image
Login / Sign Up

Perusahaan Tekstil Bertumbangan, Pengamat: SDM Dan Produksi Harus Lebih Efisien

Aji Nurmansyah

Image

Ekshibisi mesin tekstil dalam pameran industri tekstil dan produk tekstil (ITPT) terintegrasi bertaraf Internasional 'Indo Intertex dan Inatex' yang diselenggarakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (4/4). Pameran yang menghadirkan 900 perusahaan dari perusahaan lokal dan 23 mancanegara yang bergerak dalam industri tekstil dan garmen. Pameran yang saling terkait yakni Indo Intertex yang menghadirkan permesinan dan peralatan, sedangkan Inatex memamerkan aneka bahan baku serat, benang, kain, pakaian jadi, dan aksesori | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO, Fenomena terkait dengan perusahaan tekstil yang gulung tikar belakangan mencuat dan menjadi perdebatan. Terlebih sedikitnya ada 9 perusahaan tekstil yang tumbang.

Beberapa pihak menuding bahwa banjirnya impor tekstil dan produk tekstil (TPT) menyebabkan industri tekstil dalam negeri menjadi lesu. Akibatnya, TPT lokal tidak bisa terserap pasar dalam negeri karena tidak memiliki daya saing jika dibandingkan produk impor.

Menanggapi hal tersebut, Peneliti bidang Ekonomi The Indonesian Institute, M. Rifki Fadilah, mengungkapkan jangan terlalu terburu-buru untuk menuding kebijakan impor yang mengakibatkan kalahnya produk Indonesia di pasar.

baca juga:

"Saya rasa, kita jangan cepat menuding impor yang membuat produk kita tidak laku. Padahal kita seharusnya merefleksikan diri kenapa produk kita bisa tidak laku di pasaran dan kenapa produk impor lebih disenangi," ungkapnya di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Dirinya juga menjelaskan bahwa secara statistik pertumbuhan industri manufaktur mikro dan kecil terus membaik. Lebih lanjut dirinya mengatakan dalam dua tahun terakhir perkembangan industri TPT terus membaik di pasar domestik maupun global.

Hal ini didasarkan pada laju pertumbuhan sampai dengan triwulan IV 2018 yang naik sebesar 8,73 persen serta peningkatan ekspor sebesar 5,55 persen.

"Kalau dari data, justru industri tekstil kita kan lagi naik daun ya, ditambah pemerintah saat ini juga sedang menjadikan industri tekstil sebagai industri strategis dan prioritas nasional,"beber Rifki.

Rifki menilai kasus tutupnya sembilan perusahaan tekstil ini harus dilihat secara lebih dalam. Mengingat dari ribuan perusahaan tekstil di Indonesia hanya sembilan perusahaan ini yang gulung tikar.

Sementara Rifki mengingatkan inilah akibat jika perusahaan tidak mampu mengalokasikan sumber daya input produksinya secara efisien. Buntut panjangnya, biaya marginal produksinya membengkak sedangkan pendapatan marginalnya tidak mampu menutup besaran besarnya biaya marginal produksinya.

Akibatnya perusahaan menaikkan harga jual, sedangkan di pasar banyak produk serupa yang ditawarkan dengan harga yang jauh lebih murah.

"Tutupnya sembilan perusahaan ini harus dijadikan pelajaran bagi perusahaan lain, jika perusahaan tidak bisa mengalokasikan input produksinya dengan efisien. Alhasil biaya marginal produksinya jauh lebih besar dibandingkan pendapatan marginalnya. Akhirnya, perusahaan harus jual produk lebih mahal untuk mengongkosi biaya produksi, sedangkan di pasar ada banyak produksi serupa yang harganya jauh lebih murah, konsumen secara rasional pasti akan memilih produk yang lebih murah, akibatnya produknya tidak laku, ujungnya perusahaan rugi, daripada rugi terus lebih baik keluar dari pasar, tidak ada jalan lain," papar Rifki.

Ke depan pelaku industri tekstil di tanah air untuk lebih bersikap hati-hati dan mengedepankan efisiensi. Sebagai industri yang sudah diliberaliasi tahun sehat tahun 2005 lalu, maka konsekuensi yang harus ditanggung industri tepat adalah kompetisi yang semakin ketat. []

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

10 Perusahaan Ini Jadi Pionir Implementasi Perdana Industri 4.0

Image

Ekonomi

Pengusaha Ramal Sektor Properti hingga Akhir Tahun Masih Stagnan

Image

Ekonomi

5 Negara Ini Adalah Eksportir Pertanian Terbaik, Indonesia Termasuk!

Image

Ekonomi

Terungkap! Sebagian Besar Tanah di Ibu Kota Baru Milik Konglomerat Sukanto Tanoto

Image

Ekonomi

Kadin Yakini Kenaikan Cukai Rokok Sudah Melalui Berbagai Pertimbangan

Image

Ekonomi

Beri Kepastian Bisnis, Kadin Sambut Baik Disahkannya RUU KPK

Image

Ekonomi

Menkeu Beberkan Hal Yang Patut Diwaspadai di Tahun 2019

Image

Ekonomi

FOTO Pemerintah Terapkan Sistem DO Online di Sembilan Terminal Peti Kemas

Image

Ekonomi

Lada Indonesia Makin Mendunia, Nasib Petaninya Sejahtera Atau Menderita?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Pemindahan Ibu Kota Bakal Tingkatkan Investasi

Pemindahan ibu kota dalam jangka pendek dinilai mampu memberikan dampak pada sektor investasi.

Image
Ekonomi

Lindungi Pelaku Usaha, Undang-Undang Ekonomi Kreatif Bakal Segera Disahkan

Pemerintah dan DPR telah menyelesaikan pembahasan RUU tentang Ekonomi Kreatif dan dalam waktu dekat akan disahkan menjadi UU.

Image
Ekonomi

KKP Dukung Sinergi Implementasi Tata Kelola Data Nasional

Pemerintah berusaha keras membangun serta memperbaiki tata kelola data nasional.

Image
Ekonomi

Percepatan Penggunaan Mobil Listrik Harus Diimbangi dengan Penurunan Pemakaian Batu Bara

Percepatan mobil listrik dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 harus diimbangi dengan penurunan penggunaan batu bara.

Image
Ekonomi

Pengamat Sarankan Pemerintah Perluas Objek Cukai Selain Tembakau

CITA mendorong pemerintah melakukan perluasan objek cukai selain hasil tembakau atau rokok sehingga penerimaan negara lebih optimal.

Image
Ekonomi

Penetrasi ke Asuransi, Gojek Dapatkan Pendanaan Seri F dari AIA

kerja sama strategis ini akan mendorong Gojek dan AIA, untuk mengembangkan platform dan produk serta layanan.

Image
Ekonomi

HIPMI Harap Pengusaha Perempuan Lebih Berani Bangun Jaringan

Hipmi mengharapkan perempuan pengusaha muda lebih berani tampil untuk membangun jaringan dalam rangka mengembangkan bisnis.

Image
Ekonomi

Pemindahan Ibu Kota Tak Akan Andalkan APBN

Untuk biaya pemindahan ibu kota pemerintah tidak akan mengandalkan pembiayaan melalui APBN.

Image
Ekonomi

Sri Mulyani Tagih Janji Pertumbuhan Properti Yang Masih Lesu

Sri Mulyani Indrawati dihadapan para pengusaha properti menagih janji agar sektor properti dan real estate dapat segera memenuhi janji.

Image
Ekonomi

RUU Ekonomi Kreatif Akan Disahkan Menjadi Undang-Undang

Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Ekonomi Kreatif rampung dan dalam waktu dekat akan disahkan menjadi undang-undang.

Available
Banner Mandiri

trending topics

terpopuler

  1. Parade Makanan Mengecewakan dari Ojek Online yang Cuma Bisa Disyukuri

  2. Denny Indrayana: KPK Telah Menemui Ajalnya, Menyusul Para Pendahulunya

  3. Hotman Paris Berencana Sumbang Biaya Sekolah Anak Polisi Viral yang Naik Kap Mobil

  4. Anies Kirim Relawan Atasi Karhutla, Warganet: Mau Bilang Gubernur Rasa Presiden Takut Dinyinyir

  5. Pegawai KPK Berstatus ASN, PPP: Besaran Gaji dan Tunjangan Tidak Boleh Berkurang

  6. Gagal, Pengamat Sarankan Jokowi Tak Pilih Wiranto pada Kabinet Kedua

  7. Denny Indrayana Ajak Para Pegiat Anti Korupsi Jadi Pemohon Judicial Review UU KPK ke MK

  8. Satgas Karhutla Riau Tolak Bantuan Personil Kiriman Anies, Fahira: Sangat Disayangkan

  9. Lima Lolos, Indonesia Berpeluang Tambah Wakil di Hari Kedua

  10. Moratorium Sawit, Pusaka Merekomendasikan Hal-hal Ini kepada Pemerintah

Available

fokus

Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan
Available

kolom

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Image
Abdul Aziz SR

Perempuan dan Jabatan Publik

Image
Mujamin Jassin

Bamsoet dan Agenda Modernisasi Golkar

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

Wilayahnya Diserbu Asap Malah ke Kanada, Ini 4 Fakta Wali Kota Pekanbaru Firdaus

Image
News

10 Pesona Muhammad Rafid, Cucu Keponakan BJ Habibie yang Geluti Sepak Bola

Image
Ekonomi

Mela Gunawan, Srikandi di Pusat Industri Kebugaran Indonesia