image
Login / Sign Up

Rupiah Menguat Menunggu Keputusan The Fed dan Meredanya Konflik Aramco

Anggi Dwifiani

Image

Petugas teller bank Mandiri KCP Jakarta saat menunjukan uang dolar di salah satu kantor cabang Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/1/2019). Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan pelemahan terhadap rupiah. Posisi rupiah terhadap dolar AS tercatat menguat di level RP 14.080 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (4/1/2019) yang bergerak di angka Rp 14.225. Penguatan nilai tukar rupiah imbas dari faktor global dan domestik. Faktor global yaitu melemahnya dolar AS terhadap sejumlah mata uang mitra dagang utama. Dari sisi domestik, Bank Indonesia (BI) sempat menyebut penguatan rupiah imbas aliran masuk dana asing seiring lelang surat utang negara (SUN) yang digelar pemerintah pada 3 Januari lalu. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu (18/9/2019) menguat 15 poin atau 0,11% menjadi Rp14.080 terhadap USD1. 

Menguatnya rupiah ini, menurut direktur riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah Redjalam, disebabkan oleh meredanya kekisruhan Arab Saudi, dan potensi penurunan suku bunga The Fed.

"Kenaikkan Rupiah artinya sentimen akibat kejadian di arab saudi sudah berkurang. Sementara, ada kejadian baru di Amerika Serikat dimana suku bunga ancuan meningkat drastis dan memaksa the Fed melakukan injeksi likuiditas," kata Piter kepada Akurat.co, Rabu (18/9/2019).

baca juga:

Kejadian ini, tambahnya, semakin meyakinkan bahwa the Fed akan menurunkan suku bunga dan melakukan pelonggaran likuiditas.

Sementara, direktur riset dan investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico menilai kuatnya rupiah disebabkan oleh perkiraan pasti ada bullish pasar dalam mengatasi ancaman resesi global, suku bunga The Fed, dan kembali berproduksinya Aramco.

Survey yang dilakukan oleh Merrill Lynch Bank of America pada September lalu memperkirakan sekitar 38% Fund Manager Asset Management mengatakan akan terjadi resesi pada tahun depan. Angka ini naik dari sebelumnya pada bulan August lalu yang dimana saat itu sebesar 34%.

Namun para Fund Manager ini juga melihat bahwa akan ada potensi bullish untuk asset yang beresiko dengan adanya stimulus fiscal dari Jerman, pemotongan tingkat suku bunga 50 bps dari The Fed, dan belanja infrastructure dari China. Ke 3 hal ini yang akan menjadi booster mungkin selama 6 bulan ke depan untuk menjaga minat para pelaku pasar dan investor untuk tetap berinvestasi di asset beresiko. 

The Fed diperkirakan akan memangkas tingkat suku bunga pinjamannya pada pertemuan yang berlangsung hari ini. Potensi pemangkasan tersebut sebesar 25 bps. Namun tampaknya para pelaku pasar apabila The Fed melakukan pemotongan sebesar 25 bps, masih akan menginginkan kembali pemotongan sebesar 25 bps lagi pada bulan December nanti. 

"Saat ini kami melihat bahwa pemotongan sebesar 25 bps masih cukup bagus untuk menjaga pertumbuhan fase ekspansi di Amerika. Karena focus utamanya sudah jelas, yaitu mendorong dan menjaga pasar ketenagakerjaan dan stabilitas harga," kata Nico.

Aramco, perusahaan minyak yang berbasis di Arab Saudi, akan kembali online pada akhir September, atas berita ini harga minyak langsung turun lebih dari 6% dalam sehari. Dan 50% pemotongan yang telah dilakukan dari pemotongan produksi minyak mentah terakhir bahkan telah dipulihkan dalam 2 hari.

Saat ini Aramco sedang melakukan proses penyulingan minyak ke dalam kapasitas penuh. IPO Aramco pun akan berjalan dengan sesuai rencana. IPO adalah komitmen pemegang saham, Pemerintah Arab Saudi, dan hal ini akan terus berjalan.[]

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Olahraga

Andy Ruiz Jr Vs Anthony Joshua

Andy Ruiz Jr Tantang Anthony Joshua untuk Mengalahkannya

Image

Ekonomi

Harga Minyak Melemah Karena Kekhawatiran Turunnya Permintaan

Image

Ekonomi

Harga Emas Merosot Setelah Naik Dua Hari Berturut-turut

Image

Ekonomi

Harga Emas Merosot Setelah Naik Dua Hari Berturut-turut

Image

Ekonomi

Dolar AS Melempem Imbas Adanya Kesepakatan Baru Brexit

Image

Ekonomi

Pelantikan Presiden

Kinerja Rini Soemarno Pimpin BUMN, Sempat Buat Swasta Mengeluh?

Image

Ekonomi

Pelantikan Presiden

Rekonsiliasi Politik Menteri Kabinet Kerja Jadi Peluang Positif Hadapi Ekonomi Global

Image

Ekonomi

Menunggu Nama-nama Menteri, Rupiah Mampu Melejit

Image

Ekonomi

Indepth

Gambaran Perjanjian Dagang AS-China Semakin Kabur, Investor Hingga Petani Bingung

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi
Pelantikan Presiden

Menteri Perwartegkan Hingga Menteri Santuy, Jadi Harapan Pedagang dan Milenial

Harapan keterjangkauan barang pokok memang selalu menjadi tuntutan masyarakat.

Image
Ekonomi

Jokowi Klaim Indonesia Akan Berpartisipasi Bangun Infrastruktur di Eswatini

Joko Widodo mengungkapkan bahwa Indonesia ingin berpartisipasi di Eswatini yang sedang gencar melakukan pembangunan infrastruktur.

Image
Ekonomi
Pelantikan Presiden

Di Akhir Masa Jabatan, Susi Banjir Surat Cinta Dari Netizen

Susi pun kebanjiran surat cinta dari netizen atas prestasi yang telah dicapainya.

Image
Ekonomi

BNI Ungkap Pembobol Bank di Ambon Bagian Sindikat Kejahatan Investasi

Pembobolan dana nasabah di cabang Ambon, Maluku, dilakukan oleh oknum yang merupakan bagian dari sindikat kejahatan investasi.

Image
Ekonomi
Pelantikan Presiden

Mantan Menkeu Ini Bakal Muncul Lagi di Kabinet Kerja Periode Kedua?

Muhammad Chatib Basri merupakan mantan Menteri Keuangan Republik Indonesia pada 2013-2014.

Image
Ekonomi
Pelantikan Presiden

Milenial Ingin Susi Pudjiastuti Bertahan Pada Kabinet Kerja Jilid II

Menteri Susi memiliki kebijakan memoratorium kapal eks asing untuk melarang pengoperasian kapal ex-asing dan penggunaan modal asing.

Image
Ekonomi

Pemerintah Optimis Paviliun Indonesia Sukses di Dubai

Pemerintah Indonesia terus bersiap untuk mengikuti Expo 2020 Dubai.

Image
Ekonomi
Pelantikan Presiden

Bos BI Sempat Disebut Jadi Calon Kuat Menkeu Kabinet Jilid II

Susunan kabinet bisa diumumkan di hari yang sama saat pelantikan atau setelahnya.

Image
Ekonomi

Indonesia-Italia Sepakati USD60 Juta Kontrak Dagang

Perjanjian itu dikatakan sebagai salah satu kontrak perdagangan tunggal terbesar dengan nilai US$60 juta.

Image
Ekonomi

5 Alasan Kuat Kenapa Milenial Harus Terjun Ke Pertanian

Bisnis pertanian itu sangat menjanjikan jika ditekuni dengan tepat.

Available

trending topics

terpopuler

  1. Ramai #BesokMatikanTVSeharian, Ferdinand: Kalian Pikir Pelantikan Presiden Akan Batal?

  2. Analis Geopolitik: Erick Thohir Jadi Menteri Berbahaya akan Mewakili Kepentingan Korporasi

  3. Tengku Zulkarnain: Apakah Ada Pelantikan Pejabat Dilakukan di Hari Libur?

  4. Miliki Setelit Bank Pertama di Dunia, BRI Sempat 'Dinasihati' Habibie

  5. Hajatan Warga di Sragen Diboikot Tetangga, Ganjar: Selesai Kontestasi Segera Bersalaman

  6. Irwansyah Diancam 5 Tahun Penjara, Zaskia Sungkar: Time Will Tell

  7. Jika Jokowi Angkat Prabowo Jadi Menhan, Rustam akan Komentar I Wish You Luck

  8. Gerindra: Dibawah Kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Amin, Indonesia Jauh Lebih Baik

  9. Sejak Kapan Tradisi Pasang Foto Kepala Negara di Kantor-kantor Diterapkan di Indonesia?

  10. NasDem: Jaksa Agung dan Semua yang Berkaitan dengan Hukum Jangan Diisi Orang Parpol

Available

fokus

Menyambut Presiden-Wakil Presiden 2019-2024
Masa Lansia
Kisah dari Cilincing
Available

kolom

Image
Ujang Komarudin

Rontoknya Kekuatan Oposisi

Image
Achmad Fachrudin

Memperbaiki Marwah DPD 2019-2024

Image
Abdul Aziz SR

Partai Politik Tuna Ideologi

Image
Dr. Moh. Saleh

Perpu KPK Berpotensi Inkonstitusional

Available

Wawancara

Image
News

Perjuangan Muh Aras, Pebisnis-Politisi yang Berhasil Masuk ke Senayan

Image
News

DPR RI

Apa Sih Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia? Farah Puteri Nahlia Akan Menjelaskannya untuk Kamu...

Image
News

DPR RI

Farah Puteri Nahlia, Politisi Termuda DPR RI yang Ingin Perjuangkan RUU KKS

Sosok

Image
News

Capai Rp15,5 Miliar, Ini 5 Sumber Kekayaan Mulan Jameela

Image
News

Dari Susi hingga Sri Mulyani, 8 Potret Kenangan Menteri Srikandi saat Jalankan Tugas

Image
News

Ciri Khas 7 Presiden RI dari Soekarno hingga Jokowi, Ada yang Lebih Suka Batik daripada Jas