiri, Dendi Ramdani mengapresiasi penurunan tingkat kemiskinan ini berhasil dicapai oleh Pemerintah pada saat ekonomi global melambat.

“Penurunan kemiskinan ini menunjukkan kebijakan Pemerintah yang pro kesejahteraan rakyat berjalan efektif. Efektifitas ini ditunjukkan dengan peningkatan akses rakyat kepada kebutuhan dasar, seperti peningkatan akses air minum dari 59,22% di tahun 2015 menjadi 72,79% di tahun 2019, peningkatan sanitasi layak dari hanya 46,63% menjadi 74,34% sepanjang 2015-2019,” terang Dendi.

Sementara itu saat ditanya mengenai fokus pembangunan di periode kedua Pemerintahan Jokowi, Kepala Bappenas menjelaskan bahwa Presiden Jokowi akan mendorong lebih peran investasi dan ekspor serta mengurangi ketergantungan pada komoditas.

“Pengembangan industri berbasis manufaktur akan menjadi prioritas utama Presiden Jokowi pada tahun 2020 hingga 2024,” tutup Bambang. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

HIPMI Dukung Jokowi Terkait Inpres Percepatan Kemudahan Berusaha

Image

News

Peringati Hari Ibu, Iriana Jokowo Ikut Jalan Sehat di Senayan

Image

News

Idris Laena Apresiasi Jokowi Sepaham dengan Golkar Terkait Amendemen UUD 1945

Image

Ekonomi

Presiden Jokowi: 'Feeling' Saya 4 Tahun Lagi Kita Tidak Impor Bahan-Bahan Petrokimia

Image

Ekonomi

Presiden Jokowi Beberkan Alasan Dibangunnya Jalan Tol Kunciran-Serpong

Image

News

Bendungan Paselloreng Bisa Dioperasikan 2020

Image

News

Kasus Onderdil Harley dan Brompton, Syamsuddin: Kita Dukung Pembersihan Tikus-tikus Besar dan Kecil yang Gerogoti BUMN Kita

Image

News

Daftar Calon Wali Kota, Gibran akan Diantar Relawan yang Klaim Beri Dukungan Tanpa Syarat dan Modal Sendiri

Image

News

Dukung Inpres Jokowi, Menteri Diminta Tak Seenaknya Buat Regulasi Baru

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

3 Seksi Tol Balikpapan-Samarinda Siap Diresmikan Sebelum Nataru

Saat ini secara keseluruhan progres konstruksinya sudah mencapai 97 persen.

Image
Ekonomi

Perombakan Habis Direksi Garuda Diharapkan Mampu Pengaruhi Harga Tiket

Perombakan direksi Garuda diharapkan dapat mempengaruhi harga tiket untuk penerbangan domestik.

Image
Ekonomi

Jelang libur Akhir Tahun, Mandiri Gencar Garap Segmen Retail

Bank Mandiri gencar menggarap segmen perbankan retail. Memanfaatkan momentum libur natal dan tahun baru.

Image
Ekonomi

KKP Ingin Tingkatkan Lagi Produksi Bibit Ikan yang Tembus 7 Juta Ton

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan pihaknya ingin meningkatkan angka bibit ikan yang diproduksi.

Image
Ekonomi

HIPMI Dukung Jokowi Terkait Inpres Percepatan Kemudahan Berusaha

Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) mendukung langkah Presiden Joko Widodo menandatangani Inpres No 7/2019

Image
Ekonomi

ICP November Naik Jadi US$63,26 per Barel, Apa Penyebabnya?

Rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) November 2019 berdasarkan perhitungan formula ICP mengalami peningkatan.

Image
Ekonomi

OJK Ajak UMKM Manfaatkan Platform Urun Dana untuk Tambahan Modal

OJK Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong UMKM meningkatkan skala usahanya dengan memanfaatkan layanan urun dana.

Image
Ekonomi

Jelang Libur Nataru, Pelindo III Siapkan Angkutan Mudik Gratis

PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III menyediakan angkutan bus gratis untuk libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2020 dari sejumlah pelabuhan

Image
Ekonomi

Menteri Edhy: Iklim Kondusif Bagi Pengusaha Perikanan Merupakan Kunci Utama

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menyatakan bahwa mewujudkan iklim yang kondusif bagi para pelaku usaha perikanan merupakan kunci

Image
Ekonomi

Presiden Jokowi: 'Feeling' Saya 4 Tahun Lagi Kita Tidak Impor Bahan-Bahan Petrokimia

Presiden Jokowi berharap dengan investasi itu nantinya negara tidak lagi mengimpor bahan-bahan petrokimia dan justru bisa mengekspornya.

Available

trending topics

jamkrindo umkm

terpopuler

  1. Menikah Lagi, 8 Momen Bahagia Pernikahan Kedua Ade Jigo

  2. Pelatih Myanmar: Dalam Situasi Satu Lawan Satu, Sulit Menghadapi Indonesia

  3. Saddil: Kami Bersyukur Evan Cetak Gol dan Mengatur Tempo

  4. Haidar Alwi: SKT FPI Tidak Perlu Diperpanjang

  5. Kisah Cinta di Lapangan Tennis Rizal Memorial Stadium

  6. Buat Tujuh Juta Anggota Banser, Yaqut: Kami Minta Tidak Bergerak Sendiri, Tunggu Komando, Solid Satu Barisan

  7. Soal Kasus Gus Muwafiq, Gus Mus: Jangan Mau Dibodohi oleh Setan Kebencian

  8. Melamun Mikirin Tunggakan Sekolah saat Kendarai Motor, Aisah Tewas Terlindas Truk

  9. Ternyata Sri Mulyani Pernah Pakai Sepeda Brompton, Mirip Selundupan Ari Askhara?

  10. Fahri Hamzah Tiba-tiba Tanya Bisnis Apa yang Bagus, Jawaban Netizen Bikin Ngakak Guling-guling

Available

fokus

Kursus Calon Pengantin
Puasa Plastik
Stop kekerasan
Available

kolom

Image
Achmad Fachrudin

Relasi Pemilu dengan Kinerja Elit Politik

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Menimbang Pencapresan Airlangga

Image
Siswanto Rusdi

Arah Bisnis Pelayaran Nasional

Image
Achsanul Qosasi

Beban Berat BUMN Perbankan

Available

Wawancara

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Image
Video

Joshua Rahmat, CEO Muda yang Menggawangi Mytours

Sosok

Image
Sea Games

5 Potret Atlet Voli Putri Indonesia Hany Budiarti saat Tersenyum, Palingkan Duniamu...

Image
Sea Games

5 Pesona Pebola Voli Filipina Madeleine Yrenea Madayag, Bikin Dunia Langsung Cerah...

Image
News

Kekayaan 'Hanya' Rp2 M! Ini 5 Fakta Menarik Plt Dirut Garuda Indonesia, Fuad Rizal