image jamkrindo umkm
Login / Sign Up

Mengenal Achsanul Qosasi, Calon Anggota BPK yang Profesional di Bidang Keuangan

Denny Iswanto

Seleksi Anggota BPK RI

Image

Anggota BPK RI Achsanul Qosasi | ISTIMEWA

AKURAT.CO Seleksi calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah memasuki tahapan fit and proper test di DPR. Dalam tahapan kali ini terdapat nama Achsanul qosasi dari petahana BPK.

Dalam struktur kepengurusan BPK periode 2014-2019, Achsanul mengemban jabatan sebagai anggota III BPK RI yang berwenang mengawasi keuangan lembaga legislatif, yudikatif, BPK, beberapa kementerian dan lembaga pemerintah non-kementerian.

"Maju lagi di BPK, orang jawabnya saya ingin mengabdi apa? bagi saya simple, saya memiliki peluang untuk terpilih kembali, periode saya masih mungkin, usia saya juga masih mungkin dan selama ini saya merasa apa yang saya lakukan untuk kepentingan BPK dan untuk memastikan keuangan Negara terpakai dengan baik dan benar itu berjalan baik," kata dia kepada Akurat.co, Senin (2/9/2019).

baca juga:

Dirinya juga mengatakan bahwa prioritasnya di BPK adalah pemeriksan yang berkualitas dan bermanfaat. Achsanul tidak mau BPK hanya datang mencari salah tapi tidak ada manfaatnya untuk auditing.

"Makanya tagline saya didalam proposal saya dan saya sudah 5 tahun ada di BPK, kenyataan yang paling urgent buat BPK adalah pemeriksaan yang bermanfaat bagi auditing. Sehingga pada saat kita keluar dari pemeriksaan itu selesai pemeriksaan kita sampaikan beberapa hal Audit itu mengatakan begini 'terima kasih berkat BPK kami tahu kesalahan kami dimana, kekurangan kami dimana, keteledoran kami dimana'. Dia mengucapkan terima kasih dan bukan ketakutan, nah itu pemeriksaan yang bermanfaat dan berkualitas," tegasnya.

Achsanul juga menjawab mengenai keraguan masyarakat perihal integritas, profesionalisme, dan independence, kepada dirinya yang memiliki background orang partai politik (parpol). Ia menjelaskan bahwa 3 hal tersebut akan selalu ditetapkannya pada proses auditing, karena pengalaman dalam keuangan justru lebih banyak daripada di politik.

"Orang mengatakan Achsanul qosasi ini orang politik, saya selalu dikaitkan kalau saya ini orang politik. Seolah-olah orang politik itu semuanya salah, orang politik itu tidak boleh berkiprah dimanapun, hanya di Parpol saja, dia tidak boleh berbakti dimanapun. Mereka tidak tahu, dari 30 tahun pengabdian saya di keuangan, saya hanya 5 tahun di Parpol, 20 tahun saya ada di professional sebagai Bankir, masa ini nggak dicatat," tuturnya.

Ia mengharapkan agar masyarakat tidak terpengaruh karena background politiknya. Karena dengan background tersebut dirinya yakin pengalaman berkarir di keuangan akan semakin lengkap.

"Saya hanya 5 tahun di politik seolah-olah orang politik nggak boleh (ikut seleksi BPK). Justru saya masuk politik saya menjadi lebih tahu bagaimana tata negara, bagaimana tata kelola APBN, postur APBN. Di politiklah di Komisi XI lah saya belajar itu. Nggak fair juga saya katakan ini Politisi ini nggak boleh, saya 20 tahun diprofesional, Bankir sampai dengan Dirut. Kalau di dalam ilmu keuangan ada Maker, Checker, Approval, itu sudah saya lewati semua. Terus sekarang sebagai controller sebagai auditor ya makin sempurna," jelasnya.

Audit keuangan menang bukan hal baru bagi pria kelahiran Sumenep 1966 ini. Di awal kariernya, Achsanul menduduki posisi penting di sejumlah bank. Pada 1990-1993 ia menjabat sebagai assistant manager corporate banking di Bank Bukopin. Sejak 2001-2004, Achsanul menjabat sebagai direktur kredit dan program di Bank Persyarikatan Indonesia yang saat ini telah berganti nama menjadi Bank Syariah Bukopin. Ia juga sempat menapaki posisi sebagai komisaris di Bank Perkreditan Rakyat Luwuk-Sulawesi Tengah sejak 2007.

Ia juga sempat menjabat sebagai wakil ketua Komisi XI DPR RI yang ruang lingkup kerjanya pada bidang keuangan dan perbankan. Selama menjalankan tugasnya sebagai anggota dewan, ia bermitra dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), lembaga keuangan bukan bank (LKBB), Otoritas jasa Keuangan (OJK), dan perbankan.

Ketika baru menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2009-2013 sebagai perwakilan dari Partai Demokrat, Achsanul masuk sebagai anggota Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Bank Century. Selain Pansus Hak Angket Century, Achsanul juga beberapa kali terlibat dalam penerbitan RUU di bidang Ekonomi dan keuangan. Salah satunya sebagai ketua pansus RUU Keuangan Negara pada 2013.

Menurut catatan biografi Achsanul di laman resmi BPK, lulusan Magister Economic Science Jose Rizal University, Filipina ini sempat dianugerahi gelar Enterpreneur of The Year 2007 dari Departemen Perindustrian RI. Ia juga menyabet penghargaan sebagai The Best Moslem Enterpreneur pada 2008 dari Departmen Agama dan Departemen Perindustrian. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Iptek

CEO Microsoft Sebut Masa Depan Indonesia akan Ditentukan Golongan Ini

Image

Ekonomi

INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Nyungsep ke 4,5 Persen Karena Corona

Image

Iptek

Presiden Jokowi Mengaku Banyak Ditawari Obat Penggemuk Badan di Instagram

Image

News

Kopi Karya, Mengubah Mindset Anak Muda Tentang Dunia Politik

Image

Ekonomi

Investor Cermati Data Ekonomi, Wall Street Bervariasi di Tengah Corona

Image

News

Gusar, Jansen Sitindaon: Saya Blok Akun Twitter yang Sebut Saya Caleg Gagal

Image

News

Bernie Sanders Jadi Bulan-bulanan dalam Debat Kandidat Capres Demokrat di South Carolina

Image

News

Fadli Zon ke Ferdinand: Banjir Bukan Salah, Apalagi Karya Anies, Jangan Ketidaksukaan Pada Seseorang Membuat Kita Jadi Bodoh

Image

Ekonomi

Pemerintah Siapkan Skenario Perlemahan Ekonomi Akibat Dampak Virus Corona

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Aviliani: Keputusan AS Keluarkan RI dari Negara Berkembang Pengaruhi Kinerja Neraca

Keputusan sepihak dari pemerintah AS yang mengeluarkan Indonesia dari daftar negara berkembang pengaruhi kinerja neraca Indonesia.

Image
Ekonomi

AJI: Kehadiran Omnibus Law Hanya Akan Makin Gencet Jurnalis!

UU Pers menyebutkan pemberian sanksi terhadap media yang dari awal akan dikenakan sebesar Rp500 juta malah berubah menjadi Rp2 miliar.

Image
Ekonomi

Didepak dari Negara Berkembang, 5 Komoditas Andalan RI Ini Bakal Merugi

Indef mengatakan, lima komoditas andalan Indonesia yang diekspor ke AS bakal menurun seiring dikeluarkannya Indonesia dari negara berkembang

Image
Ekonomi

PPATK Targetkan Indonesia Jadi Anggota Penuh FATF pada 2021

PPATK menargetkan Indonesia menjadi anggota penuh FATF (Financial Action Task Force) pada 2021.

Image
Ekonomi

Kritik Omnibus Law, Faisal Basri: Jauh Panggang dari Api

Faisal Basri menentang dan menilai RUU Omnibus Law bukan strategi untuk transformasi ekonomi.

Image
Ekonomi

Pemerintah Diminta Deklarasikan Status Indonesia Masih sebagai Negara Berkembang

Indef meminta Pemerintah Indonesia untuk mendeklarasikan diri sebagai negara berkembang.

Image
Ekonomi

Garuda Indonesia Usul Insentif dari Pemerintah Berupa Voucher

Skema ini masih dibahas bersama dengan Kementerian Perhubungan.

Image
Ekonomi

Genjot Investasi Lewat Omnibus Law, Faisal Basri: Buat Apa?

Dalam tahap pembahasan pemerintah dinilai lebih mengutamakan kepentingan investasi.

Image
Ekonomi

RI Dicoret dari Negara Berkembang, AS Siapkan Tarif Balasan?

Dikeluarkannya Indonesia dari daftar negara berkembang akan membuat AS melakukan penyelidikan atas berbagai produk impor Indonesia.

Image
Ekonomi

Gara-gara Corona, Stok Bawang Putih Domestik Hanya Cukup untuk 2 Bulan Lagi

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi mengatakan stok bawang putih hanya cukup untuk dua bulan lagi

terpopuler

  1. Video Kekerasan Terhadap Muslim di New Delhi Viral, Tagar #ShameOnYouIndia Trending di Twitter

  2. Dapat Ikut Pilkada 2020, Mabes Polri Klaim Mantan Pati Polri Tak Dapat Intervensi Kepolisian Lagi

  3. Persiapkan Diri, Ini 7 Golongan Manusia yang Akan Selamat dari Siksa Kubur

  4. Wow! Deddy Corbuzier Sudah Tak Komsumsi Gula 5 Tahun Ini

  5. Tayang di Bioskop Trans TV, 5 Fakta Menarik Film Horor The Boy yang Bikin Merinding

  6. Geram, Pelatih PSM Makassar Anggap AFC Tak Profesional

  7. Amien Rais Minta Pemerintah Tidak Sahkan Kepengurusan PAN Periode 2020-2025

  8. Polisi Selidiki Mayat Laki-Laki di Hotel Tokyo Banjarmasin

  9. Jadi Orang Tua Baru, 10 Potret Bahagia Keluarga Kecil Kimberly Ryder

  10. Santap Menu Angkringan hingga Nikmati Es Teh Plastikan, 10 Aksi Gibran Rakabuming Kulineran di Pinggir Jalan

fokus

Hutan Kecil Terarium
Target SDGs
Catatan 100 hari Jokowi-Ma'ruf Amin

kolom

Image
Ujang Komarudin

Banjir Jakarta: Menenggelamkan atau Menaikkan Popularitas Anies?

Image
Zainul A. Sukrin

Membaca Hambatan Anies di 2024

Image
Achsanul Qosasi

Memimpin Tanpa Menyalahkan

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Banjir Jakarta Menghanyutkan Elektabilitas Anies Baswedan?

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kepala Perpusnas: Budaya Baca Bangsa Indonesia Tidak Rendah

Image
Gaya Hidup

Literasi

Rakornas Perpusnas, Penguatan Budaya Literasi Wajib untuk SDM Indonesia Unggul

Sosok

Image
News

6 Potret Danpaspampres Maruli Simanjuntak Bareng Putrinya, Kompak di Berbagai Kesempatan

Image
News

Santap Menu Angkringan hingga Nikmati Es Teh Plastikan, 10 Aksi Gibran Rakabuming Kulineran di Pinggir Jalan

Image
News

5 Fakta Penting Maruli Simanjuntak, Komandan Paspampres Menantu Luhut Pandjaitan