Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Peningkatan Investasi Langsung, Solusi Tekan Defisit

Dhera Arizona Pratiwi

Peningkatan Investasi Langsung, Solusi Tekan Defisit

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro | Antara Foto

AKURAT.CO Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan Indonesia harus meningkatkan investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI). Sebab, neraca transaksi berjalan masih defisit tiga persen dari PDB sampai kuartal II-2019.

"Kenapa Indonesia butuh investasi? Jawabannya, simple karena negara kita masih tumbuh dan balance of trade kita belum cukup untuk membuat current account tidak defisit,” katanya saat ditemui di Kantor Bappenas, Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis (10/10/2019).

Menurutnya, FDI adalah pembiayaan CAD yang paling baik dibandingkan cara lainnya yaitu portofolio. Sebab, jika melalui portofolio sering kali fluktuatif karena mudah terpengaruh terhadap kondisi dalam negeri.

Di sisi lain, Bambang menuturkan saat ini daya saing ekonomi global Indonesia sedang melemah karena kebijakan terkait investasi yang masih rumit dan kurang ramah seperti adanya tumpang tindih aturan di kementerian/lembaga yang menyebabkan minat investor untuk berinvestasi ke Indonesia kecil.

“Ya, itu larinya ke regulasi tadi yang dianggap masih menghambat,” ujarnya.

Sementara itu, negara-negara di Asia dan dunia lainnya sedang berlomba dan sangat agresif dalam menawarkan berbagai kemudahan penanaman modal sehingga bisa mendatangkan para investor.

Ia mencontohkan Meksiko yang sedang berusaha keras menarik investasi dari Amerika, Eropa Timur, dan Afrika yang mengincar investasi dari Eropa Barat, serta Thailand dan Malaysia yang terus menyediakan berbagai hal menarik bagi investor.

Bambang melanjutkan Indonesia tidak boleh ketinggalan dalam hal menarik investor tersebut, sebab investasi merupakan sumber inflow yang akan memperkuat perekonomian sehingga pemerintah harus terus membuat kebijakan yang ramah terhadap investor baik asing maupun domestik.

"Investasi untuk Indonesia itu masih sangat penting," ujarnya.

Sebelumnya, World Economic Forum (WEF) mengeluarkan indeks daya saing global (GCI) tahun 2019 yang menempatkan Indonesia di rangking 50.

Dalam laporan itu menyebutkan Indonesia mengumpulkan skor 64,6 atau turun tipis 0,3 dibandingkan tahun lalu.

"Penurunan secara keseluruhan skor GCI masih kecil dan kinerja pada dasarnya tidak berubah," tulis laporan tersebut.

WEF juga menyebut kekuatan utama Indonesia adalah pasarnya dengan nilai 82,4 dan stabilitas ekonominya (90).

Mencermati kinerja dalam indikator lain pada indeks, WEF menilai masih ada ruang untuk peningkatan poin 30-40, meski tidak ada hambatan utama.

WEF menyebutkan Indonesia mengedepankan semangat budaya bisnis dengan skor 69,6 dan sistem keuangan yang stabil mencapai nilai 64, keduanya meningkat selama tahun 2018.

Sementara itu, adopsi teknologi tinggi mencapai skor 55,4, mengingat pembangunan dan kualitas aksesnya masih relatif rendah.

Sedangkan, terkait kapasitas inovasi Indonesia, WEF menilai sudah bertumbuh meski masih terbatas dengan skor 37,7.

Sedangkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi penanaman modal asing (PMA) sepanjang kuartal II 2019 sebesar Rp104,9 triliun atau turun 2,8 persen dari kuartal sebelumnya. Pada kuartal I-2019, PMA yang masuk ke Indonesia tercatat sebesar Rp107,9 triliun. []

baca juga:

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Antara

berita terkait

Image

Ekonomi

Izin Darurat Sekaligus Produksi Vaksin Eijkman dan LIPI di 2022

Image

Ekonomi

FOTO Ekspor Impor 2021 Tergantung Perkembangan Vaksin COVID-19

Image

Ekonomi

Neraca Dagang RI Desember 2020 Surplus US$2,1 Miliar, Apa Pemicunya?

Image

Ekonomi

Target Lifting Minyak Pemerintah Dinilai Terlalu Ambisius

Image

Ekonomi

Atasi Defisit Neraca Perdagangan, Indonesia Perlu Tingkatkan Ekspor ke Negara Nontradisional

Image

Ekonomi

Jurus Bappenas Kembangkan Peternakan Sapi

Image

Ekonomi

Defisit APBN 2020 Capai Rp956,3 Triliun, Sri Mulyani: Angka Ini Lebih Baik

Image

Ekonomi

Bappenas Paparkan RKP 2021, Capaian SDGs dan Transformasi Ekonomi RI

Image

Ekonomi

Gara-gara Covid-19, Daya Beli Masyarakat Hilang Hampir Rp1.000 Triliun

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Pelaku Usaha Mikro Banyak Bergantung pada Pembiayaan Keluarga, Perbankan Kemana?

Pelaku usaha mikro masih banyak yang bergantung pada sumber pendanaan keluarga

Image
Ekonomi

Kemenkop Pakai 6 Strategi Ini untuk Bangkitkan Koperasi dan UMKM

Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UKM menetapkan enam strategi yang akan diterapkan tahun ini

Image
Ekonomi

Sasar Gamers, Sharp Incar Kenaikan Penjualan Ponsel Tiga Kali Lipat

PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) mengincar penjualan 3.000 unit ponsel pintar (smartphone) per bulan atau naik 3 kali lipat.

Image
Ekonomi

Tanggapi Rencana Pembentukan Holding Ultra Mikro, Respon Bos BRI Datar

Bos BRI buka suara soal rencana Erick bentuk Holding Ultra Mikro yang merupakan gabungan perseroan dengan Pegadaian dan PNM.

Image
Ekonomi

Survei: UMKM Kesulitan Keuangan Hingga Tak Mampu Menjual Produk

Hadirnya pandemi Covid 19 membuat UMKM diujung tanduk.

Image
Ekonomi

Dear Pemerintah, Begini Langkah Selamatkan Hidup UMKM dari Jeratan Pandemi

Ada beberapa strategi yang harus dilakukan kepada para UMKM agar mampu bertahan di masa pandemi Covid 19 saat ini.

Image
Ekonomi

Lagi-lagi! Data Jadi Permasalahan Terhambatnya Bantuan ke UMKM

Lagi-lagi salah satu hambatan dalam penyaluran bantuan kepada para pelaku UMKM di tengah pandemi Covid 19 masih berkutat di persoalan Data.

Image
Ekonomi

Bank BTN Dapat Jatah FLPP Rp8,73 Triliun di 2021

Adapun nilai dana yang akan disalurkan mencapai Rp 8,73 triliun.

Image
Ekonomi

Generali Luncurkan Akuberbagi.com, Ada Fitur Wakaf Asuransi

Generali menghadirkan Digital Social Platform Akuberbagi.com, yang dilengkapi dengan fitur wakaf asuransi.

Image
Ekonomi

Ini Jawabannya, Bansos Harus Hadir untuk Masyarakat Bawah

Berly Martawardaya mengatakan penyaluran bansos untuk menjaga daya beli

terpopuler

  1. Penduduk Mulai Tinggalkan Pulau Jawa, Apa yang Terjadi?

  2. Ibunda Luruskan Pengakuan Amanda Manopo Pernah Menikah dan Bercerai

  3. Dari 10, Indonesia Hanya Mampu Loloskan 4 Wakil

  4. Ratusan Pegawainya Positif Swab Antigen, Rumah Pemotongan Ayam di Sleman Jadi Klaster COVID-19

  5. Corona di DKI Hari Ini Tembus 3.786 Kasus, Anehnya 925 Pasien Tak Diketahui Alamatnya

  6. Cetak Sejarah, BRI Jadi BUMN Pertama dengan Kapitalisasi Pasar Tembus Rp600 Triliun

  7. Menyingkap Akar Keturunan Joe Biden, Ternyata Berdarah Irlandia

  8. Curhat ke Fiki, Dayana Sebut di Kazakhstan Harus Bayar untuk Bisa Terkenal

  9. Kisah Lucu Ketika Abu Nawas Mengangkat Masjid

  10. 7 Fakta Menarik Zheng Shuang, Aktris Meteor Shower yang Terlibat Kontroversi

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Menanti Gebrakan Kapolri Baru Pilihan Jokowi

Image
Kementrian Luar Negeri Republik Azerbaijan

Tragedi Black January

Image
UJANG KOMARUDIN

Kapolri Baru

Image
Muhammad Husen Db, M.Pd

Transformasi Episode Dalam Dimensi Merdeka Belajar

Wawancara

Image
Video

Bukan Mistis, Gangguan Jiwa Adalah Gangguan Medis | Akurat Talk (3/3)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Dokter Vivi Ajak Kenali Mental Sehat di Dalam Diri | Akurat Talk (1/3)

Image
News

Covid-19 Tembus 3.500 Kasus Per Hari, DKI Gagal Terapkan Program 3T?

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Habib Muhammad bin Ahmad Al-Attas, Tunaikan Haji Lebih dari 29 Kali

Image
News

4 Fakta Penting Deva Rachman, Istri Kedua Syekh Ali Jaber yang Jarang Tersorot

Image
News

Wafat di Hari Jumat, Ini 5 Fakta Penting Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf