Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Menkeu Klaim Revisi PPh OP Akan Untungkan Masyarakat Ekonomi Menengah

Siti Nurfaizah

Menkeu Klaim Revisi PPh OP Akan Untungkan Masyarakat Ekonomi Menengah

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) bersama Dirjen Pajak Robert Pakpahan (kiri) saat mengikuti rapat kerja dengan komisi XI di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (3/7/2019). Dalam rapat kerja ini Menkeu dan komisi XI membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Bea Meterai. RUU ini perlu penyempurnaan seiring kemajuan teknologi digital. UU Nomor 13 Tahun 1985 tentang Bea Meterai yang lama masih menitikberatkan pada objek dokumen kertas. Padahal, kini ada dokumen digital yang juga berkembang. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengusulkan perubahan tarif bea materai menjadi satu tarif sebesar Rp10 ribu. Tarif ini mengalami kenaikan dari tarif bea materai saat ini yang maksimal Rp6 ribu. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati mengatakan revisi Pajak Penghasilan (PPh) Orang Pribadi akan menguntungkan masyarakat ekonomi menengah karena mereka bisa masuk golongan penghasilan lebih rendah jika ambang batas nominal gaji ditetapkan lebih tinggi.

"Nanti kami lihat tapi semua aspek nanti kami akan perbaiki," katanya di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan di Jakarta, Senin (9/9/2019).

Dilansir dari Antara, menurut Menkeu, pihaknya akan mencermati dari sejumlah aspek dalam menentukan besaran golongan penghasilan atau bracket yang akan direvisi tersebut.

Aspek itu, lanjut dia terutama dengan mempertimbangkan penyesuaian berdasarkan tingkat inflasi.

Selain itu, juga mencermati pendapatan menengah masyarakat saat ini dan distribusi pertumbuhan pendapatan rumah tangga di Indonesia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan saat ini pengenaan tarif PPh Orang Pribadi belum diubah dengan tetap empat golongan penghasilan.

Begitu juga terkait besaran penghasilan tidak kena pajak (PTKP), lanjut dia saat ini belum akan direvisi.

"Tarif tidak kami ubah, bracketnya kan tetap empat," tambahnya sembari menyebutkan penerapan revisi itu mencermati kesiapan waktunya.

Sebelumnya, pemerintah akan merevisi terkait nominal penghasilan pada empat lapisan tarif kena pajak dalam pengenaan Pajak Penghasilan Orang Pribadi.

Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan menjelaskan saat ini ada empat lapis atau layer pengenaan tarif untuk PPh Orang Pribadi yakni golongan penghasilan sampai Rp50 juta per tahun dikenakan tarif lima persen.

Lapis kedua yakni 15 persen untuk golongan penghasilan di atas Rp50 juta hingga Rp250 juta per tahun, lapis ketiga 15 persen untuk masyarakat berpenghasilan di atas Rp250 juta hingga Rp500 juta.

Kemudian lapis terakhir sebesar 30 persen untuk golongan penghasilan di atas Rp500 juta ke atas per tahun.

"Saya pikir (aturan) ini sudah tidak relevan lagi. Bracket ini bisa kami ubah dengan PMK (Peraturan Menteri Keuangan), " katanya dalam acara Ngobras beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan dalam revisi untuk tarif lima persen tidak diterapkan untuk penghasilan hingga Rp50 juta tapi kemungkinan pada golongan penghasilan Rp100 juta hingga Rp150 juta per tahun.

Begitu juga dengan tarif 30 persen, lanjut dia kemungkinan bisa diterapkan untuk golongan penghasilan di atas Rp1 miliar per tahun.[]

baca juga:

Editor: Prabawati Sriningrum

Sumber: Antara

berita terkait

Image

News

Laporan Ungkap Donald Trump Kelabui Tagihan Pajak selama 10 Tahun

Image

Ekonomi

3 Shio Ini Pintar Mengelola Uang Layaknya Menteri Keuangan

Image

Ekonomi

Sri Mulyani Bebaskan Pajak Mobil Baru, Ferdinand Hutahaean: Jangan Begitu Bu!

Image

Iptek

Cara Mudah Membayar PBB dan Pajak Retribusi Lewat Fitur GoTagihan

Image

Ekonomi

Sisa 3 Bulan, Pemerintah Putar Otak Kejar Target Penerimaan Pajak 2020

Image

News

Catat! Masa Berlaku Paspor Jadi 10 Tahun

Image

Ekonomi

Menkeu Jujur Soal Resesi, Misbakhun: Itu Sebuah Keberanian!

Image

Ekonomi

Senggol Sri Mulyani, Rizal Ramli: Menkeu Angka dan Analisa Banyak Bohongnya!

Image

Iptek

Warga Jakarta Kini Bisa Bayar Pajak dan Retribusi Pakai GoPay

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Anti Stres, Begini Cara Buat Prioritas Ketika Pekerjaan Deadline!

Setiap karyawan pasti pernah merasakan pekerjaan yang menumpuk, ditambah lagi banyak pekerjaan yang deadline

Image
Ekonomi

Faisal Basri: Pilkada Serentak Bikin 514 Kabupaten/Kota RI Terjamah COVID-19

Faisal Basri: Pilkada serentak yang tetap digelar 9 Desember 2020 akan bisa membuat seluruh kabupaten/kota di RI terjamah COVID-19.

Image
Ekonomi

Pemerintah Rakor di Hotel Elit, Said Didu: Bahasa Terangnya Habiskan Uang Rakyat Dari APBN!

Said Didu menganggap jajaran pemerintah menghabiskan uang rakyat dari APBN, seiring agenda rapat di Wisata Lagoi, Bintan Kepulauan Riau

Image
Ekonomi

Bos Phapros: Inovasi Jadi Kunci Bertahan di Tengah Pandemi COVID-19

PT Phapros Tbk mengatakan berinovasi sesuai perkembangan zaman menjadi kunci bagi anak perusahaan Kimia Farma bertahan di tengah pandemi

Image
Ekonomi

Mau Jadi Next Blackpink Atau BTS? Begini Tips Lolos Audisi Kpop Idol!

Kepopuleran Kpop menciptakan hobi sampai cita-cita baru, salah satunya adalah untuk berhasil debut menjadi member Kpop group dinaungi Korea

Image
Ekonomi

Tetap Serang Anies Baswedan, Ferdinand Sebut Politisi PKS Yang Pertanyakan Kinerja LBP, Ngawur

Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengkritik politisi PKS Netty Prasetiyani yang menilai kinerja LBP tidak jelas

Image
Ekonomi

3 Shio Ini Pintar Mengelola Uang Layaknya Menteri Keuangan

Berikut ini Shio yang pintar mengelola keuangan layaknya Menteri Keuangan.

Image
Ekonomi

BUMN Ini Salurkan Rp19 Miliar Guna Berbagai Program Bantuan

PTPN IV alokasikan Rp19 miliar guna berbagai program bantuan.

Image
Ekonomi

Akibat Corona, 44 Persen Pekerja Lepas Pinjam Uang Demi Bertahan Hidup

Banyak pekerja dirumahkan, kondisi tersebut dirasakan pegawai tetap maupun kontrak, terlebih pekerja lepas

Image
Ekonomi

Ramai Sentimen, IHSG Waspada Rawan Melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih rawan melemah dalam sepekan ke depan

terpopuler

  1. Sri Mulyani Bebaskan Pajak Mobil Baru, Ferdinand Hutahaean: Jangan Begitu Bu!

  2. Kisah Eks Pasien Covid-19: Teman Paling Setia di Wisma Atlet adalah Kesepian

  3. Meski Pandemi, 5 Zodiak Ini Justru Jadi Magnet Uang Lho!

  4. Pengkhianatan G30S/PKI, Adi Prayitno: Saya Tidak Melihat Ada Propaganda

  5. Sindir Tito Karnavian Soal Pilkada, Sudjiwo Tedjo Ujung-ujungnya Malah Begini!

  6. Pemprov DKI Kremasi Ratusan Jenazah yang Diduga Terpapar Corona 

  7. Anies Pamer Hasil Naturalisasi Sungai Kanal Banjir Barat

  8. Reza Artamevia Terlibat Narkoba Lagi, Aaliyah Massaid: Ibu yang Pertama Kali Minta Maaf

  9. Tengku Zul: Perkebunan Negara Tidak Bayar Sewa Sama Sekali Malah Rugi, Gila!

  10. Protokol Kesehatan Covid-19 Anies Baswedan Dicuekin Pedagang Binaan

tokopedia

fokus

Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT
Webinar Akurat: Resesi Ekonomi

kolom

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Pandemi dan Pohon Khuldi

Image
UJANG KOMARUDIN

Pilkada yang Tak Ditunda

Image
Arif Hidayat

3 Cara untuk Anda Bisa Menjadi Karyawan Terbaik

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Jalan Berliku Politik Gus Ami

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Silvany Austin Pasaribu, Diplomat Muda yang 'Lawan' Vanuatu di Sidang Umum PBB

Image
News

5 Potret Shanaya Arsyila Pramana, Cucu Pramono Anung yang Menggemaskan

Image
News

5 Gaya Istri Bupati Trenggalek Novita Hardini Pakai Kebaya, Memesona!