image
Login / Sign Up

Kementan Klaim UU Budi Daya Pertanian yang Baru Disahkan Berpihak ke Petani

Wayan Adhi Mahardika

Image

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (12/9/2018). Dalam raker dengan komisi IV ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tidak dihadiri langsung oleh menteri Susi Pudjiastuti dan diwakilkan langsung oleh menteri pertanian yang sama-sama membahas tentang anggaran kementerian tahun 2019, usulan program-program yang didanai DAK dan isu-isu aktual. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Menyusul telah disahkan RUU tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan dan RUU Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, yang merupakan inisiatif DPR RI, maka Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan sosialisasi kepada stakeholder sektor Pertanian.

“Penyusunan RUU ini didasarkan pada upaya untuk meningkatkan peran Petani dalam pembangunan Pertanian dengan tidak mengesampingkan perlindungan kepada masyarakat,” ungkap Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/9/2019).

Amran menegaskan pemerintahan Jokowi memiliki komitmen kuat berpihak kepada Petani kecil. Tak hanya terlibat dalam penyusunan RUU yang berpihak kepada Petani kecil, pemerintah melalui Kementan juga telah melakukan sejumlah program terobosan yang menitikberatkan kepada upaya peningkatan kesejahteraan Petani.

baca juga:

“Kami melakukan refocusing anggaran Kementan. Rehab kantor senilai Rp 200 miliar kami cabut. Sekarang anggaran kami fokuskan untuk sarana dan prasarana Pertanian. Semua itu dilakukan untuk membantu Petani,” jelas Amran.

Melalui RUU tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan, Amran memastikan Petani kecil akan semakin dilindungi. Sesuai ketentuan dalam RUU tersebut, pemerintah wajib berupaya untuk meringankan beban Petani kecil berlahan sempit yang budidaya tanamannya gagal panen karena bencana alam.

“Sebagaimana diatur dalam pasal 57, Pemerintah pusat dan daerah wajib berupaya untuk meringankan beban Petani kecil yang mengalami gagal panen yang tidak ditanggung oleh asuransi Pertanian,” tandas Amran.

Petani kecil pun akan mendapatkan prioritas dalam subsidi pupuk. Pada RUU yang baru, disebutkan Pemerintah dan Pemda dapat mendanai sarana budidaya Pertanian untuk Petani kecil sesuai dengan program Pengentasan kemiskinan, Kedaulatan pangan, Pemberantasan narkoba, Penanggulangan terorisme dan subsidi pupuk.

"Jadi tidak benar bila dikatakan RUU ini tidak berpihak pada Petani kecil. Pemerintah mengatur ini agar ruang inovasi Petani terbuka dan dilindungi UU," tambah Amran.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi menyebutkan penyusunan RUU ini dimulai dengan naskah akademik yang mendalam oleh DPR RI dengan melibatkan para ahli dari berbagai perguruan tinggi, para pakar, pemerhati Pertanian, praktisi, dan pelaku usaha, kalangan organisasi profesi, serta organisasi kemasyarakatan. Begitu pula pemerintah menyiapkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU ini.

Budidaya Pertanian pada saat ini masih mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. Setelah terbitnya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2010 tentang Hortikultura dan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, substansi mengenai hortikultura dan perkebunan tidak lagi mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992, karena substansi mengenai pupuk, pestisida, dan alat dan mesin Pertanian belum diatur dalam Undang-Undang tersebut.

"Substansi Pupuk, Pestisida, dan alat dan mesin Pertanian secara garis besar diatur dalam RUU ini,” tegas Agung.

Selain itu menurut Agung, Rancangan Undang-Undang ini juga melaksanakan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 99/PUU-X/2012 yang mengecualikan Petani kecil dari perizinan dalam melakukan pencarian dan pengumpulan Sumber Daya genetik.

Wasekjen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Arif Rahman menyambut positif hadirnya RUU tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan. Menurutnya, RUU ini akan semakin mendorong Petani untuk berinovasi dengan menghasilkan varietas-varietas baru.

“Menurut saya RUU ini sangat membantu Petani kecil. Kita temui di daerah banyak Petani yang melakukan pemuliaan benih. Jadi dengan adanya RUU ini akan mendorong inovasi di tingkat Petani,” jelas Arif.

Sementara itu, Sekjen Asosiasi Perbenihan Indonesia (Asbenindo) Nana Laksana Ranu melihat RUU tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan akan menjadi rambu-rambu yang harus diikuti oleh industri benih dalam negeri dan multinasional.

“Asbenindo mendukung hal-hal yang akan membawa kemajuan Pertanian untuk menuju peningkatan produksi dan kelestarian lahan Pertanian. Perlindungan terhadap hasil penelitian harus betul-betul dihargai. Dengan RUU ini, riset dalam negeri akan mendapat tempat yang terhormat di rumahnya sendiri,” jelas Nana. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

News

Kritik Media Massa, Ade Armando Sebut Kesalahan Pemberitaan Pemblokiran Internet Papua Berdampak Pada Kredibilitas Pemerintah

Image

Ekonomi

Mentan Ajak Petani Subang Maksimalkan Pemanfaatan KUR

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Menteri BUMN Bersama Satgas COVID-19 DPR Sambangi Posko Masak

Image

News

Isu Pelengseran Presiden Timbulkan Dampak Buruk bagi Masa Depan Negara

Image

News

Wabah Corona

Eks Ketua DPR RI Curhat Soal Mahalnya Pembuatan SIKM Jakarta

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Mentan Siapkan Langkah Strategis Jaga Pasokan Pangan

Image

News

DPR RI

Kementan Diminta Optimalkan Kinerja untuk Perjuangkan Kesejahteraan Petani di Masa Pandemi COVID-19

Image

News

Dibanding Kartu Prakerja, UMKM Dinilai Lebih Terbukti Jadi Penopang Ketika Krisis 1998 dan 2008

Image

News

Tren Covid-19 di DKI Menurun, Fraksi NasDem Minta Masyarakat Patuhi PSBB Transisi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

KKP Dorong Percepatan Penanganan Penangkapan Ikan Ilegal

KKP rerus mendorong percepatan penanganan kasus penangkapan ikan ilegal yang dilakukan oleh kapal ikan asing di berbagai kawasan perairan.

Image
Ekonomi

Mentan Ajak Petani Subang Maksimalkan Pemanfaatan KUR

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak para petani di Kabupaten Subang, Jawa Barat, untuk memanfaatkan (KUR).

Image
Ekonomi

Tingkatkan Efisiensi, Perusahaan-perusahaan BUMN Perlu Terapkan ISO Anti Penyuapan

BUMN dituntut menjadi lebih efisien, salah satunya dengan menyarankan perusahaan pelat merah itu menerapkan ISO 37001: 2016 SMAP.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pemerintah Siapkan Anggaran Agar Pasar Tradisional Tidak Jadi Klaster COVID-19

pemerintah nantinya akan menyiapkan anggaran untuk membuat pasar tradisional tidak menjadi klaster penyebaran COVID-19 di era New Normal.

Image
Ekonomi

PLN Minta Maaf Atas Kendala Bayar Tagihan Listrik

PLN meminta maaf atas kendala teknis yang menyebabkan pelanggan mengalami kendala untuk melakukan pembayaran tagihan listrik.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Menteri BUMN Bersama Satgas COVID-19 DPR Sambangi Posko Masak

Menteri Erick bersama Satgas Lawan COVID-19 DPR RI mengunjungi Posko Masak JS2 di Jalan Raya Cilandak KKO, Pasar Minggu, Sabtu (6/6/2020).

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pengusaha Makanan dan Minuman Dukung Pelonggaran PSBB Bertahap

GAPMMI mendukung pelonggaran PSBB bertahap oleh pemerintah dalam rangka menggulirkan kembali roda perekonomian Indonesia.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Mentan Siapkan Langkah Strategis Jaga Pasokan Pangan

Kementan terus berupaya menjaga pasokan pangan dalam masa pandemi COVID-19 dan mengantisipasi ancaman krisis pangan dunia.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Menko Airlangga: Pasar Merespon Pemerintah Tangani COVID-19

Pemerintah menyatakan bahwa pasar merespons positif terhadap upaya penanganan virus Corona (Covid-19) yang prudent dan berbasis data.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Kementerian PUPR Dukung Kemantapan Infrastruktur Jalan untuk Jaga Kelancaran Logistik

Kementerian PUPR terus berupaya mendukung penanganan pandemi COVID-19, salah satunya dengan meningkatkan kelancaran distribusi logistik.

terpopuler

  1. UAS: Saya Bukan Penjahat, Saya Bukan Melakukan Perlawanan Mengangkat Senjata

  2. Kabar Gembira, Corona di Tanah Air Makin Terkendali

  3. Memiliki Dua Orang Anak Meski Belum Pernah Menikah, 5 Fakta Menarik Sushmita Sen

  4. Rela Berjubel dan Antre, Banyak Orang Jadi Saksi Kepergian Bapak Proklamator Indonesia Ir. Soekarno

  5. Roket Falcon 9 Milik SpaceX Bikin Iri Sejumlah Negara Adidaya

  6. Dirawat Kurang Lebih 2 Bulan, 10 Calon Perwira Polri di NTT Sembuh dari Covid-19

  7. Dinilai Hina Budaya Jawa lewat Cuitannya Soal Lathi Challenge, Wan Dazrin Minta Maaf

  8. Soal Pembatalan Haji 2020, Ace Hasan Syadzily: Menteri Agama RI Jelas Menyalahi Prosedur

  9. PKS Dukung Rencana Rocky Gerung dan Zainal Arifin Mochtar Gugat Presidential Threshold ke MK

  10. Susi: Kawan-kawan Laut, Saya Baru Cek Ombak, Ada Pesan dari Laut untuk Kita Semua

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Menikmati Kebahagiaan di Masa Pandemi

Image
Ujang Komarudin

Milenial Reform

Image
Dewi Kartika

Inspirasi dan Legacy Prof Sediono Tjondronegoro untuk Petani

Image
Achmad Fachrudin

Jebakan Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Bikin Bangga, Mantan Stafsus Presiden Jokowi Terpilih Menjadi Alumni Terbaik Harvard University

Image
News

Kisah Raeni, Anak Tukang Becak yang Kini Sukses dari Unnes hingga Raih Beasiswa S3 di Inggris

Image
News

Ngopi di Teras hingga Main Bareng Cucu, 6 Potret Santai Bamsoet saat di Rumah