image
Login / Sign Up

Dengan MPN G3, Menkeu Sesumbar Penerimaan Negara Dikelola Lebih Akurat

Siti Nurfaizah

Image

Menteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan pidatonya dalam pembukaan Seminar Nasional Nota Keuangan RAPBN 2020: Mengawal Akuntabilitas Penerimaan Negara di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (21/8/2019). Dalam seminar ini Sri Mulyani menjelaskan kondisi ekonomi global diselimuti awan hitam. Perang dagang, currency war, hingga resesi dan bahkan krisis ekonomi di negara seperti Argentina. Hal inilah yang menjadi sumber tantangan utama negara berkembang termasuk Indonesia.  | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meresmikan Modul Penerimaan Negara Generasi Ketiga (MPN G3) yang merupakan penyempurnaan dari MPN G2 di Aula Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jumat (23/8/2019).

Dalam peresmian yang mengangkat tema, "APBN Bisa Digital", Menkeu mengatakan bahwa MPN G3 adalah upaya Kemenkeu agar pengelolaan penerimaan negara menjadi lebih akurat dan tepat waktu.

Selain itu, juga dalam rangka memberikan layanan lebih baik kepada seluruh masyarakat dalam menjalankan kewajiban membayar pajak dan kewajiban lainnya.

baca juga:

"Salah satu keunggulan MPN G3 adalah mampu melayani penyetoran penerimaan negara hingga 1.000 transaksi per detik, meningkat signifkan dari hanya 60 transaksi per detik pada MPN G2," ujarnya.

Disisi lain, penyetoran penerimaan negara pada MPN G3 juga dapat dilakukan melalui dompet elektronik, transfer bank, virtual account, dan kartu kredit yang dilaksanakan oleh agen penerimaan yang dikenal dengan lembaga persepsi lainnya seperti e-commerce, retailer, dan fintech.

Pengembangan MPN G3 dilakukan secara kolaboratif antara Kemenkeu dengan sejumlah bank serta pelaku fintech dan e-commerce seperti Tokopedia, Finnet Indonesia, dan Bukalapak. Perusahaan fintech tersebut ditetapkan sebagai lembaga persepsi lainnya. Dengan masuknya Tokopedia, Finnet, dan Bukalapak menjadi lembaga persepsi, maka total bank/pos/lembaga persepsi menjadi 86 bank/pos/lembaga.

Melalui modul ini, setiap penyetor dapat mengakses satu portal penerimaan negara (single sign-on) agar bisa mendapatkan kode billing untuk seluruh jenis penerimaan negara yang dapat dilanjutkan pada proses penyetoran.

"Ini adalah sebuah kemudahan bagi penyetor dibandingkan harus mengakses portal yang berbeda untuk jenis penerimaan negara yang berbeda," lanjutnya.

Tak hanya itu, modernisasi sistem penerimaan negara dan pengelolaan APBN dilakukan untuk memenuhi tiga tuntutan, yaitu meningkatkan kolektibilitas penerimaan negara, memudahkan penyetor untuk memenuhi kewajibannya, dan adaptasi dengan perubahan teknologi informasi.

Selain MPN G3, Menkeu juga meresmikan sejumlah inovasi digital lainnya, yaitu integrasi penyetoran pajak atas belanja daerah, rekening virtual untuk bendahara pengeluaran, serta pembayaran digital dan marketplace untuk belanja uang persediaan. Semua inovasi ini saling mendukung dan menciptakan ekosistem keuangan negara berbasis teknologi informasi sehingga misi menjadikan APBN berbasis digital dapat tercapai.

MPN merupakan salah satu sistem utama di Kemenkeu. Tahun 2018, dari Rp2.064 triliun penerimaan negara, Rp1.904 triliun disetor melalui MPN, atau sekitar 92 persen. Sisanya berasal dari potongan Surat Perintah Membayar dan setoran langsung ke rekening kas negara. 

Adapun MPN juga memproses 95,1 juta transaksi yang meliputi 94,9 juta transaksi rupiah dan 174 ribu transaksi dalam dolar Amerika Serikat. Hingga 15 Agustus 2019, MPN telah memproses setoran penerimaan negara sebanyak 58,3 juta transaksi pada sebanyak 83 bank/pos persepsi mitra MPN.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

Sempitnya Ruang Fiskal Buat Pemerintah Semakin Bergantung pada Utang

Image

Ekonomi

Menkeu Sesumbar Target Penerimaan Pajak 2019 Tercapai

Image

Ekonomi

IDEAS Nilai Kapasitas Fiskal Terus Menurun dalam 5 Tahun

Image

Ekonomi

Menkeu Pastikan Penerbitan Peraturan Super Deduction Pengembangan Vokasi

Image

Gaya Hidup

Ingat, Istri Tak Melulu Jadi Si 'Menteri Keuangan' dalam Berumah Tangga

Image

Ekonomi

Pemerintah Jamin Kenaikan Cukai Rokok Tak Perluas Peredaran Rokok Ilegal

Image

Ekonomi

Pasca Kenaikan Tarif Cukai, Sampoerna Sampaikan Dua Rekomendasi Kebijakan Tarif Ke depan

Image

Ekonomi

DJBC Sebut Kenaikan Tarif Cukai Untuk Mengkompensasi Tarif Tahun Lalu

Image

Ekonomi

Penerimaan Cukai Dari Kenaikan Tarif Cukai Diperkirakan Capai Rp179 Triliun

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Bos Berdikari Akui Datangkan 9 Ribu Sapi Bakalan Asal Australia

Berdikari telah datangkan 9.000-an sapi bakalan asal Australia untuk memenuhi target 30 ribu sapi bakalan tahun ini.

Image
Ekonomi

Tiba-tiba! Presiden ADB Mengundurkan Diri Januari Nanti

"Saya mengumumkan pengunduran diri saya sekarang, sehingga lembaga tersebut dapat memiliki transisi kepresidenan yang lancar," kata Nakao.

Image
Ekonomi

RUU KPK Resmi Disahkan, Pengamat Pajak: Terlalu Terburu-Buru!

Pengesahan RUU KPK menjadi UU terlalu terburu-buru.

Image
Ekonomi

Tren Penggunaan Teknologi Robot pada Industri Meningkat Tajam

Tren penggunaan teknologi robot di Indonesia pada industri mengalami kenaikan, dengan mayoritas bidang industri makanan dan minuman.

Image
Ekonomi

Hankook Berupaya Naikkan Penjuakan Ban untuk Pangsa Pasar Domestik

Perusahaan menargetkan bisa memasok pasar domestik dengan mengambil porsi sekitar 11 persen

Image
Ekonomi

Soal Cukai Rokok, Pengamat: Kenaikannya Terlalu Tinggi, Idealnya 17 Persen!

Kenaikan cukai rokok sebesar 23 persen terlalu tinggi, idealnya 17 persen.

Image
Ekonomi

Menperin Usul ke Menkeu untuk Bebaskan PPN Importasi Biji Kakao

Menperin Airlangga Hartarto menyampaikan, pihaknya sedang mengusulkan kepada Kemenkeu untuk membebaskan pungutan PPN importasi biji kakao.

Image
Ekonomi

Kemenko Maritim Fasilitasi Uji Kompetensi Pemandu Geowisata Pertama di Indonesia

Para pemandu harus paham kompetensinya di bidang pengetahuan, keterampilan dan attitude.

Image
Ekonomi

Ekspor Produk Olahan Kakao Sumbang Devisa USD1,13 Miliar

Industri pengolahan kakao dinilai masih bakal terus tumbuh dan berkembang.

Image
Ekonomi

5 Fakta, Indonesia Sebenarnya Layak Menjadi Pusat Energi Baru Terbarukan

Bagi kamu yang merasa generasi millenial, pasti sudah tidak asing lagi kan dengan energi terbarukan?

Available
Banner Mandiri

trending topics

terpopuler

  1. Viral! Ibu-ibu Ribut Saat Antre Makan di Prasmanan Kondangan

  2. 10 Potret Dinda Kirana Usai Turunkan Berat Badan 9 Kilogram, Body Goals Abis!

  3. Tertutup Sudah Peluang Gibran Rakabuming Nyalon Pilwalkot Solo dari PDIP

  4. Dinilai Menghina Jokowi, ARJ Kecam Pernyataan Novel Baswedan

  5. 5 Fakta Mencengangkan di Balik Karakter Pennywise, Si Badut Seram di Film IT

  6. Bersaing dengan David Beckham Jadi Kandidat Pria Tertampan di Dunia, Ini 10 Potret Kece Al Ghazali

  7. Rumah Rp200 Miliar Anang Hermansyah Belum Juga Terjual

  8. Tak Hanya Porno dan Otomotif, Industri Pertanian Jepang Paling Unggul di Dunia

  9. Misbakhun Sebut Eropa Tak Ingin Ekonomi Indonesia Kuat Dengan Sawit

  10. Kominfo Ingin Sawit Jadi Kekuatan Ekonomi Indonesia

Available

fokus

Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan
Available

kolom

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Image
Abdul Aziz SR

Perempuan dan Jabatan Publik

Image
Mujamin Jassin

Bamsoet dan Agenda Modernisasi Golkar

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

10 Pesona Muhammad Rafid, Cucu Keponakan BJ Habibie yang Geluti Sepak Bola

Image
Ekonomi

Mela Gunawan, Srikandi di Pusat Industri Kebugaran Indonesia

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Andrew Darwis, Pendiri Kaskus yang Terseret Kasus Pemalsuan Dokumen