image
Login / Sign Up

Cabai Jadi Penyebab Inflasi Bisa Dimaklumi Karena Cuaca Buruk

Andi Syafriadi

Image

Pedagang cabai saat berjualan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (3/7/2019). Pasca lebaran harga cabai terus melonjak, terpantau dari pedagang di Pasar Minggu untuk cabai rawit merah harga jualnya mencapai Rp60 ribu per kg, cabai besar Rp80 ribu, cabai keriting Rp60 ribu. Cabai rawit hijau yang biasa murah saat ini mencapai Rp70 ribu. | AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

AKURAT.CO Pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Wahyu Ario Pratomo menyebut bahwa komoditas cabai merah dan rawit menjadi penyumbang inflasi akhir-akhir ini dapat dimaklumi akibat kondisi faktor cuaca.

"Cuaca yang buruk untuk menanam cabai merah dan rawit akhirnya menimbulkan juga persoalan biaya produksi pertanian meningkat. Produksi cabai jadi kurang, inflasi datang," kata Wahyu Ario Pratomo dalam rilis yang diterima di Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Sebagaimana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) belum lama ini mengumumkan bahwa komoditas pangan cabai merah dan rawit menjadi komponen penyumbang inflasi nasional per Agustus 2019.

baca juga:

Menurut Wahyu, kondisi inflasi tersebut dapat dimaklumi disebabkan faktor cuaca di Indonesia.

Wahyu menjelaskan, akibat cuaca yang tidak mendukung untuk mengelola tanaman pangan jenis cabai merah dan rawit, membuat kedua komoditas itu tidak dapat produktif di tangan petani.

Kendati demikian, Wahyu meminta pemerintah ke depannya masalah produktivitas cabai merah dan rawit dapat disusun antisipasinya bila kembali terjadi cuaca yang tak mendukung.

"Jadi nggak ada terus beralasan cuaca soal cabai dan inflasi. Cabai yang tidak produktif juga merugikan petani dan menguntungkan tengkulak karena banyak permintaan," katanya.

Data BPS merilis jika komoditas cabai merah pada Agustus 2019 menyumbang inflasi 0,01 persen. Sementara itu, cabai rawit untuk bulan yang sama berkontribusi penyebab inflasi 0,07 persen.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto, juga telah mengakui bahwa memang anjloknya harga cabai di tingkat petani di tambah kemarau membuat komoditas tersebut tak dapat produktif.

Oleh sebab itu, panen raya komoditas cabai tidak cepat terjadi sesuai yang diharapkan sehingga berpotensi membuat petani juga enggan mengurus dan merawat tanaman cabai merah dan rawit sebab merugikan.

Pemerintah juga perlu memastikan adanya kebijakan yang semakin memperkuat antisipasi dari fenomena dampak kekeringan dan prediksi kemarau berkepanjangan terhadap produksi pangan yang terdapat di berbagai daerah Nusantara.

Terkait kekeringan, sebelumnya, Kementerian Pertanian menyatakan kekeringan yang melanda areal sawah di berbagai daerah pada musim kemarau bisa diatasi dengan pompanisasi dan pembuatan embung air.

"Kita masih mencari solusi. Tapi untuk sementara ini, bisa dengan pompanisasi dan pembuatan embung air," kata Sarwo Edhi, Kepala Ditjen Prasarana dan Sarana Kementan, di Purwakarta, Rabu (24/7).

Untuk pompanisasi, selama tiga tahun terakhir pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan 100 ribu mesin pompa di seluruh Indonesia.

Pada tahun ini, kata dia, sudah ada sekitar 20 ribu permohonan bantuan pompanisasi. Selain itu, banyak pula petani yang meminta bantuan selang air sepanjang 7.390 meter. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Wall Street Naik Moderat Menunggu Keputusan The Fed

Image

Ekonomi

Dolar AS Terpeleset Jelang Keputusan The Fed

Image

News

Kabut Asap Gagalkan Uji Coba Kapal Roro Dumai Malaka ke Malaysia

Image

Ekonomi

Misbakhun Berbagi Jurus Kampanye Positif Sawit Via Medsos

Image

News

FOTO Belum Surut, Warga Spanyol Tinggalkan Kota Untuk Mengungsi

Image

News

Semua Pesawat Terbang untuk Ciptakan Hujan Buatan Disiagakan di Pekanbaru

Image

News

Sekarang Ini Sudah Ada Empat Pesawat untuk Operasi Hujan Buatan

Image

Ekonomi

Memberatkan Masyarakat, Legislator Kompak Tolak Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Image

Ekonomi

Saham-saham Wall Street Jatuh, Pasca Drone Menyerang Fasilitas Minyak Saudi

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Parlemen Uni Eropa Akhirnya Pilih Christine Lagarde Jadi Bos ECB

Lagarde, yang sebelumnya merupakan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF).

Image
Ekonomi

Wall Street Naik Moderat Menunggu Keputusan The Fed

Kondisi ini di tengah pertemuan kebijakan moneter utama Federal Reserve (Fed) dan sejumlah data ekonomi.

Image
Ekonomi

Dolar AS Terpeleset Jelang Keputusan The Fed

Ini menjelang keputusan kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed), yang diperkirakan akan menurunkan suku bunganya

Image
Ekonomi

Permintaan Pasar Naik, Pemerintah Mulai Fokus Kembangkan IKM Kosmetika

Kemenperin melakukan beberapa upaya dalam mengembangkan IKM kosmetika nasional.

Image
Ekonomi

9 Strategi Bisnis Jack Ma Ini Menginspirasi Berbagai CEO Dunia

Image
Ekonomi

5 Investasi Ini Berikan Profit Lebih Tinggi dari Reksa Dana Saham

Siap berinvestasi?

Image
Ekonomi

Bos Berdikari Akui Datangkan 9 Ribu Sapi Bakalan Asal Australia

Berdikari telah datangkan 9.000-an sapi bakalan asal Australia untuk memenuhi target 30 ribu sapi bakalan tahun ini.

Image
Ekonomi

Tiba-tiba! Presiden ADB Mengundurkan Diri Januari Nanti

"Saya mengumumkan pengunduran diri saya sekarang, sehingga lembaga tersebut dapat memiliki transisi kepresidenan yang lancar," kata Nakao.

Image
Ekonomi

RUU KPK Resmi Disahkan, Pengamat Pajak: Terlalu Terburu-Buru!

Pengesahan RUU KPK menjadi UU terlalu terburu-buru.

Image
Ekonomi

Tren Penggunaan Teknologi Robot pada Industri Meningkat Tajam

Tren penggunaan teknologi robot di Indonesia pada industri mengalami kenaikan, dengan mayoritas bidang industri makanan dan minuman.

Available
Banner Mandiri

trending topics

terpopuler

  1. Rustam: Jokowi Datang Meninjau untuk Atasi Bencana Asap, Malah Mau Didemo, Ajaib Nggak Tuh!

  2. Singkirkan Batuk di Malam Hari dengan Pengobatan Sederhana Ini

  3. Pemulangan Mahasiswa Papua Diduga Didalangi KNPB

  4. Ruhut: Kalau Benar Sampulnya Gambar Pak Jokowi dengan Hidung Pinokio, Aku Menyesalkan, Tolong Dicabut

  5. Tak Bisa Tangkap Pembakar Hutan, Kapolri: Mau Kapolda, Mau Kapolres, Kapolsek Out!

  6. Kebakaran Hutan, Paranormal ke Jokowi: Pihak yang Bandel Butuh Dibina Langsung Pak, Maksudnya Dibinasakan

  7. Anang Hermansyah Sarankan Orang-orang Tidak Usah Ikut Audisi Indonesian Idol, Jika...

  8. Jokowi Minta Seluruh Perangkat Daerah di Riau Aktif Berantas Titik Api

  9. 5 Foto Manis Rosalia, Penyanyi Katalan Pengisi Lagu Game FIFA 20

  10. Rustam: Mengapa Jokowi Pilih Pertama Tinjau Kabut Asap di Pekanbaru, Mungkin karena Kalah di Riau

Available

fokus

Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan
Available

kolom

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Image
Abdul Aziz SR

Perempuan dan Jabatan Publik

Image
Mujamin Jassin

Bamsoet dan Agenda Modernisasi Golkar

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

10 Pesona Muhammad Rafid, Cucu Keponakan BJ Habibie yang Geluti Sepak Bola

Image
Ekonomi

Mela Gunawan, Srikandi di Pusat Industri Kebugaran Indonesia

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Andrew Darwis, Pendiri Kaskus yang Terseret Kasus Pemalsuan Dokumen