image
Login / Sign Up

Tarif Cukai Buat Pergerakan Saham Emiten Rokok Sangat Berfluktuasi

Anggi Dwifiani

Indepth

Image

Ilustrasi - Bursa Efek | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Pemerintah, usai rapat internal antara Menteri Keuangan dan Presiden Jokowi di Istana Merdeka pada Jumat pekan lalu (13/9/2019), memutuskan untuk menaikkan tarif cukai rokok rata-rata sebesar 23%, serta harga jual eceran menjadi 35%, yang efektif akan berlaku pada 1 Januari 2020.

Alasannya pemerintah telah mempertimbangkan keputusan itu baik dari sisi industri, tenaga kerja, hingga sektor pertanian. Selain itu, kebijakan cukai bertujuan untuk tiga hal, dalam hal ini untuk mengurangi konsumsi, untuk mengatur industrinya, dan penerimaan negara.

Kepala Riset PT Koneksi Kapital Alfred Nainggolan menilai kebijakan ini diperkirakan berdampak buruk pada produsen rokok kecil. Dan dampaknya hanya akan menyisakan emiten-emiten rokok besar.

baca juga:

"Kalau ini bisa menghantam produsen kecil, maka pemain di sektor kemungkinan juga akan mengerucut. Artinya, hanya emitenemiten besar yang bisa bertahan. Kembali lagi sampai sejauh ini kita lihat memang cukup rasional ketika ada potensi kenaikan harga dari faktor kebijakan pemerintah kemungkinan akan menurunkan demandnya. tapi kembali lagi ini masih sebatas ekspektasi," kata Alfred, kepada Akurat.co, Kamis (19/9/2019).

Analis Bahana Sekuritas Giovanni Dustin bahkan memberi rekomendasi beli atas saham HM Sampoerna dengan target harga Rp 4.150 per lembar saham sebagai pilihan terbaik. Ini karena produksi rokoknya yang lebih beragam sehingga lebih leluasa dalam menyesuaikan harga dan perusahaan berkode saham HMSP ini juga memiliki cashflow yang lebih sehat untuk menopang dividen.  

Memang secara laba, HMSP ini memiliki peningkatan penjualan dan pendapatan usaha pada kuartal 2 2019 dibandingkan 2018, yakni Rp9.021.481 dari Rp8.526.444. Jumlah laba (rugi) pun naik Rp815.241 dari Rp53.399. Jumlah laba (rugi) per saham dilusian naik Rp407,29 dari Rp22,71. 

Untuk laporan rasio statistik HMSP, price earning ratio (PER) 20,26 kali, price book value ratio (PBVR) 9,59 Kali, return on equity (ROE) 47,53%, dan debt equity ratio (DER) 51,35%.

Rekomendasi beli, menurut Bahana, juga diberikan kepada Gudang Garam (GGMR) dengan target harga Rp 90.200 per lembar saham.

Namun, secara laba, penjualan dan pendapatan usaha GGMR malah menurun pada kuartal 2 2019 dibandingkan 2018, yakni Rp45.305.015 dari Rp52.744.857. Jumlah laba (rugi) secara menyeluruh turun dari Rp4.280.996 ke Rp3.554.700. Jumlah laba (rugi) per saham yang dapat dibagikan turun ke Rp1.847 dari Rp2.225.

Untuk laporan rasio statistik GGMR, PER 12,39 kali, PBVR 2,39 kali, ROE 19,27%, dan DER 50,19%.

Sementara itu, meski direkomendasikan, kedua emiten ini sempat melemah. Hal ini karena banyak spekulasi bahwa kenaikan cukai tersebut akan memperdalam penurunan produksi rokok pada tahun 2020, karena pada tahun 2018 produksi rokok turun 5%.

Dalam hitungan sementara analis Bahana, produsen rokok akan membebankan kenaikan tersebut kepada konsumen dengan menaikkan harga jual rata-rata sekitar 16-18 persen.

Untuk itu, saham perusahaan rokok terbesar di Indonesia, yakni HM Sampoerna (HMSP) dan Gudang Garam (GGMR) pun sempat anjlok secara drastis ke zona merah pada Senin (16/9/2019) setelah pemerintah mengumumkan adanya kenaikkan tarif cukai rokok yang akan berlaku mulai 1 Januari 2020 dan terus berlanjut dengan fluktuasi harga saham hingga hari ini.

HMSP pada saat pembukaan Senin, langsung anjlok 21,07% ke level Rp 2.210/unit. Volume perdagangan mencapai 46,78 juta unit. Senada dengannya, GGRM anjlok 19,37% ke level harga Rp 55.475/unit. Volume mencapai 1,66 juta unit.

Pada penutupan perdagangan Senin, HMSP turun 18,21% ke level Rp2290/lembar saham. Volume perdagangan mencapai 310,45 juta unit saham. GGRM anjlok 20,64% ke level harga Rp54.600/unit. Volume mencapai 1,66 juta unit.

Pada Selasa (17/9/2019), tercatat GGMR turun 20,6% menjadi Rp 54.600 dan menjadi saham teratas yang paling ditinggalkan.

Untuk hari ini (19/9/2019), HMSP dibuka menguat di Rp2390 tetapi bergerak fluktuatif dan berakhir lesu di Rp2350. GGMR dibuka menguat di Rp55.925 dan bergerak fluktuatif, berakhir lesu di Rp55.150.

Analis Giovanni menilai dengan rencana kenaikan tersebut, volatilitas saham rokok masih akan berlanjut sampai Oktober 2019, saat pemerintah mengeluarkan detail  Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

"Dengan kenaikan ini, sebenarnya sama saja seperti pemerintah menaikkan cukai pada tahun ini, yang setiap tahunnya berada pada kisaran 10-12 persen, dan pada tahun depan dengan kisaran yang sama,’’ kata Giovanni.

Namun, saham perusahaan cukai rokok masih menarik. Hal ini dapat dilihat dari sisi valuasi yang masih terkategori emiten yang masih cukup premium di bursa. Kondisi produk mereka relatif masih cukup kuat meskipun dalam 5-10 tahun terakhir industri rokok mengalami tekanan kebijakan. tapi top line dan bottom line mereka masih bisa tumbuh.

"Kalau dilihat dari sisi yang lain, rokok itu kebutuhan pokok bagi masyarakat, sampai sejauh ini harga belum menjadi sebuah faktor pertimbangan bagi konsumen untuk membeli. tapi di sisi lain ada efek lain dari kenaikan cukai ini," tutupnya. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Intip Saham-saham yang Bisa Jadi Pilihan Hari Ini

Image

Ekonomi

Perdagangan di Bursa Efek Sepekan Ini Melaju Positif

Image

Ekonomi

IHSG Menguat Berkat Membaiknya Negosiasi Dagang AS-China 

Image

Ekonomi

IHSG Menguat Setelah Negosiasi AS-China Berjalan Baik

Image

Ekonomi

Intip Ramalan IHSG dan Saham-saham yang Cuan Hari Ini  

Image

Ekonomi

IHSG Tak Mampu Keluar dari Zona Merah

Image

Ekonomi

HP Sekuritas Terbitkan Layanan Wakaf Saham, Apa Itu?

Image

Ekonomi

IHSG Melemah Tertekan Keputusan The Fed dan Gejolak Global

Image

Ekonomi

Berikut Ramalan IHSG dan Saham-saham Cuan Hari Ini

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Usul Kementerian Tekstil, API: Untuk Lindungi Ekosistem, Bukan Gagah-Gagahan!

Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menyatakan pemerintah perlu membentuk Kementerian Tekstil.

Image
Ekonomi

Waspada Modus Baru, Bank Gelap Berkedok Koperasi

Bank gelap tersebut melakukan modus penipuan penawaran/iklan berupa pinjaman online dengan bunga murah.

Image
Ekonomi

Poyuono: Kinerja BIN Mampu Membantu Pembangunan Infrastruktur Jokowi

Kinerja Badan Intelijen Negara (BIN) di era pemerintahan Joko Widodo perlu diapreasiasi yang tinggi.

Image
Ekonomi

Hunian Tetap Korban Gempa di Sulawesi Tengah Ditargetkan Rampung Akhir 2020

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun Hunian Tetap (Huntap) sebanyak 11.788 unit.

Image
Ekonomi

Rocky Gerung: Tugas Dasar Presiden Pelihara Fakir Miskin, Caranya Naikkan Iuran BPJS

Rocky Gerung menyindir pemerintah khususnya Presiden soal kenaikan iuran BPJS Kesehatan.

Image
Ekonomi

Intip Saham-saham yang Bisa Jadi Pilihan Hari Ini

terlihat pola long white opening marubozu candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG.

Image
Ekonomi

Toshiba Gandeng PLN Bangun Sistem Energi Berbasis Hidrogen

Toshiba telah menandatangani nota kesepahaman dengan PT PLN (Persero) dalam upaya membangun sistem energi tanpa CO2 yang berbasis hidrogen.

Image
Ekonomi

Uji Coba Kereta LRT Jabodebek Dimulai 18 Oktober Selama Sebulan

Kemenhub bakalnuji coba dinamis kereta LRT Jabodebek pada 18 Oktober hingga 18 November 2019 mendatang.

Image
Ekonomi

Pemerintah Wajibkan Penggunaan Baja Tulangan Beton ber-SNI

Selaku pembina jasa konstruksi nasional terus mendorong dan melakukan pembinaan terhadap para pelaku jasa konstruksi nasional.

Image
Ekonomi

Bela Istri dan Karier Mantan Dandim, Musni Umar Kena 'Tampar' Profesor USU

Musni Umar menyebutkan bahwa Mantan Komandan Distrik Militer (Dandim) 1417 Kendari, Kolonel Kaveleri Hendi Suhendi, mempunyai istri hebat.

Available

trending topics

terpopuler

  1. Dicopot dari Jabatan Dandim Karena Istri, Bagaimana Gaji dan Tunjangan Hendi Suhendi?

  2. Bela Istri dan Karier Mantan Dandim, Musni Umar Kena 'Tampar' Profesor USU

  3. Masih Berseteru, Atta Halilintar-Bebby Fey Malah Ketahuan Dugem Bareng

  4. Tengku Zulkarnain: Jika Menyampaikan Hak Lewat Medsos Dipenjara, Lewat Mana Aspirasi Disalurkan?

  5. Politisi Gerindra: yang Dilakukan Istri Dandim Kendari Belum Terbukti Melanggar Hukum

  6. Prabowo Kutuk Aksi Radikalisme, Ferdinand: Bukannya Bapak yang Kasih Panggung?

  7. Itu Buzzer Luar Biasa Keji dan Biadab: Interview Novel Bamukmin Usai Dituduh Jadi Dalang Penganiayaan Ninoy

  8. Prabowo Gabung Koalisi Jokowi, Rocky Gerung: Bong, Lu Cuma Kebagian Tulang

  9. Penataan Kampung Akuarium, PDIP: Keberpihakan Anies Kami Acungi Jempol, Tapi Jangan Menabrak Aturan

  10. Kader Muda PKS: Keberadaan Indomaret dan Alfamart Mengancam Eksistensi UMKM

Available

fokus

Masa Lansia
Kisah dari Cilincing
Hari Tani Nasional
Available

kolom

Image
Ujang Komarudin

Demokrasi Yang Tak Direstui

Image
Rozi Kurnia

Penampilan Luar Biasa Joker Dari Seorang Joaquin Phoenix

Image
ACHMAD FACHRUDIN

MPR, dari Zulhas ke Bamsoet

Image
Dr. Idham Holik

Selamatkan Pemilih dari Serangan Pasukan Siber

Available

Wawancara

Image
News

DPR RI

Apa Sih Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia? Farah Puteri Nahlia Akan Menjelaskannya untuk Kamu...

Image
News

DPR RI

Farah Puteri Nahlia, Politisi Termuda DPR RI yang Ingin Perjuangkan RUU KKS

Image
Hiburan

Anggy Umbara Bicara Perkembangan CGI di Perfilman Indonesia

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 10 Potret Kebersamaan Hanum Rais dan Suami

Image
News

Kerap Tuai Kontroversi, ini 5 Fakta Hanum Rais yang Kini Jabat Anggota DPRD Yogyakarta

Image
Ekonomi

Jadi Korban Penusukan, Wiranto Ternyata Punya Karir Moncer dan Harta Rp542 Miliar