image
Login / Sign Up

Eksklusif Destry Damayanti: Kita Harus Optimalkan Perekonomian Domestik

Siti Nurfaizah

Image

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti saat di wawancarai redaksi Akurat.co di Gedung BI, Jakarta, Rabu, (14/8/2019). Destry Damayanti resmi dilantik menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI). Kecintaannya di dunia moneter membuat karirnya semakin melesat. Bahkan ia pun mempunyai hobi unik bersepeda dan fotografi. | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

AKURAT.CO Perekonomian di seluruh dunia memang sedang diguncang oleh perseteruan dagang antara dua ekonomi raksasa, China dan Amerika Serikat. Perselisihan kedua negara digdaya tersebut, yang pecah sejak 2018 seakan-akan belum mencapai akhir dan masih akan terus berlanjut hingga 2020 mendatang.

Efek dari perseteruan ini pun beragam, bahkan lembaga-lembaga ekonomi Dunia seperti, Bank Dunia, IMF, dan WTO, terus memperingatkan bahwa hasil gesekan kedua ekonomi gajah tersebut bisa membuat keadaan ekonomi dunia makin parah. Perlambatan ekonomi pun nampaknya telah nyata dan harus dihadapi oleh berbagai negara.

Sama halnya dengan di Indonesia, perekonomian domestik juga terkena dampak buruk perang ekonomi AS-China. Lantas bagaimana Indonesia menghadapi situasi yang penuh dengan ketidakpastian ini, agar ekonomi dalam negeri tetap kuat dan tumbuh seperti yang telah direncanakan

baca juga:

Bank Indonesia merupakan salah satu lembaga pemerintah yang cukup sibuk dalam meredam gejolak ketidakpastian perekonomian global ini. Dengan menggunakan instrumen suku bunga, Otoritas tertinggi di bidang moneter ini selalu menjaga agar, nilai tukar rupiah aman, cadangan devisa bertambah, defisit transaksi berjalan yang terjaga, dan ekonomi riil yang terus berjalan dengan bertumbuhnya tingkat kredit dan investasi yang masuk ke Indonesia.

Bahkan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) yang baru saja dilantik, Destry Damayanti, mengaku langsung mendapat tuntutan dari berbagai pihak untuk bergerak cepat mengamankan perekonomian Indonesia dari ketidakpastian global. Kendati baru menjabat dan langsung mendapatkan tugas yang lumayan berat, Destry tidak menunjukkan raut muka pesimisme, bahkan dirinya sangat bersemangat dan ingin segera merealisasikan langkah-langkah penting yang direncanakannya untuk menjaga perekonomian Indonesia.

Kepada tim Akurat.co yang menemuinya pada Rabu (13/8/2019) pekan lalu, Destry masih menunjukkan wajah yang bersinar penuh dengan optimisme. Senyumnya yang khas terpancar dari raut mukanya saat menjelaskan bagaimana kondisi perekonomian Indonesia saat ini dan terobosan yang akan dilakukannya saat arus ketidakpastian global makin kuat. Berikut petikan wawancara Akurat.co dengan Destry Damayanti:

Destry Damayanti. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Dengan makin kuatnya ketidakpastian global, bagaimana ekonomi Indonesia kedepan?

Itu pasti sesuatu yang tidak bisa kita hindari, apa yang sekarang sedang terjadi, kondisi ekonomi global itu menjadi suatu yang sangat tidak menguntungkan untuk emerging market termasuk juga Indonesia. Karena tadinya kan kita berharap recovery mulai akan terjadi di Amerika Serikat walaupun memang ada konsekuensinya, suku bunga mungkin akan bertahan cukup tinggi, tapi at least dengan adanya recover global dia akan bisa mendorong sektor eksternal kita yang selama ini menjadi tertekan.

Tapi ternyata situasinya akan berubah tidak seperti itu. Jadi sekarang malah kita lihat global itu trennya memang akan terus mengalami perlambatan bahkan juga kita lihat di Eropa itu juga tekanannya akan semakin besar sehingga ini memang akan sedikit banyak pasti akan mempengaruhi perkembangan ekonomi kita sendiri. Apalagi kalau kita bicara trade war China dengan Amerika, ini adalah dua negara yang merupakan marger traded partner kita partner utama dagang kita, artinya kalau perlambatan ekonomi di mereka itu signifikan, dia pasti akan ada efeknya juga ke Indonesia. Nah kita memang harus waspada seperti itu.

Tapi satu hal yang mungkin kita juga perhatikan adalah bahwa ekonomi Indonesia itu sebenarnya lebih ekonomi domestik, jadi bahwa pertumbuhan ekonomi kita itu lebih banyak di drive oleh sumber-sumber domestic, apakah konsumsi masyarakat, investasi, ataupun pengeluaran pemerintah. Jadi kedepan sebenarnya ini strategi pembangunan mestinya arahnya ke sini.

Ini dalam rangka kaitanya dengan Bank Indonesia tentunya, bagaimana kita bisa mendorong konsumsi masyarakat dan investasi. Dengan kita harus bisa menjaga stabilitas sistem keuangan, khususnya di nilai tukar rupiah kita. Karena kalau stabilitas rupiah kita terjaga, kita bicara inflasi terjaga, itu tentunya akan mempengaruhi konsumsi masyarakat. Karena daya beli masyarakat tidak tergerus jadi mereka tetap bisa konsumsi.

kemudian juga kalau kita bisa menjaga stabilitas di sektor moneter, inflasi bisa kita jaga rendah. Tentunya juga kita akan bisa melihat peluang suku bunga akan ada ruang untuk bisa kita turunkan. ini tentunya akan menjadi satu amunisi buat investasi untuk tumbuh kedepan. Jadi memang kuncinya adalah apakah Bank Indonesia maupun juga Pemerintah, dengan kebijakan fiskalnya ataupun dengan regulator lainnya, bisa bersama-sama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi domestik tersebut.

Destry Damayanti. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

BI sudah menurunkan suku bunga, bisa turun berapa kali lagi?

Saya tidak tahu pastinya berapa kali tapi paling tidak kita lihat bahwa perubahan instrumen yang terjadi di kita ataupun perubahan kebijakan yang terjadi di Indonesia. Hal tersebut pasti tidak akan terlepas dari apa yang terjadi di global. Jadi kalau kita lihat di global sendiri kan memang tren perlambatan ekonomi sudah nyata, nah impact-nya pasti global juga akan melonggarkan kebijakan moneternya ataupun kebijakan fiskalnya. Jadi kita lihat juga kalau di luar, ada ruang untuk penurunan suku bunga atau suku bunga naik, ini sebenarnya akan memberikan keleluasaan juga untuk kita di domestik untuk bisa mengarahkan kebijakan kita.

Tapi intinya bahwa Bank Indonesia, apapun kebijakan yang dikeluarkan, tujuannya adalah selain untuk menjaga stabilitas sistem keuangan kita, itu juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan. Jadi instrumen kita pun gak hanya suku bunga, enggak hanya itu tadi yang BI Seven Days Repo Rate (BI7DRR). Bank Indonesia akan melakukan policy mix, jadi ada bauran kebijakan, ada makroprudensial ada moneter, ataupun ada sistem pembayaran yang kita terus kita perbaiki dan kita kembangkan, sehingga memperlancar transaksi jasa dan barang di Indonesia.

Jadi intinya saya nggak bisa katakan berapa kali lagi turun bunga, tapi intinya Bank Indonesia akan selalu menjalankan atau mengeluarkan kebijakannya sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan yang saat ini. Memang kita membutuhkan adanya stimulus untuk pertumbuhan ekonomi kita kedepan.

Destry Damayanti. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Current Account Deficit (CAD) di tingkat 3,03 persen, bahaya tidak bagi perekonomian?

Sebenarnya kalau untuk suatu negara yang sedang berkembang seperti Indonesia adanya defisit transaksi berjalan itu nggak merupakan suatu hal berarti ekonomi kita parah, nggak. Karena yang menakutkan juga nggak sebenarnya, apalagi kalau defisitnya masih dalam batasan yang terkendali. Nah kita kan defisitnya perkiraan kita antara 2,5% sampai 3%, apalagi kalau defisit terjadi karena adanya pembangunan yang sifatnya produktif. Cuma defisit ini akan jadi masalah kalau pembiayaannya hanya mengandalkan dana-dana yang jangka pendek, tapi kalau pendanaannya menggunakan dana dana jangka panjang seperti investasi yang fisik itu mestinya nggak masalah.

Yaa, logikanya suatu negara yang sedang membangun seperti di Indonesia pasti dia akan memiliki kebutuhan yang tinggi untuk pembiayaan pembangunannya. Nah, oleh karena itu makanya kecenderungan akan terjadinya defisit transaksi berjalan tersebut, itu alasan pertama.

Alasan kedua, kita juga perlu melihat defisitnya itu apa, misalnya karena impor yang berlebihan, kita lihat inputnya apa, kalau impornya banyak konsumsi atau barang konsumsi dia kan nggak bagus karena tidak produktif, langsung pakai habis. Akan tetapi kalau impornya sifatnya produktif, misalnya itu untuk sesuatu yang proses produksi itu sebenarnya hal yang positif. Tinggal kedepannya adalah kita kaji lagi mana yang impor bahan baku ini bisa kita kurangi dan bisa kita lakukan substitusi impor, jadi kita ubah yang tadinya kita harus impor bahan baku itu sekarang kita berusaha memproduksi bahan baku Itu di domestic, sehingga mengurangi impor yang bersangkutan.

Berikutnya juga kalau kita lihat ekspornya, kita lihat ekspornya kenapa melambat, kalau ternyata kita selama ini mengandalkan komoditi, dan kita lihat komoditi ke depan kan nggak bisa berharap terlalu banyak di komoditi jadi harus ada diversifikasi, dari produk mentah ke produk, misalnya manufaktur. Kemudian market nya juga kita lihat kita selama ini mengandalkan China sama Amerika, ini kita mesti melihat kalau China dan Amerika trade war-nya makin memburuk, nah kita kan harus bisa membuka market-market yang baru.

Jadi CAD itu bisa dilihat dari berbagai dimensi, dengan kebijakan yang sifatnya bisa dan harus terintegrasi, gak bisa hanya parsial. Karena CAD, kemudian kebijakannya BI harus melakukan a, b, c, tidak bisa! Pemerintah harus melakukan ini, dia harus merupakan suatu kebijakan yang terintegrasi dan saling mengait. Contohnya BI akan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, dia akan berusaha ini, enggak akan kemana-mana nilai tukarnya supaya eksportir dan importir juga merasa nyaman, tapi di satu sisi sektor riil nya juga harus ada kebijakan yang arahnya untuk reindustrialisasi meningkatkan sektor manufaktur. Sehingga ketergantungan terhadap bahan baku bisa dikurangi, nah ini harus menjadi satu paket yang terintegrasi. Mungkin itu yang bisa saya komentar soal CAD.

Destry Damayanti. AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

Jurus yang anda gunakan untuk menjaga perekonomian?

Ada 5 jurus sebenarnya, dan itu saya ambil dari visi misi Bank Indonesia ya. Jadi intinya sebenarnya saya melihat kedepan ini tantangan yang akan dihadapi oleh sebuah Bank Sentral itu akan semakin besar. Dimana pun Bank Sentral itu berada Itu tantangan akan luar biasa besar karena kompleksitas dari masalahnya yang dihadapi juga semakin bervariasi. Nah, oleh karena itu menyatakan bahwa bank Indonesia itu harus menjadi Bank Sentral yang adaptif dan inovatif, karena menghadapi gejolak volatility uncertainly complexity, itu yang bisa disikapi adaptif dan inovatif.

Nah, kemudian Bank Indonesia juga harus bisa berkontribusi nyata terhadap perekonomian Indonesia, jadi apapun kebijakan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia harus benar-benar bisa impact full. Jadi bisa berdampak, tidak hanya nice in paper tapi benar-benar bisa diaplikasikan, itu konsep di awal yang saya punya seperti itu.

Ada 5 area strategis yang saya highlight, tentunya kebijakan yang sudah dilakukan oleh Bank Indonesia sekarang kan bagus sekali. Dengan bauran kebijakan itu, tidak hanya mengandalkan kebijakan moneter saja, cuma menurunkan dan menaikkan suku bunga, nanti intervensi US Dollar terhadap rupiah, tidak hanya itu. Tapi ada bauran kebijakan, ada kebijakan makroprudensialnya yang tujuannya adalah untuk menjaga keseimbangan makro. Dan juga bagaimana supaya kebijakan itu bisa impact full terhadap ekonomi.

Jadi area strategis pertama adalah bauran kebijakan yang itu akan tetap menjadi baurannya dari Bank Indonesia, kemudian yang kedua adalah pendalaman pasar keuangan, karena saya sadar bahwa kita tidak akan bisa mempunyai stabilitas sektor keuangan kalau pasar kita dangkal. Jadi menjadi tugasnya Bank Indonesia bersama lembaga lain, bagaimana kita bisa memperdalam pasar itu dengan menciptakan instrumen-instrumen baru, mempermudah perizinan, misalnya untuk suatu produk tertentu, dan juga memperbaiki sistem yang ada di dalam

Yang ketiga itu terkait dengan payment system karena kita tahu bahwa eranya sekarang ini era digital, dan itu membutuhkan sistem pembayaran yang bukan konvensional lagi. Karena sekarang, transaksi itu saya bayar cash, tapi banyak yang non cash, terus pelakunya nggak semuanya bank, non bank juga ada. Jadi pelaku bisnis yang berubah, tipe transaksinya juga berubah. Nah oleh karena itu sistem pembayaran kita juga harus mengikuti perkembangan jaman, dan itu dibutuhkan inovasi.

Keempat adalah ekonomi syariah, itu berangkat dari memang pemikiran saya bahwa kita negara muslim mayoritas hampir 90% penduduknya muslim, tapi kok ekonomi ataupun sistem keuangan yang berlandaskan syariah itu kok tidak berkembang, kurang berkembang lah di Indonesia. Ini suatu yang perlu dipelajari lebih lanjut, karena kalau kita lihat hijrah makin tinggi di Indonesia, orang lebih islami, tetapi kalau kita lihat dalam dalam sistem sektor keuangannya belum mencerminkan kesana. Ini harus menjadi PR, kita harus kaji.

Dan yang kelima sebenarnya adalah kompleksitas permasalahan yang semakin tinggi penyelesaiannya pun tidak bisa cuma satu lembaga sendiri Bank Indonesia, tidak akan bisa menyelesaikan permasalahan yang ada. Even kalau kita mau bicara terkait dengan masalah inflasi ataupun nilai tukar, gak bisa hanya berdasarkan Bank Indonesia, karena ada unsur-unsur lembaga lainnya yang terkait. Maka dibutuhkan sinergi dan dan koordinasi antara Bank Indonesia dengan lembaga-lembaga keuangan ataupun regulator. Dan juga perlu peran DPR, supaya kebijakan yang dikeluarkan itu nantinya benar-benar efektif.

Gambaran untuk ekonomi domestik sampai akhir tahun bagaimana?

Memang kalau kita melihat bahwa prospek ekonomi global yang masih agak gloomy tentunya buat ekonomi domestik sendiri juga ikut demikian. Memang kita harus realistis bahwa ekonomi global, bahkan IMF sendiri kan sudah beberapa kali melakukan revisi pertumbuhan ekonomi ke bawah, jadi ya memang kita ke depan saya katakan memang harus bisa banyak menggenjot pertumbuhan ekonomi domestic. Artinya engine of growth nya itu nggak balance nih kalau misalnya kita punya 2 mesin, nah sekarang cuma satu mesin yang bergerak. Jadi memang akhirnya kita nggak bisa ngebut juga, jadi kita harus realistis.

Kalau di Bank Indonesia sendiri pun kita kan menaruh sasaran pertumbuhan ekonomi antara 5,1% sampai optimis yaitu di 5,4%,  jadi ya saya melihat ekonomi masih bisa tumbuh di atas 5%. Itu saya rasa dengan kondisi global seperti sekarang saya rasa masih cukup baik bagi Indonesia.

Bank Indonesia. AKURAT.CO

Harapannya untuk perekonomian kedepan?

Harapannya kedepan ya tentunya, pertama, bahwa kita harus mengoptimalkan sumber-sumber yang ada di domestik. Contohnya, private consumption untuk masyarakat, untuk bisa konsumsi kan mereka harus kerja, gampangnya seperti itu. Artinya, bagaimana kita Bank Indonesia bersama-sama juga pemerintah menciptakan iklim usaha yang kondusif, sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan yang banyak untuk masyarakat, khususnya di kelompok 40 persen di bawah piramida kita.

Jadi di situ bisa dengan mendorong UMKM misalnya, jadi mereka bisa bekerja dan juga mereka bisa memiliki bisnis, juga mungkin menciptakan lapangan kerja. Berikutnya iklim investasi yang sehat, masalah perizinan, masalah kepastian hukum, karena dengan investasi tumbuh penyerapan tenaga kerja kita juga membaik, itu juga di satu sisi mendorong pertumbuhan konsumsi masyarakat. Di sisi lain juga bisa meningkatkan ekspor kita, jadi karena kita juga ke depan harus mulai meningkatkan produk-produk yang sifatnya produk-produk dari manufaktur. Pemerintah kan sudah punya beberapa produk unggulan.

Dua hal itu sebenarnya yang kita sangat berharap, bagaimana investasi dan konsumsi masyarakat ini nanti bisa menjadi engine of growth, untuk pertumbuhan ekonomi kita kedepannya. Tentunya sangat dibutuhkan inovasi dengan kemajuan teknologi yang ada, dan kita harus bisa mengoptimalkan teknologi dengan tidak menganggapnya sebagai musuh atau disruption. Kita berharap bisa menjadi partner ataupun pengungkit yang bisa mengungkit pertumbuhan ekonomi kita untuk lebih tinggi lagi ke depan. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

News

Wacana Diberi Ruang di Trotoar, Anak Buah Anies: PKL Sebagai Pelengkap

Image

Ekonomi

ESDM Siap Pangkas 2 Level Eselon Demi Gairahkan KKKS

Image

Hiburan

FOTO Pasangan Artis Redi-Ryana Dirikan Bisnis Kuliner Bersama Ibnu Jamil

Image

Ekonomi

Nadiem Jadi Calon Menteri, Gojek Segera Akhiri Strategi 'Bakar Uang'

Image

Hiburan

Dari Pemeran Pendukung hingga Artis Berpendapatan Tertinggi, 5 Fakta Menarik Raffi Ahmad

Image

News

Jangan Membenci hingga Banyak Memberi, ini 7 Kunci Kebahagiaan ala Ali bin Abi Thalib

Image

Ekonomi

IHSG Menguat di Tengah Proses Pengumuman Kabinet

Image

News

Bina Marga DKI Anggarkan Rp110 M Bangun 11 JPO

Image

Ekonomi

Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Saham Perusahaan Erick Thohir Terbang Usai Kunjungi Istana

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

PLN Yakin Era Kendaraan Listrik Tingkatkan Konsumsi Listrik Masyarakat

Era kendaraan listrik kedepan akan jadi peluang bagi BUMN meningkatkan konsumsi listrik masyarakat.

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Sektor Migas Masih Defisit, Jokowi Diminta Cermat Pilih Menteri ESDM

Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus cermat dalam memilih Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Kabinet Kerja Jilid II.

Image
Ekonomi

ESDM Siap Pangkas 2 Level Eselon Demi Gairahkan KKKS

Kementerian ESDM menyambut positif instruksi Presiden Jokowi yang menyatakan ingin memangkas birokrasi melalui penghapusan dua level eselon.

Image
Ekonomi

Nadiem Jadi Calon Menteri, Gojek Segera Akhiri Strategi 'Bakar Uang'

Perusahaan aplikasi Gojek memastikan mulai mengakhiri era 'bakar uang'.

Image
Ekonomi

KKKS Terapkan Teknologi EOR, Pemerintah Beri Insentif dalam Skema Gross Split

Kementerian ESDM terus menekankan bakal memberi insentif bagi para kontraktor yang mengaplikasikan teknologi enhanced oil recovery (EOR).

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Jadi Calon 'Pembantu' Jokowi, Kekayaan Prabowo Ternyata Tembus Rp1,95 Triliun

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memiliki total kekayaan senilai Rp1.952.013.493.659.

Image
Ekonomi

Perhiasannya Senilai Rp22 M, ini 5 Aset Bupati Minahasa Selatan yang Tembus Rp42 M!

Tetty Paruntu punya harta bergerak berupa logam mulia dan perhiasan senilai Rp22,8 miliar.

Image
Ekonomi

Sinyal Positif Pidato Jokowi dan Pengumuman Kabinet Gairahkan Rupiah

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada akhir perdagangan awal pekan (21/10/2019) menguat 0,47% atau 67 poin ke Rp14.078.

Image
Ekonomi

IHSG Menguat di Tengah Proses Pengumuman Kabinet

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan awal pekan (21/10/2019) menguat 0,11% atau 7,04 poin ke level 6198,98.

Image
Ekonomi
Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Saham Perusahaan Erick Thohir Terbang Usai Kunjungi Istana

Harga saham perusahaan milik Erick Thohir, PT Mahaka Media Tbk (ABBA), menghijau seharian yang dibuka pada Rp188 per lembar saham.

Available

trending topics

terpopuler

  1. Pangling! Mari Cek Harga Tas Hermes Ibu Wury Ma'ruf Amin Saat Pelantikan

  2. Tito Dipanggil Istana, Syamsuddin: Semoga Jokowi Tak Lupa Tagih Permintaannya ke Tito Tiga Bulan Lalu

  3. Media Asing Soroti Ketatnya Penjagaan hingga Sederhananya Upacara Pelantikan Presiden Jokowi

  4. Jokowi - Ma'ruf Amin Resmi Dilantik, Mulan Jameela Soroti Prabowo - Sandiaga Uno

  5. Ramai Video Prabowo Subianto Enggan Salaman dengan Grace Natalie

  6. MPR Sukses Gelar Pelantikan Presiden, Pengamat: Bamsoet Mampu Menyatukan Semua Perbedaan

  7. Ananda: Dengar Pidato Pak Jokowi, Kok Sama Sekali Nggak Ngomongin Pendidikan Ya, Apa Aku yang Kelewatan Ya?

  8. Pelantikan Presiden Berjalan Lancar, Pengamat: Keberhasilan Bambang Soesatyo

  9. Cerita dari Orang-orang yang Mengurusi Para Terpidana Mati

  10. Adu Ganteng Kaesang Pangarep VS Pangeran Abdul Mateen

Available

fokus

Kabinet Jokowi-Ma'ruf
Menunggu Eksekusi
Menyambut Presiden-Wakil Presiden 2019-2024
Available

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Berharap Kepada Parlemen Daerah

Image
Ujang Komarudin

Rontoknya Kekuatan Oposisi

Image
Achmad Fachrudin

Memperbaiki Marwah DPD 2019-2024

Image
Abdul Aziz SR

Partai Politik Tuna Ideologi

Available

Wawancara

Image
News

Perjuangan Muh Aras, Pebisnis-Politisi yang Berhasil Masuk ke Senayan

Image
News

DPR RI

Apa Sih Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia? Farah Puteri Nahlia Akan Menjelaskannya untuk Kamu...

Image
News

DPR RI

Farah Puteri Nahlia, Politisi Termuda DPR RI yang Ingin Perjuangkan RUU KKS

Sosok

Image
Ekonomi

Perhiasannya Senilai Rp22 M, ini 5 Aset Bupati Minahasa Selatan yang Tembus Rp42 M!

Image
News

Kabinet Jokowi-Ma'ruf

Pernah Tolak Jabatan Menteri hingga Gagal Nyawapres, 5 Fakta Menarik Mahfud MD

Image
Ekonomi

Komitmen Harry Azhar Aziz Meningkatkan Peran BPK Mengawal Anggaran Negara untuk Kesejahteraan Publik