image
Login / Sign Up

Pemerintah Perlu Berikan Insentif untuk Mendorong Kreativitas Pelaku Ekonomi di Era Industri 4.0

Wayan Adhi Mahardika

Image

Ilustrasi - Industri 4.0 | AKURAT.CO/Ryan

AKURAT.CO Pemerintah dinilai perlu mendorong kreativitas pelaku ekonomi agar menghasilkan produk yang bersaing melalui kebijakan insentif yang tepat menyongsong era industri 4.0.

“Kebijakan insentif ataupun disinsentif fiskal yang tepat diharapkan selain mampu mengatasi ancaman disruptif, tapi juga menciptakan peluang positif bagi perekonomian," kata Direktur Program Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti, Seperti dilansir dari Antara, Kamis (22/8/2019)

Menurut Esther, sejauh ini pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan insentif yang tepat, dalam mendorong pelaku ekonomi khususnya industri yang menghasilkan produk-produk inovatif dan dapat bersaing di era industri 4.0.

Pemerintah pun sudah memulainya dengan memberikan kebijakan insentif fiskal bagi kendaraan bermotor listrik, melalui Peraturan Presiden (Perpres) Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai, pada 5 Agustus 2019, berupa pengurangan pada Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) dan insentif non-fiskal lainnya.

Namun lanjutnya, pemerintah sebaiknya memperluas cakupan kebijakan insentif dan disinsentif fiskal untuk industri yang berdampak positif bagi lingkungan dan kesehatan, seperti energi terbarukan, produk tembakau yang dipanaskan tanpa tar, dan lainnya.

Dicontohkan, di Jepang, Korea Selatan, Filipina, Selandia Baru, dan Inggris sudah menerapkan insentif cukai untuk produk tembakau yang dipanaskan tanpa tar. Produk tersebut dinilai memiliki risiko lebih rendah dibandingkan rokok karena tidak melalui proses pembakaran.

“Di negara-negara itu, tarif cukai untuk produk tembakau yang dipanaskan lebih rendah dari pada rokok. Melihat perkembangan tersebut, sudah saatnya Indonesia menerapkan kebijakan insentif fiskal untuk mendorong produk-produk inovasi dengan konsep pengurangan dampak negatif,” ujarnya.

Sejumlah negara juga sudah memberikan insentif fiskal bagi produk yang mengurangi emisi gas rumah kaca, dan produk lainnya yang berdampak positif pada lingkungan. Hal ini dibahas pada agenda United National Climate Change Conference (UNFCCC) pada Desember 2018.

“Mereka sepakat mendorong industri yang lebih hijau dalam operasional usahanya demi pembangunan nasional berkelanjutan. Industri yang berdampak positif bagi lingkungan dan kesehatan publik sangat layak memperoleh insentif fiskal,"jelas Esther.

Untuk itu pemerintah sebagai regulator dapat menggunakan instrumen fiskal, seperti pajak dan cukai, untuk menciptakan kebijakan insentif atau disinsentif guna mendukung birokrasi yang luwes serta mendorong pelaku ekonomi untuk mencapai target pemerintah.

"Pemerintah tidak perlu ragu untuk memberikan insentif fiskal bagi produk yang ramah lingkungan dan kesehatan, karena kebijakan ini akan mendorong masyarakat pindah ke produk alternatif yang lebih baik dari sisi lingkungan maupun kesehatan,” katanya. []

baca juga:

Editor: Denny Iswanto

Sumber: Antara

berita terkait

Image

Ekonomi

Sektor Properti Nasional Perlu Keselarasan Regulasi dan Insentif Fiskal

Image

Ekonomi

Rupiah Lemah Akibat Konflik Timur Tengah dan Naiknya Cukai Rokok

Image

Ekonomi

Rupiah Kena Gebuk Polemik Cukai Rokok, KPK, Hingga Harga Minyak

Image

Ekonomi

Menkop: Sehebat-hebatnya Revolusi Industri 4.0 Tak Bisa Kalahkan Offline

Image

Ekonomi

PMK 156/2018 Sudah Baik, Tak Perlu Ada Simplifikasi Cukai Rokok

Image

Ekonomi

Pindah Ibu Kota Kok Maksa, Biayanya Darimana?

Image

Ekonomi

BJ Habibie Tutup Usia

Pengamat Sebut Prestasi BJ Habibie Bangun BUMN Strategi Harus Dilanjutkan!

Image

Ekonomi

Rupiah Menguat Setelah Dihujani Stimulus Likuiditas Global

Image

Ekonomi

Pemerintah Usul Dana Insentif Daerah Naik Hingga Rp15 Triliun

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Ombudsman Nilai Rekomendasi Anggota BPK Oleh DPD Hanya Formalitas

Hasil rekomendasi DPD RI atas nama-nama calon BPK RI yang diserahkan ke DPR RI hanyalah formalitas.

Image
Ekonomi

Maksimalkan Layanan Lelang, DJKN Siap Gandeng Dukcapil

DJKN siap kerjasama dengan Dukcapil untuk meningkatkan pelayanan dalam penyediaan data peserta lelang.

Image
Ekonomi

Rupiah Perkasa Setelah Keputusan Fed dan Menunggu Kebijakan BI

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Kamis (19/9/2019) menguat 34 poin atau 0,24% menjadi Rp14.094 terhadap USD1.

Image
Ekonomi

Tingkatkan Peran ke PDB, Kementan Terus Genjot Industri Peternakan

Kementerian Pertanian mengharapkan kontribusi sektor peternakan terhadap perekonomian bisa semakin besar.

Image
Ekonomi

IHSG Malah Berfluktuasi Karena The Fed

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis pagi (19/9/2019) bergerak mixed.

Image
Ekonomi

Soal Menteri Kabinet Kerja Periode Kedua, Tanri Abeng Yakin Jokowi Pilih Orang Terbaik

Tanri Abeng yakin Presiden Jokowi bakal memilik orang terbaik untuk memperkuat kabinet kerjanya pada periode kedua yakni 2019-2024.

Image
Ekonomi

Bank Mandiri Berikan Fasilitas Refinancing USD129 Juta ke ANTAM

Antam dan Mandiri kerjasama dibidang keuangan berupa pemberian fasilitas pinjaman investasi bank pelat merah sebesar USD129 juta.

Image
Ekonomi

Mengenal Sukanto Tanoto, Sang Penguasa Lahan HTI Ibu Kota Baru

Sukanto Tanoto, yang merupakan pendiri kelompok bisnis Royal Golden Eagle (RGE) sebagai penguasa lahan ibu kota baru.

Image
Ekonomi

2019, DJKN Patok Target Harga Pokok Lelang Hingga Rp27 Triliun

Target lelang DJKN 2019 sebesar Rp27 triliun.

Image
Ekonomi

Fed Pastikan Tak Pakai Suku Bunga Negatif untuk Merangsang Perekonomian

"Suku bunga negatif adalah sesuatu yang kita lihat selama krisis keuangan dan memilih untuk tidak melakukannya"

Available
Banner Mandiri

trending topics

terpopuler

  1. 5 Potret Nikita Willy Liburan ke Namibia, Bersuka Ria dengan Anak-anak Suku Himba

  2. Tak Diusung PDIP, Gerindra Nyatakan Siap Antarkan Gibran Rakabuming Maju Pilwalkot Solo

  3. Penyakit Ini Intai Kamu yang Kebiasaan Makan Berlebihan

  4. Kekayaan Pengusaha AS Ini Bertambah Rp28,2 Triliun Tiap Hari Karena Kisruh Minyak

  5. Pernah Jadi Artis dengan Bayaran Tertinggi hingga Meninggal Penuh Misteri, Ini 5 Fakta Sridevi

  6. Dapur Menyatu dengan Toilet! Gambaran Kesenjangan Ekonomi di Hong Kong

  7. 10 Potret Harmonis Afdhal Yusman dan Keluarga yang Jarang Terekspos

  8. Jarang Tersorot, 10 Potret Mesra Mumuk Gomez dan Kekasih yang Bikin Gemas

  9. UU KPK Hasil Revisi, Pimpinan KPK bukan Lagi Penyidik dan Penuntut Umum

  10. Tayang 19 September 2019, 5 Fakta Tentang Film 'Hayya: The Power of Love 2'

Available

fokus

Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan
Available

kolom

Image
Ujang Komarudin

Gigitan Terakhir KPK

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Image
Abdul Aziz SR

Perempuan dan Jabatan Publik

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

Tanahnya Dipakai Jadi Ibu Kota Baru Indonesia, Ini 5 Rekam Jejak Sukanto Tanoto

Image
Ekonomi

Mengenal Sukanto Tanoto, Sang Penguasa Lahan HTI Ibu Kota Baru

Image
News

Wilayahnya Diserbu Asap Malah ke Kanada, Ini 4 Fakta Wali Kota Pekanbaru Firdaus