Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Percepatan Penggunaan Mobil Listrik Harus Diimbangi dengan Penurunan Pemakaian Batu Bara

Wayan Adhi Mahardika

Percepatan Penggunaan Mobil Listrik Harus Diimbangi dengan Penurunan Pemakaian Batu Bara

Diskusi mengenai Perpres No 55 tahun 2019 yang dilaksanakan oleh ICEF dan IESR | AKURAT.CO/Wayan Adhi Mahardhika

AKURAT.CO Pakar ekonomi energy,  Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA), Alloysius Joko Purwanto mengatakan bahwa percepatan mobil listrik dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 harus diimbangi  dengan penurunan penggunaan batu bara.

Ia menilai bahwa upaya pemerintah dalam mendorong penggunaan kendaraan listrik untuk mengurangi emisi gas rumah kaca ini akan sia-sia, jika pembangkit tenaga listrik di Indonesia masih mengandalkan batu bara.

“Berkembangnya jumlah mobil listrik di Indonesia kelak tidak selalu akan berkontribusi untuk menurunkan emisi gas rumah kaca kalau dari kelistrikan tidak pakai energi ramah lingkungan,” ucapnya, saat diskusi mengenai mobil listrik Jakarta, rabu (18/9/2019).

baca juga:

Joko mengatakan asumsinya bahwa pemerintah akan mencapai target 20% produksi dan penjualan mobil listrik pada 2025 dan industri ini akan tumbuh hingga tahun 2040.

Hingga 2040, kajian ERIA memperkirakan komposisi industri mobil Indonesia akan terdiri mobil listrik colok atau plug-in (30%), mobil listrik hibrida (20%), dan mobil konvensional (50%). Jika komposisi mobil listrik mencapai 50% pada 2040, Indonesia baru bisa mengurangi total emisi karbon dioksida sebesar 10%.

Penurunan 10% itu juga terjadi dengan asumsi bahwa pemerintah menggunakan komposisi energi yang lebih “bersih” untuk pembangkit tenaga listrik yang persentase pembangkitnya bertenaga batu-bara tidak lebih dari 50%. Sementara pembangkit listrik bertenaga energi terbarukan mencapai persentase lebih dari 25%. Komposisi energi seperti itu akan melepaskan 535 gram karbon dioksida untuk setiap kilowatt-jam listrik.

“Namun, jika komposisi energi yang digunakan untuk pembangkit listrik di Indonesia tidak berubah dari situasi saat ini, maka target mobil listrik yang ditetapkan pemerintah tidak akan mengurangi emisi gas rumah kaca sama sekali,” katanya.

Untuk itu penggunaan mobil listrik untuk mengurangi emisi gas rumah kaca tidak akan terwujud tanpa dua kebijakan tambahan di dua sektor: peningkatan penggunaan energi terbarukan untuk pembangkitan listrik dan manajemen pengisi baterai mobil-mobil listrik colok.

“Untuk sektor pembangkitan listrik, Indonesia harus mencapai komposisi penggunaan energi seperti yang ditargetkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik 2018–2027 dan Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional 2018-2037,” ungkapnya

Dalam rencana itu, persentase penggunaan tenaga batu bara pada pembangkitan listrik akan turun dari 54% pada 2025 menjadi 48% pada 2037. Lalu penggunaan energi terbarukan akan meningkat dari 25% pada 2025 menjadi 27% pada 2037.

Lalu pemerintah harus menyusun dan menetapkan kebijakan-kebijakan yang diperlukan untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan untuk menyediakan tenaga listrik di daerah perkotaan, tempat populasi mobil listrik colok diperkirakan akan berkembang.

Kemudian, pemerintah harus mempersiapkan strategi dan rencana untuk mengembangkan pola pengisian baterai mobil-mobil listrik colok yang dapat penggunaan listrik dengan emisi karbon rendah.

Saat ini, energi yang dihasilkan di pembangkit listrik Indonesia berasal dari batu bara (56%), gas alam (25%), minyak bumi (8%), dan energi terbarukan (11%). 

"Dengan komposisi demikian, pembangkitan listrik di Indonesia saat ini secara rata-rata melepaskan 840 gram karbon dioksida untuk setiap kilowatt-jam listrik yang dihasilkan," tutupnya. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

DPR RI

Ketua Komisi VII DPR Beberkan Alasan Mengapa Perlu RUU EBT

Image

Ekonomi

RUU Energi Baru Terbarukan Perlu Fokus Pada Harga Sebagai Insentif Listrik Nasional

Image

Ekonomi

Strategi Pemerintah Agar 1 Juta Pemasangan PLTS Atap Bisa Tercapai

Image

Ekonomi

BNI Syariah Salurkan Pembiayaan Rp400 Miliar ke Medco Power

Image

Iptek

Tesla Janjikan Mobil Listrik Murah dalam 3 Tahun ke Depan

Image

Ekonomi

Komisi VII DPR Kecewa Pemerintah Lamban Soal Pengembangan EBT

Image

Ekonomi

Pengusaha Curhat Pembangunan Energi Baru Terbarukan di RI Masih Sulit

Image

Ekonomi

Tiga BUMN Siap Bangun PLTS Kapasitas 200 MWp di Afrika

Image

Ekonomi

Harap Banyak Bersabar, 4 Zodiak Kurang Beruntung Bulan September Ini!

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Pekerjaan Rehabilitasi dan Peningkatan Jaringan Irigasi Kawasan Food Estate Kalteng Dimulai

PUPR tengah menyiapkan pengembangan kawasan Food Estate di Provinsi Kalimantan Tengah.

Image
Ekonomi

Tanpa Ketersediaan Vaksin COVID-19, Bakal Muncul Ancaman Pengusaha Menyerah Tutup Usaha

Tanpa adanya vaksin COVID-19 kemungkinan besar akan banyak pengusaha yang kemudian menyerah dan menutup usahanya. H

Image
Ekonomi

Perusahaan Global Jajaki Pengadaan Vaksin COVID-19 di Indonesia

Menko Airlangga: Beberapa negara sudah berkoordinasi dan mengirimkan confidentiality agreement kepada Kemenkes untuk pengadaan vaksin.

Image
Ekonomi

Startup Bitcoin Ini Gandeng Perusahaan BUMN Terapkan Prototipe Kliring

Pilot project pembayaran via kliring agar transaksi aset kripto di Indonesia lebih aman.

Image
Ekonomi

HoA Transisi Blok Rokan Disepakati, Kegiatan Ngebor Chevron Berakhir 2021

HoA Transisi Wilayah Kerja/Blok Rokan, sebuah milestone dalam pengembangan minyak dan gas bumi nasional ke depan.

Image
Ekonomi

Tengku Zul: Konglomerat Asing Mulai Keruk Duit Rakyat dengan Turun ke Jalan

Tengku Zulkarnain menyetil soal konglomerasi asing di Indonesia yang mulai menyasar pangsa pasar milik pedagang kaki lima.

Image
Ekonomi

BTN Manjakan Nasabah Melalui Batara Spekta

Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. resmi meluncurkan program Batara Spekta pada Minggu (27/9/2020) malam

Image
Ekonomi

BI Sudah Serap SBN Rp234,65 Triliun di Pasar Perdana

BI sudah menyerap surat berharga negara SBN di pasar perdana senilai Rp234,65 triliun.

Image
Ekonomi

Catat! Ini Perbedaan Keuntungan Jadi Peserta Tapera dan BPJS

BP Tapera: Tapera dan BPJS Kesehatan akan berbeda dari pengelolaan keuangan untuk para pesertanya.

Image
Ekonomi

Komite IV DPD RI Gelar Raker Bersama Kepala BI Sulawesi Selatan

Fokus pembahasan dalam Raker adalah Program Pemulihan Ekonomi Nasional

terpopuler

  1. Doa Bagi Orang Tua, Agar Anak-anaknya Sukses Dunia Akhirat

  2. Ulang Tahun ke-73, 5 Potret Lawas Luhut Pandjaitan Tampak Gagah Sejak Muda

  3. Ardi Bakrie Selama Ini Biayai Hidup Keluarga Nia Ramadhani

  4. Ivan Gunawan Ngaku Sudah Lama Tak Komunikasi dengan Ayu Ting Ting

  5. Pengakuan Teddy Gusnaidi Pernah 'Hajar' Gatot Nurmantyo

  6. Perpanjang PSBB Ketat, Elektabilitas Anies Makin Anjlok

  7. Viral Anak Dibuang Orang Tua Disertai Surat dari Sang Ibu, Begini Faktanya

  8. 5 Fakta Penting Silvany Austin Pasaribu, Diplomat Muda yang 'Lawan' Vanuatu di Sidang Umum PBB

  9. Perantau dari Batam Salah Masuk RS di Jakarta, Biaya Pasien Covid-19 Dipatok Selangit

  10. Sindir Telak Anies Baswedan, Ketua DPRD: Jangan Tunggu Banjir Dulu Baru Kerja!

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Komunisme dan Kearifan

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Pandemi dan Pohon Khuldi

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada yang Tak Ditunda

Image
Arif Hidayat

3 Cara untuk Anda Bisa Menjadi Karyawan Terbaik

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Gaya Presiden Jokowi Gowes Pagi, Tampil Keren dengan Sepeda Produk Lokal

Image
News

Cerita Cawagub Kaltara Undunsyah Raih Pendidikan, Tak Mampu Naik Pesawat Perahu pun Jadi

Image
News

Ulang Tahun ke-73, 5 Potret Lawas Luhut Pandjaitan Tampak Gagah Sejak Muda