image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Simplifikasi Cukai Berpotensi Matikan Industri Kretek Nasional

Denny Iswanto

Image

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati, saat memberikan pemaparan mengenai outlook ekonomi Indonesia di kantor pusat Akurat.co, Senin (19/11). | AKURAT.CO/Denny Iswanto

AKURAT.CO Usulan mendorong penyederhanaan (simplifikasi) tarif cukai hasil tembakau kepada pemerintah mendapatkan tanggapan dari peneliti senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati.

Menurut Enny, Indonesia memiliki produk Industri hasil tembakau (IHT) yang lebih heterogen. Simplifikasi Cukai dan penyesuaian harga jual eceran (HJE) berpotensi menimbulkan hilangnya produk-produk IHT Indonesia yang heterogen tersebut. 

Merujuk data Ditjen Bea Cukai (2019), terjadi penurunan jumlah IHT di Indonesia. Tahun 2007 berjumlah 4.793 IHT, tahun 2017 berjumlah 487 IHT.

baca juga:

Enny mengatakan, Simplifikasi Cukai relevan diterapkan di berbagai negara-negara baik di Amerika dan Eropa dimana mayoritas mengonsumsi produk sigaret putih mesin (SPM). Fakta tersebut berbeda dengan Indonesia yang memiliki keragaman produk IHT.

"Indonesia memiliki beragam jenis Rokok, PMK 156/2018 sudah sangat baik karena mengakomodir keragaman jenis Rokok sehingga PMK tersebut layak untuk dipertahankan. Keragaman jenis Rokok tadi juga berkaitan dengan serapan tembakau dalam negeri," kata Enny di Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Enny mengatakan, Simplifikasi Cukai jika dilihat dari historisnya, dari 16 layer lalu terus menerus menurun. Nah, jika saat ini jumlah layer 10, menurut Enny, itu sudah sederhana, tidak perlu disederhanakan lagi.

Enny juga menyoroti rencana pemerintah menggabungkan golongan sigaret Kretek mesin (SKM) dan sigaret putih mesin (SPM). Menurut Enny, itu ibarat Muhammadiyah dan NU.

"Jadi, (SKM dan SPM) jangan dipaksa digabung," ujarnya.

Enny mengusulkan perlunya alternatif kebijakan struktur cukai hasil tembakau yang berkeadilan. Alternatif kebijakan tersebut dengan memerhatikan tiga hal utama.

Pertama, tenaga kerja. Untuk golongan sigaret Kretek tangan (SKT) yang menyerap tenaga kerja (padat karya), perlu adanya afirmatif kebijakan dan insentif bagi pelaku IHT SKT.

“SKT mendapatkan cukai hasil tembakau (CHT) lebih rendah daripada SKM maupun SPM. Kemudian, besarnya penyerapan tenaga kerja dapat dimasukkan menyusun struktur CHT,” katanya.

Kedua, nilai budaya dan kekhasan. Layaknya anggur dan keju yang diberikan perlakuan khusus dalam bisnis negara-negara Eropa, hasil tembakau juga menjadi salah satu nilai budaya Indonesia yang perlu dirawat agar terus terjaga.

Menurut Enny, Kretek adalah Rokok yang mengandung cengkeh dan unsur rempah alamiah didalamnya. Kretek merupakan produk hasil racikan tembakau dengan potongan cengkeh, serta tambahan saus. Sedangkan Rokok putih hanya mengandung tembakau saja.

“Racikan seperti inilah yang menjadikan Rokok Kretek memiliki rasa dan aroma yang berbeda dari jenis sigaret lain,” ujarnya.

Ketiga, Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). TKDN menjadi hal yang wajib dalam mendukung terciptanya produk nasional dan membatasi komponen impor dalam produk yang tercipta.

Mengacu Peraturan Menteri Perindustrian No. 16/M-IND/PER/2/2011, format TKDN barang dapat dilihat berdasarkan komponen material langsung (bahan baku), alat kerja, dan tenaga kerja.

Ditambahkan Enny, dalam TKDN IHT, aspek yang dapat dihitung sebagai bahan baku yaitu hasil tembakau yang diperoleh, mesin yang digunakan dalam memproses dan tenaga kerja yang berperan dalam proses produksi.

Meskipun 80 persen perusahaan yang berada dalam IHT memiliki tenaga kerja berasal dari dalam negeri namun komponen bahan baku dan alat kerja masih didominasi oleh impor.

“TKDN akan mampu mengurangi peningkatan impor tembakau, dan melindungi petani tembakau,” tegasnya. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Cara Mudah Hilangkan Mendengkur pada Malam Hari

Image

Iptek

Tantangan dan Peluang Sektor Pendidikan di Era Industri Digital 4.0

Image

News

Muhadjir: Fatwa "yang Kaya Nikahi yang Miskin" Gerakan Moral untuk Putus Rantai Kemiskinan

Image

Ekonomi

Jurus Kemenperin Percepat Bangun Kawasan Industri

Image

Ekonomi

Apa Kabar Nasib Industri Hasil Tembakau Pasca Cukai Naik?

Image

Gaya Hidup

Tekan Angka Stunting, UI Dorong Pemanfaatan Pajak dan Cukai Rokok hingga Kawasan Tanpa Rokok

Image

Ekonomi

Pelindo I Resmi Jadi Anggota Kadin

Image

Iptek

Kerja Sama BPPT dan President University Sepakati Kembangkan Techno Park

Image

Ekonomi

Aturan Angkutan Laut Makin Jauh dari Cita-cita Menaikkan Ekspor

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Kredit Kendaraan Bermotor Turun, Bos BCA: Milenial Suka Naik Ojol dan MRT

BCA mencatat kredit kendaraan bermotor (KKB) mengalami penurunan sebesar 1,1 persen.

Image
Ekonomi

Perkenalkan Pasar Modal, Phintraco Sekuritas Sentuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang

Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang merupakan perguruan tinggi yang didirikan KH.Muhammad Yusuf Hasyim.

Image
Ekonomi

Petrokimia Gresik Dongkrak Peningkatan Padi Hingga 44 Persen Per Hektare

Dalam demplot ini Petrokimia Gresik kembali menggunakan salah satu produk pupuk nonsubsidi yaitu pupuk NPK Phonska Plus.

Image
Ekonomi

Usai 'Nyindir', Erick Perintahkan Telkom Cepat Lakukan Transformasi Bisnis

Telkom harus lebih serius menggarap bisnis yang sesuai dengan era digital seperti komputasi awan (cloud computing) dan big data.

Image
Ekonomi

Erick Yakin Sosok Agus Martowardojo Bisa Bawa BNI Naik Kelas

Erick mengaku sangat mengapresiasi kehadiran sosok seperti Agus Marto untuk bisa membantu mengawasi kinerja perbankan.

Image
Ekonomi

Alasan BNI Bagikan Dividen 25 Persen dari Laba Rp15,38 Triliun

Perseroan membagikan dividen 25 persen karena masih memerlukan ruang untuk tumbuh ke depannya.

Image
Ekonomi

BNI Bakal Terus Ekspansi Meski Ada Bayang-bayang Virus Corona

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tetap akan melakukan ekspansi kredit tahun ini meski dibayangi wabah Virus Corona.

Image
Ekonomi

2019, Perum Jamkrindo Catatkan Volume Penjaminan Hingga Rp204 Triliun

Volume penjaminan terdiri dari volume penjaminan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp59,01 triliun.

Image
Ekonomi

Kemenkop Reformulasi dan Reformasi Program Pelatihan UKM

Lombok sebagai tempat pelatihan karena merupakan bagian dari destinasi wisata prioritas dalam menciptakan Bali-Bali baru lainnya.

Image
Ekonomi

Dampak Corona, Bos BCA Yakin Banyak Perusahaan Lakukan 'Buffer Stock'

Presdir BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan pihaknya belum dapat menginventarisir sepenuhnya seperti apa dampak dari virus Corona.

terpopuler

  1. Bunga Citra Lestari Menangis Histeris Saat Tahu Ashraf Ternyata Donatur Tetap Yayasan Anak Yatim

  2. 5 Sikap Rasulullah kepada Istrinya, Pedoman Mencapai Rumah Tangga Harmonis

  3. KPK Didesak Usut Sejumlah Kasus Dugaan Korupsi di Pemkot Makassar

  4. Istri Menikah Lagi Setelah Suaminya Meninggal, Begini Pandangan Islam

  5. Diguyur Hujan, Jakarta Banjir Lagi

  6. Jarang Tersorot, 10 Potret Hangat Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana Bersama Keluarga

  7. PBSI Yakin Bisa Bawa Pulang Trofi Piala Thomas ke Indonesia

  8. Satgas Yonif 132 Siapkan Anak Perbatasan Jadi Prajurit

  9. Sembilan Hari Jelang Kick-off, Markas Persiraja Belum Penuhi Standar Liga 1

  10. Fraksi PDIP Dilarang Jadi Ketua Panlih Wagub Pengganti Sandiaga Uno

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Sosok

Image
Iptek

Penemu Konsep Copy-Paste, Larry Paster Meninggal Dunia

Image
News

8 Potret Kompak Prabowo Subianto dan Sakti Wahyu Trenggono Jamu Tamu dari Negara Sahabat

Image
News

Hapus UN hingga Bayar SPP Pakai GoPay, 5 Kebijakan Nadiem Makarim Ini Curi Perhatian Publik