image
Login / Sign Up

Rupiah Melemah Tipis Karena Kebijakan Trump

Anggi Dwifiani

Image

Petugas teller bank Mandiri KCP Jakarta saat menunjukan uang dolar di salah satu kantor cabang Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/1/2019). Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan pelemahan terhadap rupiah. Posisi rupiah terhadap dolar AS tercatat menguat di level Rp 14.080 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan Jumat (4/1/2019) yang bergerak di angka Rp 14.225. Penguatan nilai tukar rupiah imbas dari faktor global dan domestik. Faktor global yaitu melemahnya dolar AS terhadap sejumlah mata uang mitra dagang utama. Dari sisi domestik, Bank Indonesia (BI) sempat menyebut penguatan rupiah imbas aliran masuk dana asing seiring lelang surat utang negara (SUN) yang digelar pemerintah pada 3 Januari lalu. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi (20/8/2019) melemah 0,21% atau sebesar 30 poin menjadi Rp14.265 dibandingkan dengan posisi sebelumnya Rp14.235 per 1 USD.

Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico, mengatakan hal tersebut disebabkan oleh Amerika yang akan memperpanjang serangkaian pengecualian terbatas selama 90 hari mengenai larangan berbisnis dengan Huawei.

"Permasalahannya adalah beberapa perusahaan telekomunikasi di Amerika sangat bergantung terhadap Huawei, sehingga menurut Ross penangguhan selama 90 hari dianggap sangatlah tepat," kata Nico, di Jakarta Selasa (20/8/2019).

baca juga:

Saat ini, menurut Nico, sentimen tersebut sudah mulai masuk ke ranah tensi politik, sehingga permasalahan Huawei dulu di masukkan ke dalam daftar hitam sebagai ancaman keamanan nasional Amerika, “ternyata sudah tidak dibahas kembali oleh Amerika”.

Penundaan untuk Huawei pun tidak akan mungkin diperpanjang oleh Trump untuk kesekian kalinya, namun kami melihat bahwa Huawei sendiri tampaknya sudah siap untuk berdiri di kedua kakinya sendiri tanpa harus bergantung terhadap Amerika. 

Beralih dari sana, Bank Sentral China mengatakan akan mulai merilis tingkat referensi baru untuk pinjaman bank pada hari Selasa, hal ini kami melihat sebagai langkah lebih lanjut dari reformasi yang ditunggu selama ini untuk membawa suku bunga yang lebih rendah terhadap perekonomian China.

Hal ini tentu akan disambut baik oleh pasar, karena akan memberikan stimulus ekonomi yang lebih baik untuk China ditengah tengah perang dagang yang masih belum jelas juntrungannya. 

Kembali ke Amerika, President The Fed untuk Boston, Eric Rosengren kembali mendorong The Fed untuk melakukan pemangkasan tingkat suku bunga lanjutan, karena dia sendiri tidak yakin bahwa hal itu akan mempengaruhi perlambatan perdagangan, dan pertumbuhan global yang dimana akan memberikan dampak terhadap perekonomian Amerika.

Trump juga terus mendorong untuk The Fed menurunkan tingkat suku bunganya sebesar 100 bps atau 1%, tentu hal ini merupakan sesuatu yang luar biasa, karena akan menjadi booster apabila itu terjadi. 

"Sementara itu, para pelaku pasar dan investor akan menantikan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang akan berlangsung pada hari Kamis nanti, yang dimana kami melihat meskipun Bank Indonesia memiliki ruang 25 bps untuk menurunkan tingkat suku bunganya, kami melihat mereka tidak akan melakukannya pada pertemuan bulan ini," kata Nico.

Mereka akan menahannya, dan berpotensi besar akan terjadi pada pertemuan yang selanjutnya seusai dari The Fed melakukan meeting terlebih dahulu pada bulan September nanti.[]

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Data Ekonomi Membaik, Dolar AS Melejit

Image

Ekonomi

Rupiah Lesu Karena Rilis Neraca Perdagangan dan Kembali Bergejolaknya Perekonomian Global

Image

Iptek

Jalin Kerja Sama dengan Tim eSports, Nissan Buat Sketsa Kursi Gaming

Image

Ekonomi

Rupiah Kena Gebuk Polemik Cukai Rokok, KPK, Hingga Harga Minyak

Image

Ekonomi

IHSG Lesu Karena Cukai Rokok dan Kembali Bergejolaknya Sentimen Eksternal

Image

Iptek

Prancis dan Jerman Sepakat Tolak Libra Facebook

Image

Ekonomi

Rusia Pilih Berutang Ke China Ketimbang AS

Image

Ekonomi

Penguatan Kurs Terhadap Dolar AS, Sinyal Positif Kondisi Global

Image

Ekonomi

Prancis Tak Mau Libra Tumbuh di Tanah Eropa

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Perum Perindo Targetkan Ekspor 25 Persen Produksi Perikanan di 2019

Perum Perindo targetkan 25 persen produksi perikanan perusahaan bisa diekspor ke berbagai negara tahun ini.

Image
Ekonomi

Terjadi Lagi Gangguan Listrik PLN, MRT Minta Maaf Atas Ketidaknyamanan Penumpang 

Akibat terganggunya pasokan listrik PLN beberapa stasiun MRT Jakarta menjadi ikut terganggu pelayanannya.

Image
Ekonomi

MUI Apresiasi Kemendag Soal Revisi Aturan Halal untuk Impor Hewan

MUI melihat Permendag yang tidak mensyaratkan halal memang bisa menimbulkan multi tafsir atau penafsiran ganda.

Image
Ekonomi

SMF Optimis Capai Target Pembiayaan Perumahan Hingga Rp10 Triliun di 2019

SMF optimis capai target Rp10 triliun pada 2019 untuk pembiayaan perumahan karena peluangnya masih terbuka lebar di sektor properti.

Image
Ekonomi

DPR Sepakati Pagu Anggaran Kemenkeu Rp43,51 Triliun di 2020

pagu anggaran sebesar Rp43,51 triliun ini tidak mengalami perubahan dari pagu awal sebelum pembahasan di Banggar.

Image
Ekonomi

Wujudkan SDG's, BNI Syariah Implementasikan Program Sepeda Untuk Bekerja

BNI Syariah implementasikan program sepeda untuk bekerja sebagai salah satu akivitas ramah lingkungan dalam wujudkan SDG's.

Image
Ekonomi

Menkeu Pastikan Serangan pada Minyak Saudi Akan Jadi Ketidakpastian Baru

Kebakaran instalasi minyak di Arab Saudi dapat menyebabkan kerentanan baru bagi kondisi perekonomian global.

Image
Ekonomi

Ada Kabut Asap, Kemenhub Belum Larang Maskapai Terbang Ke Sekitar Kalimantan dan Sumatera

Kemenhub belum melarang maskapai terbang ke bamdara-bandara sekitar Kalimantan dan Sumatera terdampak kabut asap.

Image
Ekonomi

AP II Tegaskan Tak Ada Pergantian Nama Terminal Pada Bandara Soetta

AP II tegaskan tidak ada pergantian atau penambahan nama pada Bandara Soetta maupun Terminal I, Terminal 2 dan Terminal 3.

Image
Ekonomi

Industri Tekstil dan Pakaian Jadi Belum Sepenuhnya Kuat

Sejumlah industri tekstil dan pakaian jadi di Indonesia sudah memiliki kualitas baik dalam hal ekspor.

Available
Banner Mandiri

trending topics

terpopuler

  1. Gagal Kalahkan Fiorentina, Dybala Kirim Sebuah Sindiran Pedas untuk Sarri

  2. Hasto Mulai Geregetan: Saya Dapat Info Ada Media yang Secara Kurang Etis Tampilkan Karikatur Gambar Jokowi dan Pinokio

  3. Perdebatan Cover Majalah Tempo: yang Hidungnya Panjang Kayak Pinokio Itu Bayangan, Bukan Gambar Jokowinya

  4. Lenglet: Jangan Sampai Ansu Fati Terjerat Star Syndrome

  5. 10 Potret Syarif Muhammad Fitriansyah, Asisten Ajudan Jokowi yang Curi Perhatian

  6. Kondisi Terkini Tiga Setia Gara Usai Dihubungi KJRI Chicago

  7. Pengakuan Usai Gugurkan Janin: Setelah Aborsi, Berhari-hari Saya Mengurung Diri, Menyesal dan Malu

  8. Pengangguran di Singapura Melonjak, Kok Bisa?

  9. Kritik Penanganan Kebakaran, Paranormal: Haruskah Saya Keluarkan Keris Kiai Cupet Ini?

  10. Mantan Ketua MK Mahfud MD Sebut Revisi UU KPK Sudah Bagus, Masalah Terletak di Prosedurnya

Available

fokus

Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan
Available

kolom

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Image
Abdul Aziz SR

Perempuan dan Jabatan Publik

Image
Mujamin Jassin

Bamsoet dan Agenda Modernisasi Golkar

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

Bak Pasangan Muda, 8 Potret Romantis Gubernur Riau Syamsuar Bersama Istri

Image
News

10 Potret Syarif Muhammad Fitriansyah, Asisten Ajudan Jokowi yang Curi Perhatian

Image
News

10 Potret Regina Nadya Suwono, Anggota Legislatif Muda yang Memesona