Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

BPK Sindir Kenaikan Cukai Rokok: Cukai Miras Mestinya Dinaikkan Juga 100 Persen

Denny Iswanto

BPK Sindir Kenaikan Cukai Rokok: Cukai Miras Mestinya Dinaikkan Juga 100 Persen

Ribuan botol minuman keras senilai 13,2 Miliar dimusnahkan bea cukai Riau dan Sumbar, Selasa (26/9) | Safrina

AKURAT.CO Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Achsanul Qosasi menyindir pemerintah agar kenaikan cukai berlaku juga untuk minuman beralkohol atau miras (minuman keras) dan tidak hanya untuk rokok saja.

Pasalnya menurut Achsanul Rokok ini menghidupi para petani tembakau, dan juga semua bahan serta proses produksinya di dalam negeri, apalagi pajaknya juga di Indonesia. Sedangkan untuk Miras, Indonesia banyak beli jadi dari luar negeri.

"Cukai Miras mestinya dinaikkan juga. [Sebesar] 100 persen kalau perlu. Tembakau (Cukai Rokok) menghidupkan petani.. ada proses produksi. Pabriknya disini, pajaknya disini, bahan bakunya disini, buruhnya disini.. semuanya di Indonesia. Tapi Miras?.. kita beli jadi.! Kecuali Topi Miring & oplosan," cuit dia di akun Twitternya @AchsanulQosasi yang dipantau Akurat.co, Sabtu (21/9/2019).

baca juga:

Sebelumnya Menteri Keuangan (Memkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan keputusan menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23 persen sudah mewakili banyak dimensi untuk memberikan keseimbangan sektor ekonomi.

"Oleh karena itu mencari keseimbangan di antara seluruh kepentingan itu menjadi sangat penting," kata Sri Mulyani setelah melantik pejabat eselon III di Gedung Dhanapala di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menurut Sri Mulyani, pemerintah mempertimbangkan sejumlah hal sebelum memutuskan menaikkan tarif cukai rokok. Pertimbangan itu yakni aspek kesehatan, penerimaan negara dan sektor produksi terutama para petani dan pengusaha kecil.

Kendati demikian Wakil Ketua Umum PBNU, H. Mochammad Maksum Mahfoedz meminta pemerintah agar mempertimbangkan keputusan tersebut, mengingat dampak negatif bagi petani tembakau dan juga buruh pabrik tembakau.

“Jika ada pihak-pihak yang terpukul akibat kenaikan cukai tembakau, maka mereka tidak lain adalah petani dan buruh tani yang notabene masyarakat kecil, khususnya Nahdliyin dan bukan perusahaan," kata Maksum melalui keterangan tertulis.

Menurut dia, pemerintah banyak membuat regulasi (kebijakan) tentang rokok, mulai Undang Undang, Peraturan Pemerintah, sampai Peraturan Daerah, namun arahnya mendiskriminasi keberadaan industri hasil tembakau (IHT) skala kecil.

"Pada intinya, peraturan dari hulu sampai hilir tidak ada yang memihak petani. Produksi pasti akan sangat mahal, para petani menghadapi pasar monopsoni, dan semua tunjangan tidak pernah menyentuh petani tembakau," katanya.

Rencana kenaikan cukai rokok sebesar 23 persen pada 2020 juga dinilai terlalu tinggi dan akan berimbas terhadap ekonomi petani tembakau, kata Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Agus Parmuji.

"Kami usulkan kenaikan sekitar 10 sampai 13 persen saja," kata Agus di Temanggung, Jawa Tengah, kemarin.

Ia mengatakan, sebagai penyedia bahan baku utama rokok kretek, petani belum mendapatkan perlindungan sesuai harapan. "Baik perlindungan dalam soal budi daya, pascapanen, dan penjualannya, sehingga posisi sangat rentan untuk ditekan," katanya.

Menurut Agus, pascapengumuman rencana kenaikan cukai tersebut, penyerapan tembakau petani oleh pabrikan rokok menjadi lamban. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Ekonomi Membaik Diharapkan Bisa Menopang Penerimaan Pajak yang Terkontraksi

Image

Ekonomi

Pajak Mobil Baru Diusulkan 0 Persen, Menkeu: Insentif Pemulihan Ekonomi Sudah Banyak

Image

News

Direktur PT Kharisma Persada Lestari Diperiksa Kejagung Kasus Korupsi Importasi Tekstil

Image

Ekonomi

Ada Biaya Protokol COVID-19, Anggaran Pilkada 2020 Jadi Rp20,46 Triliun

Image

Ekonomi

PBNLI: Ekspor Lobster Digagalkan Bea Cukai, Negara Berpotensi Kehilangan Devisa Rp36 Miliar

Image

Ekonomi

Defisit APBN 2020 Tembus Rp500,5 Triliun, Kenaikan Terbesar dari Tahun Lalu

Image

Gaya Hidup

Berdayakan Petani Kacang Tanah, TaniHub Group Jalin Kerja Sama dengan Garudafood

Image

Ekonomi

Lagi-lagi Direvisi, Sri Mulyani Bilang Ekonomi RI Minus 1,7 Persen Tahun Ini

Image

Ekonomi

Sri Mulyani: Barang Milik Negara Bisa Dimanfaatkan untuk Perawatan Pasien COVID-19

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Pembangunan Infrastruktur Digital Tingkatkan Daya Saing Industri Nasional

Kemenperin terus mendorong sektor manufaktur di tanah air untuk dapat memanfaatkan teknologi industri 4.0.

Image
Ekonomi

Siapkan Food Estate di Sumba Tengah, Mentan Ingin Genjot Produksi Jagung

Mentan juga ingin memastikan produksi jagung cukup sesuai kebutuhan bulanan.

Image
Ekonomi

Mampukah Pilkada Disemarakkan dengan Metode Online dan Webinar?

Jika melihat kondisi belakangan ini, paparan pandemi COVID-19 mengalami peningkatan yang cukup tajam.

Image
Ekonomi
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK

Ekonom CORE Puji Langkah Cepat OJK Restrukturisasi Kredit di Tengah Pandemi

CORE Indonesia mengapresiasi langkah cepat OJK dalam mengeluarkan ketentuan terkait pelonggaran restrukturisasi kredit.

Image
Ekonomi
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK

Misbakhun: Transformasi Digitalisasi Jadi Keharusan di Tengah Pandemi COVID-19 

Mukhamad Misbakhun menyebutkan bahwa transformasi digitalisasi menjadi sebuah keharusan yang wajib dieksekusi di tengah pandemi COVID-19

Image
Ekonomi

Ekonomi Membaik Diharapkan Bisa Menopang Penerimaan Pajak yang Terkontraksi

Sri Mulyani mengharapkan perbaikan kinerja ekonomi yang mulai terlihat pada Agustus 2020 dapat mendukung penerimaan pajak.

Image
Ekonomi

Pandemi COVID-19 Buat Repot Aktivitas Masyarakat dan Badan Usaha

Pandemi COVID-19 yang mewabah diratusan negara termasuk Indonesia sangat berdampak pada berbagai sektor maupun aktivitas masyarakat

Image
Ekonomi

Pajak Mobil Baru Diusulkan 0 Persen, Menkeu: Insentif Pemulihan Ekonomi Sudah Banyak

Sri Mulyani Indrawati masih mengkaji usulan relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar nol persen.

Image
Ekonomi

5 Cara Kreatif Jaga Pelanggan Saat Pandemi COVID-19

Pandemi COVID-19 membuat banyak pelaku usaha jadi lebih kreatif, mereka punya sejumlah cara untuk tetap menjaga pelanggannya

Image
Ekonomi

Komisi VII DPR Kecewa Pemerintah Lamban Soal Pengembangan EBT

Komisi VII DPR RI Mulyanto menilai pemerintah masih terkesan lamban dalam menjalankan mengembangkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT)

terpopuler

  1. Kwik Kian Gie Kutip Pernyataan UAS Soal Penanganan Covid-19

  2. Baca Doa ini Agar Terhindar dari Virus Seperti Covid 19

  3. Sindir KAMI, Ferdinand: Desak Pemerintah Tunda Pilkada, tapi Ormas Ini Selalu Buat Kerumunan

  4. Bocoran dari Sayyidah Aisyah, ini Kebiasaan Nabi di Malam Hari

  5. Rustam Ibrahim: Pilkada Minta Ditunda, Tapi Acara Deklarasi Dibiarkan

  6. 5 Meme Kocak Timbangan ini Dijamin Bikin Nyengir

  7. Junimart Girsang: Pesta Demokrasi Tidak Boleh Ditunda Hanya Karena Covid-19

  8. Ruhut: Tolong Jangan Ngeyel, Virus Corona Itu Memang Ada

  9. 5 Fakta Lika Liku Hidup Benyamin Sueb, dari Pengamen hingga Raih Piala Citra

  10. Hukum Menahan Kentut saat Salat

fokus

Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi
Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Kerjasama Tim, Inkonsistensi Kebijakan dan Covid-19

Image
Khalifah Al Kays Yusuf dan Tim Riset ALSA

Dampak Kebijakan PSBB Terhadap Hak Pekerja

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit

Pandemi COVID-19 dan Bencana Ekologis Planet Bumi

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Dilema Mayoritas-Minoritas dalam Islam

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Pesona Mutiara Annisa Baswedan dengan Rambut Pendek, Lebih Fresh!

Image
News

5 Potret Pramono Anung saat Bersepeda, Capai Puluhan Kilometer!

Image
News

5 Potret Annisa Yudhoyono saat Berhijab, Pesonanya Terpancar!