image
Login / Sign Up

Pengamat Apresiasi Usaha Kementan Bentuk Koperasi Petani

Wayan Adhi Mahardika

Image

Ilustrasi : petani tanam padi gogo | ANTARA/Asep Fathulrahman

AKURAT.CO Pengamat ekonomi pertanian Universitas Bengkulu, Ketut Sukiyono, mengapresiasi upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian dalam memperkuat kelembagaan petani dengan mendorong terbentuknya koperasi petani.

Ketut mengatakan bahwa terbentuknya koperasi akan memberikan keuntungan dan keberpihakan kepada petani. Hal itu, ujar dia, karena pengaturan harga dapat dilakukan secara mandiri oleh petani sehingga tidak merugikan kalangan petani.

"Misalnya ketika harga komoditas lagi tinggi, petani dapat dengan memangkas (harga) sesuai berapa besar tingginya itu. Atau sewaktu lagi harga turun, bisa dipangkas juga hingga paling minim," kata Ketut seperti dilansir dari Antara, Jumat (23/8/2019).

Ia berpendapat, melalui pembentukan koperasi oleh Kementan ke depannya bakal membuat tingkat selisih harga dari penampung hasil komoditas dengan petani tidak lagi seenaknya.

Selain itu, ujar dia, keuntungan lainnya dari terbentuknya koperasi adalah petani dapat kembali memperoleh keutungan ekonomi dari aturan sisa hasil usaha (SHU).

Kementerian Pertanian mendorong penguatan kelembagaan petani yang dinilai semakin dibutuhkan pada masa kini sesuai kemajuan zaman sebab hasil pertanian dikelola secara modern berbasis bisnis profesional.

Selain itu, adanya koperasi juga akan membuat kapasitas petani meningkat mengurus sistem pertaniannya, mulai dari pembibitan, pengairan, penyaluran alsintan. Di samping itu juga koperasi akan menambah pendapatan petani dengan sistem bagi keuntungan.

Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan menyatakan koperasi di berbagai daerah pada saat ini harus kreatif dan inovatif dalam menjalankan strategi bisnisnya guna beradaptasi dengan era Revolusi Industri 4.0.

"Koperasi era Industri 4.0 harus sudah mengembangkan aplikasi-aplikasi, termasuk aplikasi pelayanan anggota dan bisnis, untuk meningkatkan kinerja usahanya," ujar Prof Rully saat acara penyerahan penghargaan Koperasi Berprestasi dalam rangka Hari Koperasi Tingkat Provinsi DI Yogyakarta, Kamis (25/7/2019).

Ia menegaskan bahwa tantangan baru koperasi tak sekedar cara berbisnis di era digital, melainkan juga mengubah mindset dalam sistem tata kelola secara menyeluruh.

Menurut dia, teknologi bisa dijadikan sebagai alat koperasi dalam menerapkan strategi efisiensi usaha dan dapat meningkatkan daya saing.

Rully mencontohkan, bahwa Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang merupakan agenda wajib badan usaha koperasi dapat dilakukan secara online atau daring.

"Saat ini, RAT sudah bisa dilakukan secara online. Artinya, dengan anggota koperasi yang mencapai ratusan ribu orang, berapa anggaran yang bisa dihemat dan bisa dialokasikan untuk pengembangan usaha," ucapnya.

Dengan begitu, lanjut Prof Rully, koperasi akan mampu menjawab tantangan zaman dan mampu bersaing dengan sektor usaha lainnya. []

baca juga:

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Antara

berita terkait

Image

Ekonomi

Yuk Intip! 5 Negara dengan Pertanian Tercanggih di Dunia

Image

Ekonomi

5 Negara Ini Adalah Eksportir Pertanian Terbaik, Indonesia Termasuk!

Image

Ekonomi

Lada Indonesia Makin Mendunia, Nasib Petaninya Sejahtera Atau Menderita?

Image

Ekonomi

Kemenkop Dorong Mahasiswa Asal Papua Terjun Jadi Wirausaha

Image

Ekonomi

Grab dan Gojek Bukan Koperasi Model Baru tapi Korporasi Kapitalis

Image

Ekonomi

Impor Daging Sapi Brasil, Berdikari Tunggu Rekomendasi Kementan

Image

Ekonomi

'Ko&Thol' Milik Lucinta Luna Bikin Heboh, Ini 10 Bisnis Kopi Milik Seleb Tanah Air

Image

Ekonomi

Mendag Mengaku Tak Bermaksud Beri Peluang Produk Impor Non Halal Masuk

Image

Gaya Hidup

7 Warung Makan Tradisional Ini Wajib Dicoba Saat ke Yogyakarta, Serasa Pulang Kampung!

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Lindungi Pelaku Usaha, Undang-Undang Ekonomi Kreatif Bakal Segera Disahkan

Pemerintah dan DPR telah menyelesaikan pembahasan RUU tentang Ekonomi Kreatif dan dalam waktu dekat akan disahkan menjadi UU.

Image
Ekonomi

KKP Dukung Sinergi Implementasi Tata Kelola Data Nasional

Pemerintah berusaha keras membangun serta memperbaiki tata kelola data nasional.

Image
Ekonomi

Percepatan Penggunaan Mobil Listrik Harus Diimbangi dengan Penurunan Pemakaian Batu Bara

Percepatan mobil listrik dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 harus diimbangi dengan penurunan penggunaan batu bara.

Image
Ekonomi

Pengamat Sarankan Pemerintah Perluas Objek Cukai Selain Tembakau

CITA mendorong pemerintah melakukan perluasan objek cukai selain hasil tembakau atau rokok sehingga penerimaan negara lebih optimal.

Image
Ekonomi

Penetrasi ke Asuransi, Gojek Dapatkan Pendanaan Seri F dari AIA

kerja sama strategis ini akan mendorong Gojek dan AIA, untuk mengembangkan platform dan produk serta layanan.

Image
Ekonomi

HIPMI Harap Pengusaha Perempuan Lebih Berani Bangun Jaringan

Hipmi mengharapkan perempuan pengusaha muda lebih berani tampil untuk membangun jaringan dalam rangka mengembangkan bisnis.

Image
Ekonomi

Pemindahan Ibu Kota Tak Akan Andalkan APBN

Untuk biaya pemindahan ibu kota pemerintah tidak akan mengandalkan pembiayaan melalui APBN.

Image
Ekonomi

Sri Mulyani Tagih Janji Pertumbuhan Properti Yang Masih Lesu

Sri Mulyani Indrawati dihadapan para pengusaha properti menagih janji agar sektor properti dan real estate dapat segera memenuhi janji.

Image
Ekonomi

RUU Ekonomi Kreatif Akan Disahkan Menjadi Undang-Undang

Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Ekonomi Kreatif rampung dan dalam waktu dekat akan disahkan menjadi undang-undang.

Image
Ekonomi

One Piece: Stampede Untung Besar di Jepang, Bagaimana di Indonesia?

One Piece : Stampede memperoleh pendapatan lebih dari 5 miliar yen atau USD 46,7 juta

Available
Banner Mandiri

trending topics

terpopuler

  1. Parade Makanan Mengecewakan dari Ojek Online yang Cuma Bisa Disyukuri

  2. Lima Lolos, Indonesia Berpeluang Tambah Wakil di Hari Kedua

  3. Satgas Karhutla Riau Tolak Bantuan Personil Kiriman Anies, Fahira: Sangat Disayangkan

  4. Tak Mau Kehilangan Momen, Alasan Ayu Ting Ting Kerap Ajak Bilqis Bekerja

  5. Jika Tak Setuju Revisi UU KPK, Ajukan Judicial Review ke MK, Karena Menghujat Bukan Solusi

  6. Revisi RUU Dianggap Gagal, Efek Rumah Kaca Buat Video Pemakaman KPK

  7. 18 Tahun Menikah, 10 Potret Mesra Iis Dahlia dan Suami Bak Sepasang ABG

  8. Dua Terobosan Besar DPR dan Jokowi Tehadap KPK Menurut Faizal Assegaf

  9. Pengemudi di Video Polisi "Nemplok" di Mobil Derita Kanker Stadium IV

  10. Menang Telak atas Lille, Ajax Puncaki Grup H

Available

fokus

Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan
Available

kolom

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Image
Abdul Aziz SR

Perempuan dan Jabatan Publik

Image
Mujamin Jassin

Bamsoet dan Agenda Modernisasi Golkar

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

Wilayahnya Diserbu Asap Malah ke Kanada, Ini 4 Fakta Wali Kota Pekanbaru Firdaus

Image
News

10 Pesona Muhammad Rafid, Cucu Keponakan BJ Habibie yang Geluti Sepak Bola

Image
Ekonomi

Mela Gunawan, Srikandi di Pusat Industri Kebugaran Indonesia