image
Login / Sign Up

Pemerintah Pacu Kualitas SDM Terampil untuk Topang Industri Tekstil

Dhera Arizona Pratiwi

Image

Ekshibisi mesin tekstil dalam pameran industri tekstil dan produk tekstil (ITPT) terintegrasi bertaraf Internasional 'Indo Intertex dan Inatex' yang diselenggarakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (4/4). Pameran yang menghadirkan 900 perusahaan dari perusahaan lokal dan 23 mancanegara yang bergerak dalam industri tekstil dan garmen. Pameran yang saling terkait yakni Indo Intertex yang menghadirkan permesinan dan peralatan, sedangkan Inatex memamerkan aneka bahan baku serat, benang, kain, pakaian jadi, dan aksesori | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian (Kemenperin) semakin gencar mendorong peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten untuk menopang daya saing industri nasional. Terutama, pada sektor-sektor yang menjadi prioritas dalam peta jalan Making Indonesia 4.0, seperti industri tekstil dan produk tekstil (TPT).

Industri TPT membutuhkan tenaga kerja terampil yang sangat besar, karena termasuk sektor labor intensive atau industri padat karya. Karena itu, Kemenperin ikut memacu kualitas tenaga kerjanya,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko S A Cahyanto melalui keterangannya di Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Guna memenuhi permintaan tenaga kerja di sektor industri TPT, Kemenperin terus memaksimalkan Balai Pendidikan dan Latihan (Balai Diklat) khusus bidang tekstil yang ada di Jakarta dan Surabaya. Kemudian untuk tingkat perguruan tinggi, terdapat di Akademi Komunitas (Akom) Solo dan Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil (STTT) Bandung.

baca juga:

Contoh implementasinya, dihasilkan dari program Diklat 3in1 (pelatihan, sertifikasi, dan penempatan kerja) yang dilaksanakan di Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta. “Baru-baru ini, kami baru membuka lagi pendidikan kilat untuk 300 orang di BDI Jakarta yang nantinya langsung dipekerjakan di industri garmen seluruh Indonesia, tentunya juga didorong di daerah-daerah lain,” ungkap Kepala BPSDMI.

Kegiatan diklat tersebut, dibuka pada 16 September 2019 dan akan berakhir hingga 5 Oktober 2019. “Para peserta mendaftar melalui tiga jalur rekrutmen. Ada yang mendaftar langsung melalui BDI daerah, daftar secara online, atau peserta sudah terdaftar sebagai tenaga kerja di pabrik yang kemudian dibawa ke BDI untuk menjalani diklat,” jelas Eko.

Para peserta diklat juga akan mendapatkan pelatihan langsung dari Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API). Mereka tidak hanya mendapat pelatihan teknis operasi mesin industri garmen dan tekstil, tetapi juga pembekalan kepribadian yang dibutuhkan saat kerja.

“Dalam waktu dekat juga ada industri tekstil yang membutuhkan sekitar 4.000 tenaga kerja, karena melakukan perluasan usaha di daerah Jawa Barat, yakni Sukabumi, Tasik dan Subang yang semuanya merupakan satu grup perusahaan,” paparnya.

Eko menambahkan, BDI Jakarta hingga saat ini sudah melaksanakan diklat operator mesin industri garmen dengan jumlah peserta sebanyak 8.402 peserta yang diselenggarakan secara insite di BDI Jakarta maupun onsite yaitu diklat yang diselenggarakan di perusahaan. “Dari seluruh peserta, sebanyak 40 orang merupakan penyandang disabilitas,” imbuhnya.

BDI Jakarta juga telah melaksanakan diklat operator tekstil dengan jumlah peserta sebanyak 500 orang, diklat membatik dengan jumlah peserta sebanyak 1.100 orang, diklat bidang kualitas kontrol TPT sebanyak 180 orang, diklat tingkat supervisi TPT sebanyak 150 orang, dan diklat bidang mekanik garmen sebanyak 30 orang.

“Sesuai dengan konsep 3in1, yaitu pelatihan, sertifikasi dan penempatan kerja, para peserta akan ditempatkan bekerja di perusahaan-perusahaan garmen yang telah menjalin kerja sama dengan BDI Jakarta,” terangnya.

Eko menyebutkan, selain menyelenggarakan berbagai pelatihan, Kemenperin juga akan mendorong akreditasi lembaga-lembaga pelatihan kerja untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri TPT. “Karena kebutuhan tenaga kerja yang terampil sangat besar, sehingga kami mendorong jumlahnya terus naik,” tegasnya.

Secara keseluruhan untuk program Diklat 3in1, pada tahun ini, Kemenperin menargetkan 72.000 orang mengikuti program tersebut yang diproyeksikan untuk semua sektor industri, sehingga memenuhi kebutuhan tenaga kerja kompeten dari peningkatan investasi sektor manufaktur. Dari jumlah tersebut, termasuk di dalamnya untuk para penyandang disabilitas yang dilatih agar mampu ikut berkontribusi dalam dunia industri Tanah Air.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) API Ernovian G Ismy mengatakan, penambahan sekolah dan lembaga pendidikan tekstil akan mampu menyiapkan dan meningkatkan produktivitas dan kompetensi SDM industri tekstil. Selama ini, kurangnya SDM di sektor industri tekstil disebabkan kurangnya jumlah sekolah atau lembaga pendidikan untuk mencetak SDM kompeten industri tekstil.

“API sendiri sudah berupaya untuk meningkatkan jumlah SDM di sektor industri tekstil melalui pendirian sekolah vokasi di Jakarta dan Solo. Pentingnya penambahan sekolah dan lembaga pendidikan tekstil bertujuan untuk menyiapkan dan meningkatkan produktivitas SDM bagi industri tekstil,” pungkasnya. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

SNI Wajib 'Amankan' Industri dari Serangan Produk Impor Tidak Berkualitas

Image

Ekonomi

Wall Street Terangkat Karena Optimisme Redanya Perang Dagang

Image

News

Jokowi-Ma’ruf Amin Diharapkan Tingkatkan SDM di Bidang Kesehatan dan Pendidikan

Image

News

Indonesia Mampu Bersaing Jika SDM Berkembang

Image

Ekonomi

Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Bakal Duduki Kursi Menteri, Airlangga Hartarto Miliki Harta Rp81,5 Miliar

Image

Ekonomi

Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Airlangga Beri Sinyal Bakal Pimpin Kementerian Industri dan Perdagangan

Image

Ekonomi

Pemerintah Hendaknya Beri Relaksasi Bagi Industri Rokok

Image

News

TMMD 106

Dandim Pwk: TMMD Tak Hanya Membangun Desa, Tapi Juga SDM

Image

Ekonomi

Jokowi Beberkan 5 Prioritas Utama Dari Deregulasi Hingga Investasi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Dicetus Sejak 2011, Kemendag Target Rampungkan RCEP Akhir 2020

Setelah tujuh tahun berlalu, Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) tak kunjung rampung.

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Dari Mantan Gubernur Sulsel Kini Syahrul Yasin Limpo Bersaing dengan Edhy Prabowo

Syahrul Yasin Limpo Pria kelahiran Makassar 15 Maret 1955 ini merupakan anak dari Kolonel (Purn.) H.M. Yasin Limpo.

Image
Ekonomi

Sudah Miliki Lahan 16 Tahun, Warga Ini Tiba-tiba Kaget Karena Ini

Padahal tanah seluas 3.000 meter persegi itu sudah dimilikinya sejak tahun 2003 lalu atau sudah sekitar 16 tahun.

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Pejabat KKP Berharap Kebijakan 'Menggelegar' Susi Pudjiastuti Tetap Dilanjutkan

Kebijakan menggelegar Susi Pudjiastuti saat menjadi bos Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) perlu dilanjutkan.

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Ekonom Nilai Erick Thohir Cocok Jadi Menteri BUMN

Selain memiliki latar belakang dalam mengelola berbagai macam usaha, Erick juga berhasil mengkoordinasikan tim kampanye Jokowi-Ma'ruf.

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Ini Alasan Budi Karya Bersedia Jadi Menhub Lagi, Meski Menantang

Berbagai pekerjaan rumah masih menanti di depan mata.

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Halim Iskandar Beri Kode Akan Mengurusi Perekonomian Desa

Halim Iskandar menegaskan bahwa Presiden Jokowi memahami bahwa ia adalah orang desa.

Image
Ekonomi

Hindari Tengkulak, Petani Kopi Harus Bentuk Koperasi

Kemenkop dan UKM mendorong petani kopi agar membentuk koperasi agar tidak terjebak dengan permainan tengkulak.

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Sofyan Djalil Masih Akan Jadi Menteri Agraria dan Tata Ruang

"Saya sih rasanya masih melanjutkan pekerjaan yang belum selesai masalah agraria"

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Johnny Plate Bicarakan Startup Hingga Perlindungan Data Pribadi dengan Jokowi

"Berdiskusi tentang bagaimana pengembangan start up business seperti unicorn, decacorn"

Available

trending topics

terpopuler

  1. Pemkot Jakut Tak Punya Anggaran Ganti Foto Presiden, PDIP: Bukti Anies dan Anak Buahnya Tak Punya Persiapan

  2. Saidiman: Bergabungnya Prabowo Ke Kabinet Jokowi Tanda Keduanya Tidak Menghargai para Pendukung

  3. Pengamat: Diisi Kalangan Profesional dan Eksekutor, Kabinet Jokowi Bakal Tinggal Landas

  4. Ini Alasan Banyak Pasien Sakit Ginjal pada Usia Muda

  5. Prabowo Jadi Menhan, Nong Darol: Pak Presiden Sengaja Permalukan Dia?

  6. Tak Terpilih Jadi Menteri, Mantan Menkeu Ini Beri Ucapan Ke Sri Mulyani

  7. Bernuansa Jawa, 8 Potret Romantis Pernikahan BTP dan Puput Nastiti Devi

  8. Yang Dipanggil Belum Tentu Jadi Menteri, Jokowi Biasa Lakukan Hal-hal Tak Biasa pada Injury Time

  9. Rizal Ramli: Calon-calon Menteri Golkar Kok Payah Ya? Modal Nepotisme Doang

  10. 5 Pemimpin Negara Paling Kuat di Dunia Versi Forbes, Ada 2 dari Asia

Available

fokus

Kabinet Jokowi-Ma'ruf
Menunggu Eksekusi
Menyambut Presiden-Wakil Presiden 2019-2024
Available

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Berharap Kepada Parlemen Daerah

Image
Ujang Komarudin

Rontoknya Kekuatan Oposisi

Image
Achmad Fachrudin

Memperbaiki Marwah DPD 2019-2024

Image
Abdul Aziz SR

Partai Politik Tuna Ideologi

Available

Wawancara

Image
News

DPR RI

Perjuangan Muh Aras, Pebisnis-Politisi yang Berhasil Masuk ke Senayan

Image
News

DPR RI

Apa Sih Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia? Farah Puteri Nahlia Akan Menjelaskannya untuk Kamu...

Image
News

DPR RI

Farah Puteri Nahlia, Politisi Termuda DPR RI yang Ingin Perjuangkan RUU KKS

Sosok

Image
News

Dari Liburan hingga Bersepeda, 10 Potret Hangat Agus Gumiwang Kartasasmita Bersama Keluarga

Image
News

Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Rumahnya Kena Gusur Proyek Sendiri dan Tak Pakai Whatsapp, 5 Fakta Menarik Basuki Hadimuljono

Image
News

Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Diizinkan Rangkap Jabatan, ini 5 Fakta Menarik si Calon Menteri Suharso Monoarfa