image
Login / Sign Up

Industri Kakao Semakin Redup, Benarkah Salah Urus?

Wayan Adhi Mahardika

Indepth

Image

Desa Nusasari, di Kabupaten Jembrana, Bali, Koperasi Kerta Semaya Samaniya (KSS) dikabarkan berhasil menembus pasar kakao dunia.Dimana komoditas kakao produksi para petani di Bumi Mekepung ini telah mendapat pengakuan dari lembaga uji mutu internasional. | Sipers Kemenkop

AKURAT.CO Produksi Kakao baik dari hulu maupun hilir ternyata mulai menunjukan tanda penurunan sejak 5 tahun ke belakang. Berdasarkan laporan Kementerian Perindustrian, pada 2015 kapasitas terpasang industri pengolahan kakao mencapai 863 ribu ton dari 20 pabrik. Namun, kekurangan bahan baku membuat 9 pabrik berhenti sehingga kapasitas industri kakao menurun jadi 747 ribu ton dari sisa 11 pabrik yang beroperasi.

Menurut penjelasan Dewan Kakao Indonesia (Dekaindo) mengatakan saat ini tren industri Kakao di tanah air saat ini mulai menunjukkan penurunan, terutama di sektor hulu. Hal ini terlihat dengan produksi kakao pada 2010-2019 sekitar 260.000 ton sedangkan pada sebelum 2010 kakao Indonesia dapat memproduksi 600.000 ton.

"Semula Indonesia merupakan produsen kakao ketiga terbesar dunia setelah pantai gading, dan ghana, namun sejak tiga tahun terakhir posisi itu digeser Equador, Nigeria, dan Cameron jadi posisi 6," ucap Ketua Umum Dewan Kakao Indonesia (Dekaindo), Dwi Atmoko Setiono, di menara Kadin, Rabu (4/9/2019).

baca juga:

Karena pengurangan produksi tersebut kapasitas produksi pabrik yang terpasang harusnya 747.000 ton tidak mencukupi, dengan produksi kakao nasional yang hanya mencapai 269.000 ton. Dari sisi impor industri hanya bisa mencukupi sampai 239.000 ton, sehingga produksi kakao olahan hanya efektif sebesar 60 persen.

"Industri pengelolaan kakao berkembang pesat, kita bisa mengolah sampai 747.000 ton, namun produksi hulu tidak bisa mengimbangi, sehingga impor bahan mentah kakao terus melonjak," ucapnya lagi.

Di waktu yang sama Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI) mengatakan Industri kakao makin diberatkan dengan bea masuk impor bahan baku sebesar 5 persen, belum lagi ditambah pajak, PPN sebesar 10 persen kepada Produk Primer Pertanian.

"Regulasi bea impor memberatkan di saat produksi nasional berkurang, kita harap ada revisi regulasi dari pemerintah terkait hal ini," ucap Ketua Umum Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI), Piter Jasman.

Dirinya juga mengatakan saat ini pemerintah perlu melalukan replanting atau peremajaan pertanian kakao guna untuk memenuhi kebutuhan industri yang semakin besar, kemudian penghapusan BM impor biji kakao dan PPN agar industri dapat terus berjalan.

Selain itu penguatan asosiasi petani kakao dan akses kredit kepada petani dinilai akan membantu dalam upaya peningkatan produktivitas sektor hulu.

Menurut data AIKI, Ekspor produk olahan Kakao pada 2018  menjadi 353,186 ton dari 328,978 ton pada 2017. Namun biji kakao sendiri hanya ekspor sebesar 27,826 ton, dan impor sendiri sebanyak 239,377 ton untuk kebutuhan industri Kakao.  

Pelaku Usaha Desak Bea Impor Biji Kakao Ditinjau Ulang

Imbas pengurangan bahan baku biji Kakao, para pelaku usaha pengolahan kakao meminta agar pemerintah menurunkan bea masuk impor bahan baku biji kakao guna mencukupi kebutuhan industri. Ini dikarenakan produksi biji kakao lokal masih sangat kurang memenuhi kebutuhan.

Seperti diketahui saat ini pemerintah mengenakan bea masuk impor biji kakao sebesar 5 persen, pajak penghasilan (PPh) 2,5 persen dan pajak pertambahan nilai (PPN) 10 persen.Angka sebesar 5 persen tersebut dinilai tinggi dibanding nilai yang ditetapkan negara importir lain di kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia dan Singapura yang tidak mengenakan impor biji kakao.

Para pelaku usaha juga menyangkan bea masuk impor biji kakao berkebalikan dengan kebijakan bea masuk impor produk olahan kakao sebesar nol persen karena  perjanjian dagang Asean Free Trade Area (AFTA).

Menurut catatan Asosiasi  Industri Kakao Indonesia, kenaikan impor produk olahan kakao pada 2018 mencapai 271.775 ton dibandingkan 2017 sebesar 252,621 ton. "Kalau produktivitas biji Kakao tidak ditingkatkan, industri yang sudah ada saat ini akan direlokasi ke negara yang memiliki bahan baku mencukupi,” ucap Ketua Umum Asosiasi Industri Kakao Indonesia (AIKI) Pieter Jasman.

Pieter juga mengharapkan pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk komoditas perkebunan sebesar 10 persen yang dirasa memberatkan para pelaku industri kakao.

Di waktu yang sama Ketua Umum Dewan Kakao Indonesia Dwi Atmoko mengatakan, perkembangan industri pengolahan kakao nasional memang berkembang pesat dengan kapasitas 747 ribu ton. Akan tetapi perkembangan tersebut tidak diiringi produksi dalam negeri yang mumpuni, sehingga kapasitas terpakai atau utilisasinya hanya 59 persen.

Produktivitas tanaman kakao yang masih rendah masih jauh di bawah rata-rata potensi sebesar 2 ribu kilogram per hektare per tahun. Dwi menuturkan rendahnya produktivitas dan produksi kakao disebabkan oleh sebagian tanaman yang sudah tua atau tidak produktif.

Kasubdit Tanaman Penyegar dan Tanaman tahunan dan Penyegar Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Hendratmojo Bagus Hudoro mengatakan pemerintah tidak langsung  menurunkan bea masuk biji kakao karena harus ada pertimbangan terhadap kepentingan harga di petani.

Kadin Desak Pelaku Industri Masuk Sektor Hulu

Melihat keadaan bahan baku biji Kakao yang tak bisa memenuhi kebutuhan industri, Vice Chairman Food Processing dan Livestock Industry Kadin Indonesia, Juan Permata Adoe meminta pelaku industri agar bisa fokus dalam sektor hulu juga.

"Nah ini kita menurut saya memang harus ada investasi. Kalau pemerintah melakukan replanting, tapi kalau semua duit pemerintah mingkin dari sisi angggaran sulit. Jadi mustinya industri masuk ke hulu," katanya.

Juan melanjutkan hingga kini belum banyak Industri yang tertarik untuk mengelola pada hulu di komoditas Kakao. Sebab menurutnya industri masih belum mengubah paradigma Kakao merupakan produk olahan yang memiliki nilai jual tinggi.

"Masih kecil (investasi). Dia (ada investasi) membina petani-petani bahan baik yang bagus-bagus dia bisa ekspor ke Swiss," lanjutnya.

Selain itu, berdasarkan data Kementerian Pertaninan sebesar 97 persen pengelolaan Kakao masih dilakukan oleh petani. Sementara pemerintah hanya 1 persen dan swasta 2 persen.

Saat ini kendala pada pertanian biji kakao belum maksimalnya upaya replanting tanaman yang sudah berusia 30 tahun yang mempengaruhi kualitas biji itu sendiri. Selain itu kurangnya bibit unggul disaat industri kakao sedang meningkat menjadi penyebab kurangnya pasokan dalam negri.

Selain itu  pemerintahan terlalu fokus pada sektor Pajale, (Padi, Jagung, dan Kedelai) sehingga alokasi dan untuk pengembangan kakao masih dinilai kurang. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Pengusaha Tekstil Memohon Agar Jokowi Merancang UU Sandang

Image

Ekonomi

Pengusaha Ingin 3 Kementerian Ini Masing-masing Punya 1 Dirjen Tekstil

Image

News

KPK Panggil 2 Pejabat Kementan Terkait Kasus Impor Bawang Putih

Image

News

KPK Panggil Anak Buah Menteri Amran Sulaiman Terkait Suap Impor Bawang Putih

Image

Ekonomi

Menperin: Investasi Korsel Perkuat Manufaktur RI

Image

Ekonomi

Tingkatkan Peran ke PDB, Kementan Terus Genjot Industri Peternakan

Image

Ekonomi

Mengenal Sukanto Tanoto, Sang Penguasa Lahan HTI Ibu Kota Baru

Image

Ekonomi

The Fed Pangkas Suku Bunga Acuan, Wall Street Langsung Beragam

Image

Ekonomi

Sri Mulyani Tagih Janji Pertumbuhan Properti Yang Masih Lesu

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Tanggapi Bocornya Data Malindo Air, Pengamat: Identitas Pribadi Perlu Dilindungi

Data identitas pribadi perlu dilindungi oleh semua pihak, termasuk penyelenggara layanan publik dan penjual jasa.

Image
Ekonomi

Suku Bunga Acuan Turun, BI Instruksikan Perbankan Turut Pangkas Bunga Kredit

BI juga memangkas bunga acuan di dua bulan sebelumnya secara berturut-turut.

Image
Ekonomi

Tarif Cukai Buat Pergerakan Saham Emiten Rokok Sangat Berfluktuasi

Pemerintah memutuskan untuk menaikkan tarif cukai rokok rata-rata sebesar 23%.

Image
Ekonomi

Bank Sentral Jepang Pertahankan Suku Bunga dan Kebijakan Moneternya

BOJ memilih untuk tidak mengubah suku bunga jangka pendek pada minus 0,1 persen dan mempertahankan suku bunga jangka panjang mendekati nol.

Image
Ekonomi

Masduit Bagikan Trik Mudah untuk Ajarkan Anak Menabung Emas

Emas adalah salah satu instrumen investasi terbaik dalam menjaga nilai dalam jangka panjang.

Image
Ekonomi

Riset Nielsen: Ada 3 Alasan Masyarakat Indonesia Doyan Pakai GoFood

Lembaga riset Nielsen mengatakan 95% masyarakat ternyata menggemari makan siap santap, dengan 58% diantaranya menggunakan layanan GoFood.

Image
Ekonomi

Sawit Watch Desak Pemerintah Hukum Berat Korporasi Penyebab Karhutla

Beberapa titik api telah ditemukan di dekat daerah perkebunan sawit yang bisa terlihat dari aplikasi pengawasan.

Image
Ekonomi

Rini Dorong BUMN Jadi Mitra Strategis Benua Afrika

Menteri Rini mendorong BUMN jadi mitra strategis di Benua Afrika.

Image
Ekonomi

Riset Nielsen: GoFood Layanan Terbaik Pesan-Antar Makanan di Indonesia

Riset Nielsen Singapura mengkalim dari 95% masyarakat yang memilih makanan siap santap melihat Go-Food sebagai layanan terbaik.

Image
Ekonomi

Masduit, Platform Investasi Emas yang Ramah Pekerja Berpenghasilan Rendah

Platform jual beli emas secara online, masduit, resmi diluncurkan pada Kamis (19/9/2019).

Available
Banner Mandiri

trending topics

terpopuler

  1. Terungkap! Sebagian Besar Tanah di Ibu Kota Baru Milik Konglomerat Sukanto Tanoto

  2. Warganet: Penetapan Imam Nahrawi sebagai Tersangka Sebetulnya Tidak Mengejutkan

  3. Jadi Tersangka, Harta Imam Nahrawi Mencapai Rp22 Miliar

  4. Ferdinand: Tidak Ada yang Kaget Imam Nahrawi Jadi Tersangka, Harusnya Bulan-bulan Lalu

  5. Yuk Intip! 5 Negara dengan Pertanian Tercanggih di Dunia

  6. Gunung Paling Aktif di Planet Jupiter Diprediksi akan Meletus

  7. Tersangka di KPK, Imam Nahrawi Dipecat dari PKB?

  8. Ditinggal Baim Wong Kerja Saat Hamil, Paula Verhoeven Hanya Dijagain Kucing

  9. KPK Sayangkan Sikap Imam Nahrawi yang Kerap Mangkir dari Pemeriksaan

  10. Imam Nahrawi Jadi Tersangka, Mardani: Korupsi adalah Kejahatan Luar Biasa

Available

fokus

Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan
Available

kolom

Image
Ujang Komarudin

Gigitan Terakhir KPK

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Image
Abdul Aziz SR

Perempuan dan Jabatan Publik

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

Dari Presiden hingga Ulama, 5 Tokoh Tanah Air yang Masuk Daftar Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

Image
News

Tanahnya Dipakai Jadi Ibu Kota Baru Indonesia, Ini 5 Rekam Jejak Sukanto Tanoto

Image
Ekonomi

Mengenal Sukanto Tanoto, Sang Penguasa Lahan HTI Ibu Kota Baru