Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Kaya SDA, Pemerintah Percepat Pembangunan Kawasan Industri Takalar

Dhera Arizona Pratiwi

Kaya SDA, Pemerintah Percepat Pembangunan Kawasan Industri Takalar

Ilustrasi - Kawasan Industri | AKURAT.CO/Ryan

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian mengakselerasi pembangunan kawasan industri di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Selain untuk memfasilitasi peningkatan nilai investasi di sektor manufaktur, kawasan tersebut juga akan dipacu dalam mendorong kebijakan hilirisasi yang dapat mendongkrak nilai tambah bahan baku setempat.

“Takalar memiliki kekayaan sumber daya alam. Oleh karena itu, anugerah tersebut harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Semoga keberadaan Kawasan Berikat Nusantara ini yang telah diminati oleh para investor asing berjalan sesuai masterplan-nya,” kata Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Doddy Rahadi melalui keterangannya, Jakarta, Minggu (15/9/2019).

Awal pekan, Dirjen KPAII didampingi Direktur Perwilayahan Industri Kemenperin Ignatius Warsito, telah meninjau langsung rencana lokasi pembangunan kawasan industri Takalar, yang berada di Desa Laikang dan Desa Punaga, Kecamatan Mangngarabombang. Pembangunan ini merupakan buah kerja sama dari investor Cina dan Malaysia.

baca juga:

“Jadi, calon investornya sudah ada, pengembangnya juga ada, serta pemerintahnya mendukung dan kepala daerahnya juga, kami optimis potensi ini bisa jadi nyata,” tutur Doddy.

Maka itu, diharapkan pemerintah provinsi dan kabupaten senantiasa dapat bersinergi sehingga tujuan pembangunan kawasan industri Takalar dapat terealisasi.

“Sinergi seluruh stakeholder sangat diperlukan, sehingga kami yakin rencana pembangunan kawasan industri di Takalar akan terwujud. Kami pun ingin Kabupaten Takalar selangkah lebih maju dari daerah lain,” imbuhnya.

Berdasarkan data PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), pembangunan kawasan industri logam tersebut membutuhkan lahan seluas 1.000 hektare. Untuk pembangunannya, akan dilakukan secara bertahap. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Takalar sudah menyediakan lahan seluas 750 hektare.

Kawasan industri tersebut diperkirakan bakal menyerap tenaga kerja sebanyak 15.000 orang. Selain itu, di kawasan terpadu ini bakal berfokus pada industri pengolahan aluminium dan tembaga.

Kabupaten Takalar dinilai potensial untuk menjadi kawasan industri logam dengan adanya sejumlah aspek yang dipenuhi. Misalnya wilayah strategis dengan jarak tempuh dari Pelabuhan Makassar sekitar 25 kilometer.

Dukungan lainnya, Takalar memiliki wilayah geografis dengan kawasan pantai dan waterfront yang bisa dimanfaatkan menjadi lahan pembangunan pelabuhan khusus. Takalar juga memiliki ketersediaan air yang melimpah.

Sementara itu Bupati Takalar H Syamsari mengaku optimistis dengan adanya pembangunan kawasan industri di wilayahnya. Sebab, menurutnya, Kabupaten Takalar akan menjadi peluang penunjang industri ibu kota baru nantinya.

“Perjalanan kami membangun ini sudah berlangsung dari tahun lalu dengan membangun kerja sama dengan PT KBN. Kami yakin, melalui kawasan industri ini, nantinya Sulawesi Selatan termasuk Makassar, Kabupaten Takalar dan Bantaeng akan menjadi penyokong sektor industri di ibu kota baru karena berhadapan langsung,” paparnya.

Bahkan, kawasan tersebut dinilai bakal banyak dilirik investor Cina karena jalur transportasi laut yang langsung, tidak perlu lagi ke Selat Malaka. “Kabupaten Takalar dijadikan sebagai kawasan industri itu berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan,” tegasnya. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Kemenperin Siapkan Insentif Fiskal bagi Industri Hijau

Image

Ekonomi

DPR RI

Komisi VI: Kemenperin Perlu Buat Panduan Pembuatan Masker Kain Sesuai SNI

Image

Ekonomi

Empat Jurus Kemenperin Capai Target Substitusi Impor 35 Persen Tahun 2022

Image

Ekonomi

Kemenperin Rumuskan SNI Masker Kain Untuk Lindungi Konsumen

Image

News

INFOGRAFIS Harga Mobil Pajak 0%

Image

Ekonomi

Kemenperin Pastikan Industri Terapkan Teknologi Cegah Pencemaran Limbah

Image

Ekonomi

DPR RI

Legislator: Kawasan Industri Batang Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Image

Ekonomi

Cegah COVID-19, Menperin Minta Aktivitas Pekerja di Luar Pabrik Terus Dipantau

Image

Ekonomi

Pembangunan Infrastruktur Digital Tingkatkan Daya Saing Industri Nasional

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Menko Airlangga: Pengembangan Ekosistem Kewirausahaan Perlu Sinergi Antar Stakeholder

Pengembangan ekosistem kewirausahaan membutuhkan pendekatan penta-helix yang melibatkan akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, media.

Image
Ekonomi

Legislator Nilai Pos Indonesia Berperan Penting Dalam Ekosistem Logistik Nasional

Legislator menilai PT Pos Indonesia memiliki peranan penting dalam penataan ekosistem logistik nasional

Image
Ekonomi

Horee, Kredit Mobil dan Motor Berwawasan Lingkungan Bisa Tanpa Uang Muka

Uang muka bagi mobil dan motor yang berwawasan lingkungan ini akan dimulai pada 1 Oktober 2020

Image
Ekonomi

Jokowi Serukan Semangat Pelaku Usaha Mikro Jangan Sampai Kendur

Presiden Jokowi menyerukan agar semangat para pelaku usaha mikro dan kecil jangan sampai kendur

Image
Ekonomi

Kenaikan Cukai Rokok Dikhawatirkan Berimbas PHK Pekerja oleh IHT

Rencana pemerintah untuk menaikkan cukai serta HJE rokok dapat berimbas kepada efisiensi tenaga kerja oleh industri hasil tembakau.

Image
Ekonomi

Ekspor Ikan Hias RI ke China Semakin Mudah Berkat Ini

KKP: Ekspor ikan hias ke China semakin mudah setelah adanya finalisasi format sertifikat kesehatan (HC) untuk ekspor hewan akuatik.

Image
Ekonomi

Dihantam Pandemi, Bos Pupuk Indonesia Ramal Laba Akhir Tahun Hanya Rp2,6 Triliun

Pupuk Indonesia prediksi laba 2020 sebesar Rp2,5 triliun hingga Rp2,6 triliun karena twrdampak pandemi COVID-19

Image
Ekonomi

Menperin: Sikap Wait and See Industri Bikin PMI September 2020 Turun

Menperin: PMI Agustus turun disebabkan industri yang tadinya melakukan ekspansi menjadi bersikap llebih hati-hati.

Image
Ekonomi

Pekerja IHT Khawatir Kenaikan Cukai Rokok Imbas ke Efisiensi Tenaga Kerja

Rencana pemerintah menaikkan cukai serta harga jual eceran rokok dapat berimbas kepada efisiensi tenaga kerja oleh industri hasil tembakau

Image
Ekonomi

165 Ribu Wisman Masuk RI, Faisal Basri: 2.500 TKA China yang Diundang Luhut

Faisal Basri menuding jumlah itu bukan turis melainkan TKA China yang didatangkan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan.

terpopuler

  1. Di Acara Mata Najwa, Gibran Tidak Mewajibkan Masyarakat Solo untuk Memilih Dirinya

  2. Said Didu: Smelter China Gunakan Sistem Penalti Biar Harga Beli Turun dan Rugikan Negara

  3. 5 Fakta Penting Sarwo Edhie Wibowo, Kakek AHY yang Ikut Tumpas G30S PKI

  4. Sule Akui Tak Akan Sanggup Memiliki Kekasih Seperti Nathalie Holscher Jika Masih Hidup Susah

  5. Bayari Rp180 Ribu untuk Pelanggan yang Lupa Bawa Dompet, Kasir di AS Dapat Balasan Rp290 Juta

  6. Bobby Nasution: Tidak Ada Rapat di Keluarga Presiden Sebelum Penentuan Calon

  7. Buruh Ancam Mogok Kerja Nasional, Begini Kata Apindo

  8. Penyidik Kantongi Bukti Soal Janji Uang Rp140 Miliar untuk Pejabat Kejagung dan Hakim MA

  9. 7 Potret Manis Han So-eun, Pemeran Jung Da Jung Muda di 18 Again

  10. 5 Meme Lucu Gol Freekick Paul Pogba, Aslinya Melenceng Tuh

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Komunisme dan Kearifan

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Pandemi dan Pohon Khuldi

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada yang Tak Ditunda

Image
Arif Hidayat

3 Cara untuk Anda Bisa Menjadi Karyawan Terbaik

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Potret Iriana Tatap Mesra Presiden Jokowi Ini Bikin Melting Parah

Image
News

5 Fakta Penting Sarwo Edhie Wibowo, Kakek AHY yang Ikut Tumpas G30S PKI

Image
News

5 Momen Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Tangkap Hasil Laut, Seru Banget!