image
Login / Sign Up

Indonesia Perlu Contoh Negara Lain Untuk Beri Insentif Fiskal Bagi Tembakau Alternatif

Siti Nurfaizah

Image

Tjan Kee Liong (61) pemilik toko tembakau bernama Semut mempragakan rokok tembakau tradisional (kaung) di kawasan, Jatinegara, Jakarta, Rabu (10/7/2019). Toko tersebut merupakan satu-satunya yang menjual tembakau asli Indonesia yang berasal dari Bali, Wonosobo, Temanggung dan Boyolali. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mendorong pemerintah memberikan insentif fiskal bagi produk tembakau alternatif.

Direktur Program INDEF, Esther Sri Astutidilansir dari Antara, Selasa (10/92019) menyatakan pemerintah dapat mengikuti sejumlah negara yang lebih dulu memberikan insentif kepada produk hasil pengembangan inovasi dan teknologi dari industri tembakau tersebut.

"Beberapa negara seperti Inggris, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru, sudah membuktikan bahwa kebijakan harm reduction dapat diimplementasikan dengan baik di sana. Negara tersebut sudah memberikan insentif fiskal berupa tax reduction bagi industri yang memproduksi produk yang ramah lingkungan dan rendah risiko,” kata Esther.

Berdasarkan hasil kajian ilmiah dari Public Health England, produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan, tidak menghasilkan TAR dan memiliki zat kimia berbahaya yang lebih rendah hingga 95 persen daripada rokok.

Esther melanjutkan bahwa beberapa negara memberikan insentif fiskal karena meyakini bahwa produk tembakau alternatif minim akan risiko kesehatan.

“Beberapa studi sudah dilakukan dan membuktikan bahwa produk tembakau alternatif memiliki zat berbahaya dan risiko yang lebih rendah daripada rokok. Kajian tersebut juga menyebutkan bahwa produk tembakau alternatif berhasil mengurangi jumlah perokok di beberapa negara,” ucapnya.

Saat ini, Esther menyadari, masih banyak pro dan kontra mengenai produk tembakau alternatif. Namun, kondisi tersebut dapat dijadikan momentum bagi pemerintah untuk memperkuat berbagai penelitian lokal berbasis ilmiah tentang produk tersebut.

Dengan langkah pemerintah memberikan insentif fiskal, Esther melanjutkan, industri rokok akan terpacu untuk melakukan riset dan pengembangan produk tembakau yang rendah risiko.

Apalagi sejumlah studi kesehatan juga membuktikan perokok berpotensi terkena risiko kanker. Ditambah lagi, angka perokok di Indonesia tergolong tinggi.

“Bagi perokok, cara yang terbaik untuk mengurangi kesehatan mereka adalah dengan berhenti merokok. Namun, bagi perokok yang tidak bisa berhenti merokok, maka mereka dapat didorong untuk menggunakan produk tembakau alternatif yang lebih rendah risiko,” tegas Esther.

Setelah pemberian insentif fiskal, pemerintah selanjutnya harus memperkuatnya dengan regulasi. Esther mengatakan regulasi diperlukan agar pengawasan dalam penjualan dan pengunaan tidak disalahgunakan. Selain itu, masyarakat, terutama perokok dewasa, juga berhak untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang produk tembakau alternatif.

“Atur regulasi yang tepat, misalnya pelarangan untuk membeli produk tembakau alternatif pada anak di bawah umur. Tentukan standar-standarnya agar risiko penyalahgunaan berkurang,” kata dia.

Esther menambahkan bahwa selain pada industri tembakau, konsep harm reduction dapat diterapkan di berbagai industri lain, misalnya pada industri energi terbarukan dengan insentif untuk produk biofuel, insentif untuk mobil listrik, maupun disinsentif cukai untuk plastik.[]

baca juga:

Editor: Prabawati Sriningrum

Sumber: Antara

berita terkait

Image

Ekonomi

Kenaikan Cukai Rokok Buat Industri Hasil Tembakau Sakit

Image

Ekonomi

DJBC Sebut Kenaikan Tarif Cukai Untuk Mengkompensasi Tarif Tahun Lalu

Image

Ekonomi

Kenaikan Cukai Bebani IHT, Pemerintah Tak Peduli Nasib Petani Tembakau?

Image

Ekonomi

Pemerintah Resmi Naikkan Cukai Rokok 23 Persen

Image

News

Awas! Pemkot Depok Bakal Denda Orang yang Merokok di Tempat Umum Rp1 Juta

Image

News

59 Ton Bawang Merah dan Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Aceh

Image

Ekonomi

PMK 156/2018 Sudah Baik, Tak Perlu Ada Simplifikasi Cukai Rokok

Image

Gaya Hidup

Bikin Kulit Kendur sampai Lingkaran Hitam pada Mata, Berhentilah Merokok!

Image

Ekonomi

Pindah Ibu Kota Kok Maksa, Biayanya Darimana?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

6 Kerugian Besar Ekonomi Karena Dampak Kabut Asap

Kerugian demi kerugian akibat dampak kabut asap ini terus bergulir.

Image
Ekonomi

Bangun SDM Industri Kompeten, Kemenperin Soroti Kualitas Institut

Salah satu langkah strategis yang perlu dijalankan adalah peningkatan kualitas institut yang menghasilkan para insinyur.

Image
Ekonomi

Kaya SDA, Pemerintah Percepat Pembangunan Kawasan Industri Takalar

Kementerian Perindustrian mengakselerasi pembangunan kawasan industri di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Image
Ekonomi

5 Tips Berhemat Jika Kamu Pengguna Dompet Digital

Pembayaran nontunai kini tengah banyak diminati oleh masyarakat di Indonesia.

Image
Ekonomi

PGN Sabet 4 Penghargaan, Apa Saja?

PGN raih lima penghargaan untuk empat kategori dalam ajanh The Best Contact Center Indonesia Tahun 2019.

Image
Ekonomi

Intip Cara Kaya dengan Investasi Ala Jennifer Lopez

Khusus bagi para ladies, investasi tetaplah penting, karena hal itu merupakan salah satu cara efektif untuk memiliki penghasilan pasif.

Image
Ekonomi
BJ Habibie Tutup Usia

Cara Atur Keuangan Agar Rumah Tanggamu Seromantis Habibie dan Ainun

Berikut cara mengatur keuangan agar rumah tangga mu bisa seharmonis Presiden Ketiga BJ Habibie dan Hasri Ainun Bersari.

Image
Ekonomi

Mampu Mendigitalisasi Kombinasi Produk, BRI Sabet Penghargaan

BRI raih penghargaan di bidang teknologj informasi yakni IDC kategori Best Operating Model Master.

Image
Ekonomi
Perang Dagang

Pemerintah Curi Kesempatan Tingkatkan Ekspor di Tengah Konflik AS-China

Menko Luhut : pemerintah bakal mengajak KADIN AS untuk kerjasama meningkatkan nilai ekspor Indonesia.

Image
Ekonomi

Naiknya Tarif Cukai Rokok, Bagai Pisau Bermata Dua

Kebijakan menaikkan tarif cukai rokok kretek akan berdampak kepada menurunnya permintaan rokok kretek.

Available
Banner Mandiri

trending topics

terpopuler

  1. Pertanyakan Kapan Novel Baswedan Mundur dari KPK, Dahnil ke Denny Siregar: Ini Orang Hatinya Mati

  2. Serahkan Tanggung Jawab KPK ke Jokowi, Tengku Zul: Lebih Baik Begitu, Kami Mendukung!

  3. Pakar Hukum: Jokowi Masih Miliki Kesempatan Gagalkan RUU KPK

  4. Soal Rambutan, Lucinta Luna Dibentak Raffi Ahmad Sampai Nangis

  5. Agus Rahardjo Serahkan Tanggung Jawab KPK ke Jokowi, Faizal: Kalau Tidak Setuju dengan UU Mundur Saja

  6. 23 Sapi Mati karena Tersambar Petir, Videonya Bikin Merinding

  7. Saut Situmorang Mengundurkan Diri dari Pimpinan KPK, Antasari: Itu Tindakan Pengecut, Cengeng!

  8. Dulu Ada Ekonom Perempuan Sering Mengecam BJ Habibie, Said Sindir Sri Mulyani?

  9. Ketua Baleg Sebut hanya NasDem yang Belum Menyatakan Menerima atau Menolak Revisi UU MD3

  10. Yunarto ke Denny Siregar: Sejak Kapan Pemilih Ahok Gak Boleh Protes Anies Kalau Kerjanya Ngawur?

Available

fokus

BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan
Kekerdilan
Available

kolom

Image
Mujamin Jassin

Bamsoet dan Agenda Modernisasi Golkar

Image
Ujang Komarudin

Membunuh KPK

Image
Hasan Aoni

Menonton Bakat Anak Dalam Imajinasi Eksploitasi

Image
Hendra Mujiraharja

Bisnis Tembakau Djarum di Antara Pembinaan dan Eksploitasi Anak

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

10 Potret Regina Nadya Suwono, Anggota Legislatif Muda yang Memesona

Image
News

5 Fakta Karier Saut Situmorang, Mulai dari BIN hingga Jabat Wakil Pimpinan KPK

Image
News

Warganya Dikepung Kabut Asap, 5 Fakta Gubernur Riau Syamsuar yang Sedang ke Thailand