Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Pertamina Dirikan Kantor Pemasaran di Singapura, Ini Perbedaannya dengan Petral

Wayan Adhi Mahardika

Pertamina Dirikan Kantor Pemasaran di Singapura, Ini Perbedaannya dengan Petral

Petugas melakukan penggantian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Kuningan, Jakarta, Minggu (10/2/2019). PT Pertamina mengumumkan harga beberapa jenis bahan bakar turun yakni Pertamax Turbo dari Rp12.000 menjadi Rp11.200 per liter, Pertamax dari Rp10.200 menjadi Rp9.850 per liter, Dexlite dari Rp10.300 menjadi Rp10.200 per liter, Dex dari Rp11.750 menjadi Rp11.700 per liter dan Pertalite tetap Rp7.650 per liter. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Pertamina menegaskan pendirian Pertamina International Marketing & Distribution, Pte Ltd (PIMD) bukan untuk mengganti Pertamina Energy Trading Limited (Petral). Sebab, kedua memiliki tugas masing-masing yang berbeda. 

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fajriyah Usman mengatakan, Petral merupakan trading arm Pertamina dalam melakukan impor minyak mentah untuk kebutuhan domestik. Sedangkan PIMD, merupakan trading arm untuk menjual produk Pertamina maupun produk pihak ketiga di pasar internasional.

baca juga:

"Jadi jelas PIMD jangan disamakan dengan Petral, karena PIMD fokus untuk menghasilkan pendapatan tambahan melalui penjualan di luar negeri. Jadi bukan untuk memenuhi kebutuhan domestik,” katanya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta (9/10/2019).

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan minyak mentah maupun produk BBM domestik tetap dilakukan sesuai amanat pemerintah yaitu oleh fungsi di internal Pertamina melalui Integrated Supply Chain atau ISC.
Saat ini, PIMD juga berperan untuk menangkap peluang bisnis pasar Bunker Asia Tenggara terutama di Singapura, dan hal ini adalah bisnis yang sifatnya operasional.
"Ke depan, perusahaan ini juga menggarap peluang penjualan produk lainnya langsung ke end customer di pasar internasional dengan membangun bisnis ritel dalam rangka memperkenalkan brand Pertamina secara global,” jelasnya.
Terkait dengan bisnis bunkering, Fajriyah menjelaskan shipping company di Singapura lebih memilih membeli bunker dari perusahaan Singapura, karena terkait dengan tax refund. Sehingga untuk menjangkau pasar bunker di sana, Pertamina harus membentuk perusahaan di Singapura.
Adapun target yang dipatok untuk penjualan bunker PIMD di tahap awal sekitar 60.000 MT perbulan. Angka itu akan meningkat terus hingga 200.000 MT atau sekitar 5 persen dari market share bunker di Singapura yang memang sangat besar.
Selain itu, PIMD juga diproyeksikan untuk dapat memasuki pasar penjualan bahan bakar ritel dan LPG di wilayah regional yakni Filipina, Thailand dan Myanmar. 
“Kalau perusahaan migas lain bisa menggarap pasar kita, kenapa Pertamina tidak?," ungkapnya.
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) telah membentuk anak usaha baru yang merupakan trading arm dan berdomisili di Singapura, yakni PIMD. Kekhawatiran akan kembalinya mafia migas pun kembali muncul dengan kehadiran trading arm terbaru ini.
Padahal Pertamina sudah menutup kantor di Singapura tersebut pada 2015. Sebab, anak usahanya, Petral masuk dalam pusaran kasus mafia migas.
Setelah penutupan Petral, pembukaan kembali trading arm pemasaran di Singapura sangat tidak tepat. Praktek pemburuan rente seperti Petral  bisa terulang kembali, utamanya dalam pengadaan impor LPG, yang masih dibutuhkan di pasar dalam negeri dalam jumlah yang besar. Sedangkan kapasitas jualan produk Pertamina, MFO 380 untuk BBM kapal laut dan produk pihak ketiga ke pasar international, masih sangat kecil. []

Editor: Dhera Arizona Pratiwi

berita terkait

Image

Ekonomi

DPR RI

Anggota DPR RI Ini Ingin Pemerintah Perketat Impor Pangan

Image

Ekonomi

DPR RI

Legislator Ini Minta Pemerintah Segera Hentikan Impor Pangan

Image

News

Tengku: Ahok, Maksud Ente Kadrun Siapa?

Image

Ekonomi

Terungkap! Alasan Erick Thohir Panggil Ahok Kekantornya

Image

Ekonomi

Senggol Ahok, Said Didu: Kalau Tidak Berubah, Maka Akan Gagal!

Image

Ekonomi

Usai Usul Kementerian BUMN Dibubarkan, Ahok Bahas Ini Bareng Erick Thohir

Image

Ekonomi

Kritik Ahok Bukan Bongkar Aib, Tapi Agar Direksi Lebih Transparan

Image

Ekonomi

Bikin Gaduh Gara-gara Ngomong Kadrun, Said Didu: Ahok Kembali ke Aslinya!

Image

Ekonomi

Pengamat: Sentilan Ahok Bisa Jadi Sinyal Perombakan Direksi Pertamina

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Judi Dilarang di Indonesia, Tapi Diperbolehkan di Beberapa Negara Ini!

Banyak negara yang melarang perjudian sampai taraf tertentu. Karena perjudian mempunyai konsekuensi sosial kurang baik.

Image
Ekonomi
DPR RI

Legislator Harap Percepatan Penyelesaian Akses Bandara Kertajati

DPR RI harap percepatan akses dari dan menuju Bandara Kertajati yang masih terhambat karena belum usainya pembangunan Tol Cisumdawu.

Image
Ekonomi

Kemenhub Berdayakan Sekitar 300 Warga Bogor-Sukabumi Dalam Program Padat Karya

Proyek pembangunan jalur rel ganda Bogor-Sukabumi yakni memberdayakan sekitar 300-an orang warga sekitar sebagai pekerja.

Image
Ekonomi

China Siapkan Tindakan Balasan AS Atas Larangan TikTok dan WeChat

China bakal siapkan tindakan terhadap AS yang melarang aplikasi TikTok dan WeChat.

Image
Ekonomi

KKP Ungkap Langkah-langkah Jamin Mutu Produk Perikanan

KKP menyatakan telah melakukan langkah prioritas untuk menjamin keamanan dan mutu produk perikanan baik untuk pasar ekspor maupun domestik.

Image
Ekonomi
DPR RI

Legislator Sebut RUU BUMN Jadi Momentum Emas Kepentingan Bangsa

Legislator sebut RUU BUMN jadi momentum emas perbaikan perusahaan pelat merah demi kepentingan bangsa dan negara.

Image
Ekonomi

KKP Himpun Data dan Informasi Untuk Perkuat Pengelolaan Terumbu Karang

KKP menghimpun data dan informasi terumbu karang di wilayah Kalimantan dalam rangka memperkuat pengelolaan terumbu karang.

Image
Ekonomi

Tiga BUMN Siap Bangun PLTS Kapasitas 200 MWp di Afrika

Tiga BUMN ini siap membangun PLTS berkapasitas 200 MWp di Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, Afrika.

Image
Ekonomi

Kadin Sebut Larangan Ekspor Perikanan ke China Hanya Untuk Satu Perusahaan

Pemerintah China hanya menangguhkan impor produk perikanan dari salah satu perusahaan selama seminggu, mulai 18 September 2020.

Image
Ekonomi

China Larang Ekspor Produk Perikanan Indonesia Karena Terkontaminasi COVID-19

Telah ditemukan enam sampel yang terkontaminasi COVID-19, dimana salah satunya adalah ikan beku layur berasal dari Indonesia.

terpopuler

  1. Ketimbang Jokowi, Rustam: Harus Diakui Anies Baswedan Banyak Pengalaman di Ranah Civil Society

  2. Berprinsip, Audi Marissa Tidak Pernah Sekamar dengan Anthony Selama Pacaran

  3. Mulyadi Kartanegara: Wajah Islam Semakin Hari Semakin Berwatak Keras

  4. Sidak Gudang Bulog, Menko PMK Kaget Berat Karung Beras Bansos PKH Tekor

  5. Marzuki Alie: Bailout Century Gaduh se-Indonesia, Jiwasraya Malah Tenang-tenang Saja

  6. Raup hingga Rp14 Juta per Minggu, Pria Ini Dulang Emas di Jalanan Kota Bermodalkan Pinset

  7. Ini Bantahan Soal Ivan Gunawan dan Ayu Ting Ting Terpapar Covid-19

  8. Dikontrak Lima Tahun, Alex Telles Dihargai Senilai Rp351 Miliar

  9. Kisah YouTuber Niat Beli Odading, Nyetir dari Jakarta ke Bandung hingga Antre 2 Jam

  10. Mekanisme Baru, Begini Cara Pendataan Peserta KJP Plus dan KJMU

fokus

Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi
Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Berdaya Karena Corona

Image
DR. ABDUL MUID N., MA

Membangun Kembali Kejayaan Islam

Image
Ilham Bintang

Catatan Ringan tentang Dubes RI untuk Singapura

Image
Achsanul Qosasih

Ragam Soal Dalam Staf Ahli Direksi BUMN

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Image
Video

VIDEO Garuda Pastikan Penerbangan Aman Dengan Protokol Kesehatan

Sosok

Image
News

5 Potret Pramono Anung saat Bersepeda, Capai Puluhan Kilometer!

Image
News

5 Potret Annisa Yudhoyono saat Berhijab, Pesonanya Terpancar!

Image
Ekonomi

Celana Dalam Bekas Laku Rp50 Juta, Kepoin Harta Kekayaan Fantastis DJ Dinar Candy!