image
Login / Sign Up

Hadapi Musim Kemarau, Kementan Pacu Pengembangan Varietas Cabai Unggul

Wayan Adhi Mahardika

Image

Pedagang cabai saat berjualan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (3/7/2019). Pasca lebaran harga cabai terus melonjak, terpantau dari pedagang di Pasar Minggu untuk cabai rawit merah harga jualnya mencapai Rp60 ribu per kg, cabai besar Rp80 ribu, cabai keriting Rp60 ribu. Cabai rawit hijau yang biasa murah saat ini mencapai Rp70 ribu. | AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan berbagai upaya untuk mengamankan pasokan cabai terlebih saat musim kemarau seperti saat ini. Langkah-langkah perbaikan produksi hingga pasca panen cabai gencar dilakukan. Seluruh kawasan cabai terutama yang memasok kebutuhan Jabodetabek telah diinventarisir potensi produksinya.

“Lahan cabai memang banyak yang terdampak kekeringan, sehingga berpengaruh terhadap produksi. Belum lagi imbas dari jatuhnya harga cabai beberapa waktu lalu yang berlangsung cukup lama membuat petani tidak optimal merawat tanamannya,” ujar Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, dalam siaran pers yang didapat, Sabtu (17/8/2019).

Dirinya menyatakan bahwa Kementerian Pertanian sudah melakukan serangkaian upaya taktis, strategis dan komprehensif. Langkah-langkah tersebut diantaranya mengoptimalkan bantuan sarana pengairan, memaksimalkan panen, pengawalan sentra produksi, hingga konsolidasi dengan petugas dinas pertanian dan petani di sentra utama.

baca juga:

Menurut Dirjen yang kerap dipanggil Anton ini , pihaknya akan memacu pengembangan cabai varietas lokal yang tahan terhadap berbagai cuaca dan gangguan OPT.

“Produksi cabai varietas lokal akan kami tingkatkan karena terbukti pada saat kemarau seperti ini bertahan dibanding jenis hibrida. Bahkan cabai lokal di Leces ada yang bertahan panen sampai 25 kali. Petani setempat menyebutnya Cabai Patalan,” jelas  Anton.

Dengan demikian, pihaknya akan mendorong benih-benih lokal tersebut untuk segera disertifikasi dan dikomersialkan sebagai benih unggul bermutu. Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Jawa Timur diminta untuk mengawal selama proses berlangsung.

Di tempat yang sama, Direktur Perbenihan Hortikultura, Sukarman mengaku siap memberikan bantuan benih unggul guna menjaga stabilitas produksi cabai di musim kemarau.

“Untuk jangka pendek kita berikan benih unggul hibrida untuk ditanam sebagai percontohan. Kita berikan petani benih yang produksinya tidak kalah dengan cabai lokal. Benih cabai harus bebas dari penyakit biar hasil panennya maksimal. Benih cabai yang dihasilkan dari pertanaman bisa berpontensi terinfeksi penyakit atau dikenal dengan seed born desease,” papar Sukarman.

Misbahul Munir, Kelompok Tani Talang Sari Dua yang juga penerima program PUPM dari Kementerian Pertanian mengaku selama ini lebih memilih cabai rawit lokal yang dikenal dengan patalan.

“Saya bersama anggota kelompok menyatakan kesiapan melaksanakan percontohan lahan multi varietas cabai unggulan bermutu dengan harapan nantinya akan meningkatkan produktivitas hasil panen cabainya,” ujar Mishabul.

Berdasarkan data Dinas Pertanian setempat, saat ini terdapat 1.682 hektare areal cabai rawit se-Kabupaten Probolinggo yang diperkirakan akan mulai panen di awal oktober nanti. Selama ini hasil panen cabai dari Kabupaten Probolinggo banyak memasok pasar pasar Jawa Timur hingga Kalimantan.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

Ekonomi

Impor Daging Sapi Brasil, Berdikari Tunggu Rekomendasi Kementan

Image

News

Provinsi Gorontalo Darurat Kekeringan

Image

Ekonomi

Indonesia Butuh 2 Hal Ini Jika Ingin Swasembada Pangan

Image

News

BMKG: Semoga Penembakan Awan Berhasil

Image

News

Kekeringan, Petani: Kalau Musim Panas Begini Terpaksa Dibiarkan hingga Hujan Tiba

Image

Ekonomi

Tingkatkan Produksi Ternak, Pemerintah Dorong Kebutuhan Protein Hewani Masyarakat

Image

News

Kemarau Berkepanjangan, 4000 Hektare Lahan Pesawahan di Aceh Barat Gagal Tanam

Image

News

PMI Yogyakarta Salurkan 2,6 Juta Air Bersih ke Tiga Kabupaten Terdampak Kekeringan

Image

Ekonomi

Cabai Jadi Penyebab Inflasi Bisa Dimaklumi Karena Cuaca Buruk

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

Kemenkop Dorong Mahasiswa Asal Papua Terjun Jadi Wirausaha

Kementerian Koperasi dan UKM, mengajak mahasiswa baru asal Papua (Timika dan Bintuni) sebanyak 71 orang untuk terjun menjadi pengusaha.

Image
Ekonomi

Kinerja Ekspor Belum Juga Bergairah, KEIN Harap Pemerintah Waspada

Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) mengimbau pemerintah untuk terus mewaspadai defisit neraca perdagangan.

Image
Ekonomi

Tiga Tipe Financial Goal Bagi Investor Pemula

Apa saja tiga tipe mendasar yang sangat penting untuk dipahami oleh investor?

Image
Ekonomi

Kadin Nyatakan Siap Bantu Pemerintah Majukan Sektor Properti Nasional

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung program pemerintah dalam memajukan sektor properti nasional.

Image
Ekonomi

Kisruh Akibat Serangan, Harga Minyak Dunia Bisa Sentuh USD100 per Barel

Analis menyebutkan serangan ke jantung fasilitas minyak Saudi dan ketengangan selat Hormuz antara Iran-AS akan memicu kekhawatiran.

Image
Ekonomi

Dapur Menyatu dengan Toilet! Gambaran Kesenjangan Ekonomi di Hong Kong

berikut ini kehidupan masyarakat miskin Hong kong yang terlihat dari huniannya yang sangat miris

Image
Ekonomi

Sektor Properti Nasional Perlu Keselarasan Regulasi dan Insentif Fiskal

Saat ini penyediaan rumah menjadi satu kebutuhan primer atau dasar yang belum sepenuhnya bisa terpenuhi.

Image
Ekonomi

Kekayaan Pengusaha AS Ini Bertambah Rp28,2 Triliun Tiap Hari Karena Kisruh Minyak

Harga minyak yang melonjak tinggi usai terbakarnya fasilitas penyulingan Saudi Aramco, akibat serangan drone pada Sabtu (14/9/2019).

Image
Ekonomi

Grab dan Gojek Bukan Koperasi Model Baru tapi Korporasi Kapitalis

Pernyataan bahwa Gojek, Grab, Tokopedia dll adalah sebagai konsep koperasi baru adalah keliru besar.

Image
Ekonomi

Rupiah Menguat Menunggu Keputusan The Fed dan Meredanya Konflik Aramco

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu (18/9/2019) menguat 15 poin atau 0,11% menjadi Rp14.080 terhadap USD1.

Available
Banner Mandiri

trending topics

terpopuler

  1. Akhmad Sahal: Dikritik Aja Tempo Secara Terbuka, Nggak Perlu Demo Kayak Gini, Ini Sih Justru Norak!

  2. Ayahanda Donny Alamsyah Wafat, Tetangga Sempat Dengar Teriakan Minta Tolong

  3. Tiba-tiba, Moeldoko Minta Maaf ke Warga Kalimantan dan Sumatra

  4. Beberkan Fakta-fakta Suram, Mia Khalifa Menyesal Menggeluti Industri Porno

  5. Anies Baswedan: Sampaikan kepada Semua, Warga Jakarta Turun Tangan dalam Penanggulangan Karhutla

  6. Asap Pekat di Kalimantan dan Sumatra, AA Gym: Allah Sedang Memberikan Ujian ke Kita, juga Teguran

  7. Mengejutkan! Rambo dan 4 Artis Hollywood Ini Pernah Cicipi Industri Porno

  8. 5 Penyakit Paling Langka di Dunia, Ada yang Sebabkan Tangan Berbentuk Seperti Lobster

  9. Tolak Revisi UU KPK, Koalisi di Aceh: Kita Melihat DPR Ingin Kembalikan Indonesia ke Zaman Dulu

  10. Bayaran 6 Bintang Industri Porno Ini Gila-gilaan, Bisa Buat Beli Jet Pribadi

Available

fokus

Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan
Available

kolom

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Image
Abdul Aziz SR

Perempuan dan Jabatan Publik

Image
Mujamin Jassin

Bamsoet dan Agenda Modernisasi Golkar

Available

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

10 Pesona Muhammad Rafid, Cucu Keponakan BJ Habibie yang Geluti Sepak Bola

Image
Ekonomi

Mela Gunawan, Srikandi di Pusat Industri Kebugaran Indonesia

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Andrew Darwis, Pendiri Kaskus yang Terseret Kasus Pemalsuan Dokumen