image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Pengusaha Jangan Apriori Mengenai Kenaikan Cukai Rokok

Andi Syafriadi

Image

Pekerja menyelasaikan pembuatan rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (24/10). Pemerintah menetapkan untuk menaikkan tarif cukai rokok mulai 1 Januari 2018 mendatang sebesar 10.04 persen mendatang dengan pertimbangan untuk mencegah peredaran rokok ilegal serta mengendalikan konsumsi rokok. | ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/pras/17.

AKURAT.CO Pengusaha Industri Rokok nasional diminta tidak apriori terhadap rencana pemerintah menaikkan Cukai Rokok 23 persen pada 2020 karena kenyataan di lapangan selama ini, harga komoditas ini relatif masih terjangkau.

"Penolakan kalangan Pengusaha itu dapat disebut sebagai sikap apriori yang tidak berdasarkan pada kenyataan yang ada selama ini," kata Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi), Sofyano Zakaria, dalam penjelasannya di Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Zakaria merinci, jika kenaikan Cukai 100 persen saja, maka harga Rokok masih sangat terjangkau oleh konsumen.

baca juga:

Dia memberikan contoh, jika sekarang tarif Cukai Rokok rata rata Rp500 per batang Rokok, maka Rokok isi 12 batang masih terkena Cukai Rp6.000. Harga jual di toko eceran Rp14.000 per bungkus.

Jika Cukai dinaikkan 100 persen maka Cukai menjadi Rp1.000 per batang Rokok. Artinya harga Rokok 12 batang dijual dengan harga Rp25.000 per bungkus. "Itu harga yang sangat terjangkau oleh konsumen," tegasnya.

Dia berpendapat, saat ini pun harga Rokok eceran antara Rp20.000 sampai Rp35.000 per bungkus. Ini adalah harga jual Rokok yang tergolong sangat murah bila dibanding harga Rokok di Singapura yang rata rata harta Rokok sigaret mesin sekitar Rp150.000 per bungkus.

Jadi, tegasnya, kalau pun pemerintah menaikkan Cukai 100 persen dari Cukai sekarang, maka harga Rokok di Indonesia masih sangat murah dibandingkan dengan harga Rokok di negara ASEAN lainnya.

Oleh karena itu, kata Zakaria, jika ada penolakan dari kalangan Pengusaha Rokok, terutama Pengusaha Rokok besar dengan alasan utama adalah kekuatiran penjualan Rokok akan menurun dan keuntungan perusahaan akan berkurang, maka hal itu sejatinya, rasa kuatir yang tidak beralasan dan tidak perlu.

Dia juga menilai kenaikan itu adalah kenaikan yang wajar karena pada 2019 Cukai tidak mengalami kenaikan.

"Kalau kenaikannya diakumulasi ke 2020 tentu sudah proporsional. Rata rata kenaikan Cukai setiap tahun sekitar 8-10 persen," katanya.

Dengan rata rata kenaikan tahunan 8-10 persen tersebut, lanjut dia, belum pernah perusahaan Rokok mengalami penurunan penjualan, penurunan keuntungan, apalagi sampai bangkrut.

"Sehingga kalau ada yang membuat isu bahwa kenaikan Cukai sebesar 23 persen pada 2020 akan menyebabkan perusahaan Rokok bangkrut, itu adalah sikap mengada-ngada dan terkesan itu hanya strategi Pengusaha," katanya.

Dengan demikian, tambah Zakaria, Pengusaha tidak perlu kuatir, apalagi melakukan langkah langkah reaktif dengan mengerahkan buruh buruh atau ormas-ormas melakukan penolakan.

Pengusaha Rokok, kata dia lagi, sudah saat nya memberi perhatian kepada masyarakat terkait harga Rokok agar harga Rokok tidak sangat murah yang bisa berdampak terhadap kesehatan.

"Harga Rokok yang bisa menyamai seperti harga jual di Singapura, setidaknya bisa menekan ancaman bahayanya Rokok bagi kesehatan sebagaimana tercantum pada setiap bungkus Rokok," demikian Zakaria. []

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Antara

berita terkait

Image

Ekonomi

Legislator PKS Minta Pemerintah Pertimbangkan Lagi Dampak Pungutan Cukai Kantong Plastik

Image

Gaya Hidup

Cara Mudah Hilangkan Mendengkur pada Malam Hari

Image

Iptek

Tantangan dan Peluang Sektor Pendidikan di Era Industri Digital 4.0

Image

Ekonomi

Jurus Kemenperin Percepat Bangun Kawasan Industri

Image

Ekonomi

IHSG Menguat Terbatas Karena Kenaikan Cukai Plastik

Image

Ekonomi

Apa Kabar Nasib Industri Hasil Tembakau Pasca Cukai Naik?

Image

Ekonomi

Sri Mulyani Juga Usulkan Minuman Manis Kemasan Kena Cukai, Ini Besarannya!

Image

Ekonomi

Misbakhun Sebut Persetujuan Pengenaan Barang Kena Cukai Baru sebagai Bentuk Sosialisasi

Image

Ekonomi

Tok! DPR Setujui Pengenaan Tarif Cukai Produk Plastik

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Kredit Kendaraan Bermotor Turun, Bos BCA: Milenial Suka Naik Ojol dan MRT

BCA mencatat kredit kendaraan bermotor (KKB) mengalami penurunan sebesar 1,1 persen.

Image
Ekonomi

Perkenalkan Pasar Modal, Phintraco Sekuritas Sentuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang

Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang merupakan perguruan tinggi yang didirikan KH.Muhammad Yusuf Hasyim.

Image
Ekonomi

Petrokimia Gresik Dongkrak Peningkatan Padi Hingga 44 Persen Per Hektare

Dalam demplot ini Petrokimia Gresik kembali menggunakan salah satu produk pupuk nonsubsidi yaitu pupuk NPK Phonska Plus.

Image
Ekonomi

Usai 'Nyindir', Erick Perintahkan Telkom Cepat Lakukan Transformasi Bisnis

Telkom harus lebih serius menggarap bisnis yang sesuai dengan era digital seperti komputasi awan (cloud computing) dan big data.

Image
Ekonomi

Erick Yakin Sosok Agus Martowardojo Bisa Bawa BNI Naik Kelas

Erick mengaku sangat mengapresiasi kehadiran sosok seperti Agus Marto untuk bisa membantu mengawasi kinerja perbankan.

Image
Ekonomi

Alasan BNI Bagikan Dividen 25 Persen dari Laba Rp15,38 Triliun

Perseroan membagikan dividen 25 persen karena masih memerlukan ruang untuk tumbuh ke depannya.

Image
Ekonomi

BNI Bakal Terus Ekspansi Meski Ada Bayang-bayang Virus Corona

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tetap akan melakukan ekspansi kredit tahun ini meski dibayangi wabah Virus Corona.

Image
Ekonomi

2019, Perum Jamkrindo Catatkan Volume Penjaminan Hingga Rp204 Triliun

Volume penjaminan terdiri dari volume penjaminan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp59,01 triliun.

Image
Ekonomi

Kemenkop Reformulasi dan Reformasi Program Pelatihan UKM

Lombok sebagai tempat pelatihan karena merupakan bagian dari destinasi wisata prioritas dalam menciptakan Bali-Bali baru lainnya.

Image
Ekonomi

Dampak Corona, Bos BCA Yakin Banyak Perusahaan Lakukan 'Buffer Stock'

Presdir BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan pihaknya belum dapat menginventarisir sepenuhnya seperti apa dampak dari virus Corona.

terpopuler

  1. Bunga Citra Lestari Menangis Histeris Saat Tahu Ashraf Ternyata Donatur Tetap Yayasan Anak Yatim

  2. 5 Sikap Rasulullah kepada Istrinya, Pedoman Mencapai Rumah Tangga Harmonis

  3. KPK Didesak Usut Sejumlah Kasus Dugaan Korupsi di Pemkot Makassar

  4. Satgas Yonif 132 Siapkan Anak Perbatasan Jadi Prajurit

  5. Istri Menikah Lagi Setelah Suaminya Meninggal, Begini Pandangan Islam

  6. Jarang Tersorot, 10 Potret Hangat Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana Bersama Keluarga

  7. Diguyur Hujan, Jakarta Banjir Lagi

  8. PBSI Yakin Bisa Bawa Pulang Trofi Piala Thomas ke Indonesia

  9. Sembilan Hari Jelang Kick-off, Markas Persiraja Belum Penuhi Standar Liga 1

  10. Fraksi PDIP Dilarang Jadi Ketua Panlih Wagub Pengganti Sandiaga Uno

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Agama dan Pancasila

Image
Achsanul Qosasi

Ujian Tak Mudah Bagi Pancasila

Image
Girindra Sandino

Tujuh Analisa dan Persoalan Urgen Pilkada 2020

Image
Abdul Aziz SR

Menanti Kebangkitan PPP

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Bintangi Get Married Series, Prilly Latuconsina Ragu Tak Bisa Seperti Nirina Zubir

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakerpus Perpusnas: Penguatan Indeks Literasi untuk SDM Indonesia Unggul

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Sosok

Image
Iptek

Penemu Konsep Copy-Paste, Larry Paster Meninggal Dunia

Image
News

8 Potret Kompak Prabowo Subianto dan Sakti Wahyu Trenggono Jamu Tamu dari Negara Sahabat

Image
News

Hapus UN hingga Bayar SPP Pakai GoPay, 5 Kebijakan Nadiem Makarim Ini Curi Perhatian Publik