Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Iran 'Tertawakan' Sanksi Baru AS: Tanda Keputusasaan Trump

Denny Iswanto

Perang Dagang

Iran 'Tertawakan' Sanksi Baru AS: Tanda Keputusasaan Trump

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif | REUTERS/Ahmed Saad

AKURAT.CO Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada Sabtu mencela sanksi baru Amerika Serikat terhadap bank sentralnya sebagai upaya untuk membuat rakyat biasa Iran tak memperoleh akses ke makanan dan obat.

Menlu Zarif mengatakan tindakan itu adalah tanda mengenai keputusasaan AS.

Amerika Serikat pada Jumat (20/9/2019) memberlakukan babak baru sanksi atas Iran, sebagian ditujukan kepada bank sentralnya dan dana kedaulatan, setelah serangan terhadap instalasi minyak di Arab Saudi, yang para pejabat Riyadh dan AS katakan dilakukan oleh Iran.

Iran membantah terlibat dalam serangan tersebut, yang mulanya memangkas sampai separuh produksi minyak Arab Saudi. Tanggung-jawab diklaim oleh milisi Syiah Yaman, Al-Houthi, kelompok yang bersekutu dengan Iran dan memerangi aliansi militer pimpinan Arab Saudi dalam perang saudara di Yaman.

"Ini adalah tanda mengenai keputusasaan Trump ... Ketika mereka berulangkali menjatuhkan sanksi atas lembaga yang sama, ini berarti upaya mereka untuk menaklukkan rakyat Iran dengan 'tekanan maksimum' telah gagal," kata Zarif kepada wartawan dalam pernyataan yang ditayangkan oleh stasiun televisi negara.

"Tapi ini berbahaya dan tak bisa diterima sebagai upaya untuk menghalangi ...akses rakyat Iran ke makanan dan obat," kata Zarif, sebagaimana dikutip Reuters Sabtu (21/9/2019). Ia berbicara setelah tiba di New York untuk pertemuan tahunan Sidang Majelis Umum PBB pekan depan.

Sementara itu, beberapa laporan yang belum dikonfirmasi di media sosial mengatakan sejumlah jejaring Iran --termasuk milik sebagian perusahaan petrokimia-- menghadapi serangan maya. Belum ada komentar resmi, dan semua jejaring perusahaan minyak utama negeri tersebut, NIOC, tampak berfungsi secara normal. Warga mengatakan akses Internet mereka tidak terpengaruh.

Sanksi baru ditujukan ke Bank Sentral Iran, yang sudah menghadapi sanksi lain AS, Dana Pembangunan Nasional Iran, dana kesejahteraan kedaulatan negeri itu, dan satu perusahaan Iran yang dikatakan para pejabat AS digunakan untuk menyembunyikan pengiriman keuangan buat belanja militer Iran.

Zarif mengatakan ia akan bertemu pada Rabu dengan menteri luar negeri sisa penandatangan kesepakatan nuklir 2015, yang disepakati dengan Inggris, Prancis, Jerman, China dan Rusia serta Amerika Serikat.

"Sebagaimana telah kami katakan sebelumnya, Amerika Serikat hanya dapat hadir jika negara itu kembali (ke kesepakatan nuklir) ... dan mengakhiri perang ekonominya melawan Iran," kata Zarif.

Amerika Serikat keluar dari kesepakatan tersebut tahun lalu dan memberlakukan kembali sanksi sepihak atas Iran.

"Saya berharap pemerintah AS menyadari bahwa mereka tidak lagi menjadi satu-satunya adidaya ekonomi di dunia dan ada banyak negara yang menginginkan keuntungan dari pasar Iran," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi, kata media negara. []

baca juga:

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Reuters

berita terkait

Image

News

Diberitakan Mangkir Pajak, Donald Trump: Itu Berita Palsu, Saya Bayar Jutaan Dolar

Image

News

Wabah Corona

Agar Sekolah Cepat Dibuka, Donald Trump Akan Bagikan 150 Juta Alat Deteksi COVID-19

Image

Olahraga

NBA 2019-2020

Ini Jadwal Lengkap Final NBA Lakers vs Heat

Image

News

Wabah Corona

9 Bulan Pandemi, Jumlah Korban Meninggal karena COVID-19 Capai 1 Juta Penduduk

Image

News

Muncul Amoeba Pemakan Otak, Texas Tetapkan Darurat Bencana

Image

News

Kirim Foto Pakai Bikini dan Ajak Murid Berhubungan Seks, Guru di AS Dilaporkan

Image

News

5 'Hujan' Paling Menggemparkan di Dunia, Darah hingga Ribuan Burung Mendadak Berjatuhan dari Langit

Image

News

Ikut Turun Tangan, AS Bakal Bantu Hentikan Perang Armenia-Azerbaijan

Image

News

Tidak Terapkan Protokol Kesehatan dalam Kampanye, Siap-siap Dibubarin

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Industri Tembakau Alternatif Butuh Riset Standard Konsumsi

Industri tembakau alternatif membutuhkan dukungan sains atau riset ilmiah dalam pengaturan atau penjelasan standard konsumsi

Image
Ekonomi

Bamsoet: Indonesia Jangan Terbuai Prediksi Jadi Kekuatan Ekonomi Dunia 2045

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah tidak terbuai prediksi Indonesia akan menjadi negara dengan penghasilan tertinggi

Image
Ekonomi

Bisnis Penerbangan Terpuruk, AirAsia Buka Layanan Akikah Digital

Maskapai penerbangan AirAsia membuka layanan akikah digital melalui sebuah platform yang memenuhi keperluan gaya hidup muslim.

Image
Ekonomi

Yah, 200 Ribu Pegawai Restoran Dipecat Imbas COVID-19!

200 ribu pegawai restoran terpaksa dirumahkan sebagai imbas pandemi COVID-19 yang masih mewabah di Indonesia

Image
Ekonomi

Mulai 2021, SKNBI Siap Bertransformasi Jadi BI Fast Payment

BI siap mengimplementasikan penerapan fast payment tahap pertama sehingga transaksi akan lebih cepat dan menggantikan SKNBI tahun 2021.

Image
Ekonomi

Simplifikasi Cukai Rokok Sebabkan Pasar Hasil Tembakau Menjadi Kian Oligopoli

Dampak penyederhanaan (simplifikasi) tarif Cukai Hasil Tembakau menyebabkan struktur pasar IHT menjadi semakin oligopoli.

Image
Ekonomi

Insentif Kartu Pra Kerja Kamu Tak Kunjung Cair? Mungkin Ini Penyebabnya

Ada beberapa hal yang membuat insentif penerima Kartu Pra Kerja gagal dicairkan.

Image
Ekonomi

Dear Pemerintah, Nasib Petani Tembakau Perlu Diperhatikan dalam Simplifikasi Cukai

FOSES: Para pelaku industri meyakini bahwa penyederhanaan struktur cukai tidak akan menjadi jawaban yang tepat untuk visi RPJMN.

Image
Ekonomi

Bank Dunia Revisi Proyeksi Ekonomi RI Jadi Minus 2 Persen, Ini Reaksi Kemenkeu

Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 akan berada pada kisaran -2,0 sampai dengan -1,6 persen.

Image
Ekonomi

Tok! DPR Sahkan APBN 2021, Ini Rinciannya

DPR RI mengesahkan RUU APBN 2021 menjadi Undang-Undang dalam rapat paripurna.

terpopuler

  1. Ardi Bakrie Selama Ini Biayai Hidup Keluarga Nia Ramadhani

  2. Pengakuan Teddy Gusnaidi Pernah 'Hajar' Gatot Nurmantyo

  3. Tengku Zul: Konglomerat Asing Mulai Keruk Duit Rakyat dengan Turun ke Jalan

  4. Hotman Paris Bagikan Tips Obati Pasien COVID-19 Pakai Obat Kumur

  5. Bicara Soal Perselingkuhan, Nia Ramadhani : Gak Bisa Nyalahin Salah Satunya

  6. Jawab Kritik Ketua DPRD DKI, Anak Buah Anies: 8.000 Orang Siap Antisipasi Banjir 

  7. Dilarang Anies Baswedan Lewat PSBB, Warga Jakarta Pindah Tongkrongan ke Bekasi 

  8. Kasus Harian Covid-19 DKI Menurun, Pasien Sembuh Melonjak Jadi 57.741 Orang

  9. Sindir Tengku Zul, Yunarto: Anak Cucu PKI Belum Tentu Otaknya Politik Mulu Kayak Anda

  10. Mantan Wali Kota Jakarta Pusat yang Juga Anggota DPD RI Positif Terpapar Covid-19

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Komunisme dan Kearifan

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Pandemi dan Pohon Khuldi

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada yang Tak Ditunda

Image
Arif Hidayat

3 Cara untuk Anda Bisa Menjadi Karyawan Terbaik

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Karier Menkes Terawan, Kontroversi Cuci Otak hingga Jadi Menteri Kesehatan

Image
News

Aksi Susi Pudjiastuti Jadi Model Dadakan, Gayanya Bak Ratu

Image
News

5 Gaya Presiden Jokowi Gowes Pagi, Tampil Keren dengan Sepeda Produk Lokal