image
Login / Sign Up

Maju Mundur Tax Amnesty Jilid II

Dhera Arizona Pratiwi

Indepth

Image

Ilustrasi - Pajak | AKURAT.CO/Ryan

AKURAT.CO Pemerintah pada Juli 2016 hingga Maret 2017 pernah menggelar program pengampunan Pajak atau Tax Amnesty. Saat itu tercatat nilai uang tebusannya mencapai Rp114 triliun.

Adapun wacana kembali bergulirnya program Tax Amnesty kini mencuat. Pasalnya, para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap kepada pemerintah agar kembali menggelar program Tax Amnesty jilid II.

Menurut Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Roeslani, harapan tersebut diutarakan berdasarkan keinginan banyak pengusaha yang menyesal tidak mengikuti program Tax Amnesty jilid I pada periode Juli 2016 hingga Maret 2017. Terlebih lagi, saat ini sudah memasuki era keterbukaan Pajak atau Automatic Exchange System of Information/AEoI.

baca juga:

Rosan pun meminta Tax Amnesty jilid II bisa digelar kurang lebih dari sembilan bulan atau lebih cepat ketimbang Tax Amnesty jilid I.

"Mungkin tidak perlu panjang waktunya, yang penting dampaknya. Tidak perlu sembilan (bulan), lebih pendek saja," ujarnya di Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Tax Amnesty Jilid I Belum Optimal

Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menyatakan sah-sah saja jika ada pihak yang menginginkan program Tax Amnesty jilid II. Pasalnya, bisa jadi memang masih banyak yang belum memanfaatkannya pada jilid I.

"Sebetulnya sah-sah saja. Di dunia tidak ada yang 100 persen benar, 100 persen salah, 100 persen hitam, 100 persen putih. Jadi sah-sah saja kalau ada yang menghendaki Tax Amnesty jilid II," ucap Ketua Komite Perpajakan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDOSiddhi Widyapratama dalam Kongkow Bisnis PAS FM di Hotel Millenium Sirih, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Sebelum merealisasikan Tax Amnesty jilid II, katanya, pemerintah bisa belajar dari Tax Amnesty jilid I yang mana jumlah wajib Pajak (WP) terdaftar saat itu relatif kecil. Oleh karenanya, jumlah tersebut masih perlu terus ditingkatkan.

Lebih lanjut, pemerintah juga harus memikirkan bagaimana agar tidak ada individu atau wajib Pajak (WP) yang patuh merasa dipermainkan dan berubah perilakunya dengan adanya Tax Amnesty jilid II.

"Bagaimana kalau nanti selanjutnya ada Tax Amnesty, orang berfikir ada jilid II dan seterusnya. Akhirnya kita yang sudah terdaftar lama-lama punya kekhawatiran orang yang tadinya sudah patuh, akan tergoda dalam sistem 'oh di sana tidak patuh, oke masih bisa jalan'," tegasnya.

Adanya Kekhawatiran Soal Kepatuhan

Hal itu pun diamini oleh Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah Redjalam. Oleh karenanya, ia meminta pemerintah berhati-hati dengan potensi terjadinya perubahan perilaku wajib Pajak (WP), jika ingin kembali menggelar program pengampunan Pajak atau Tax Amnesty.

"Secara esensi harus hati-hati dengan adanya perubahan perilaku. Kalau kita lakukan Tax Amnesty II, berarti bagaimana dengan mereka yang ikut Tax Amnesty I, itu harus difikirkan mereka yang berupaya patuh (Pajak)," ucapnya dalam Kongkow Bisnis PAS FM di Hotel Millenium Sirih, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Ia menegaskan, dalam dasar aturan Tax Amnesty jilid I, pengampunan Pajak yang diberikan oleh pemerintah merupakan kesempatan sekali seumur hidup. Hal ini diyakini dibuat agar tidak memberikan kesempatan untuk melakukan perubahan perilaku tersebut.

"Teorinya only once in your life. Agar tidak memberikan kesempatan untuk melakukan perubahan perilaku itu," tegasnya.

Namun, ia menegaskan kepada pemerintah bahwa program Tax Amnesty bukan satu-satunya alasan pemerintah dalam rangka mendongrak penerimaan negara. Sebab, masih banyak cara lain yang bisa dilakukan.

Terlebih lagi, fokus pemerintah saat ini adalah mendorong pertumbuhan ekonomi. Sehingga secara teorinya, yang harus dilakukan adalah pelonggaran likuiditas dan Pajak.

"Itu yang sudah dijanjikan pemerintah seperti tax allowance, tax holiday, dan menurunkan PPh badan. Ini yang bisa dilakukan pada ujungnya bisa melonggarkan likuiditas, memacu investasi dan konsumsi. Sehingga, pertumbuhan ekonomi lebih baik dan tinggi. Dengan begitu, penerimaan Pajak bisa lebih besar. Istilahnya, sapinya digemukin dulu baru dipotong," paparnya.

Lagipula, kata Piter, program Tax Amnesty jika dilakukan secara berulang-ulang akan berlawanan dengan tujuan awal daripada Tax Amnesty itu sendiri.

"Bukan menambal anggaran tapi Kepatuhan. Kalau dilakukan berulang-ulang, berlawanan sekali dengan tujuan Tax Amnesty," terangnya.

Ia menambahkan, jika program Tax Amnesty jilid II digelar, kondisi perekonomian saat ini pun belum mendukung hal tersebut.

"Tax Amnesty harus hati-hati. Semua harus dikaji dan dipertimbangkan apakah benar sekarang kondisinya support Tax Amnesty. Kalau saat ini saya lihat kondisinya tidak mendukung," ujarnya.

Belajar dari Tax Amnesty Paman Sam

Managing Partner Danny Darussalam Tax Centre (DDTC) Darussalam menegaskan, program Tax Amnesty tidak lazim jika dilakukan berkali-kali. Bahkan, pemerintah bisa memetik pelajaran dari Amerika Serikat (AS) yang selama sembilan tahun telah menggelar program Tax Amnesty sebanyak 111 kali. 

Memang, saat awal-awal diberlakukan Tax Amnesty, penerimaan AS melonjak signifikan. Namun, begitu menggulirkan Tax Amnesty jilid berikutnya, langsung menurun. 

"Tapi, pengalaman AS bisa dijadikan contoh. Di awal pemberian Tax Amnesty, memberikan penghasilan penerimaan negara signifikan. Tapi begitu jilid berikutnya menurun," tegasnya.

Penurunan penerimaan negara AS itu terjadi karena warga negaranya terus berharap ada program pengampunan Pajak berikutnya. Alhasil, Tax Amnesty menjadi tidak lagi menarik dan spesial di mata mereka karena diyakini akan bersambung ke jilid berikutnya.

"Sehingga toh bagi kami tidak masalah menjadi tidak patuh toh juga diampuni. Ini yang perlu perhatian pemerintah jika ingin wacana ini," tuturnya. 

Oleh karena itu, jika pemerintah ingin kembali menggulirkan Tax Amnesty, perlu melakukan justifikasi-justifikasi yang sangat kuat. Perbandingannya adalah berpatokan pada Tax Amnesty jilid I yang telah bergulir pada periode Juli 2016 sampai Maret 2017. []

Editor: Denny Iswanto

berita terkait

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Dunia Usaha Butuh Stimulus Modal Kerja Akibat Pandemi COVID-19

Image

Ekonomi

Ekonom Sebut Penerbitan Diaspora Bond Ide Baik Optimalkan Sumber Pembiayaan

Image

Ekonomi

PP Tapera Dinilai Jadi Beban Pengusaha

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Core Nilai Tambahan Anggaran Penanganan COVID-19 Jauh dari Ideal, Ini Alasannya!

Image

News

Wabah Corona

Begini Layanan Kantor Pajak selama Pandemi Covid-19

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Apindo Desak Pemerintah Kaji Ulang Harga BBM, Listrik, dan Gas untuk Industri

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Gandeng DPR RI, Kadin Bahas Kesiapan Dunia Usaha Masuki New Normal

Image

News

DPR RI

Satgas Lawan Covid-19 DPR RI: KADIN Jadi Crisis Center yang Baik Bagi Dunia Usaha Selama Pandemi

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Insentif Pajak Bisa Jadi Ruang Likuiditas untuk Gerakkan Perekonomian

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Ekonomi

KKP Dorong Percepatan Penanganan Penangkapan Ikan Ilegal

KKP rerus mendorong percepatan penanganan kasus penangkapan ikan ilegal yang dilakukan oleh kapal ikan asing di berbagai kawasan perairan.

Image
Ekonomi

Mentan Ajak Petani Subang Maksimalkan Pemanfaatan KUR

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengajak para petani di Kabupaten Subang, Jawa Barat, untuk memanfaatkan (KUR).

Image
Ekonomi

Tingkatkan Efisiensi, Perusahaan-perusahaan BUMN Perlu Terapkan ISO Anti Penyuapan

BUMN dituntut menjadi lebih efisien, salah satunya dengan menyarankan perusahaan pelat merah itu menerapkan ISO 37001: 2016 SMAP.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pemerintah Siapkan Anggaran Agar Pasar Tradisional Tidak Jadi Klaster COVID-19

pemerintah nantinya akan menyiapkan anggaran untuk membuat pasar tradisional tidak menjadi klaster penyebaran COVID-19 di era New Normal.

Image
Ekonomi

PLN Minta Maaf Atas Kendala Bayar Tagihan Listrik

PLN meminta maaf atas kendala teknis yang menyebabkan pelanggan mengalami kendala untuk melakukan pembayaran tagihan listrik.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Menteri BUMN Bersama Satgas COVID-19 DPR Sambangi Posko Masak

Menteri Erick bersama Satgas Lawan COVID-19 DPR RI mengunjungi Posko Masak JS2 di Jalan Raya Cilandak KKO, Pasar Minggu, Sabtu (6/6/2020).

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Pengusaha Makanan dan Minuman Dukung Pelonggaran PSBB Bertahap

GAPMMI mendukung pelonggaran PSBB bertahap oleh pemerintah dalam rangka menggulirkan kembali roda perekonomian Indonesia.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Mentan Siapkan Langkah Strategis Jaga Pasokan Pangan

Kementan terus berupaya menjaga pasokan pangan dalam masa pandemi COVID-19 dan mengantisipasi ancaman krisis pangan dunia.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Menko Airlangga: Pasar Merespon Pemerintah Tangani COVID-19

Pemerintah menyatakan bahwa pasar merespons positif terhadap upaya penanganan virus Corona (Covid-19) yang prudent dan berbasis data.

Image
Ekonomi
Wabah Corona

Kementerian PUPR Dukung Kemantapan Infrastruktur Jalan untuk Jaga Kelancaran Logistik

Kementerian PUPR terus berupaya mendukung penanganan pandemi COVID-19, salah satunya dengan meningkatkan kelancaran distribusi logistik.

terpopuler

  1. UAS: Saya Bukan Penjahat, Saya Bukan Melakukan Perlawanan Mengangkat Senjata

  2. Kabar Gembira, Corona di Tanah Air Makin Terkendali

  3. Memiliki Dua Orang Anak Meski Belum Pernah Menikah, 5 Fakta Menarik Sushmita Sen

  4. Rela Berjubel dan Antre, Banyak Orang Jadi Saksi Kepergian Bapak Proklamator Indonesia Ir. Soekarno

  5. Dirawat Kurang Lebih 2 Bulan, 10 Calon Perwira Polri di NTT Sembuh dari Covid-19

  6. Dinilai Hina Budaya Jawa lewat Cuitannya Soal Lathi Challenge, Wan Dazrin Minta Maaf

  7. Soal Pembatalan Haji 2020, Ace Hasan Syadzily: Menteri Agama RI Jelas Menyalahi Prosedur

  8. PKS Dukung Rencana Rocky Gerung dan Zainal Arifin Mochtar Gugat Presidential Threshold ke MK

  9. Susi: Kawan-kawan Laut, Saya Baru Cek Ombak, Ada Pesan dari Laut untuk Kita Semua

  10. Mendagri Perintahkan 270 Kepala Daerah Segera Cairkan NPHD untuk Pilkada 2020

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Menikmati Kebahagiaan di Masa Pandemi

Image
Ujang Komarudin

Milenial Reform

Image
Dewi Kartika

Inspirasi dan Legacy Prof Sediono Tjondronegoro untuk Petani

Image
Achmad Fachrudin

Jebakan Kampanye Virtual di Pilkada 2020

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Bikin Bangga, Mantan Stafsus Presiden Jokowi Terpilih Menjadi Alumni Terbaik Harvard University

Image
News

Kisah Raeni, Anak Tukang Becak yang Kini Sukses dari Unnes hingga Raih Beasiswa S3 di Inggris

Image
News

Ngopi di Teras hingga Main Bareng Cucu, 6 Potret Santai Bamsoet saat di Rumah